pembangunan umkm

Click here to load reader

Post on 15-Jul-2015

98 views

Category:

Education

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Pembangunan UMKM

Pembangunan UMKMSmall is Beautiful?Definisi UsahaMikroKecilMenengahSebuah usaha produktif milik orang perorangan dan/ atau badan usaha peroranganUsaha Ekonomi Produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besarUsaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besarAset (Tidak Termasuk Tanah Dan Bangunan Tempat Usaha)MikroKecilMenengahPaling banyak lima puluh juta rupiahLebih dari lima puluh juta sampai dengan paling banyak lima ratus juta rupiahLebih dari lima ratus juta rupiah sampai dengan paling banyak sepuluh miliar rupiahOmzet PertahunMikroKecilMenengahPaling Banyak tiga ratus rupiahLebih dari tiga ratus rupiah sampai dengan dua miliar lima ratus juta rupiahDua miliar lima ratus juta rupiah sampai dengan paling banyak lima puluh miliar rupiahKlasifikasi Industri Berdasarkan Jumlah Tenaga KerjaSegmen Klasifikasi IndustriTenaga KerjaIndustri Rumah Tangga1 4 OrangIndustri Kecil5 9 OrangIndustri Sedang/ Menengah10 99 OrangIndustri BesarLebih dari 100 orangAlasan UMKM Perlu DikembangkanIndustri Kecil dan Rumah Tangga (IKRT) menyerap banyak tenaga kerja dan dominan jumlah unit usaha.IKRT memiliki kecenderungan menggunakan sumber daya alam lokal dan jarang sekali tergantung oleh sumber daya impor.Kebanyakan IKRT tumbuh dan banyak di daerrah pedesaan sehingga berdampak positif terhadap peningkatan jumlah tenaga kerja, pengurangan kemiskinan, pemerataan dalam distribusi pendapatan dan pembangunan ekonomi pedesaan

Karakteristik UMKM di IndonesiaTidak ada pembagian tugas yang jelas antara bidang administrasi dan operasiRendahnya akses industri kecil terhadap lembaga lembaga kredit formal sehingga mereka cenderung menggantungkan pembiyaan usahnya dari modal sendiri.Sebagian usaha kecil masih belum memiliki status badan hukum.Rata rata UMKM masih bergerak pada sektor makanan dan minuman serta tembakau

Permasalahan UMKMKelemahan dalam memperoleh peluang pasar dan memperbesar pangsa pasar.Kelemahan dalam struktur permodalan dan keterbatasan untuk memperoleh jalur terhadap sumber sumber permodalanKelemahan di bidang organisasi dan manajemen sumber daya manusia

Lanjutan....Keterbatasan jaringan usaha kerja sama antar pengusaha kecil (sistem informasi pemasaran)Iklim usaha yang kurang kondusif karena persaingan yang saling mematikanPembinaan yang telah dilakukan masih kurang terpadu dan kurangnya kepercayaan serta kepedulian masyarakat terhadap usaha kecil

Solusi Masalah dan Progam Pengembangan UMKMKProses ProduksiBahan BakuModalPasar PembeliSDMManajemen123456 Pertama, Peningakatan alat produktifitas, efisiensi dan produktifitas melalui sistem kerja dan rekam jejak yang ditujukan untuk memperbaiki proses produksiKedua, Untuk memenuhi tujuan pertama, kualitas SDM harus ditingkatkan, yakni melalui pendidikan dan pelatihan.Ketiga, masalah UMKM kesediaan bahan baku menjadi perhatian dalam pengembangan UMKM. Perhatian pada bahan baku, subtitusinya dan bahan bantu diprioritaskan pada bahan bahan yang di lebih efisien juga tersesedia dengan mudah. Keempat, Akses pasar/pembeli. Untuk menjamin pasar bagi produk produk UMKM, upaya untuk meningkatkan daya saing produk produk UMKM harus ditingkatkan. Kelima, masalah modal juga menjadi perhatian dan upaya pengembangan UMKM. Masalah yang muncul bila UMKM berhubungan dengan bank adalah kurangnya agunan, bunga yang dirasakan cukup tinggi dan prosedur yang dirasa masih berbelit.Keenam, perbaikan pada sisi manajemen. Masalah dasar UMKM adalah praktik manajemen terutama pemasaran produk kurang efisien, sistem akuntansi dan audit yang baik belum diterapkan, kurang mampu beradaptasi dengan lingkungan usaha, manajer kurang kompeten, belum dapat memenuhi kepuasan pelanggan serta etika yang kurang mendukung.Pola dan Realitas KemitraanPersyaratan Model KemitraanPerusahaan mitra adalah perusahaan yang bergerak pada sektor tertentu (misalnya industri pengolahan dan pemasaran hasil perikanan), memiliki itikad yang baik dalam membantu usaha mikro dan kecil , memiliki teknologi dan manajemen yang baik, menyusun rencana kemitraan, berbadan hukum dan terpercaya.Kelompok mitra adalah suatu kelompok pembudidaya, pengola, dan pemasar skala mikro dan kecil di bidang jenis usaha (misalnya budidaya dan pengolahan serta pemasaran hasil perikanan, pertanian, kerajinan, rakyat) dan diutamakan kelompok yang telah terbina.Penandatangan perjanjian kemitraan dimana harus terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh kedua belah pihak yang bermitra sebelum mengikat suatu perjanjian.

