pasir besi di .bab 4 analisis laboratorium conto pasir besi ... pengolahan data serta laporan...

Download PASIR BESI DI .Bab 4 Analisis Laboratorium Conto Pasir Besi ... pengolahan data serta laporan kegiatan

Post on 02-Mar-2019

255 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PASIR BESI DI INDONESIA G eol og i , E kspl or as i d an P eman f aat an n ya | 1

PASIR BESI DI INDONESIA Geologi , Eksplorasi dan Pemanfaatannya

TIM PENYUSUN

Prima Muharam Hilman Sabtanto Joko Suprapto Dwi Nugroho Sunuhadi

Armin Tampubolon Rina Wahyuningsih Denni Widhyatna

Bambang Pardiarto Rudy Gunradi

Franklin

Koswara Yudawinata Deddy T Sutisna Dedeh Dinarsih

Sukaesih Euis Tintin Yuningsih

Candra

Penny Oktaviani Retno Rahmawati Raden Maria Ulfa

Indra Sukmayana Irfan Ostman

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

BADAN GEOLOGI PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

2014

PASIR BESI DI INDONESIA G eol og i , E kspl or as i d an P eman f aat an n ya | 2

PASIR BESI DI INDONESIA Geologi , Eksplorasi dan Pemanfaatannya

Penasihat

Kepala Badan Geologi

Pengarah Kepala Pusat Sumber Daya Geologi

Penanggungjawab

Prima Muharam Hilman

Editor

Sabtanto Joko Suprapto Dwi Nugroho Sunuhadi

Redaktur

Rina Wahyuningsih

Denni Widhiyatna

Desain Grafis Candra

Rizki Novri Wibowo

Sekretariat

Ella Dewi Laraswati Penny Oktaviani

Diterbitkan oleh:

Pusat Sumber Daya Geologi Badan Geologi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Jalan Soekarno Hatta No. 444 Bandung 40254

Telp. (022) 5226270, 5205572, Fax. (022) 5206263

website : www.esdm.go.id, http://psdg.bgl.esdm.go.id email : psdg@bgl.esdm.go.id

ISBN:9786022928060

PASIR BESI DI INDONESIA G eol og i , E kspl or as i d an P eman f aat an n ya | 3

KATA PENGANTAR

Atlas Geokimia Daerah Kalimantan Bagian Timur Laut merupakan seri kelima Atlas Gokimia Regional Sistematik Indonesia, setelah seri: Kesatu (Sumatera Bagian Utara), Kedua (Sumatera Bagian Selatan), Ketiga (Sulawesi 2 ke selatan) dan Keempat (Sulawesi 2 ke utara).

Penyelidikan geokimia sedimen sungai di daerah Kalimantan Bagian Timur Laut merupakan Proyek CTA39, yaitu proyek kerjasama Pemerintah Republik Indonesia (Direktorat Sumberdaya Mineral) dengan Pemerintah Republik Perancis (BRGM - Bureau de Recherches Geologiques et Miniers), sebagai kelanjutan dari program penyelidikan geotektonik dan potensi mineral di wilayah Kepulauan Sunda Kecil (sebelah timur Bali).

Publikasi hasil penyelidikan ini untuk menyajikan data bagi berbagai pihak yang berkepentingan. Potensi daerah penyelidikan yang secara keseluruhan merupakan daerah terpencil dapat lebih terungkap. Sehingga dapat menjadi pemicu berkembangnya pembangunan di daerah penyelidikan.

Dengan telah tersusunnya atlas ini, diucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu, terutama seluruh personil yang terlibat pada pengambilan sampel geokimia dan penyelidikan lapangan.

Bandung, Agustus 2014 Penyusun

PASIR BESI DI INDONESIA G eol og i , E kspl or as i d an P eman f aat an n ya | 4

