pendapatan usahatani cabai rawit merah capsicum .petani cabai rawit merah yang menjalin kemitraan

Download PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT MERAH Capsicum .petani cabai rawit merah yang menjalin kemitraan

Post on 18-Mar-2019

254 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

A

PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT MERAH

(Capsicum frutescens) PETANI MITRA PT. INDOFOOD

FRITOLAY MAKMUR DAN PETANI NONMITRA

DI DESA CIGEDUG KECAMATAN CIGEDUG

KABUPATEN GARUT

SKRIPSI

TUBAGUS FAZLURRAHMAN

H34080050

DEPARTEMEN AGRIBISNIS

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2012

B

RINGKASAN

TUBAGUS FAZLURRAHMAN. Pendapatan Usahatani Cabai Rawit Merah

(Capsicum frutescens) Petani Mitra PT. Indofood Fritolay Makmur dan

Petani Nonmitra di Desa Cigedug Kecamatan Cigedug Kabubaten Garut.

Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut

Pertanian Bogor. (Di bawah Bimbingan RITA NURMALINA).

Secara umum di Indonesia terjadi peningkatan konsumsi cabai rawit dari

tahun 2004 hingga 2010. Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan tingkat

produktivitas cabai rawit tertinggi se-Indonesia pada tahun 2007 hingga 2010

yaitu sebesar 12,04 ton pada tahun 2007; 10,82 ton pada tahun 2008; 14,96 ton

pada tahun 2009; dan 9,32 ton pada tahun 2010. Jumlah produksi cabai rawit Jawa

Barat mengalami fluktuasi pada tahun 2006 hingga 2010. Permasalahan dalam

kegiatan usahatani merupakan salah satu penyebab utama menurunnya tingkat

produksi cabai rawit. Risiko produksi merupakan salah satu faktor penurunan

jumlah produksi cabai rawit. Cabai rawit merupakan komoditas yang mengalami

fluktuasi harga yang disebabkan ketidakseimbangan antara jumlah pasokan

dengan jumlah permintaan konsumen di pasar.

Flutuasi harga dapat mempengaruhi penerimaan usahatani cabai rawit

merah. Terdapat hubungan kemitraan yang telah dijalin oleh PT Indofood Fritolay

Makmur dengan sebagian petani cabai rawit merah di Desa Cigedug Kecamatan

Cigedug Kabupaten Garut. Kemitraan tersebut mampu memberikan kepastian

harga kepada petani cabai rawit merah di Desa Cigedug. Penelitian ini bertujuan

untuk mengkaji keragaan usahatani cabai rawit merah di Desa Cigedug

Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut, menganalisis tingkat pendapatan usahatani

petani cabai rawit merah yang menjalin kemitraan dengan PT Indofood Fritolay

Makmur serta menganalisis tingkat pendapatan usahatani petani cabai rawit merah

yang tidak menjalin kemitraan dengan PT Indofood Fritolay Makmur.

Proses pengambilan data primer dilaksanakan di Desa Cigedug,

Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut pada bulan Mei hingga Juli 2012. Jumlah

responden dalam penelitian ini berjumlah 24 orang. Responden diambil dengan

menggunakan metode purposive menggunakan data petani yang berasal dari

Gapoktan Cagarit yang disesuaikan dengan karakter petani dan jenis tanaman

tumpang sari yang diusahakan bersama cabai rawit merah. Analisis kualitatif pada

penelitian ini dilakukan dengan mengkaji keragaan usahatani. Analisis kuantitatif

meliputi analisis biaya, penerimaan, pendapatan usahatani dan R/C rasio.

Pengolahan data menggunakan program Microsoft Office Excell 2007 kemudian

disajikan secara tabulasi dan diinterpretasikan serta diuraikan secara deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani cabai rawit merah yang

dilakukan para petani responden baik petani mitra maupun nonmitra di Desa

Cigedug memiliki perbedaan pada proses budidayanya. Perbedaan terdapat pada

penggunaan faktor-faktor input seperti jumlah dan jenis pupuk yang digunakan,

jumlah dan dosis obat-obatan yang digunakan, penggunaan tenaga kerja,

perawatan dan proses pemanenan yang dilakukan. Penggunaan jenis pupuk

cenderung sama namun yang berbeda adalah dosis pupuk yang digunakan. Petani

mitra menggunakan pupuk relatif lebih banyak dibandingkan petani nonmitra.

Sedangkan petani nonmitra lebih banyak menggunakan obat-obatan daripada

C

petani mitra. Penggunaan pupuk yang baik dan sesuai kebutuhan dapat

meningkatkan produktivitas tanaman. Penggunaan tenaga kerja luar keluarga baik

pada petani mitra maupun nonmitra secara berturut-turut paling banyak digunakan

pada kegiatan pemanenan, pemeliharaan, pengolahan lahan, dan pemupukan

tambahan. Perawatan yang dilakukan petani mitra relatif lebih intensif sehingga

risiko terserang hama dan penyakit lebih sedikit dibandingkan petani nonmitra.

