pbl blok 28

Download PBL BLOK 28

Post on 28-Sep-2015

228 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

des

TRANSCRIPT

Penyakit Akibat Kerja yang Disebabkan oleh Pajanan Kimia

Farella KArtika huzna10.2011.408Kelompok A8

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaAlamat Korespondensi :Jl. Arjuna Utara No. 6, Jakarta 11510No. Telp (021) 5694-2061, e-mail : faerella@yahoo.co.idTahun Ajaran 2011/2014BAB IPENDAHULUAN

Manusia, di dalam memenuhi seluruh elemen hidupnya, tidak akan terlepas dari istilah bekerja. Bekerja menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan, selain sebagai sarana ekonomi, bekerja juga kerapkali menjadi sarana berekspresi bagi sebagian besar orang. Seringkali pekerjaan yang dilakukan justru berdampak pada kesehatan manusia itu sendiri, hal ini dapat terjadi akibat faktor berat atau ringannya pekerjaan yang dilakukan, dapat pula oleh pola perilaku individu pekerja yang berisiko, dan di sisi lain faktor lingkungan kerja juga memberikan kontribusi untuk mempengaruhi kesehatan individu manusia sebagai pekerja. Di dalam occupational medicine atau ilmu kedokteran okupasi, kita mengenal istilah occupational health atau kesehatan kerja. Pada tahun 1950, menurut International Labour Organization (ILO) dan World Health Organization (WHO), kesehatan kerja didefinisikan sebagai segala usaha promosi dan pemeliharaan kesejahteraan yang dilakukan untuk mencapai derajat tertinggi dari keadaan fisik, mental dan kehidupan sosial dari pekerja, dari seluruh jenis pekerjaan. Penyediaan pelayanan kesehatan kerja ialah salah satu cara untuk mencapai tujuan ini. Mengapa kesehatan kerja ini perlu untuk didefinisikan dan diperhatikan? Salah satu alasannya ialah oleh karena banyaknya pajanan/ekspos yang dapat diterima oleh seorang pekerja selama ia menjalani pekerjaan di lingkungan pekerjaannya yang dapat mengganggu kondisi kesehatannya sebagai makhluk hidup seutuhnya, bahkan tidak jarang pajanan ini menyebabkan dampak yang cukup serius bagi kesehatan pekerja. Bekerja dan kesehatan memiliki hubungan yang saling timbal-balik. Bekerja dapat menurunkan kondisi kesehatan seseorang, namun di lain hal bekerja dapat menjadi sesuatu yang menguntungkan untuk status kesehatan seseorang. Status kesehatan pekerja akan berdampak pada performa individu selama bekerja. Pekerja yang sehat akan lebih produktif dibandingkan pekerja yang tidak sehat. Namun, seorang pekerja tentu tidak akan selamanya sehat, terkadang pajanan di lingkungan kerja justru menjadi faktor penting yang menurunkan status kesehatan pekerja. Pajanan yang dapat juga diistilahkan sebagai hazard terbagi mejadi beberapa jenis, yaitu physical hazard (fisik), chemical hazard (kimia), biological hazard (biologik), ergonomic hazard (ergonomi), psychosocial hazard (psikososial). Kesemua jenis hazard ini dapat menimbulkan gangguan pada pekerja, dengan mekanismenya masing-masing. Salah satu yang akan dibahas di dalam makalah ini ialah gangguan pada pekerja akibat chemical hazard.1,2BAB IIPEMBAHASANSejatinya, ilmu kesehatan kerja ialah ilmu yang mendalami masalah hubungan dua arah antara pekerjaan dan kesehatan, dan ilmu ini tidak hanya berbicara mengenai hubungan antara efek lingkungan kerja dengan kesehatan pekerja, namun lebih jauh lagi dibicarakan pula mengenai hubungan antara status kesehatan pekerja dengan kemampuannya untuk melakukan tugas yang harus dikerjakannya. Tujuan utama dari cabang ilmu ini ialah untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan daripada mengobatinya. Penyediaan layanan kesehatan kerja melibatkan disiplin ilmu lain, antara lain dokter, ahli higiene kerja, ahli toksikologi, ahli mikrobiologi, ahli ergonomi, perawat, ahli laboratorium, insinyur keselamatan dan lain sebagainya. Kesemua disiplin ilmu ini bekerja secara tim untuk membantu mengendalikan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh pekerjaan. Tahapan pengendalian bahaya kesehatan dimulai dengan (1) penemuan gangguan kesehatan oleh pekerja/petugas keselamatan/perawat/dokter, dilanjutkan (2) diagnosis klinis penyakit, dan disertai terapi apabila mungkin, tahap ini dikerjakan oleh perawat/dokter, kemudian tahapan berikutnya ialah (3) penemuan penyebab lingkungan, yang biasanya dilaksanakan oleh ahli higiene/perawat/dokter/ahli toksikologi, untuk kemudian diteruskan dengan tahap (4) pemantauan dan pengendalian penyebab oleh ahli higiene/insinyur keselamatan/ahli ergonomi/dan atau dokter, dan untuk tahap terakhirnya adalah (5) pemantauan kesehatan pekerja oleh perawat/dokter/ahli epidemiologi/ahli toksikologi. Di samping kesehatan kerja, dikenal pula istilah kedokteran kerja yang merupakan spesialisasi klinis yang mendalami masalah diagnosis, manajemen dan pencegahan penyakit yang disebabkan atau diperburuk oleh berbagai faktor di tempat kerja. Pada tahun 1978, Royal College of Physicians London mendirikan Fakultas Kedokteran Kerja. Langkah ini tidak hanya memberikan pengakuan resmi untuk dokter kesehatan kerja sebagai spesialis, melainkan juga merupakan kerangkan acuan dalam menyusun bahan pendidikan dan pelatihan spesialis kedokteran kerja. Kedokteran kerja pada hakikatnya ialah bagian dari kedokteran pencegahan, dengan beberapa kemampuan terapi. Tugas utama dokter dalam suatu industri, antara lain: Mengenal lingkungan kerja Menjalankan keterampilan klinis dalam deteksi dini penyakit Menguasai peraturan dan undang-undang yang terkait Melakukan pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan berkala dan pemeriksaan khusus Bertanggung jawab secara administratif atas perawat dan penolong pertama Memberikan pengobatan Memberikan pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan Melakukan rehabilitasi Mengajar dan mengadakan riset Menjadi penasihat pekerja secara perorangan, manajer, serikat buruh dan petugas keselamatan Memelihara dan membaca rekam medis dan catatan lingkungan Melakukan surveilan pada kelompok dengan risiko khusus, seperti pekerja yang menggunakan timah hitam, pekerja dalam udara bertekanan dan pengemudi Menjadi duta untuk instansi di luar perusahaan, seperti pemerintah, universitas dan industri lain.2Penyakit akibat kerja lebih sering ditemukan pada bangsa yang berkembang, dimana lebih terdapat pekerjaan yang berpotensi untuk dipengaruhi oleh hazard, seperti pertambangan dan bentuk tradisional dari agrikultur. Penyakit yang berhubungan dengan kerja umumnya menjadi lebih penting untuk diperhatikan berkaitan dengan sebuah negara yang mengalami industrialisasi dimana industri menjadi lahan kerja yang dominan dan seringkali menyebabkan penyakit akibat kerja yang sifatnya tradisional. Selain semua istilah yang sudah dipaparkan di atas, ada satu lagi istilah yang perlu dipelajari, yaitu higiene kerja. Dalam buku panduan Perhimpunan Higiene Kerja Inggris, istilah higiene kerja didefinisikan sebagai ilmu terapan yang mendalami masalah identifikasi, pengukuran, evaluasi, dan pengendaliannya sesuai dengan standar baku, terhadap risiko faktor fisika, kimia dan biologi yang timbul dan berasal dari tempat kerja yang dapat mempengaruhi kesehatan atau kesejahteraan mereka yang bekerja atau yang ada dalam masyarakat. Untuk mengenal faktor yang mungkin berpengaruh terhadap kesehatan dan kenyamanan seseorang harus dilakukan penelitan proses kerja dalam hal: Jenis bahan yang dipergunakan Produk dan hasil sampingan yang timbul Tempat yang mungkin untuk terjadi pelepasan atau pencemaran bahan berbahaya Sikap tubuh dan pergerakan operator Jam dan lama masa istirahat selama bekerja Jenis alat pelindung diri yang disediakanDerajat besar sedikitnya bahaya dinilai dengan: Mengukur intensitas atau kadar bahan berbahaya Membandingkan hasil pengukuran itu dengan standar yang baku atau data penelitian toksikologi Melakukan pemeriksaan efek fisiologis pada tubuh pekerja dengan pemeriksaan medis seperti analisis darah dan air seni, uji fungsi paru, dan kecepatan hantar saraf Menentukan besarnya bahaya terhadap upaya penanggulangan kondisi lingkungan kerjaOccupational diseases atau penyakit akibat kerja muncul akibat pajanan terhadap faktor fisik, kimia, biologik atau faktor psikososial di tempat kerja. Berikut ini ialah jenis-jenis pajanan di lingkungan kerja dengan efek samping yang dapat ditimbulkan.1,2

