pedoman teknik ipal agroindustri

Download Pedoman Teknik Ipal Agroindustri

Post on 20-Oct-2015

69 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • i

    Draft

    Pedoman Desain Teknik IPAL Agroindustri

    Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian

    Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian

    Departemen Pertanian

    2009

  • Draft

    Pedoman Desain Teknik IPAL Agroindustri

    Agustus 2009

    Pengarah:

    Ir. Chairul Rachman, MM

    (Direktur Pengolahan Hasil Pertanian)

    Penyusun:

    Ir. Jamil Musanif (Editor)

    Dede Sulaeman, ST, M.Si

    Penerbit:

    Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian

    Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian

    Departemen Pertanian

    Telp/Fax: 021-78842569, 7815380 ext. 5334

    E-mail: subdit_pl@yahoo.com.id

    [Hak Cipta dilindungi Undang-undang. Diperbolehkan mengutip isi tulisan ini dengan

    menyebutkan sumbernya]

  • i

    Kata Pengantar

    Tantangan kedepan yang dihadapi oleh industri pengolahan hasil (agroindustri) adalah

    menjadikannya sebagai penggerak ekonomi perdesaan, menghasilkan produk yang

    berkualitas dan ramah lingkungan.

    Upaya menciptakan agroindustri yang ramah lingkungan dapat dicapai dengan cara

    melakukan pengelolaan lingkungan dan limbah yang dihasilkan. Sebagaimana diketahui,

    kegiatan agroindustri menghasilkan air limbah yang relatif banyak dengan kandungan bahan

    pencemar didominasi oleh bahan organik dan padatan. Air limbah tersebut dapat

    mencemari lingkungan bila dibuang tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

    Untuk itu pengolahan air limbah menjadi bagian yang penting dalam keseluruhan aktivitas

    operasional usaha/kegiatan agroindustri. Dengan penerapan instalasi pengolahan air limbah

    IPAL) yang tepat bahan pencemar dalam air limbah dapat dikurangi hingga batas yang

    diperkenankan dibuang ke lingkungan sesuai Baku Mutu Air Limbah (BMAL) yang

    ditetapkan.

    Pedoman ini secara umum menjelaskan prinsip dasar pengelolaan limbah yang terintegrasi

    yang meliputi produksi bersih dan minimasi limbah, informasi karakteristik limbah

    agroindustri, pengendalian pencemaran air limbah dan penerapan desain untuk memilih

    Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tepat.

    Buku pedoman ini ditujukan pada pelaku usaha/kegiatan agroindustri, petugas pembina dan

    masyarakat secara umum untuk memberikan acuan dalam menciptakan agroindustri yang

    ramah lingkungan.

    Jakarta, Agustus 2009

    Direktur Pengolahan Hasil Pertanian

    Ir. Chairul Rachman, MM

  • Daftar ISI

    halaman

    Kata Pengantar

    Daftar Isi

    Daftar Tabel

    Daftar Gambar

    Bab 1. Pendahuluan

    1.1. Latar Belakang

    1.2. Tujuan

    1.3. Ruang Lingkup

    Bab 2. Pengelolaan Limbah

    2.1. Implementasi Produksi Bersih dan Minimasi Limbah

    2.2. Pengolahan limbah

    Bab 3. Karakteristik Limbah Agroindustri

    3.1. Industri Pengolahan Buah dan Sayur

    3.2. Industri Pengolahan Kedelai

    3.3. Industri Pengolahan Daging

    Bab 4. Pengendalian Pencemaran Air Limbah Agroindustri

    4.1. Peraturan Perundangan

    4.2. Kewajiban Pelaku Usaha Dalam Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah

    Bab 5. Pengolahan Air Limbah

    5.1. Tahapan Pengolahan Air Limbah

    5.2. Teknik Pengolahan Air Limbah

    5.3. Peralatan Mekanik dan Elektrik

    5.4. Anjuran Teknologi Pengolahan Air Limbah

    5.5. Manajemen IPAL

    i

    ii

    iv

    v

    1

    1

    1

    2

    3

    3

    5

    7

    7

    8

    9

    11

    12

    16

    18

    18

    19

    24

    25

    26

  • Bab 6. Desain IPAL

    6.1. Pengumpulan Data

    6.1.1. Proses Produksi

    6.1.2. Karakteristik Air Limbah

    6.2. Teknik dan Metode Pengujian Sampel

    6.3. Penentuan Desain IPAL

    Daftar Pustaka

    28

    28

    28

    28

    30

    33

    39

  • Daftar Tabel

    halaman

    Tabel 3.1. Target Buangan Air Limbah Industri Pengolahan Buah dan Sayuran

    Tabel 3.2. Karakteristik Limbah Cair RPH

    Tabel 5.1. Teknologi Penanganan Limbah Pada Berbagai Industri Pengolahan

    Pangan

    Tabel 5.2. Metode Penanganan Dan Pengolahan Limbah Berdasarkan Karakteristik

    Air Limbah

    8

    9

    25

    26

  • Daftar Gambar

    halaman

    Gambar 2.1. Diagram Integrasi Pengolahan Limbah

    Gambar 5.1. Skema Diagram Pengolahan Air Limbah Secara Fisik

    Gambar 5.2. Skema Diagram Pengolahan Air Limbah Secara Kimiawi

    Gambar 5.3. Skema Diagram Pengolahan Air Limbah Secara Biologi

    5

    21

    22

    23

  • 1

    Bab 1.

