pb ii struktur sosial dan struktur politik

Download Pb ii struktur sosial dan struktur politik

Post on 23-Jan-2018

407 views

Category:

Education

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. STRUKTUR SOSIAL DAN STRUKTUR POLITIK
  2. 2. DISIPLIN INTERDISIPLINER MULTI DISIPLINER CORE CONCEPT CARI PERBEDAAN ANTARA : EVALUATION, ASSESSMENT DAN MEASUREMENT, KEMUDIAN JELASKAN HUBUNGAN ANTARA KETIGANYA.
  3. 3. STRUKTUR SOSIAL
  4. 4. PENGERTIAN STRUKTUR SOSIAL KESELURUHAN JALINAN ANTARA UNSUR2 SOSIAL POKOK, YAITU KAIDAH2 SOSIAL, LEMBAGA2 SOSIAL, KELOMPOK2 SOSIAL SERTA LAPISAN2 SOSIAL (Selo Soemardjan,dkk dlm Ng.Philipus,p.35)
  5. 5. UNSUR2 STRUKTUR SOSIAL NORMA SOSIAL LEMBAGA SOSIAL KELOMPOK SOSIAL STRATIFIKASI SOSIAL/LAPISAN SOSIAL (loc.cit)
  6. 6. KEKUATAN MENGIKAT SUATU NORMA CARA (USAGE) KEBIASAAN (FOLKSWAY) TATA-KELAKUAN (MORES) ADAT ISTIADAT (CUSTOM)
  7. 7. KELOMPOK KELOMPOK SOSIAL
  8. 8. TIPE2 KELOMPOK SOSIAL KATEGORI UTAMA : KESATUAN-KESATUAN WILAYAH: a. Tipe umum : community b. Tipe Khusus : suku, bangsa, daerah, RT
  9. 9. KATEGORI UTAMA : KESATUAN2 ATAS DASAR KEPENTINGAN YANG SAMA DENGAN ORGANISASI YANG TETAP: a. Tipe Umum : primary group b. Tipe Khusus: keluarga, kelompok permainan, clique, club c. Tipe umum : asosiasi yang besar d. Tipe khusus: negara, gereja, organisasi buruh, perkumpulan ekonomi
  10. 10. a. Tipe umum : kelas b. Tipe khusus: kasta, elite, kelas atas dasar persaingan, kerjasama
  11. 11. a. Tipe umum: kelompok etnhnis dan ras b. Tipe khusus : kelompok atas dasar perbedaan warna kulit, kelompok-kelompok imigran
  12. 12. a. Tipe umum : kerumunan b. Tipe khusus : kerumunan dengan kepentingan yang sama dan dengan kepentingan umum
  13. 13. SOCIAL STRATIFICATION
  14. 14. PENGERTIAN PITIRIM A. SOROKIN (SOERJONO SOEKANTO, 220) : social stratification adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat-tingkat.
  15. 15. STRATIFIKASI SOSIAL DALAM SEMUA MASYARAKAT (SEDERHANA MAUPUN KOMPLEKS) TERDAPAT PERBEDAAN KEDUDUKAN DAN DERAJAT (STATUS) KOMPLEKSITAS PERBEDAAN TERGANTUNG KOMPLEKSITAS MASYARAKAT PERBEDAAN STATUS INDIVIDU DALAM MASYARAKAT INILAH YANG MENJADI DASAR TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL
  16. 16. PEMBEDAAN PELAPISAN SOSIAL 1. PELAPISAN SOSIAL TAK RESMI :( kaum atasan, kaum terpelajar, golongan menengah, orang miskin, orang kampung,dsb). 2. PELAPISAN SOSIAL RESMI (ESTATE): (commoner, nobility Inggris, ate, tog, usif Timor Barat, dsb).
  17. 17. SIFAT SISTEM PELAPISAN SOSIAL CLOSED SOCIAL STRATIFICATION OPEN SOCIAL STRATIFICATION
  18. 18. SOCIAL INSTITUTION
  19. 19. ISTILAH BANGUNAN SOSIAL (SOZIALE GEBILDE/ JERMAN) PRANATA SOSIAL LEMBAGA KEMASYARAKATAN
  20. 20. DEFINISI 1. Himpunan dari pada norma2 dalam segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat (SOERJONO SOEKANTO, 192) 2. Tata cara atau prosedur yang diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang berkelompok dalam suatu kelompok kemasyarakatan (asosiasi)( ROBERT MAC IVER, CHARLES H. PAGE, IBID 193
