penerapan material requirement planning (mrp…eprints.ums.ac.id/55752/11/naskah publikasi.pdf ·...

19
PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DALAM PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN PRODUK COWBOY CHAIR GOAT SKIN (Studi Kasus: CV. Tiga Berlian Jaya ) Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Disusun Oleh: Aprillya Sujarwati Putri D 600.130.001 PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2017

Upload: truongdang

Post on 17-Sep-2018

238 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DALAM

PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN

PRODUK COWBOY CHAIR GOAT SKIN

(Studi Kasus: CV. Tiga Berlian Jaya )

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada

Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik

Disusun Oleh:

Aprillya Sujarwati Putri

D 600.130.001

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2017

Page 2: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

i

Page 3: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

ii

Page 4: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

iii

Page 5: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

1

“PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DALAM

PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN

PRODUK COWBOY CHAIR GOAT SKIN”

(Studi Kasus: CV. Tiga Berlian Jaya)

ABSTRAK

CV. Tiga Berlian Jaya merupakan perushaan semi manufaktur yang

bergerak dalam pembuatan furniture. Perencanaan bahan baku sangat berpengaruh

terhadap jalannya produksi. Permasalahan yang ada pada penelitian ini terkait

dengan persediaan bahan baku, dimana terjadi keterlambatan pengiriman bahan

baku. Oleh karena itu dibutuhkan suatu informasi yang diharapkan dalam

pemenuhan kebutuhan bahan baku dapat dilakukan dengan tepat dan penetuan

biaya pada persediaan dapat direncanakan seoptimal mungkin yaitu dengan

menerapkan metode Material Requirement Planning (MRP).Metode MRP

digunakan dengan menggunakan 2 metode lot sizing yang berbeda yaitu Lot for

lot dan Part Period Balancing untuk mendapatkan biaya total persediaan bahan

bakuseminimjum mungkin yang terdiri dari biaya pemesanan, biaya simpan dan

pembelian bahan baku.Perencanaan kebutuhan bahan baku yang dibuat

berdasarkan hasil peramalan permintaan produk kursi menunjukkan teknik lot

sizing yang paling efektif adalah lot for lot. Teknik lot for lot menghasilkan biaya

persediaan terendah sebesar Rp 2.921.500,00 dibandingkan dengan teknik part

period balancing yang mengasilkan biaya sebesar Rp 3.066.280,00 dan metode

yang digunakan perusahaan sebesar Rp 6.534.000,00

Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan

ABSTRACT

CV. Tiga Berlian Jaya is a semi manufacturing company that role in furniture

making. Planning of material requirements are very influential on the course of

production. Problems that exist in this study related to raw material inventory,

where there is delay in delivery of raw materials. Therefore it is needed an

information system which is expected to fulfill requirement of raw material can be

done correctly and costing on inventory can be planned optimally that is by

applying Material Requirement Planning (MRP) MRP method is used by using

two different lot sizing methods that are Lot for lot and Part Period Balancing to

get the minimum cost of raw material inventory which consist of ordering cost,

holding cost and raw material purchase. Planning needs of raw materials are

made based on the results of the demand for product demand of chairs show the

most effective technique of lot sizing is lot for lot Techniques lot for lot generate

cost The lowest inventory of Rp 2.921.500,00. compared with the technique part

period balancing which yields the cost of Rp 3.066.280,00 and the method used by

the company is Rp 6.534.000,00.

Key word: Material Requirement Planning (MRP), Lot sizing, Inventory

Page 6: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

2

1. PENDAHULUAN

Persaingan yang ketat antar produsen dalam memproduksi produk

yang sama, mendorong perusahaan untuk bersaing dalam memiliki

keunggulan. Dengan adanya ketidakpastian jumlah dan waktu saaat

konsumen akan membeli produk sehingga mendorong adanya persediaan,

Oleh karena itu perusahaan seharusnya memiliki pengawasan terhadap

persediaan. Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan suatu tingkat

efisiensi penggunaan biaya dalam persediaan. Setiap industri manufaktur

ataupun bukan manufaktur harus mampu mengelola dan merencanakan

setiap kegiatannya dengan baik. Pengelolaanya yang dilakukan meliputi

perencanaan kebutuhan bahan baku, perencanaan produksi, perakitan

sampai dengan produk jadi.

