pbl blok 28.docx

Download PBL blok 28.docx

Post on 04-Jun-2018

225 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/13/2019 PBL blok 28.docx

    1/31

    Pendahuluan

    Program kesehatan mempunyai tujuan utama yaitu memberikan perlindungan kepada

    pekerja dari bahaya kesehatan yang behubungan dengan lingkungan kerja dan promosi kesehatan

    pekerja. Lebih jauh lagi adalah menciptakan kerja yang tidak saja aman dan sehat, tetapi juga

    nyaman erta meningkatkan kesejahteraan dan produktivita kerja.

    Aspek dasar perlindungan keehatan adalah manajemen risiko kesehatan, pendidikan dan

    pelatihan, pertolongan pertama dan pengobatan/kuratif.

    Manajemen risiko kesehatan adalah prose yang bertahap dan berkesinambungan.

    Manajemen risiko kesehatan di tempat kerja ini bertujuan untuk; meminimalkan angka kerugian

    akibat kecelakaan dan sakit, meningkatkan kesempatan/peluang untuk meningkatkan produksi

    melalui suasana kerja yang aman, sehat dan nyaman, memotong mata rantai kejadian kerugian

    akibat kegagalan prduksi yang disebabkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK).

    Kecelakaan Kerja

    Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan, terjadi secara tiba-tiba dan

    tidak terduga, serta dapat menyebabkan cedera terhadap tenaga kerja yang mengalaminya.

    Dalam hal suatu kecelakaan kerja menyebabkan cedera kepada tenaga kerja, tenaga kerja yang

    telah memperoleh perawatan dan pengobatan dapat berlanjut menjadi sembuh total tanpa cacat,

    sembuh dengan cacat atau meninggal dunia. Pada kasus terjadi penyebhan total tidak ada

    kecacatan, sedangkan untuk keperluan penyelenggaraan jaminan kecelakaan kerja pada kasus

    meninggal dunia tidak dilakukan penilaian kecacatan, sekalipun mungkin pada kasus tsb

    kecacatan itu ada.1

    Faktor Kecelakaan

    Kecelakaankecelakaan akibat kerja yang sering terjadi banyak di sebabkan oleh faktor

    manusia, faktor lingkungan dan sedikit dipengaruhi oleh faktor alat. Adapun faktor manusia

    dapat dipengaruhi oleh:

  • 8/13/2019 PBL blok 28.docx

    2/31

    a. Latar belakang pendidikan

    Keselamatan kerja memiliki latar belakang sosial ekonomis dan kultural yang sangat luas.

    Tingkat pendidikan, latar belakang kehidupan yang luas, seperti kebiasaan-kebiasaan,

    kepercayaan-kepercayaan, dan lain-lain erat bersangkut paut dengan pelaksanaan keselamatan

    kerja. Demikian juga, keadaan ekonomi ada sangkut pautnya dengan permasalahan keselamatan

    kerja tersebut.

    Di dalam masyarakat yang sedang membangun dan salah satu aspek penting pembangunan

    adalah bidang ekonomi dan sosial, maka keselamatan kerja lebih tampil ke depan lagi,

    dikarenakan cepatnya penerapan teknologi dengan segala seginya termasuk problematik

    keselamatan kerja menampilkan banyak permasalahan, sedangkan kondisi sosial-kultural belum

    cukup siap untuk menghadapinya. Maka dari itu, sebagai akibat tidak cukupnya perhatian

    diberikan disana-sini terlihat adanya problem keselamatan kerja , bahkan kadang-kadang hilang

    sama sekali hasil jerih payah suatu usaha dikarenakan kecelakaan.

    Keselamatan harus ditanamkan seejak anak kecil dan menjadi kebiasaan hidup yang

    dipraktekkan sehari-hari. Keselamatan kerja merupakan satu bagian dari keselamatan pada

    umumnya. Masyarakat harus dibina penghayatan keselamatannya ke arah yang jauh lebih tinggi.

    Proses pembinaan ini tak pernah ada habis-habisnya sepanjang kehidupan manusia. Latar

    belakang pendidikan seseorang dapat mempengaruhi tindakan seseorang dalam bekerja. Orang

    yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi cenderung berfikir lebih panjang atau dalam

    memandanag sesuatu pekerjaan akan melihat dari berbagai segi. Misalnya dari segi keamanan

    alat atau dari segi keamanan diri. Lain halnya dengan orang yang berpendidikan lebih rendah,

    cenderung akan berfikir lebih pendek atau bisa di katakan ceroboh dalam bertindak. Misalnya

    ketika kita melakukan pekerjaan yang sangat beresiko terhadap kecelakaan kerja tetapi kita tidak

    memakai peralatan safety dengan benar. Hal ini yang tentunya akan menimbulkan kecelakaan.

    b. PsikologisFaktor psikolgi juga sangat mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja. Manusia dalam

    pekerjaannya tidak merupakan mesin yang bekerja begitu saja, tanpa perasaan, pikiran dan

  • 8/13/2019 PBL blok 28.docx

    3/31

    kehidupan sosial. Manusia adalah sesuatu yang paling kompleks. Manusia memiliki rasa suka

    dan benci, gembira dan sedih, berani dan takut dan lain-lain sebagainya. Manusia mempunyai

    kehendak, kemauan, angan-angan dan cita-cita. Manusia memiliki dorongan-dorongan hidup

    tertentu. Selain itu, manusia mempunyai pikiran-pikiran dan pertimbangan-pertimbangan, yang

    menentukan sikap dan pendiriannya. Juga manusia mempunyai pergaulan hidup, baik di

    rumahnya atau di tempat kerjanya, maupun masyarakat luas. Maka demikian pulalah seorang

    pekerja memiliki perasaan-perasaan, pikiran-pikiran, dan kehidupan sosial seperti itu. Dan

    faktor-faktor tersebut menyebabkan pengaruh yang tidak sedikit terhadap keadaan pekerja dalam

    pekerjaannya.