Besar penerimaan yang berasal dari usahatani cabai rawit merah yang

dihasilkan petani nonmitra lebih sedikit dibandingkan yang dihasilkan oleh petani

mitra yaitu sebesar Rp 204.110.3002,6 sedangkan petani mitra mampu

menghasilkan penerimaan yang berasal dari usahatani cabai rawit merah sebanyak

Rp 307.734.619,72. Hal tersebut disebabkan produktivitas yang diterima petani

mitra lebih tinggi dibandingkan produktivitas yang diterima petani nonmitra.

Biaya total usahatani cabai rawit merah yang dikeluarkan oleh petani mitra adalah

sebesar Rp 83.501.592,36 sedangkan besar biaya total usahatani cabai rawit merah

pada petani nonmitra sedikit lebih besar yaitu sebesar Rp 84.014.177,51. Biaya

total usahatani cabai rawit merah terdiri dari biaya tunai dan biaya yang

diperhitungkan. Usahatani cabai rawit merah yang dijalankan petani mitra di

Desa Cigedug juga dapat disimpulkan lebih menguntungkan karena memiliki nilai

pendapatan yang lebih tinggi daripada pendapatan petani nonmitra. Besar

pendapatan usahatani cabai rawit merah petani mitra adalah sebesar Rp

224.233.027,36 sedangkan pendapatan usahatani cabai rawit merah petani

nonmitra hanya sebesar Rp 120.096.125,06. Nilai R/C rasio atas biaya total petani

mitra sebesar 3,69 sedangkan nilai R/C rasio atas biaya total petani nonmitra di

Desa Cigedug adalah sebesar 2,43. Nilai tersebut menunjukan bahwa kegiatan

usahatani pada petani mitra lebih efisien daripada petani nonmitra.

Proses kemitraan dapat menjadi pilihan untuk dilakukan bagi petani cabai

rawit merah di Desa Cigedug karena memberikan keuntungan yang lebih besar

serta manfaat lain dilihat dari pendapatan usahatani cabai rawit merah antara

petani mitra dan nonmitra. Peran vendor pada proses kemitraan seharusnya dapat

melibatkan petani cabai rawit yang bermitra secara langsung agar margin sebesar

Rp 5.000,00/kg cabai rawit merah dapat pula dirasakan oleh petani cabai rawit

merah yang menjadi anggota Gapoktan Cagarit dalam proses kemitraan yang

dijalankan. Petani nonmitra tidak mendapatkan pembinaan dari agrofield

Indofood sehingga peran pemerintah daerah setempat melalui Penyuluh Pertanian

Lapang (PPL) sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas per hektar

lahan usahatani cabai rawit merah yang dijalankan oleh petani nonmitra untuk

memberi penyuluhan dan pendampingan mengenai tata cara tanam yang baik.

Penelitian ini belum dapat memberikan informasi mengenai seberapa besar

pengaruh perubahan penggunaan faktor input produksi terhadap tingkat

produktivitas cabai rawit merah sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut

tentang pengaruh perubahan penggunaan faktor input produksi terhadap

produktivitas cabai rawit merah.

D

PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT MERAH

(Capsicum frutescens) PETANI MITRA PT. INDOFOOD

FRITOLAY MAKMUR DAN PETANI NONMITRA

DI DESA CIGEDUG KECAMATAN CIGEDUG

KABUPATEN GARUT

TUBAGUS FAZLURRAHMAN

H34080050

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk

memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada

Departemen Agribisnis

DEPARTEMEN AGRIBISNIS

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2012

E

Judul Skripsi : Pendapatan Usahatani Cabai Rawit Merah (Capsicum

frutescens) Petani Mitra PT. Indofood Fritolay Makmur dan

Petani Nonmitra Di Desa Cigedug Kecamatan Cigedug

Kabupaten Garut.

Nama : Tubagus Fazlurrahman

NIM : H34080050

Disetujui,

Pembimbing

Prof. Dr. Ir. Rita Nurmalina, MS

NIP. 19550713 198703 2 001

Diketahui

Ketua Departemen Agribisnis

Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Institut Pertanian Bogor

Dr.Ir.Nunung Kusnadi, MS

NIP. 19580908 198403 1 002

Tanggal Lulus :

F

PERYATAAN

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Pendapatan Usahatani

Cabai Rawit Merah (Capsicum frutescens) Petani Mitra PT. Indofood Fritolay

Makmur dan Petani Nonmitra di Desa Cigedug Kecamatan Cigedug Kabupaten

Garut benar-benar hasil karya sendiri dan belum pernah digunakan untuk skripsi

atau karya ilmiah pada perguruan tinggi atau lembaga manapun. Sumber

informasi yang berasar atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak

diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam

bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Bogor, Desember 2012

Tubagus Fazlurrahman

H34080050

G

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bogor pada tanggal 2 November 1990. Penulis

adalah anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Syamsul Bahri dan

Ibu Janthi Wijantini.

Penulis menyelesaikan pendidikan dasar di SD Pengadilan 2 Bogor pada

tahun 2002 dan pendidikan menengah pertama diselesaikan pada tahun

Recommended

View more >