pembuktian terbalik

Download PEMBUKTIAN TERBALIK

Post on 06-Jul-2015

2.553 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KEBIJAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP FORMULASI PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM PERUNDANG-UNDANGAN TINDAK PIDANA KORUPSI

PENULISAN HUKUM

Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat guna menyelesaikan program Sarjana (S1) Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang

Oleh : NAMA NIM : MARSINTA ULY : B2A 006 182

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010

i

1

HALAMAN PENGESAHAN KEBIJAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP FORMULASI PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM PERUNDANG-UNDANGAN TINDAK PIDANA KORUPSI Penulisan Hukum

Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat guna menyelesaikan program Sarjana (S1) Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang

Oleh : MARSINTA ULY B2A 006 182 Penulisan Hukum Dengan Judul di Atas Telah Disahkan Dan Disetujui Untuk Diperbanyak Kemudian Diujikan

Pembimbing I

Pembimbing II

(Eko Soponyono, SH.MH.)

(Suparno, SH.M.Hum)

ii

2

HALAMAN PENGUJIAN

KEBIJAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP FORMULASI PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM PERUNDANG-UNDANGAN TINDAK PIDANA KORUPSI Dipersiapkan dan Disusun Oleh : MARSINTA ULY B2A 006 182 Telah Diujikan di Depan Dewan Penguji Pada Hari Senin , Tanggal 24 Maret 2010

Semarang, Maret 2010 Dewan Penguji Ketua Sekretaris

(Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S.) (Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum) Pembimbing I Pembimbing II

(Eko Soponyono, SH.MH.)

(Suparno, SH.M.Hum)

Penguji

(Prof. Dr. Nyoman Serikat Putra Jaya,SH.M.H)

iii

3

MOTTO

Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi akulah yang memilih kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu

Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya setia

Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati

Rendahkanlah dirimu dihadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu

The duty of youth is to challenge corruption (Kurt Cobain)

If you dont have enemy, you dont have character (Paul Newman)

Talk less do more

iv

4

PERSEMBAHAN

Ku persembahkan karyaku ini kepada :

Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberikan kekuatan dan penghiburan Bapak dan Mama yang kusayangi yang selalu mendoakan aku Kakak dan Adik yang kusayangi untuk semua semangat dan dukungan yang diberikan Almamaterku Diponegoro Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Fakultas Hukum Universitas

kukagumi Para Koruptor yang mencuri hak orang lain

v

5

KATA PENGANTAR

Syalom, Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan berkatNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul: KEBIJAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP FORMULASI PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM PERUNDANG-UNDANGAN

TINDAK PIDANA KORUPSI. Skripsi ini dimaksudkan sebagai salah satu persyaratan guna

menyelesaikan Program Sarjana (S1) Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Penulis menyadari dalam menyelesaikan skripsi ini banyak memperoleh dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, dengan rasa hormat penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini, antara lain kepada : 1. Bapak Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo, M.S., Med., Sp.And. selaku Rektor Universitas Diponegoro Semarang; 2. Bapak Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang; 3. Bapak Eko Soponyono, SH.M.H selaku Dosen Pembimbing I yang dengan sabar memberikan bimbingan, petunjuk, arahan, semangat dan kepercayaan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

vi

6

4. Bapak Suparno, S.H.,M.Hum. selaku Dosen Pembimbing II yang senantiasa memberikan bimbingan, arahan, semangat dan kepercayaan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya; 5. Bapak Prof. Dr. Nyoman Serikat Putra Jaya, S.H.,M.H selaku Dosen Penguji yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk menguji penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan studi di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang; 6. Bapak Dadang Siswanto, S.H., M.Hum selaku Dosen Wali yang telah memberikan nasehat, bimbingan dan arahan selama penulis menempuh studi di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang; 7. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang dan segenap Civitas Akademik Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang yang telah banyak membantu selama masa studi penulis; 8. Bapak Bima Suprayoga Kepala bagian pidana khusus kejaksaan negeri Semarang dan Bapak Joko, Bapak Rasamala Aritonang bagian Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi, Bapak Yunanto Hakim tindak pidana korupsi yang telah bersedia membantu penulis dalam melakukan penelitian dan memberikan data-data yang dibutuhkan penulis dalam skripsi ini; 9. Kedua orang tua penulis yang sangat penulis hormati dan cintai dengan sepenuh hati, terima kasih buat setiap doa, tetesan keringat, kerja keras, dan air mata, serta dukungan materiil maupun spiritual yang telah diberikan kepada penulis selama ini, serta kakak dan adik-adik penulis : Ka Ita, Trysia, Desi, Michael dan Evi yang selalu memberikan semangat buat penulis.

