peluang pasar di amerika selatan ii.pdf menyoroti potensi wilayah amerika selatan sebagai pasar...

Click here to load reader

Post on 12-Feb-2020

6 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Majalah Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

    Majalah Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia - Jl. Taman Pejambon No. 6 Jakarta 10110

    Telp: (+6221) 3833123 • Email: peluang@kemlu.go.id

    LIPUTAN UTAMA Optimalisasi Pasar Amerika Selatan

    Peluang Pasar Produk Elektronik di Peru

    Berbisnis di Argentina, Cari Peluang di Sela Hambatan Dagang

    WAWANCARA KHUSUS H.E. Roberto H.S. Portocarrero Duta Besar Peru untuk Indonesia

    INFO PASAR Gurihnya Bisnis Kacang Mete di Kanada

    Melir ik

    Peluang Pasar di Amerika Selatan

    M A

    J A

    L A

    H

    Edisi II - Juni 2013

    I N F O - A K S E S - A K S I

  • PELUANG I I /2013 PELUANG I I /2013 3

    LIPUTAN UTAMA

    BERBISNIS DI AMERIKA SELATAN 4 Optimalisasi Pasar Amerika Selatan 7 Melirik Peluang Pasar di Negeri Inca 10 Wawancara Khusus dengan Duta Besar Peru untuk Indonesia

    12 Kiat Bermain di Pasar Peru 13 Peluang Pasar Produk Elektronik di Peru 16 Berbisnis di Argentina, Cari Peluang di Sela Hambatan Dagang

    INFO PASAR

    20 Gurihnya Bisnis Kacang Mete di Kanada

    INFO KHUSUS

    23 FEALAC, Pekerjaan Besar untuk Kawasan Akbar

    KONTAK BISNIS

    25 Kedutaan Besar Republik Indonesia di kawasan Amerika Selatan dan Karibia

    AGENDA

    27 Jadwal Pameran Niaga di Negara-negara Kawasan Amerika Selatan dan Karibia Tahun 2013

    AKSI

    34 KBRI Washington Dorong Ekspor Kopi Khas Daerah Indonesia di Amerika: Indonesia hadir pada SCAA

    35 KJRI Toronto Mie “INDOMIE” Goreng Pemikat Masyarakat Toronto

    WARTA REDAKSI DAFTAR ISI Pembaca yang budiman,

    Setelah pada edisi sebelumnya kami tampil dengan nama baru, maka pada

    Edisi ke-2 ini Majalah Peluang tampil dengan perwajahan baru. Memang,

    ibarat seorang gadis yang tengah menginjak remaja, Majalah Peluang

    terus memoles penampilannya agar tampil menarik, trendy, dan segar. Tak

    hanya dari segi penampilan, para punggawa di majalah ini juga berupaya

    untuk menyajikan tulisan yang sarat informasi dan bermanfaat bagi para

    pelaku usaha, selaras dengan motto kami: info, akses, aksi.

    Pada Edisi ke-2 ini, Peluang menyajikan beberapa tulisan untuk

    menyoroti potensi wilayah Amerika Selatan sebagai pasar non-tradisional

    bagi produk-produk negara kita. Kelesuan ekonomi dan melemahnya daya

    beli masyarakat di benua Eropa dan wilayah Amerika Utara, memang

    mengharuskan kita untuk semakin menguatkan upaya diversifikasi pasar,

    untuk mencari pasar alternatif bagi produk-produk Indonesia. Bila melihat

    data statistik, upaya diversifikasi pasar ini mulai membuahkan hasil, menurut

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional kontribusi ekspor non-

    minyak dan gas (migas) ke pasar non-tradisional mencapai 60,6% dari total

    ekspor Indonesia sepanjang tahun 2012. Namun, tentu persentase ini

    masih belum menunjukkan kemampuan optimal dari ekspor Indonesia ke

    pasar-pasar non-tradisional. Sebagai misal, potensi dan peluang pasar di

    Amerika Selatan belum digarap secara maksimal karena kita masih

    berfokus pada pasar Brazil, padahal sebenarnya ada banyak negara

    potensial lain di kawasan tersebut seperti Peru dan Argentina yang diang-

    kat dalam Edisi kali ini.