CV. Tiga Berlian Jaya merupakan Perusahaan semi manufaktur

yang bergerak dalam pembuatan furniture atau Meubel. Produk-produk

yang dihasilkan juga sangat beragam dari mulai almari, kursi, meja, kaca

hias, patung dan dll. Bahan dasar pembuatan produk pada CV Tiga Berlian

Jaya adalah Kayu jati yang didapatkan langsung dari Pacitan, Ngawi dan

Gunung Kidul. CV Tiga Berlian Jaya telah sering diundang untuk

mengikuti event pameran-pameran sehingga dari kegiatan tersebut 90%

konsumen adalah orang-orang asing yang sangat tertarik dengan desain

dari produk-produk yang dihasilkan. Banyaknya produk yang dihasilkan

tentunya harus adanya pengelolaan sistem persediaan yang baik.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada CV Tiga Berlian Jaya

Furniture, Model persediaan pada Perusahaan tersebut adalah dependent

atau produk produksi sesuai dengan permintaan (make to order).

Perusahaan ini belum menerapkan atau memiliki sistem

perencanaan kebutuhan material yang baik, sehingga dalam proses

produksinya sering terjadi keterlambatan produksi, dari mulai bahan baku

dipesan kemudian diproses sampai dengan proses finishing terkadang

mengakibatkan produk yang dipesan tidak jadi sesuai dengan waktu yang

ditentukan. Hal ini disebabkan karena belum adanya perhitungan waktu

Page 7: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

3

tenggang atau (lead time) untuk pembuatan suatu produk sampai waktu

tenggang untuk masing-masing komponen pembentuk produk tersebut.

Pada penelitian ini produk yang digunakan adalah produk dari CV. Tiga

Berlian Jaya yang miliki jumlah permintaan yang paling banyak.

Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, penelitian ini

membahas tentang perencanaan kebutuhan bahan baku yang akan

digunakan untuk membuat pesanan produksi dan pembelian. Serta

mengatur aliran bahan baku dan persediaan sehingga sesuai dengan

jadwal produksi untuk produk akhir sehingga berjalan dengan baik

dengan menggunakan metode MRP sebagai sebuah teknik permintaan

terikat yang menggunakan daftar kebutuhan bahan, persediaan,

penerimaan yang diperkirakan, dan jadwal produksi induk untuk

menentukan kebutuhan material.

2. METODE

Penelitian ini dilaksanakan di CV Tiga Berlian Jaya di Cawas

Klaten. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yang digambarkan

dalam 1 kerangka pemecahan masalah. Penelitian ini dilakukan untuk

menganalisis penerapan Material Requirement Planning yang diawali

dengan menganalisis Master Production Schedule (MPS), struktur produk

dan daftar kebutuhan bahan baku, serta menganalisis besarnya jumlah

pesanan optimal untuk setiap bahan baku. Tahap pertama mengidentifikasi

permasalahan persediaan bahan baku yang ada di UKM sehingga

diketahui permasalahan-permasalahan yang terjadi di CV Tiga Berlian

Jaya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara dan

observasi. Sedangkan data yang diperlukan bill of material (BOM),

Struktur Produk, Data permintaan produk dan data actual persediaan.

Adapun pengolahan data untuk dilakukan dengan cara :

1) Peramalan

Permalan dilakukan dengan menggunakan data permintaan masa lalu

selama 2 tahun untuk meramalkan 2 bulan kedepan yaitu agustus dan

September. Pengolahan data menggunakan POM-QM kemudian Hasil

Page 8: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

4

peramalan dengan MAD, MAPE dan MSE terkecil yang dipilih sebagai

MPS (Master Production Schedule)

2) Penyusunan MPS (Master Production Schedule)

Penyusunan JIP untuk menentukan jadwal pemesanan serta menentukan

berapa banyak bahan baku yang akan dipesan. JIP didapatkan dari

peramalan data permintaan dari bulan Agustus 2015 – Juli 2017.

3) Penyusunan Struktur Produk (Bill Of Material) berisikan informasi

tentangb

Struktur Produk (Bill Of Material) berisikan informasi tentang

hubungan antar komponendalam suatu produksi. Struktur produk

mengandung informasi tentang semua item pada produk terkait level

item.

