pembahasan landasan teori - landasan teori 3.1.1 pengertian pemasaran dan manajemen pemasaran ......

Download PEMBAHASAN Landasan Teori - Landasan Teori 3.1.1 Pengertian Pemasaran dan Manajemen Pemasaran ... Manajemen…

Post on 06-Apr-2019

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

29

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Landasan Teori

3.1.1 Pengertian Pemasaran dan Manajemen Pemasaran

Pemasaran berarti bekerja dengan pasar untuk mengaktualisasikan

pertukaran potensial dalam rangka memuaskan kebutuhan dan keinginan

individu. Sedangkan pemasar adalah orang yang mencari sumber daya dari

orang lain dan bersedia menawarkan sesuatu yang bernilai untuk

dipertukarkan.

Disini, perusahaan merupakan pemasar dan demikian juga pesaingnya.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa, pemasaran merupakan proses sosial dan

manajerial bagi individu maupun kelompok untuk mendapatkan apa yang

mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran dan

pertukaran segala sesuatu yang bernilai dengan individu tau kelompok lain.1

Oleh karena itu, proses pertukaran antara pembeli dan penjual harus

dikelola dengan baik dan profesional untuk meningkatkan pendapatan

penjual dan kepuasan dipihak pembeli. Dalam hal ini manajemen pemasaran

dapat digunakan sebagai alat bantu agar dapat mempengaruhi tingkat

permintaan, pemilihan waktu dan sifat permintaan sedemikian rupa

sehingga organisasi dapat mencapai tujuannya.

Manajemen pemasaran terjadi bila setidaknya satu pihak dalam

pertukaran potensial memikirkan sasaran dan cara mendapatkan tanggapan

1 Dra. Murti Sumarni, Manajemen Pemasaran Bank, Yogyakarta, Liberty Yogyakarta, 2002, hlm.10

30

yang dia kehendaki dari pihak lain. Dalam definisi (manajemen) pemasaran

yang dirumuskan tahun 1985 oleh persatuan pemasaran Amerika :

Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan

dari perwujudan, dan pemberian harga, promosi dan distribusi dari barang-

barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok

sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi.

Definisi ini menyadari bahwa manajemen pemasaran adalah analisis,

perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian atas program yang dirancang

untuk menciptakan, membentuk dan mempertahankan pertukaran yang

menguntungkan dengan pembeli sasaran (target buyers) untuk mencapai

tujuan-tujuan organisasional.

3.1.2 Pemasaran dalam Perspektif Islam

Dalam pandangan Islam, terlihat jelas pandangan positif terhadap

perdagangan dan kegiatan ekonomis. Nabi Muhammad SAW adalah

seorang pedagang, dan agama Islam di sebarluaskan terutama melalui para

pedagang Muslim. Dalam Alquran terdapat peringatan terhadap

penyalahgunaan kekayaan, tetapi tidak dilarang mencari kekayaan dengan

cara halal (QS.Al-Baqarah : 275) :

Allah telah mengahalalkan jual beli dan mengharamkan riba .

Islam menempatkan aktivitas perdagangan dalam posisi yang amat

strategi ditengah kegiatan manusia mencari rezeki dan penghidupan.

Rasullah SAW memberikan garansi dalam sabdanya : perhatikan olehmu

31

sekalian perdagangan, sesungguhnya di dunia ini dalam perdagangan itu

ada sembilan dari sepuluh pintu rezeki. (H.R. Ahmad). Di dalam

Alquran juga telah dijelaskan tentang pemasaran (bisnis), yaitu surat Al-

Hujurat ayat 13 :

! "$%& '(%)*+,

-./01, )204 5689:%, 0? '

@ -!"AB+ C9 -.%+ ' @ 49 EFG

HI": JKLM

"Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal"

Kunci etis dan moral bisnis sesungguhnya terletak pada pelaku dan

sitemnya , itu sebabnya misi diutusnya Rasulullah SAW ke dunia adalah

untuk memperbaiki akhlak manusia yang telah rusak. Seorang pengusaha

muslim berkewajiban untuk memegang teguh etika dan moral bisnis

Islami.2

Konsep pemasaran sesungguhnya ialah bagamana memahami

kebutuhan manusia yang berbeda-beda dan kemudian menyediakan barang

pemenuhan kebutuhan bagi mereka yang membutuhkan. Di dalam ayat

tersebut dijelaskan bahwa manusia diciptakan oleh Allah dalam jenis, suku

dan bangsa-bangsa yang berbeda dianjurkan oleh Allah untuk saling

2 Ali Hasan, SE., M.M. Marketing Bank Syariah, Jakarta, Ghalia Indonesia, hlm.19

32

bersilaturrahmi. Ayat ini tentu memiliki makna yang luas, dari sisi ekono,

ayat menunjukkan fitrah manusia yang berbeda memiliki fitrah kebutuhan

yang berbeda-beda, sehingga silaturrahmi di sini bisa diartikan sebaa

lingkup pemasaran untuk memenuhi kebutuhan sesama. Sebagaimana,

dalam anjuran agama bahwa silaturhami bisa mendatangkan rezeki.

