pendahuluan ss

of 12/12
AGGREGATE DEMAND & AGGREGATE SUPPLY D I S U S U N OLEH : KELOMPOK 1 KELAS B REGULER PENDIDIKAN EKONOMI RUM RUMONDANG T:7103142065 YOHANNA THERESIA:7103142080 M.HANIP LBS :7103142050 LIA ZAHERJA :7103142044 FADILLAH ANANDA :7101141009 SELVIAMA CAHYA HSB :7103142001 SITI ZUBAIDAH :7101141034 ROILANNA SARI NST :7102141039 PURNAMA M :7102141035 EVI FANNY HABEAHAN :709141050 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2011

Post on 21-Jul-2015

155 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

AGGREGATE DEMAND & AGGREGATE SUPPLYD I S U S U N OLEH : KELOMPOK 1 KELAS B REGULER PENDIDIKAN EKONOMI RUM RUMONDANG T:7103142065 YOHANNA THERESIA :7103142080 M.HANIP LBS :7103142050 LIA ZAHERJA :7103142044 FADILLAH ANANDA :7101141009 SELVIAMA CAHYA HSB :7103142001 SITI ZUBAIDAH :7101141034 ROILANNA SARI NST :7102141039 PURNAMA M :7102141035 EVI FANNY HABEAHAN :709141050

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2011

PENDAHULUANModel fluktuasi jangka pendek terpusat pada perilaku dua variabel. Variabel pertama adalah Output ekonomi dalam bentuk barang dan jasa, sebagaimana diukur oleh GDP riil. Variabel kedua adalah tingkat harga keseluruhan, yang diukur berdasarkan indeks harga (Consumer Price Indeks / CPI) atau deflator GDP. Output adalah variabel rill, semnetara tingkat harga adalah variabel nominal. Dikotomi klasik variabel-variabel menjadi rill (yang mengukur kuantitas atau atau harga relatif) dan variabel nominal (yang semata-mata diukur dalam satuan uang). Menurut teori makroekonomi klasik, perubahan-perubahan dalam sejarah uang beredar mempengaruhi variabel nominal, bukan variabel riil. Analisis fluktuasi-fluktuasi dalam perekonomian secara keseluruhan dengan model permintaan dan penawaran Agregat. Menurut ahli ekonomi klasik, bahwa di setiap perekonomian akan selalu di capai kesempatan kerja penuh. Tingkat kegiatan ekonomi dan pendapatan nasional ditentukan oleh kemampuan negara tersebut untuk menggunakan faktorfaktor produksi yang tersedia untuk memproduksi barang dan jasa. Penentuan produksi nasional dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut : Y = f(K, L, Q, T) Jadi, kesimpulan bahwa ahli-ahli ekonomi klasik berkeyakinan : Segi Penawaran adalah sangat penting perannya dalam menentukan kegiatan ekonomi dan pendapatan nasional suatu negara. Pandangan pokok dalam teori klasik, yaitu bahwa penggunaa tenaga kerja penuh akan selalu tercipta dalam perekonomian. Sementara itu, John Maynard Keynes dalam bukunya The General Theory of Employment, Interest, and Money) berpendapat bahwa penggunaan tenaga kerja penuh adalah keadaan yang jarang terjadi dan hal itu disebabkan karena kekurangan permintaan yang terwujud dalam perekonomian. Namun, Analisi keseimbangan Keynes memiliki kelemahan, yaitu : 1. Analisis tersebut tidak memperhatikan efek perubahan tingkat harga terhadap keseimbangan pendapatan nasional

2. Dalam menentukan keseimbangan, analisis Keynes tidak memperhatikan penawaran agregat, yaitu sikap para pengusaha dalam perekonomian dalam menghasilkan barang / jasa dan menjualnya ke pasar. Analisis AD-AS yang dipaparkan oleh Keynes dan pendangan Klasik seperti dalam kurva berikut:

Kurva AS yang ditunjukkan pada gambar tidak sesuai dengan keadaan ekonomi yang sebenarnya karena pada umumnya perekonomian tidak selalu mencapai tingkat kesempatan kerja penuh.dalam gambar yang horizontal dari kurva AS juga dianggap tidak relalistis karena (i) secara teori kurva AS harus berbentuk melengkung keatas (seperti kurva penawaran dalam teori mikroekonomi), dan (ii) studi secara emprikal menunjukkan bahwa semakin rendah pengangguran (berarti pendapatan nasional semakin meningkat ), semakin cepat tingkat inflasi. Semenjak akhir tahun 1960an semakin banyak ahli ekonomi yang berpendapat behwa pandangan klasik dan Keynesian tidak dapat menerangkan sifat yang sebenarnya dari penawaran agregat. Oleh karenanya analisis keseimbangan pendapatan nasional belum dapat memberikan gambaran yang memuaskan mengenai penentuan kegiatan ekonomi Negara,

pendapatan nasional yang diwujudkan dan tingkat inflasi yang berlaku. Perkembangan analisis AD-AS yang lebih lengkap, antara lain meliputi analisis mengenai penawaran agregat. Dalam analisis yang telah disempurnakan, penawaran agregat dibedakan kepada penawaran agregat jangka pendek (SRAS atau short run aggregate supply) dan penawaran agregat jangka panjang (LRAS atau long run aggregate supply). Tingkat harga P2 Pf P1

Y1

Yf Y2

Apabila tingkat harga adalah Pf maka ekonomi akan mencapai kesempatan kerja penuh(oleh karena perusahaan-perusahaan akan mengeluarkan output yang bernilai Yf) Apabila harga yang berlaku adalah P1 output yang ditawarkan perusahaan hanyalah bernilai Y1 dan pengangguran berlaku, Pada harga P2 nilai output Negara adalah Y2 yaitu adaalh lebih tinggi dari Yf, oleh karena perusahaan mempu mengeluarkan lebih banyak.

Permintaan Agregate (Agregate demand) AD (Agregate Demand) adalah jumlah komoditas yang akan dibeli oleh konsumen perusahaan dan pemerintah, pada tingkat harga tertentu, jumlah pendapatan tertentu serta variabel ekonomi tertentu lainnya. Perilaku yang melatar belakangi kurva pengeluaran agregat bahwa tingkat harga dan pendapatan nasional rill berhubungan negatif satu sama lainnya, artinya : perubahan tingkat harga akan mengubah ekuilibirum pendapatan nasional ke arah yang berlawanan. Permintaan agregat dipengaruhi oleh : a) Magnitud dari komponen-kompoenen perbelanjaan agregat yaitu : konsumsi (C), Investasi (I), pengeluaran pemerintah (G), tabungan (T), Impor (M) dan Expor (X) b) Penawaran Uang Pertambahan dalam permintaan agregat akan berlaku apabila berlaku salah satu atau gabungan dari perubahan berikut : I) Kenaikan dalam komponen yang menentukan perbelanjaan agregat (C, I, G, X) kecuali I dan M yang perlu menjadi semakin kecil untuk menimbulkan efek yang sama II) Pertambahan dalam penawaran uang Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan agregat : 1. Dampak kekayaan : Tingkat harga yang lebih rendah meningkatkan kekayaan riil, yang mendorong pengeluaran untuk konsumsi. 2. Dampak suku bunga : tingkat harga yang lebih rendah menurunkan suku bunga, mendorong pengeluaran investasi. 3. Dampak nilai tukar: tingkat harga yang lebih rendah menyebabkan nilai tukar riil terdepresiasi, yang mendorong pengeluaran atas ekspor neto. Apa yang Menggeser Kurva Permintaan Agregat? 1. Pergeseran yang berasal dari konsumsi: peristiwa yang membuat konsumen mengeluarkan uang lebih banyak dari pada tingkat harga tertentu (potongan pajak, booming, pasar saham) menggeser kurva permintaan agregat ke kanan. Peristiwa yang