4) Perencanaan kebutuhan bahan baku berdasarkan metode MRP

Perencanaan kebutuhan bahan baku dilakukan dengan menggunakan

metode MRP. Untuk melakukan perhitungan dengan car mencari:

GR = Gross Requirments (Kebutuhan Kotor)

SR = Scheduled Receipts (Penerimaan yang dijadwalkan)

POH = Project On Hand (Persediaan ditangan yang diproyeksikan)

OHt = (OHt-1+ SRt-1-GRt-1) (1)

Keterangan :

OHt = Persediaan awal periode t

OHt-1 = Persediaan awal periode t-1

SRt-1 = Jadwal penerimaan periode t-1

GRt-1 = Kebutuhan kotor periode t-1

NR = Net Requirments (Kebutuhan Bersih)

POR = Planned Order Receipts (Penerimaan Pemesanan Terencana)

1 2 3 4 5 6 7

GR

SR

POH

NR

POR

POL

Identif

ikasi

baang

Minggu

Lead

Time

Persediaan

di tangan

Persediaan

Pengaman

Dialok

asikan

Kode

tingkat

rendah

Identifik

asi

barang

Page 9: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

5

POL = Planned Order Realeses (Pelepasan Pesanan Terencana)

5) Penentun Lot Size

Penentuan lot size dilakukan untuk mengetahui jumlah pesanan optimal

dari metode lot sizing lot for lot dan Part period balancing

a) Lot for lot

Teknik penetuan lot yang hanya memertimbangkan biaya pesan saja

sehingga perusahaan memproduksi sesuai yang dipermintaan

konsumen dengan mengasumsi bahwa persediaan sama dengan 0

b) Part period balancing

Teknik menyeimbangkan biaya set up dan oenyimpanan dengan

mengubah lot untuk menggambarkan kebutuhan ukuran lot

berikutnya dimasa yang akan datang.

EPP 𝑠

𝐻

(2)

S = Biaya Pemesanan per pesan

H = Biaya Simpan

6) Analisis Perbandingan biaya persediaan bahan baku

Analisis perbandingan bahan baku baku dilakukan dengan menentukan

total biaya persediaan bahan baku setiap bulan pada perusahaan

sebelum diterapkan metode MRP dan setelah diterapkan metode MRP

yang meliputi biaya penyimpanan total biaya persediaan.

Page 10: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

6

Identifikasi Permasalahan

Pengumpulan Data

Tujuan Penelitian

Inventory Status:

-Persediaan yang dimiliki

-Lead Time (Waktu

tenggang)

Data Permintaan

-data data permintaan

masa lalu

Struktur Produk

- Bill Of Material (BOM)

Tingkat antar komponen

dan tingkat dari suatu item

(level)

PERAMALAN

(FORECASTING)

Jadwal Induk Produksi

(MPS)

MRP

Kesimpulan dan Saran

SELESAI

MULAI

LOT SIZING

Analisis Data

Gambar 1. Kerangka Pemecah Masalah

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Pengumpulan Data

3.1.1 Pengumpulan data yang pertama menetukan struktur prosuk

yang dipilih yaitu cowboy chair goat skin. Seperti yang terlihat

pada gambar dibawah ini perencanaan dilakukan atas item yang

berada di level 0 merupakan perencanaan produksi.