Konsep dasar spiritual marketing adalah tata olah cipta, rasa hati

dan karsa (implementasi) yang dibimbing oleh integritas keimanan,

ketakwaan, dan ketaatan kepada syariat Allah SWT. Perkembangan

ekonomi syariah sendiri mampu mengembalikan nilai-nilai Islam di

tengah-tengah kehidupan perekonomian masyarakat. Dalam dunia bisnis

telah muncul kesadaran akan pentingnya etika, kejujuran dan prinsip-

prinsip Islam lainnya.

Rasulullah SAW sendiri telah memberikan contoh kepada manusia

tentang cara-cara berbisnis yang berpegang teguh pada kebenaran,

kejujuran, sikap amanah, serta tetap memperoleh keuntungan. Nilai-nilai

inilah yang menjadi landasan hukum dalam menjalankan bisnis. Oleh

karena itu, mencontoh cara Rasulullah SAW dengan mengutamakan nilai-

nilai spiritual (Islam) adalah tindakan yang sangat terpuji yang

direkomendasikan oleh banyak ayat Allah dalam Alquran.

Sungguh agama Islam tidak melarang kepemilikan materi/ harta

yang banyak, bahkan di anjurkan. Memang, jika tidak hati-hati, seseorang

bisa saja terjerumus, karena itu Allah menganugerahkan agama yang hak

sebagai kekuatan eksternal untuk memberi rambu-rambu serta petunjuk

33

agar kepemilikan harta yang banyak itu tidak membawa bencana, juga

tidak hanya menguntungkan satu pihak atau golongan dan mengakibatkan

kerugian yang pasti bagi yang lain, tidak hanya beredar di kalangan yang

berpunya saja, tetapi harta itu harus beredar sehingga menyentuh banyak

orang.3

Di sisi lain, karena kekhalifahan adalah tujuan kehadiran manusia,

sedang kekhalifahan menuntut kegiatan, maka tujuan inipun

mengharuskan adanya upaya, usaha dan kegiatan positif manusia.

Seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup/ keinginannya, kecuali

bermitra/ ber-syirkah/ network dengan lembaga atau orang lain, sangat

wajar kalau mereka menerima imbalan/jasa dari kemiteraan itu secara adil,

jika tidak, ia telah mengkhianati mitranya. Demikian juga apabila

seseorang meminta orang lain (karyawan misalnya) membantu memenuhi

keinginannya, maka seharusnya mereka itu menerima imbalan atas jasanya

membantu karena kalau tidak, yang mengambilnya (juragan, pemilik,

direktur) tanpa imbalan, ia telah berbuat dzalim yang jelas dilarang oleh

syariat Islam bahkan diancam oleh adzab yang pedih.

3.1.3 Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Bauran pemasaran adalah sebuah peta ide dari strategi pemasaran

yang perlu dipikirkan oleh perusahaan untuk mewujudkan strategi pembeda

yang telah ditentukan. Untuk itu ada beberapa faktor penting yang patut

dipertimbangkan dalam bauran pemasaran (4P). Faktor-faktor itu adalah :

3 Ibid

34

1. Mendefinisikan dengan jelas produk atau jasa yang dijual atau

ditawarkan kepada konsumen.

2. Mengetahui sasarannya dan mengembangkan profil konsumen yang

akan membeli produk.

3. Mengetahui keunggulan kompetitif produk.

4. Menentukan sruktur harga produk.

5. Mengetahui dimana posisi produk pada pikiran dan benak konsumen.

6. Menentukan bagaimana cara mendistribusikan produk atau jasa.

7. Merencanakan strategi promosi.

8. Membuat anggaran pemasaran.

Guna memusatkan diri pada strategi pembeda bauran pemasaran

terdiri dari 4P, yaitu produk yang dijual, strategi promosi, penentuan harga

produk, dan tempat yang digunakan.4

1. Produk (product).

Wirausahawan pemula sering melakukan kesalahan karena tidak

berfokus pada produk yang dijualnya tetapi pada profitnya saja. Hal-

hal yang perlu diperhatikan mengenai produk adalah sebagai berikut :

a. Siapa yang akan memakai produk yang akan dijual? Apa yang

membedakannya dari produk pesaing?

b. Apakah calon pelanggan adalah pelanggan yang tepat dan ideal

untuk produk yang dijual? Setelah itu bidiklah strategi

komunikasi yang tepat.

4 Ir. Hendro, M. M, Dasar-Dasar Kewirausahaan, Jakarta, Erlangga, 2011,Hlm 389

35

c. Jangkaulah calon konsumen dengan aktifitas promosi yang efisien

dan efektif.

2. Harga (price).

Penetapan harga harus disesuaikan dengan target pasar, segmen pasar,

dan posisi produk dipasar. Sebelum menentukan harga produk dipasar

perlu dipertimbangkan faktor utama jenis biaya yang akan

menentukan batasan harga. Harga

Recommended

View more >