menyebabkan konsumen mengurangi pengeluarannya pada tingkat harga tertentu (Kenaikan pajak, lesunya pasar saham) menggeser kurva permintaan agregat ke kiri. 2. Pergeseran yang berasal dari investasi : peristiwa yang menyebabkan perusahaan menginvestasikan lebih banyak pada tingkat harga tertentu (optimisme mengenai masa depan, penurunan suku bunga akibat kenaikan jumlah uang beredar) menggeser kurva permintaan agregat ke kanan. Peristiwa yang menyebabkan perusahaan mengurangi investasinya pada tingkat harga tertentu (pesimisme mengenai masa depan, peningkatan suku bunga, akibat penurunan jumlah uang beredar) menggeser kurva permintaan agregat ke kiri. 3. Pergeseran yang berasal dari belanja pemerintah. Peningkatan belanja pemerintah atas barang dan jasa (pengeluaran yang lebih besar untuk konstruksi jalan raya atau pertahanan) menggeser kurva permintaan agregat ke kanan. Penurunan belanja pemerintah atas barang dan jasa (memotong anggaran untuk jalan raya dan pertahanan) menggeser kurva permintaan agregat ke kiri. 4. Pergeseran yang berasal dari ekspor neto : peristiwa yang meningkatkan pengeluaran atas ekspor neto pada tingkat harga tertentu (booming pasar luar negeri, depresiasi nilai tukar) menggeser kurva permintaan agregat ke kanan. Peristiwa yang mengurangi pengeluaran atas ekspor neto pada tingkat harga tertentu (resesi di pasar luar negeri, apresiasi nilai tukar) menggeser kurva permintaan agregat ke kiri. KEJUTAN PERMINTAAN

PENAWARAN AGREGAT (AGGREGATE SUPPLY) Aggregate supply atau penawaran agregat adalah total output yang diinginkan oleh semua produsen barang-barang ekonomi dengan asumsi mereka dapat emnjual semua yang ingin mereka jual. Jadi, penawaran agregat tergantung pada keputusan perusahaan untuk menggunakan tenaga kerjanya dan semua masukan lain agar supaya dapat memproduksi baranga dan jasa untuk dijual kerumah tangga, pemerintah, dan perusahaan lain, termasuk juga untuk ekspor. Kurva pernawaran agregat merupakan hubungan antara penawaran agregat dengan tingkat harga. Kurva penawaran jangka pendek (short run aggregate suplly)SRAS merupakan hubungan antara tingkat harga dengan kuantitas yang ingin diproduksi dan ingin dijual oleh perusahaan dengan asumsi bahwa harga-harga semua factor produksi tetap. Kurva penawaran agregat jangka panjang mencerminkan modal klasik dari perekonomian. Kebijakan atau peristiwa apapun yang menaikkan GDP riil dapat dipandang sebagai factor yang meningkatkan kuantitas barang dan jasa yang ditawarkan serta mengeser kurva penawaran agregat kearah kanan. Sebalikknya, kebijakan apapun yang menurunkan GDP riil dapat dipandang sebagai unsure yang menurunkan kuantitas barang dan jasa yang ditawarkan dan menggeser kurva penawaran kearah kiri. Teori yang menjelaskan kurva penawaran agregat miring keatas: 1. Teori Mispersepsi: penurunan tingkat harga yang tidak diharapkan dapat menimbulkan anggapan pada pemasok bahwa harga relative produk mereka telah menurun, sehingga mendorong mereka untuk mengurangi produksi. 2. Teori Kekakuan Upah: penurunan tingkat harga yang tidak diharapkan akan meningkatkan upah riil, menyebabkan perusahaan memperkerjakan lebih sedikit karyawan dan memproduksi kuantitas barang dan jasa yang lebih sedikit. 3. Teori Kekakuan Harga: penurunan tingkat haraga yang tidak diharapakan akan meninggalkan perusahaan dengan harga yang lebih tinggi dari yang