    Salah satu kendala klasik bagi pelaku usaha untuk masuk ke pasar

    non-tradisional adalah minimnya informasi tentang situasi dan kondisi

    pasar di negara tujuan. Kendala ini sebenarnya dapat diatasi dengan

    meminta bantuan dan informasi kepada Perwakilan Republik Indonesia,

    apakah itu Kedutaan Besar RI (KBRI) atau Konsulat Jenderal RI (KJRI),

    mengenai kondisi pasar setempat. Tentu saja kami juga menyadari ada

    banyak faktor yang seringkali menghambat terjalinnya komunikasi ideal

    tersebut. Oleh karena itu, pada Edisi kali ini dan seterusnya Peluang

    berupaya untuk menjembatani “jurang” komunikasi ini dengan menyajikan

    informasi dan tulisan dari rekan-rekan di Perwakilan RI, khususnya yang

    berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa,

    mengenai berbagai peluang ekonomi dan perdagangan yang ada di

    wilayah kerja mereka.

    Semoga para pembaca dapat menikmati sajian kami.

    Tim Redaksi Peluang Redaksi Majalah PELUANG menerima kiriman artikel dalam bahasa Indonesia, kritik, saran, masukan, tanggapan, dan permintaan informasi lainnya. Silakan mengirimkan permintaan anda melalui alamat redaksi dan email: peluang@kemlu.go.id

    TIM REDAKSI

    Pelindung Duta Besar Dian Triansyah Djani

    Direktur Jenderal Amerika dan Eropa

    Penasehat/ Penanggung Jawab

    Stephanus Yuwono Sekretaris Direktorat Jenderal

    Amerika dan Eropa

    Pemimpin Redaksi Tika Wihanasari

    Editor Heru Santoso Arum Primasty

    Administrasi dan Dukungan Umum

    Muhamad Roi Suproyo

    Erlis Susanti Ita Sujiati

    Eddy Kusworo Jiman Riyadi

    P. Jonhawer Siahaan

    Penulis Artikel/Kontributor K. Candra Negara

    Irwan Sinaga Aris Asriadi

    Febrizki Bagja Mukti Gulardi Nurbiantoro Andri Noviansyah Cerya Paramita

    Angela Duta Patria Nyoman Yatmi Pravita Dewi

    Stania Puspawardhani Endang Septryani Sari

    Novi

    Desain Grafis Agus Palupi - PT. Temprint

    Fotografer Febrizki Bagja Mukti

    I Made Oka Wardhana Pierre Manoppo

    Alamat Redaksi: Sekretariat Direktorat Jenderal

    Amerika dan Eropa Jln. Taman Pejambon 6, Lantai VI

    Kementerian Luar Negeri RI JAKARTA 10110

    Telepon: +6221 3812758 Fax: +6221 3823123

    Email: peluang@kemlu.go.id

    I N F O - A K S E S - A K S I

    M A

    JA L

    A H

    2

  • 4 PELUANG I I /2013 PELUANG I I /2013 5

    LIPUTAN UTAMA LIPUTAN UTAMA

    ecara geografis kawasan Amerika Selatan mewakili 12 entitas politik yang memiliki pandangan yang berbeda

    terhadap kebijakan pasar bebas. Pemerintahan di Venezuela, Ekuador, Bolivia, dan Argentina lebih cenderung pada kebijak an sosialis dan proteksionis. Di sisi lain, Kolombia, Chile, Peru, Brazil, Uruguay dan Suriname menyambut positif investasi asing dan sangat dipengaruhi oleh kekuatan sistem ekonomi pasar. Kawasan Amerika Selatan memilki penduduk sekitar 387 juta dengan pendapatan perkapita di atas 11.000 dolar AS serta kelas menengah lebih dari 100 juta orang. Selain itu, pertumbuhan ekonomi di kawasan juga kurang terpen- garuh dengan adanya krisis ekonomi yang melanda Eropa dan bahkan pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi Argentina, Ekuador dan Peru berada di atas 6.5%. IMF memprediksi Pertumbuhan ekonomi di kawasan pada tahun 2012 dan 2013 akan mencapai di atas 3.5%.

    Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi tersebut juga akan meningkatkan golongan kelas menengah yang akan berpengaruh pada pola konsumsi masyarakatnya. Menurut studi, negara-negara Amerika Latin dengan kelas menengah terbesar adalah Uruguay (56%)dan Argentina (53%), sedangkan Bolivia (13%) dan Paraguay (19%) merupakan negara yang memiliki kelas menengah terendah di Amerika Latin.

    Di sektor perdagangan luar negeri, total impor kawasan Amerika Selatan pada tahun 2011 mencapai 466.01milyar dólar AS. Negara-negara pengimpor terbesar adalah Brazil (US$191.5 milyar), Chile (US$58.5 milyar), Argentina (US$56.5 milyar), Venezuela (40.8 milyar), Kolombia (40.6 milyar), Peru (US$30.1 milyar), Ekuador (US$20.5 milyar) dan impor negara lainnya di kawasan di bawah US$20 milyar. Di bidang peralatan pertahanan, negara-negara di kawasan Amerika Selatan setiap tahunnya mengeluarkan dana sekitar US$ 54.9 milyar (data SIPRI 2010). Pengeluaran belanja militer terbesar di kawasan adalah Brazil (US$34.3 milyar), Kolombia (US$10.4 milyar), Argentina (US$3.4 milyar), Venezuela (US$3.3 milyar), Ekuador (US$2.9 milyar) dan Peru (US$ 1.9 milyar).

    Kawasan Amerika Selatan juga kaya dengan sumber daya mineral, minyak dan gas. Beberapa negara yang kaya sumber alamnya antara lain, biji besi (Brazil, Venezuela, Chile, dan Peru), tembaga (Chile, Peru, Brazil dan Argentina), mangan (Bolivia), emas (Peru, Brazil, Kolombia, Argentina, Chile dan Suriname), perak (Peru, Bolivia dan Chile), bahan baku baja (Brazil, Argentina, Venezuela, Chile dan Kolombia), minyak bumi (Brazil, Venezuela, Argentina, Ekuador, Peru, Suriname). Potensi pasar kawasan Amerika Selatan yang cukup besar perlu digarap secara maksimal oleh Indonesia. Nilai Impor dari kawasan yang mencapai US$ 466.01 milyar pertahun merupakan pasar yang menjanjikan bagi produk ekspor Indonesia. Pasar kawasan Amerika Selatan dapat dijadikan pengganti pasar tradisional Eropa yang saat ini dilanda krisis. Selain itu, pengeluaran pemerintah di bidang peralatan militer, bila dilakukan pendekatan yang baik, dapat menjadi peluang bagi perusahaan BUMN seperti PT. Pindad, PT. PAL, PT. DI, LEN dan lainnya untuk mengembangkan pasarnya ke wilayah tersebut. Di samping itu, kawasan Amerika Selatan yang memiliki sumber daya mineral, minyak bumi dan gas alam juga

    merupakan peluang bagi produk industri ekstraksi Indonesia ke pasar wilayah tersebut. Sampai saat ini Indonesia masih belum memanfaatkan potensi pasar yang dimiliki kawasan tersebut. Bila disimak data tahun 2011, terlihat bahwa ekspor Indonesia ke kawasan baru mencapai 2.9 milyar dolar AS.

    OPTIMALISASI PASAR AMERIKA SELATAN Krisis keuangan pasca kasus sub-prime mortgage di Amerika Serikat tahun 2007 dan krisis utang E

View more