Gambar 1. Jenis-jenis hazard dan efek sampingnya1

2.1 AnamnesisAnamnesis yang dilakukan kepada pasien pekerja dengan kecurigaan terhadap intoksikasi solven organik, terutama ditujukan untuk mengetahui terlebih dahulu rute dari agen penyebab (dapat berupa rute oral, dermal, atau terhirup), seberapa banyak jumlah agen yang sudah tertelan/terhirup, dan kapan waktu pekerja tersebut menghirup/menelan agen. Sebagai tambahan, perlu pula dicantumkan pertanyaan mengenai co-ingestants, muntah atau batuk sebelum kedatangan pasien ke dokter dan segala usaha terapi yang sudah dilakukan pasin sebelum akhirnya datang kepada dokter.Secara garis besar, pada pasien pekerja dengan kecurigaan keracunan solven organik seperti karbon tetraklorida dan karbon disulfida, efek terhadap kesehatan dikategorikan menjadi 2, berdasarkan sistem neurologis atau dilihat berdasarkan pajanan yang diterima pasien.Sistem saraf kemudian dibagi menjadi 2, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer dan lebih jauh dibagi lagi secara lebih eksklusif menjadi gejala yang mempengaruhi korteks serebri, ganglia basalis, otak tengah, atau korda spinalis, pembagian ini dapat dilakukan berdasarkan gejala neurologis yang spesifik dan muncul pada pasien.Pajanan dikategorikan berdasarkan durasi dari pajanan (jangka pendek atau jangka panjang; untuk itu perlu diketahui seberapa lama pekerja sudah melakukan pekerjaannya tersebut), intensitas dari pajanan (rendah atau tinggi). Efek yang bersifat akut biasanya disebabkan oleh efek pajanan jangka pendek. Pajanan yang bersifat jangka pendek dengan intensitas yang rendah dapat nampak sebagai kondisi subklinis dan dapat bersifat reversibel atau ireversibel. Pajanan kronik biasanya terjadi sebagai akibat dari pajanan yang berlangsung selama beberapa periode waktu, standar dikatakan kronik bervariasi tergantung beberapa penulis. Pajanan yang terjadi biasanya dalam kadar yang rendah. Dampak pada k