diinginkan, menekan penjualan dan mendorong perusahaan untuk mengurangi produksi. Factor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kurva penawaran agregat: 1. Pergeseran Yang Berasal Dari Tenaga Kerja: peningkatan kuantitas tenaga kerja yang tersedia (mungkin akibat penurunan tingkat pengangguran alamiah) akan menggeser kurva penawaran agregat kekanan. Penurunan kuantitas tenaga kerja yang tersedia (mungkin akibat kenaikan tingkat pengangguran alamiah) akan menggeser kurva penawaran agregat kearah kiri. 2. Pergeseran Yang Berasal Dari Modal: peningkatan sumber daya manusia atau modal fisik menggeser kurva penawaran agregat kekanan. Penurunan sumber daya menusia atau modal fisik menggeser kurva penawaran agregat kearah kiri. 3. Pergeseran Yang Berasal Dari Teknologi: peningkatan pengetahuan teknologi mungkin karena peraturan pemerintah) akan menggeser kurva penawaran agregat kekiri. 4. Pergeseran Yang Berasal Dari Sumber Daya Alam: peningkatan ketersediaan sumber daya alam akan menggeser kurva penawaran agregat kekanan. Penurunan ketersediaan sumber daya alam menggeser kurva penawaran agregat kearah kiri. 5. Pergeseran Dari Tingkat Harga Yang Diharapkan: penurunan tingkat harga yang diharapkan menggeser kurva penawaran agregat kekanan. Peningkatan herga yang diharapkan menggeser kurva penawaran kekiri. LRAS E1 E0 AD0 YE YF

AS1

AS0

P1 P0

EKUILIBRIUM MAKROEKONOMI

Ekuilibrium makroekonomi terjadi pada perpotongan kurva AD dengan kurva SRAS dan menentukan nilai-nilai ekuilibrium untuk pendapatan nasional dan tingkat harga. Dengan kurva AD dan SRAS seperti tampak pada gambar,ekuilibrium makroekonomi terjadi pada E0, pendapatan nasinal sama dengan Y0 dan tingkat harag sama dengan P0. Pada P0, keluaran diinginkan perusahaan, seperti ditunjukkan oleh kurva SRAS, sama dengan pendapatan nasionalnya yang konsisten dengan keputusan pengeluaran seperti ditunjukkan oleh kurva AD. Jika tingkat harga sama dengan P1 kurang dari P0 keluaran perusahaan yang ditunjukkan oleh kurva SRAS akan menjadi Y1. Akan tetapi, pada P1 tingkat keluaran yang konsisten dengan keputusan pengeluran yang ditunjukkan oleh kurva AD akan sama dengan Y2, yang lebih besar dari pada Y1. Oleh karena itu, apabila tingkat harga adalah P1 atau tingkat harga lain yang lebih rendah daripada P0, keluaran yang diinginkan perusahaan akan lebih rendah daripada tingkat pendapatan nasional yang konsisten dengan keputusan pengeluaran. Demikian juga untuk setiap tingkat harga diatas P0, keluaran yang diinginkan perusahaan ditunjukkan oleh kurva SRAS, akan melampaui tingkat keluaran yang konsisten dengan keputusan pengeluaran, yang ditunjukkan oleh kurba AD. Satu-satunya tingkat harga dimana keputusan penawaran perusahaan konsisten dengan pengeluaran diinginkan adalah ekuilibrium makroekonomi. Pada P0, perusahaan bermaksud memproduksi sejumlah Y0. Jika mereka melakukannya, mereka menghasilakan pendapatan nasional sebesar Y0, jika pendapatan adalah Y0, para pembuat keputusan akan membelanjakan persis sejumlah Y0, sehingga terjadi pembelian semua keluaran nasional. Dengan demikian, semua keputusan bersifat konsisten satu sama lain.