Gambar 2. Struktur Produk

Pembuatan BOM didasarkan pada struktur produk yang telah

dibuat pada langkah BOM selanjutnya level tiap komponen,

jumlah kebutuhan tiap-tiap komponen serta sumber komponen

Tabel 1. BilL Of Material

Cowboy chair

goat skin

Kerangka

Kayu Sekrup

Bantalan Kursi

Lem FoxKulit kambing Busa

LEVEL 0

LEVEL 1

LEVEL 2

Page 11: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

7

3.1.2 Data Permintaan

Tabel 2. Data Permintaan Cowboy chair goat skin dari bulan

agustus 2015 – Juli 2017

3.1.3 Data harga bahan baku

Tabel 3. Harga bahan baku yang terdiri dari kayu, busa, kulit

kambing dan lem epoxy Fox

3.1.4 Data Inventory

Tabel 4. Data pembelian agustus 2015 – Juli 2016

Level Komponen Komponenen Sumber

S Kursi Dibuat

S1 Kerangka Dibuat

S.1.1 Kayu Dibeli

S.1.2 Lem Epoxy Dibeli

S.1.3 Sekrup Dibeli

S2 Bantalan Dibeli

S 2.1 Busa Dibeli

S 2.2 Kulit Kambing Dibeli

S 2.3 Lem Fox Dibeli

Periode Bulan Permintaan Satuan Periode Bulan Permintaan Satuan

1 Agustus 150 Unit 13 Agustus 160 Unit

2 September 100 Unit 14 September 200 Unit

3 Oktober 150 Unit 15 Oktober 150 Unit

4 November 100 Unit 16 November 100 Unit

5 Desember 0 Unit 17 Desember 120 Unit

6 Januari 150 Unit 18 Januari 200 Unit

7 Februari 200 Unit 19 Februari 0 Unit

8 Maret 100 Unit 20 Maret 250 Unit

9 April 150 Unit 21 April 200 Unit

10 Mei 0 Unit 22 Mei 0 Unit

11 Juni 200 Unit 23 Juni 140 Unit

12 Juli 150 Unit 24 Juli 160 Unit

DATA PERMINTAAN DATA PERMINTAAN

Kayu 0,2 m(Kubik) Rp80,000.00

Busa (1 set busa) Rp7,000.00

Kulit Kambing (40x45)cm Rp20,000.00

Lem Epoxy Fox(1kg = 100 kg) Rp26,000.00

Jumlah Rp133,000.00

Keterangan Harga Satuan

Keterangan Harga Satuan Total Biaya Item

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Kayu 0,2 m(Kubik) Rp80,000.00 155 105 155 105 0 155 205 105 155 0 205 155 1500 Rp120,000,000.00

Busa (1 set busa) Rp7,000.00 155 105 155 105 0 155 205 105 155 0 205 155 1500 Rp10,500,000.00

Kulit Kambing (40x45)cm Rp20,000.00 155 105 155 105 0 155 205 105 155 0 205 155 1500 Rp30,000,000.00

Lem Epoxy Fox(1kg = 100 kg) Rp26,000.00 2 1 2 1 0 2 2 1 2 0 2 2 17 Rp442,000.00

Jumlah Rp133,000.00 467 316 467 316 0 467 617 316 467 0 617 467 4517 Rp160,942,000.00

Pembelian

Page 12: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

8

Tabel 5. Data pembelian agustus 2016- juki 2017

3.1.5 Data Biaya

Tabel 6. Tabel Total biaya pesan yang diperoleh dari biaya

transportasi dan biaya telepon

3.1.6 Tabel 7. Total biaya simpan didapat diperoleh dari biaya

perawatan (maintenance), kehilangan dan biaya listrik.

3.2 Pengolahan Data

3.2.1 Pengolahan data permintaan menggunakan POM-QM For

Windows 3.

Gambar 3. Hasil pengolahan menggunakan POM-QM For Windows

dengan metode Moving Average dan Single Exponenetial Smoothing

13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

Kayu 0,2 m(Kubik) Rp80,000.00 165 205 155 105 125 205 0 255 205 0 145 165 1730 Rp138,400,000.00

Busa (1 set busa) Rp7,000.00 165 205 155 105 125 205 0 255 205 0 145 165 1730 Rp12,110,000.00

Kulit Kambing (40x45)cm Rp20,000.00 165 205 155 105 125 205 0 255 205 0 145 165 1730 Rp34,600,000.00

Lem Epoxy Fox(1kg = 100 kg) Rp26,000.00 1 2 2 1 1 2 3 2 0 2 2 18 Rp468,000.00

Jumah Rp133,000.00 496 617 467 316 376 617 0 768 617 0 437 497 5208 Rp185,578,000.00

Biaya ItemPembelian

Keterangan Harga Satuan Total

No Bahan baku Biaya Pemesanan/Bulan

1 Kayu Rp2,745,000.00

2 Busa Rp38,000.00

3 Lem Epoxy Fox Rp8,000.00

4 Kulit Kambing Rp46,000.00

Total Rp2,837,000.00

No Nama Bahan Biaya Simpan / Bulan

1 Kayu Rp390,000.00

2 Busa Rp18,000.00

3 Lem Epoxy Fox Rp9,000.00

4 Kulit Kambing Rp36,000.00

Jumlah Rp453,000.00

Page 13: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

9

Berdasarkan plot data permintaan masa lalu pada tabel 4.2

Dapat dilihat bahwa permintaan tersebut terjadi secara acak. Menurut

Lindawati (2003) permintaan yang memiliki pola acak menggunakan

metode Moving average dan single Exponential Smoothing.

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan

metode Moving Average dan Single Exponential Smoothing diperoleh

bahwa metode yang tepat adalah Single Exponential Smoothing sebab

memiliki MAD, MAPE dan MSE paling kecil yaitu peramalan untuk

bulan Juli dan Agustus tahun 2017 157 yang didapat dari hasil

peramalan dari Output POM-QM For Windows 3

Tabel 8. Hasil peramalan permntaan bahan baku Cowboy chair goat

skin

Bulan

Jumlah

Permintaan

Agustus-2017 157

September-2017 157

3.2.2 Master Production Schedule (MPS)

MPS mewakili sebuah rencana untuk pelaksanaan produksi MPS

dibuat berdasarkan hasil forecasting dan pesanan konsumen. MPS

bulanan tersebuat akan diibagi menjadi MPS harian dengan

mengasumsikan 1 bulan memiliki 30 atau 31 hari.