  21. 21. CONTOH LK 1. KEKERABATAN : keluarga batih, perkawinan, pelamaran, perceraian 2. MATA PENCAHARIAN : pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, industri 3. PENDIDIKAN : pesantren, sekolah, perguruan tinggi 4. JASMANIAH : pemeliharaan kecantikan, pemeliharaan kesehatan, olah raga, kedokteran
  22. 22. CIRI UMUM LK 1. Suatu organisasi dari pada pola2 pemikiran dan pola2 perikelakuan yang terwujud melalui aktivitas2 kemasyarakatan 2. Adanya tingkat kekekalan yang terbentuk dalam rentang waktu relatif lama 3. Mempunyai tujuan tertentu
  23. 23. 4. Mempunyai alat perlengkapan untuk mencapai tujuan 5. Memiliki lambang-lambang 6. Mempunyai tradisi baik tertulis maupun tidak tertulis
  24. 24. TIPE2 LK 1. BERDASARKAN PERKEMBANGANNYA a. Tumbuh secara tak disengaja, tumbuh dari adat-istiadat masyarakat, sangat primer : hak milik, perkawinan, agama (crescive institutions) b. Sengaja dibentuk untuk tujuan tertentu : pendidikan (enacted institutions)
  25. 25. 2. DARI SUDUT SISTIM NILAI YANG DITERIMA MASYARAKAT: a. Basic institutions b. Subsidiary institutions
  26. 26. 3. DARI SUDUT PENERIMAAN MASYARAKAT: a. Approved atau social sanctioned-institutions seperti; sekolah, perusahaan dagang b. Unsanctioned institutions, seperti mafia, premanisme
  27. 27. 4. BERDASARKAN FAKTOR PENYEBARANNYA: a. General institutions, misalnya agama b. Restricted institutions, misalnya Islam, Kristen, Budha, dsb.
  28. 28. 5. BERDASARKAN FUNGSINYA: a. Operative institutions, cth lembaga industrialisasi b. Regulative institutions, seperti pengadilan, kejaksaan, dsb.
  29. 29. STRUKTUR POLITIK
  30. 30. SISTEM POLITIK KONSEPTUALISASI: Berbagai macam aktivitas dan proses dari struktur dan fungsi politik yang bekerjasama dalam satu kesatuan GABRIEL ALMOND: Ciri sistim politik: 1. Semua sistim politik memiliki struktur politik 2. Menjalankan fungsi politik yang sama meski kadarnya berbeda 3. Semua struktur politik menjalankan banyak fungsi 4. Semua sistim politik adalah sistim campuran
  31. 31. PENGERTIAN STRUKTUR POLITIK BANGUNAN POLITIK YANG TERDIRI ATAS SUPRA STRUKTUR POLITIK DAN INFRA STRUKTUR POLITIK
  32. 32. SUPRA STRUKTUR POLITIK SUPRA STR = THE RULER = PENGUASA: 1.EKSEKUTIF 2.LEGISLATIF 3.YUDIKATIF 4.?
  33. 33. INFRA STRUKTUR POLITIK PARTAI POLITIK/ORGANISASI POLITIK ORMAS PERS INTEREST GROUP PREASSURE GROUP ASOSIASI-ASOSIASI NON GOVERNMENT ORGANIZATION INFORMAL LEADER
  34. 34. FUNGSI POLITIK ALMOND: 1. FUNGSI INPUT (dilakukan Infrastruktur) Sosialisasi dan rekruitmen politik Agregasi kepentingan Artikulasi kepentingan Komunikasi politik 2. FUNGSI OUTPUT( oleh Suprastruktur) Rule making Rule aplication Rule adjudication
  35. 35. PROSES POLITIK INPUT SUPRASTRUKUTR OUTPUT FEEDBACK DISTRIBUTION OF VALUE INFRASTRUKTUR
  36. 36. STRATIFIKASI POLITIK STRATIFIKASI POLITIK MUNCUL KARENA KETIDAKSAMAAN KEKUASAAN YANG DIPUNYAI OLEH MANUSIA FAKTOR KETIDAKSAMAAN: 1. Minat pada politik 2. Pengetahuan dan pengalaman politik 3. Kecakapan dan sumber daya politik 4. Partisipasi politik 5. Kedudukan politik 6. Kekuasaan politik
  37. 37. Stratifikasi politik (Robert D.Putnam) Kelompok pembuat keputusan Kaum berpengaruh Aktivis Publik peminat politik Kaum pemilih Non partisan