Pola PIRPerkebunan Inti Rakyat(PIR) adalah pola pengembangan perkebunan rakyatdi wilayah lahan bukaan baru dengan perkebunan besar sebagai inti yang membangun dan membimbing perkebunan rakyat disekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan, utuh dan berkelanjutan.Contoh perusahaan : PT. Heinz ABC, PT. Indofood dll

Konsep PIR/ Inti PlasmaMerupakan pola hubungan kemitraan antara kelompok mitra dengan perusahaan mitra, yang didalamnya perusahaan mitra bertindak sebagai inti dan kelompok mitra sebagai plasma.Perusahaan mitra bertindak sebagai perusahaan inti yang menampung, membeli hasil produksi, memberi pelayanan, bimbingan kepada petani / kelompok mitra.

Prasyarat Pola Kemitraan PIRKelompok MitraPerusahaan MitraBerperan sebagai plasmaPeran sebagai perusahaanMengelola seluruh usahaMenampung hasil produksiMenjual kepada perusahaan mitraMembeli hasil produksiMemenuhi kebutuhan perusahaan sesuai dengan prasyarat yang telah disepakatiMemberi bimbingan teknis manajemen kepada kelompok mitraMemberi pelayanan kepada kelompok mitra berupa permodalan atau kredit, sarana produksi dan teknologiMenyediakan lahan apabila diperlukanPola DagangAdalah suatu pola kemitraan di mana pengusaha besar memasarkan produk-produk pengusaha kecil atau pengusaha besar berperan sebagai pemasok kebutuhan produksi pengusaha kecil.Hubungan kemitraan usaha antara kelomok mitra dengan perusahaan mitra, dimana kelompok mitra memasok kebutuhan perusahaan mitra sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.Dalam model ini usaha menengah atau usaha besar memasarkan hasil produk usaha kecil, dapat juga usaha kecil yang memasarkan hasil usaha menengah atau besar.Contohnya : Supermarket

Prasyarat Pola DagangKelompok MitraPerusahaan MitraMemasok kebutuhan yang diperlukan perusahaan mitraMemasarkan produk kelompok mitraMemproduksi kebutuhan sesuai dengan keahlian perusahaan mitra atau memasarkan produk perusahaan mitraMelakukan pembinaan bantuan permodalan dan manajemenMenyediakan produk yang dipasarkan oleh kelompok mitra sesuai perjanjian kontrakPola VendorPola kemitraan vendor adalah pola kerjasama kemitraan antara perusahaan menengah dan besar dengan kelompok usaha mikro, kecil atau koperasi.Dalam melaksanakan hubungan kemitraan model vendor, usaha menengah atau besar menggunakan hasil produksi yang merupakan bidang - bidang keahlian usaha kecil untuk melengkapi produk yang dihasilkan usaha menengah atau besar.Pelaksanaan atau mekanisme pola kemitraan vendor adalah dengan cara usaha menengah atau besar memesan produk yang diperlukan sesuai dengan ukuran, bentuk, model, mutu, kualitas barang yang telah dikuasai oleh kelompok usaha mikro, kecil dan koperasi

Prasyarat Pola Kemitraan VendorKelompok MitraPerusahaan MitraMenyediakan produk yang sesuai dengan ukuran, bentuk, mutu yang telah ditentukanMenerima/membeli produksesuai ukuran yang telah ditetapkanMenerima pembinaan teknis dalam alih teknologi, ketrampilan dan bahan baku serta permodalanMelakukan pembinaan dalam rangka alih teknologi, ketrampilan bahan baku, permodalanMemberikan jaminan pasar dan harga yang pastiPola SubkontrakModel kemitraan sub kontrak adalah hubungan kemitraan antara kelompok usaha makro, kecil, koperasi dengan usaha menengah/ besar.Model sub kontrak pihak usaha mikro, kecil/koperasi melaksanakan produksi kompenen dan atau jasa yang dibutuhkan atau merupakan bagian dari produksi usaha menengah/ besarModel sub kontrak berbeda dengan model kontrak beli, dimana pada pola sub kontrak kelompok mikro, kecil/ koperasi tidak melakukan kontrak secara langsung dengan perusahaan pengolahan mitra tetapi melalui agen atau pedagang

Persyaratan Kemitraan SubkontrakKelompok MitraPerusahaan MitraMemproduksi kebutuhan yang diperluakan perusahaan mitra sebagai bagian dari komponen produk perusahaan mitraMenampung dan membeli komponen produksi perusahaan mitra yang dihasilkan oleh mikro dan kecilMenyediakan tenaga kerjaMenyediakan bahan baku/ modal kerjaMembuat kontrak bersama yang mencantumkan volume, harga dan waktu yang ditetapkanMelakukan pembinaan teknis mengawasi kualitas produk