    Psikologis seseorang sangat berpengaruh pada konsentrasi dalam melakukan sesuatu

    pekerjaan. Bila konsesntrasi sudah terganggu maka akan mempengaruhi tindakan-tindakan yang

    akan dilakukan ketika bekerja. Sehingga kecelakaan kerja sangat mungkin terjadi. Contoh faktor

    psikologis yang dapat mempengaruhi konsentrasi adalah:

    1. Masalah-masalah dirumah yang terbawa ke tempat kerja2. Suasana kerja yang tidak kondusif3. Adanya pertengkaran dengan teman sekerja4. Dan lai-lain

    c. StresStres yang berhubungan dengan masalah pekerjaan mungkin merupakan satu-satunya faktor

    terpenting yang memengaruhi dunia kerja di Amerika pada saat ini. Stres kerja, begitu istilah

    singkatnya, terjadi ketika seseorang tidak dapat memenuhi tuntuntan atau kebutuhan dari

    pekerjaanya. Terlalu banyak yang harus dilakukan, kurang waktu, dan kurang tenaga kerja atau

    sumber daya untuk menuntaskan pekerjaan. Dalam survei terhadap 1400 orang, lebih dari satu

    pertiga responden menyatakan telah mengalami penambahan beban kerja. Mereka bekerja

    dengan waktu yang lebih panjang dan jam istirahat makan siang yang lebih pendek agar

    pekerjaan bisa selesai. Akibatnya, para pekerja mulai mengalami kehabisan tenaga. Mereka

    benar-benar tidak mampu mengatasinya. Mulai timbul banyak gejala stres secara fisik maupun

    mental. Stres bukan hanya merugikan para tenaga kerja, tapi juga mengganggu kesehatan seluruh

  • 8/13/2019 PBL blok 28.docx

    4/31

    organisasi, baik itu organisasi yang mencari maupun tidak mencari keuntungan, bergerak di

    bidang pendidikan, maupun organisasi pemerintah.

    d. KeterampilanKeterampilan disini bisa diartikan pengalaman seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan.

    Misalnya melakukan start/stop pada sebuah peralatan, memakai alat-alat keselamatan, dan lain-

    lain. Pengalaman sangat dibutuhkan ketika melakukan pekerjaan untuk menghindari kesalahan-

    kesalahan yang berakibat timbulnya kecelakaan kerja.

    e. FisikLemahnya kondisi fisik sesorang berpengaruh pada menurunnya tingkat konsentrasi dan

    motivasi dalam bekerja. Sedangkan kita tahu bahwa konsentrasi dan motivasi sangat dibutuhkan

    ketika bekerja. Bila sudah terganggu, kecelakaan sangat mungkin terjadi. Contoh factor fisik ini

    adalah kelelahan, dan menderita suatu penyakit.

    f. AlatKondisi suatu peralatan baik itu umur maupun kualitas sangat mempengaruhi terjadinya

    kecelakaan kerja. Alat-alat yang sudah tua kemungkinan rusak itu ada. Apabila alat itu sudah

    rusak, tentu saja dapat mengakibatkan suatu kecelakaan. Contohnya adalah:

    - Unit alat berat yang sudah tua

    - Alat-alat safety yang sudah rusak

    g. Proses (Safety)Perlindungan tenaga kerja meliputi aspek-aspek yang cukup luas, yaitu perlindungan

    keselamatan, kesehatan, pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat

    manusia dan moral agama. Perlindungan tersebut bermaksud, agar tenaga kerja secara aman

    melakukan pekerjaannya sehari-hari untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nasional.

    Tenaga kerja harus memperoleh perlindungan dari pelbagai soal di sekitarnya dan pada dirinya

    yang dapat menimpa dan mengganggu dirinya serta pelaksanaan pekerjaannya. Jelaslah, bahwa

    keselamatan kerja adalah satu segi penting dari perlindungan tenaga kerja. Dalam hubungan ini,

    bahaya yang dapat timbul dari mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya,

  • 8/13/2019 PBL blok 28.docx

    5/31

    keadaan tempat kerja, lingkungan, cara melakukan pekerjaan, karakteristik fisik dan mental

    daripada pekerjaannya harus sejauh mungkin diberantas atau dikendalikan.1,2

    Faktor Lingkungan

    Selain faktor manusia yang berperan dalam kecelakaan kerja, terdapat juga faktor

    lingkungan. Faktor lingkungan yang berpengaruh adalah sebagai berikut:

    a. Lokasi/tempat kerja

    Tempat kerja adalah tempat dilakukannya pekerjaan bagi suatu usaha, dimana terdapat

    tenaga kerja yang bekerja, dan kemungkinan adanya bahaya kerja di tempat itu. Disain di lokasi

    kerja yang tidak ergonomis dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Tempat kerja yang baikapabila

    lingkungan kerja aman dan sehat.

    b. Perlatan dan perlengkapan

    Proses produksi adalah bagian dari perencanaan produksi. Langkah penting dalam

    perencanaan adalah memilih peralatan dan perlengkapan yang efektif sesuai dengan apa yang

    diproduksinya. Pada dasarnya peralatan/perlengkapan mempunyai bagian-bagian kritis yang

    dapat menimbulkan keadaan bahaya, yaitu:

    1.Bagian-bagian fungsional2.Bagian-bagian operasional

    Bagian-bagian mesin yang berbahaya harus ditiadakan denga jalan m