vii

7

10. Sahabat-sahabatku Marini, Selprida, Wilma, Vina, Grace, Sephine. Terima kasih atas dukungan, doa dan persahabatan yang telah kita jalin selama ini; 11. Saudara-saudaraku di PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) Fakultas Hukum Undip, teman-teman seperjuanganku: Mikhael, Inggrid, Xenia, Asti dan adik-adikku terkasih Juris, Ana, Bena, Togi, Indry, Tere, Vera, Nova, Marco, Kristo.Bagiku kalian adalah keluarga terhebat yang aku miliki di Semarang. Pengalaman yang aku peroleh bersama kalian selama di PMK takkan pernah terlupakan sampai kapan pun. Terima kasih buat semua kasih sayang yang telah kalian berikan selama aku kuliah di Fakultas Hukum Undip tercinta ini; 12. Saudara-saudaraku yang terkasih di FKPMI (Forum Kristiani Pemimpin Muda Indonesia) : Ka neta, Ka Dwi, Ka Sabet, Ka Yohana, Bang Coki,Bang Iman, Bang Anjo,Ijal, Ka Renti, Dwipa, Mekel. Terima kasih buat dukungan, semangat serta bantuan yang diberikan kepada penulis. Tetap semangat untuk menjadi terang Being Light in Law Area 13. Saudara-saudaraku yang terkasih di movers, Ka lina, Selpi, Anggiat, Jefri, Maestro, Mas Bayu dan Basten. Semoga kita tetap bisa bergerak dimanapun kita berada. 14. Adek-Adek Komsel ku : Aline, Jojo, Rocky, Tian. Terima kasih buat setiap semangat dan dukungan yang kalian berikan. 15. Teman-Teman Kostan Singosari 1 No.11 : Mb Mimin, Ayu, Cintya, QaQa, Didior, Imel, Mb Pipit, Mb Tri yang telah menemani hari-hari penulis

viii

8

selama di semarang. Terima kasih buat hari-hari dengan segala kegilaan dan canda tawa yang mengisi hari-hari penulis. 16. Teman-Teman seperjuangan dalam penyusunan skripsi : Mitha, Dhaniar, Nana, Elis, Hakenia, Martin dan teman-teman lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu-satu. Tetap semangat yah guys. 17. Teman- teman Tim I KKN PPM Undip 2010 Desa Kedung Karang .Terima kasih buat dukungan kalian. 18. Teman-teman angkatan 2006 Fakultas Hukum Undip; 19. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun skripsi ini. Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan yang tentu saja tidak disengaja, maka dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan masukan baik saran maupun kritik dari semua pihak guna kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan bagi semua pihak yang membutuhkan. Tuhan memberkati. Semarang, Maret 2010 Hormat Penulis

Marsinta Uly

ix

9

ABSTRAKSI

Korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang di dalam penanganannya diperlukan undang-undang yang luar biasa pula. Salah satu upaya yang dianggap mampu untuk menyelesaikan perkara korupsi tersebut adalah dengan dirumuskannya pembuktian terbalik di dalam perundang-undangan tindak pidana korupsi saat ini yang diawali dalam Undang-Undang No.3 tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang kemudian disempurnakan ke dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Undang-Undang No.31 Tahun 1999. Formulasi pembuktian terbalik merupakan penyimpangan dari pembuktian yang terdapat di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Oleh karena itu, agar tidak terjadi tumpang tindih maka pembuktian terbalik harus memiliki arah kebijakan hukum pidana yang jelas di dalam perumusannya dengan tetap memperhatikan efektifitas dan efisiensi dari kegunaan rumusan pembuktian terbalik tersebut. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penulisan hukum ini adalah bagaimana kebijakan hukum pidana terhadap formulasi serta aplikasi pembuktian terbalik dalam perundang-undangan tindak pidana korupsi saat ini serta bagaimana kebijakan hukum pidana terhadap formulasi pembuktian terbalik dalam perundang-undangan tindak pidana korupsi pada masa yang akan datang. Metode pendekatan masalah yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan dan perundang-undangan yang berkaitan tindak pidana korupsi. Selain itu untuk mengenai kebijakan dalam tataran aplikasinya maka diperoleh data dengan diadakannya wawancara terhadap praktisi hukum yang terkait yaitu jaksa tindak pidana korupsi, hakim tindak pidana korupsi dan anggota komisi pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kata kunci : Kebijakan Hukum Pidana, Pembuktian Terbalik

x

10

DAFTAR ISI

Halaman HAL

Recommended

View more >