pedoman pelaksanaan program jslu

Click here to load reader

Post on 21-Dec-2015

24 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pedoman Pelaksanaan Program JSLU

TRANSCRIPT

  • DIREKTORAT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIADIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN DAN REHABILITASI SOSIAL

    DEPARTEMEN SOSIAL RI2008

    PEDOMAN PELAKSANAAN

    PROGRAM JAMINAN SO SI AL LANJU T USIA( J S L U )

  • KATA PENGANTAR

    Sejalan dengan perkembangan masalah dan kebutuhan lanjut usia

    dipandang perlu adanya suatu upaya yang dapat memberikan perlindungan bagi

    mereka untuk dapat mewujudkan dan memelihara taraf kesejahteraan sosialnya.

    Upaya perlindungan ini dapat diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan program

    pelayanan dan jaminan sosial. Mewujudkan dan memelihara taraf kesejahteraan ini

    dapat pula diartikan sebagai upaya memperpanjang usia harapan hidup,

    penghormatan dan penghargaan kepada lanjut usia agar dapat menikmati taraf

    hidup yang wajar.

    Pelayanan dan jaminan sosial bagi lanjut usia merupakan kebijakan

    pemerintah dalam rangka pemberian subsidi langsung tunai kepada lanjut usia tidak

    potensial yang dalam pelaksanaannya perlu mendapatkan perhatian khusus dan

    dukungan dari berbagai pihak baik di Pusat maupun Daerah. Untuk menjamin

    keberhasilan dan kesinambungan program ini diperlukan sebuah pedoman yang

    merupakan acuan dalam pelaksanaan Program Jaminan Sosial Lanjut Usia (PJSLU)

    agar dapat terlaksana sesuai dengan tujuan dan tepat sasaran.

    Secara garis besar pedoman ini berisi tentang latar belakang, tujuan, kriteria

    sasaran dan pendamping, pengorganisasian serta moneva dan pelaporan

    pelaksanaan program yang memuat informasi unsur-unsur pelaksana serta peran

    dan tugas masing-masing unsur tersebut.

    Pedoman ini merupakan penyempurnaan dari Pedoman PJSLU tahun 2007

    yang disusun untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan program tahun 2008. Kami

    menyadari bahwa pedoman ini masih membutuhkan masukan dan saran dari semua

    pihak untuk penyempurnaan di masa yang akan datang. Akhirnya kepada semua

    pihak yang mendukung penyusunan pedoman ini disampaikan terima kasih.

    Jakarta, Februari 2008 Direktur Jenderal

    Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial

    Makmur Sunusi, Ph.DNIP. 170010487

  • DAFTAR ISI

    Halaman

    KATA PENGANTAR ....................................................................................... iDAFTAR ISI ..................................................................................................

    iiBAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1

    A. Latar Belakang ............................................................................1 B. Tujuan .................................................................................2 C. Sasaran Pedoman.......................................................................2 D. Dasar Hukum ......................................................................3 E. Batasan Pengertian ....................................................................3

    BAB II PROGRAM JAMINAN SOSIAL LANJUT USIA ...............................4 A. Program Jaminan Sosial Lanjut Usia ..........................................4 B. Kriteria Sasaran dan Pendamping ..............................................4 C. Pengorganisasian .......................................................................8

    1. Tim Pemantau ........................................................................8 2. Unsur-Unsur Pelaksana .........................................................8 3. Peran dan Tugas Masing-Masing Pelaksana .......................9

    D. Mekanisme Penyaluran Dana....................................................12

    BAB III PELAKSANAAN JAMINAN SOSIAL LANJUT USIA.......................14A. Strategi ......................................................................................14B. Monitoring dan Evaluasi ............................................................15

    1. Monitoring ...............................................................................152. Evaluasi ..................................................................................18

    C. Pelaporan ................................................................................19

    BAB IV PENUTUP ................................................................................21

    LAMPIRAN-LAMPIRAN .....................................................................22

  • BAB IPENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    1. Lanjut usia secara alamiah akan mengalami penurunan fisik, mental,

    sosial dan ekonomi. Hal ini sangat mempengaruhi tata hidup dan

    kehidupan lanjut usia seperti penurunan kemampuan fisik, emosional,

    mobilitas, berinteraksi sosial, tingkat kesehatan dan lain-lain. Namun

    dalam kenyataannya tidak semua lanjut usia dapat memenuhi

    kebutuhan dasar secara layak, sehingga hidupnya bergantung pada

    bantuan keluarga atau orang lain.