1

AD Tingkat harga

SRAS

P2 0 P1

Pendapatan nasional riil Y2 Y1 YO

Untuk mengetahui mengapa kedua pasangan titik ini merupakan satu-satunya ekuilibrium makroekonomi, perhatikan apa yang ditunjukkan gambar, apa yang akan terjadi jika tingkat harga berada dibawah P0. Pada tingkat harga yang lebih rendah ini, keluaran diinginkan perusahaan yang ditunjukkan oleh kurva SRAS, lebih rendah daripada tingkat keluaran yang konsisten dengan keputusan pengeluaran yang ditunjukkan oleh kurva AD. Jika perusahaan memproduksi tingkat keluaran diinginkan mereka, pengeluaran diinginkan akan melampaui jumlah barang yang ditawarkan. Perusahaan yang mengalami bahwa mereka dapat menjual lebih banyak daripada tingkat keluaran mereka sekarang akan menaikkan tingkat keluaran mereka, sehingga menyebabkan pendapatan nasional berubah. Dengan demikian, tidak terjadi tingkat ekuilibrium apabila tingkat harga dibawah P0. Sama juga halnya, kurva ini juga menunjukkan apabila tingkat harga berada diatas P0, perilaku dibalik kurva SRAS dan kurva AD tidak konsisten. Dalam hal ini, para produsen akan berkeinginan menawarkan lebih banyak daripada tingkat pendapatan yang konsisten dengan permintaan pada tingkat harga itu. Jika perusahaan memproduksi tingkat keluaran yang mereka inginkan, pengeluaran yang diinginkan tidak cukup untuk membeli barang apapun yang diproduksi.

Perilaku pengeluaran dan perilaku penawaran akan bersifat konsisten hanya pada kombinasi pendapatan nasional dengan tingkat harga, yang dibentuk oleh perpotongan kurva SRAS dengan kurva AD. Jika tingkat harga berada dibawah nilai ekuilibriumnya, perilaku pengeluaran akan konsisten dengan tingkat pendapatan nasional yang lebih besar daripada keluaran diinginkan perusahaan. Jika tingkatharga beada diatas nilai ekuilibriumnya, perilaku pengeluaran akan konsisten dengan tingkat pendapatan nasional yang lebih rendah daripada keluaran diinginkan perusahaan. Jadi, ekuilibrium makroekonomi memerlukan adanya dua kondisi yang harus dipenuhi. Yang pertama, pada tingkat harga yang berlaku, pengeluaran agregat diinginkan harus sama dengan pendapatan nasional, yang berarti bahwa rumahtangga hanya bersedia membeli semua barang yang diproduksi. Kondisi ini berlaku dimana saja pada kurva AD. Persyaratan kedua untuk ekuilibrium diperkenalkan melalui pertimbangan penawaran agregat. Pada tingkat harga yang berlaku, perusahaan harus bersedia memproduksi tingkat pendapatan nesional yang berlaku sekarang, tidak lebih dan tidak kurang. Kondisi ini dipenuhi dimana saja pada kurva SRAS. Hanya ditempat kedua kurva berpotongan kedua kondisi terpenuhi secara serentak.

DAFTAR PUSTAKA Karim, Adiwarman A, Ekonomi Makro Islami, Cetakan ke-2, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta, 2007 MC Eachern, William, Ekonomi Makro, Pendekatan Kontemporer.Salemba Empat :Jakarta 2000 Makalah-makalah Keseimbangan Ekonomi AD-AS Mankiw, N.Gregory.Pengantar Ekonomi Edisi ke 2.Erlangga:Jakarta.2003 Rosyidi, Suherman. Pengantar Teori Ekonomi: Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro,PT Raja Grafindo Persada:Jakarta.1998 Samuelson, Norhaus.Ilmu Makroekonomi. PT Media Global Edukasi:Jakarta.2001 Sukirno, sadono.Makro Ekonomi Modern.PT Raja Grafindo Persada:Jakarta.2000 www.bized.co.uk/sites/bized/files/docs/adas.ppt economics.about.com/.../aggregatedemandsupply/.../aggregate.htm blog.uad.ac.id/syam/.../Penawaran-Agregat-Permintaan-Agregat.pdf www.zdocs.net/.../permintaan-agregat-penawaran-agregat-dan-inflasi.html