Tabel 9. MPS harian bulan Agustus 2017

Hari 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Produk 7 7 7 7 7 7 7 7 7

Tabel 10. Tabel harian bulan September 2017

Hari 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Produk 7 7 7 7 7 7 7 7 7

3.2.3 Perhitungan Jumlah Kebutuhan bersih

Dari data MPS harian yang juga merupakan kebutuhan kotor dapat

diketahui kebutuhan bersih (net requirement) dengan mengurangi

kebutuhan kotor (gross requirement) dengan persediaan yang dimiliki

(on hand). Kebutuhan bersih ini merupakan banyaknya produk, part

Page 14: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

10

atau item yang harus diproduksi setiap periode untuk mengetahui

pesanan konsumen. Dengan mengasumsikan bahwa 1 bulan ada 30 -31

hari, maka dapat dibuat kebutuhan bersih untuk produk maupun part

atau item. Perhitungan bersih tersebut dilakukan dengan menggunakan

MRP.

Berdasarkan data persediaan awal dan jumlah kebutuhan kotor,

maka dapat dihitung barapa jumlah kebutuhan bersih perhari. Hasil

perhitungan kebutuhan baersih nantinya akan digunakan sebagai dasar

untuk menghitung jumlah lot setiap kali pembelian dilakukan. Hasil

akhir perhitungan jumlah bersih untuk Cowboy chair goat skin dan

tiap-tiap bahan baku.

Tabel 11.

3.2.4 Perhitungan Lot Sizing

Setelah diketahui jumlah unit kebutuhan bersih untuk tiap-tiap

bahan baku, maka perlu direncanakan pembelian bahan baku tersebut.

Perencanaan pembelian bahan baku dilakukan dengan cara menetukan

jumlah dan wajtu pembelian yang optimal untuk tiap-tiap pembelian.

Pada penelitian ini, penentuan jumlah dan waktu pembelian masing-

masing bahan baku akan dihitung dengan menggunakan 2 metode lot

sizing Lot for lot dan Part Period . Pemilihan metode yang

menghasilkan jumlah biaya yang paling minimal diantara 2 metode

yang digunakan.

a. Perhitungan lot for lot dengan memperhityngkan biaya simpan saja

sehingga mengasumsikan bahwa biaya simpan /persediaan 0. Karena

jumlah yang disimpan sama dengan jumlah yang diproduksi.

Perhitungan dengan menggunakan POM-QM For Windows 3

Keterngan Perhitungan Jumlah Satuan

Kayu 0,2 m(Kubik) 0.2*157 31.4 M (kubik)

Busa (1 set busa) 1*157 157 pcs

Kulit Kambing (40x45)cm 1 potong *157 157 157 potong

Lem Epoxy Fox(1kg = 100 pcs) 2 2 kg

Page 15: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

11

Gambar 4. Lot for lot bahan baku Kayu

Gambar 5. Lot for lot bahan baku Busa

Gambar 6. Lot for lot bahan baku Lem Epoxy

Gambar 7. Lot for lot bahan baku Kulit kambing

Page 16: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

12

b. Perhitungan Lot sizing dengan menggunakan Part Period Blancing

Gambar 8. Part period balancing bahan baku kayu

Gambar 9. Part period balancing bahan baku Busa

Gambar 10. Part period balancing bahan baku Lem Epoxy

Gambar 11. Part period balancing bahan baku Kulit Kambing

Page 17: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

13

3.3 Analisis

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan metode lot for

lot dan Part period balancing dapat diketahui bahwa metode lot for lot

yang terbukti lebih efiisien. Dapat dilihat pada tabel dibawah dapat

diketahui bahwa perhitungan metode lot sizing lot for lot dan lot sizing

Part period balancing yang memiliki total biaya paling rendah adalah

Metode Lot for lot yaitu Rp 2.921.500,00 Karena pada metode Part

period balancing mempertimbangkan juga biaya simpan sehingga

menambah total biaya yang dikeluarkan perusahaan lot sizing lot for lot

dapat mengefisiensi biaya persediaan bahan baku pada perusahaan. Karena

dalam perhitungan lot for lot jumlah pesananan sesuai dengan jumlah yang

sesungguhnya yang diperlukan sehingga menghasilkan tidak adanya

persediaan yang disimpan . Sehingga biay yang timbul hanya berupa biaya

pemesanan saja.