    2. Berdasarkan data Susenas BPS Tahun 2006 jumlah lanjut usia

    sebanyak 16.986.625 jiwa, dan hasil proyeksi penduduk Indonesia

    berdasarkan data BPS tahun 2007 jumlah lanjut usia sebanyak

    17.313.000 jiwa, diantara jumlah populasi tersebut menurut Pusdatin

    Depsos terdapat 2.033.220 (15%) lanjut usia tidak potensial yang tidak

    memiliki pensiun, aset maupun tabungan yang cukup, sehingga tidak

    dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya sehari-hari.

    3. Undang-undang Dasar 1945 pada pasal 28 huruf H menetapkan

    setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan

    pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang

    bermartabat. Selanjutnya Undang-undang No. 13 Tahun 1998 tentang

    Kesejahteraan Lanjut Usia menetapkan Pemerintah berkewajiban

    memberikan pelayanan dan perlindungan sosial bagi lanjut usia agar

    mereka dapat mewujudkan dan menikmati taraf hidup yang wajar.

    4. Masyarakat dihadapkan pada berbagai permasalahan kebutuhan

    dasar yang semakin memberatkan karena kenaikan harga bahan

    pokok sehari-hari yang berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan

    dasar masyarakat termasuk lanjut usia terutama mereka yang

    tergolong tidak potensial.

  • 5. Dalam rangka mewujudkan amanat Undang-undang dan mengatasi

    kondisi permasalahan tersebut, Pemerintah dalam hal ini Departemen

    Sosial RI menetapkan Program Jaminan Sosial Lanjut Usia (PJSLU)

    yang pada tahap pelaksanaannya, diprioritaskan bagi lanjut usia tidak

    potensial.

    6. PJSLU ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar lanjut usia

    tidak potensial mencakup : permakanan, peningkatan gizi,

    pemeliharaan kesehatan, transportasi dan dana kematian/pemakaman.

    B. Tujuan

    Terciptanya kesamaan pandangan dan pemahaman bagi pengelola dan

    pelaksana dalam melaksanakan PJSLU secara tepat.

    C. Sasaran Pedoman

    1. Pusat.

    Departemen Sosial RI yaitu petugas yang menangani program jaminan

    sosial dan unit-unit terkait lainnya, Jajaran PT. Pos Indonesia Pusat

    serta Instansi terkait lainnya.

    2. Provinsi.

    Dinas/Instansi Sosial Provinsi yaitu Koordinator PJSLU Provinsi,

    Jajaran Kantor Wilayah Usaha Pos Indonesia serta Instansi terkait

    lainnya.

    3. Kabupaten/Kota.

    Dinas/Instansi Sosial Kabupaten/Kota yaitu Koordinator PJSLU

    Kabupaten/Kota, Jajaran Kantor Cabang Pos Indonesia serta Instansi

    terkait lainnya.

    4. Seksi Sosial/Kesra/Petugas Kecamatan

    5. Desa/kelurahan

    6. Pendamping PJSLU

  • D. Dasar Hukum

    1. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

    2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut

    Usia.

    3. Undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

    4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

    5. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan

    Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

    6. Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial

    Nasional.

    7. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan

    Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia.

    8. Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 2004 tentang Komisi Nasional

    Lanjut Usia.

    9. Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pelaksanaan

    Bantuan Langsung Tunai kepada Rumah Tangga Miskin.

    E. Batasan Pengertian

    1. Jaminan Sosial Lanjut Usia adalah bantuan uang yang diberikan untuk

    pemenuhan kebutuhan dasar lanjut usia tidak potensial dalam rangka

    memelihara taraf kesejahteraan sosialnya.

    2. Lanjut Usia tidak potensial adalah lanjut usia yang tidak berdaya

    mencari nafkah sehingga bergantung pada bantuan orang lain

    3. Lanjut usia penerima jaminan sosial adalah mereka yang berusia 60

    tahun ke atas tidak potensial.

    4. Pendamping sosial adalah petugas yang melaksanakan bimbingan

    sosial, pelayanan dan pendampingan dalam penggunaan dana

    jaminan sosial lanjut usia.

    5. Kartu Jaminan Sosial adalah kartu tanda bukti yang sah bagi penerima

    jaminan sosial lanjut usia, yang dikeluarkan dan ditetapkan oleh

    Departemen Sosial RI.

  • BAB II

    PROGRAM JAMINAN SOSIAL LANJUT USIA

    A. Program Jaminan Sosial Lanjut Usia

    Pemberian jaminan sosial lanjut usia adalah dana jaminan sosial yang

    diberikan langsung secara tunai kepada lanjut usia tidak potensial sebesar

    Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) per orang per bulan. Penentuan

View more