    Pendahuluan

    1.1. Latar belakang

    Dalam kegiatan produksi diperlukan berbagai bahan, air dan energi untuk menghasilkan

    suatu produk tertentu. Namun demikian, dalam proses produksi tidak ada efisiensi yang

    sempurna, sehingga masih dihasilkan limbah baik padat, cair ataupun gas.

    Berdasarkan definisinya, limbah adalah sisa hasil proses produksi yang sudah tidak

    dimanfaatkan lagi dan harus dikelola agar tidak menimbulkan pencemaran dan penurunan

    kualitas lingkungan. Sedangkan air limbah didefinisikan sebagai sisa hasil proses produksi

    yang bebentuk cair yang sudah tidak dimanfaatkan lagi dan harus dikelola agar tidak

    menimbulkan pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan. Dengan demikian, setiap

    limbah yang dihasilkan perlu dikelola secara baik berdasarkan karakteristiknya agar dapat

    menurunkan kualitas bahan pencemar yang terkandung didalamnya dan aman di buang ke

    lingkungan.

    Kegiatan agroindustri atau pengolahan hasil pertanian juga menghasilkan limbah padat, cair

    dan gas dengan karakteristik yang khas. Secara umum karakteristik limbah cairnya adalah

    mengandung bahan organik yang tinggi, bahan tersuspensi, lemak, dan volume limbah yang

    besar. Dengan karakteristik seperti itu maka pengelolaan dan pengolahan limbah yang

    dilakukan juga perlu dirancang secara khusus meliputi upaya minimasi limbah dan

    pengolahan air limbah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

    Buku ini secara khusus akan menguraikan mengenai pengelolaan air limbah dan prinsip

    untuk mendesain Instalasi Pengolaan Air Limbah (IPAL) pada kegiatan agroindustri.

    1.2. Tujuan

    Tujuan disusunnya pedoman ini adalah:

    a. Memberikan informasi mengenai konsep pengelolaan dan pengolahan air limbah

    b. Memberikan informasi mengenai cara merancang Instalasi Pengolahan Air Limbah

    (IPAL)

  • 2

    1.3. Ruang Lingkup

    Ruang lingkup dari pedoman ini meliputi:

    a. Konsepsi-konsepsi dasar pengelolaan air limbah yang harus mengintegrasikan upaya

    minimasi limbah dan produksi bersih dalam keseluruhan proses produksi yang dilakukan.

    Selanjutnya, bila masih dihasilkan air limbah maka diperlukan unit proses yang dirancang

    khusus untuk mengolah air limbah tersebut yang biasa disebut dengan Instalasi

    Pengolahan Air Limbah (IPAL).

    b. Informasi karakteristik air limbah dari beberapa kegiatan pengolahan hasil pertanian

    (agroindustri). Informasi ini dapat menjadi dasar mengenai perlunya dilakukan

    pengelolaan air limbah pada kegiatan ini karena terdapat parameter-parameter air

    limbah yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.

    c. Pedoman ini juga menginformasikan Baku Mutu Air Limbah (BMAL) sebagai salah satu

    cara mengendalikan pencemaran air limbah agroindustri. Dipaparkan juga mengenai

    peraturan-peraturan yang terkait dengan pengendalian pencemaran air dan beberapa

    kewajiban pelaku usaha dalam pemenuhan Baku Mutu Air Limbah.

    d. Selanjutnya disampaikan konsepsi pengolahan air limbah yang terdiri dari tahapan dan

    teknik pengolahan air limbah, peralatan yang diperlukan, anjuran teknologi pengolahan

    air limbah dan manajemen IPAL.

    e. Pada bagian akhir disampaikan prinsip-prinsip dasar untuk menentukan desain IPAL

    yaitu diperlukannya pengumpulan data, tata cara dan metode pengujian sampel. Data

    tersebut selanjutnya digunakan sebagai penentuan desain IPAL.

  • 3

    Bab 2.

    Pengelolaan Limbah

    Agroindustri atau industri pengolahan hasil pertanian merupakan salah industri yang

    menghasilkan air limbah yang dapat mencemari lingkungan. Bagi industri-industri besar,

    seperti industri pengolahan kelapa sawit, teknologi pengolahan limbah cair yang digunakan

    mungkin sudah memadai, namun tidak demikian bagi industri kecil atau sedang. Namun

    demikian, mengingat tingginya potensi pencemaran yang ditimbulkan oleh air limbah yang

    tidak dikelola dengan baik maka diperlukan pemahaman dan informasi mengenai

    pengelolaan air limbah secara benar.

    Pengelolaan limbah adalah kegiatan terpadu yang meliputi kegiatan pengurangan

    (minimization), segregasi (segregation), penanganan (handling), pemanfaatan dan

    pengolahan limbah. Dengan demikian untuk mencapai hasil yang optimal, kegiatan-kegiatan

    yang melingkupi pengelolaan limbah perlu dilakukan dan bukan hanya mengandalkan

    kegiatan pengolahan limbah saja.

    Bila pengelolaan limbah hanya diarahkan pada kegiatan pengolahan limbah maka beban

    kegiatan di Instalasi Pengolahan Air Limbah akan sangat berat, membutuhkan lahan yang

    lebih luas, peralatan lebih banyak, teknologi dan biaya yang tinggi. Kegiatan pendahuluan

    pada pengelolaan limbah (pengurangan, segregasi dan penanganan limbah) akan sangat

    membantu mengurangi beban pengolahan limbah di IPAL.

    Saat inipun, tren pengelolaan limbah di industri adalah menjalankan secara te