Perbandingan perhitungan yang telah dilakukan dan telah didapatkan

hasil lot for lot memiliki biaya yang paling rendah sebesar RP

2.921.500,00 sedangkan biaya yang dihasilkan perusahaan dengan

menggunakan perhitungan yang masih konvensional didapatkan hasil

sebesar Rp 6.534.000,00 sehingga dapat didimpulkan bahwa dengan

menggunakan metode lot sizing lot for lot perusahaan dapat menghemat

biatya sebesar Rp 3.612.500 setiap periode.

Tabel 12. Perbandngan hasil biaya lot for lot dan Part period balancing.

Bahan baku Metode lot sizing PPB Metode Lot sizing LFL Metode Perushaan

Kayu Rp2,893,500.00 Rp2,745,000.00 Rp6,270,000.00

Busa Rp66,500.00 Rp66,500.00 Rp112,000.00

Lem Epoxy Rp14,280.00 Rp18,000.00 Rp34,000.00

Kulit Kambing Rp92,000.00 Rp92,000.00 Rp118,000.00

Total Rp3,066,280.00 Rp2,921,500.00 Rp6,534,000.00

Page 18: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

14

DAFTAR PUSTAKA

Erlangga, F. S., & Astuti, R. (2015). Analisis Penerapan Material Requirement

PLanning ( MRP ) Dengan Mempertimbangkan Lot Sizing Untuk

Pengendalian Persediaan Bahan Baku (Studi Kasus di Quick Chicken Kota

Batu – Jawa Timur). Malang: Universitas Brawijaya

Heizer, Jay dan Render, B. (2005). Manajemen Operasi.pdf (Edisi 3). Jakarta:

Salemba Empat.

Irwansyah, E. D. (2010). Penerapan Material Requirement Planning ( MRP )

Dalam Perencanan Persediaan Bahan Baku Jamu Sehat Semarang.

universitas Diponegoro.

Jayana, K., Ekonomi, J. P., Ekonomi, F., Bisnis, D., & Ganesha, U. P. (2014).

Analisis Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Dalam Pembuaan Meubel

Menggunakan Metode Material Requirement Planning Pada UD. Jaya

Utama Seririt. Jurnal Ekonomi UPG

Koeswara, S., & Suhada, R. T. (2008). Perencanaan Kebutuhan Material ( MRP )

Dengan Menggunakan Teknik Lot Lizing Pada Bahan Baku Brispack J

Varnish, 46–57

Lindawati. (2003). Perencanaan bahan baku di CV. Soloindo Tama. Universitas

Kristen Petra. http://dewey.petra.ac.id_jiunkpe_3882_html

Resmi, D. C. (2011). Kajian Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Bahan

Baku Produk Polyester Dengan Metode Material Requirement Planning Di

PT. Indorama Synthetics Tbk. Institut Pertanian Bogor.

Rauf, R. A., & Howara, D. (2013). Persediaan Bahan Baku Keripik Sukun ( Studi

Kasus : Industri Rumah Tangga Citra Lestari Production ), 1(April), 93–99.

Fakultas Pertanian: Universitas Tadulako Palu

Sadeghi, H., Ahmad, M., & Mehdi, H. (2014). A simulation method for Material

Requirement Planning Supply Dependent Demand and Uncertainty Lead-

Time. African Journal of Business Management, 8(4), 127–135.

https://doi.org/10.5897/AJBM201. Iran University of Science and Tehnology

Sinaga, J. (2007). Analisa Perencanaan Bahan Baku Berdasarkan Sistem Material

Requirement Planning ( MRP ) pada PT . Rohm and Haas Indonesia.

Universitas Mercu Buana.

Page 19: PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP…eprints.ums.ac.id/55752/11/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan ABSTRACT

15

Sofjan Assaauri. (2008). Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi 4. Jakarta:

Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Sumayang, L. (2003). Dasar Dasar Manajemen dan Produksi. Jakarta: Salemba

Empat.

Wahyuni, A dan Syaichu, A. (2009). Perencanaan Persediaan Bahan Baku

Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP) Produk

Kacang Shanghai Perusahaan Gangsar Ngunut-Tulungagung. Jurnal Teknik

STT POMOSDA, 141–156.