DAFTAR ISI

Hal

KATA PENGANTAR Iii

DAFTAR ISI Iv

Bab 1 Pendahuluan 1

Bab 2 Geologi 2

Bab 3 Eksplorasi Pasir besi 5

Bab 4 Analisis Laboratorium Conto Pasir Besi 24

Bab 5 Penambangan Pasir besi 35

Bab 6 Pengolahan Pasir Besi 42

Bab 7 Konservasi Pasir besi 50

Bab 8 Kegunaan, Peluang, dan Kendala Pemanfaatan 53

Bab 9 Kegiatan Inventarisasi oleh Pusat Sumber Daya Geologi 61

Bab 10 Potensi Pasir Besi di Indonesia 63

Peristilahan 125

Daftar Pustaka 131

1. PENDAHULUAN

Pasir besi adalah endapan pasir yang mengandung partikel besi

(magnetit), yang terdapat di sepanjang pantai, terbentuk karena proses

penghancuran oleh cuaca, air permukaan dan gelombang terhadap batuan

asal yang mengandung mineral besi seperti magnetit, ilmenit, oksida besi,

kemudian terakumulasi serta tercuci oleh gelombang air laut. Pasir besi ini

biasanya berwarna abu-abu gelap atau kehitaman. Secara umum pasir

besi terdiri dari mineral opak yang bercampur dengan butiran-butiran

PASIR BESI DI INDONESIA G eol og i , E kspl or as i d an P eman f aat an n ya | 5

mineral seperti kuarsa, kalsit, felspar, amfibol, piroksen, biotit, dan turmalin.

Pasir besi terdiri dari magnetit, titaniferous magnetit, ilmenit, limonit, dan

hematit. Pasir besi terutama berasal dari batuan basaltik dan andesitik

volkanik (www.tekmira.esdm.go.id). Pasir besi secara umum, banyak

dipakai dalam industri diantaranya sebagai bahan baku pabrik baja dan

bahan magnet dengan mengambil bijih besinya, pabrik keramik dan bahan

refractory dengan mengambil silikatnya (Austin, 1985).

Pasir besi umumnya merupakan pasir besi pantai yang banyak

tersebar antara lain di sepanjang pantai barat Sumatera, pantai selatan

Jawa dan Bali, pantai-pantai Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan

pantai utara Papua. Beberapa lokasi telah dilakukan eksplorasi, bahkan

eksploitasi, namun sebagian besar lagi belum dilakukan eksplorasi atau

kalaupun sudah dieksploitasi tidak dilakukan melalui tahapan eksplorasi

yang benar.

Selandia Baru adalah salah satu negara di dunia yang membuat

baja dari pasir besi. Dibandingkan dengan bijih besi import, pasir

titanomagnetit Selandia Baru menyediakan bahan baku yang relatif

berkualitas tinggi, mengandung 58-60% besi dari konsentrasi beratnya.

Magnetit adalah oksida besi dengan komposisi Fe3O4. Titanomagnetit

Selandia Baru juga mengandung sedikit titanium, mangan, vanadium, dan

elemen lain. Begitu juga dengan Cina yang sudah sejak lama

menggunakan pasir besi sebagai bahan baku pembuatan besi baja.

PASIR BESI DI INDONESIA G eol og i , E kspl or as i d an P eman f aat an n ya | 6

2. GEOLOGI

2.1 Genesa

Pasir Besi adalah partikel yang mengandung besi (magnetit),

terdapat di sepanjang pantai, terbentuk karena proses penghancuran

batuan asal oleh cuaca, dan air permukaan, yang kemudian tertransportasi

dan diendapkan di sepanjang pantai. Gelombang laut dengan energi

tertentu memilah dan mengakumulasi endapan tersebut menjadi pasir besi

yang memiliki nilai ekonomis.

Mineral ringan dan mineral berat yang mengandung besi diendapkan

dalam bentuk gumuk gumuk pasir sepanjang dataran pantai, antara lain

di sepanjang pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa dan Bali, pantai-

pantai Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan pantai utara Papua.

Endapan ini mengandung mineral utama, seperti magnetit

(Fe3O4/FeO.Fe2O3) hematit (Fe2O3) dan ilmenit (FeTiO3/FeO.TiO2) serta

mineral ikutan pirhotit (FenSn), pirit (FeS2), markasit (FeS2), kalkopirit

(CuFeS2), kromit (FeO,Cr2O3), almandit [Fe3Al2(SiO4)3], andradit

[Ca3Fe2(SiO4)3], SiO2 bebas, serta unsur jejak (trace element) lainnya,

antara lain : Mn, Mg, Zn, Na, K, Ni, Cu, Pb, As, Sb, W, Sn, V, (Wilfred W.,

1939).

Pembentukan endapan pasir besi ditentukan oleh beberapa faktor

antara lain batuan asal, proses perombakan, media transportasi, proses

serta tempat pengendapannya. Sumber mineral endapan pasir besi pantai

sebagian besar berasal dari batuan gunungapi bersifat andesitbasal.

Proses perombakan terjadi akibat dari pelapukan batuan karena proses

alam akibat panas dan hujan yang membuat butiran mineral terlepas dari

batuan.

Media transportasi endapan pasir besi pantai antara lain: aliran

sungai, gelombang, dan arus laut. Proses transportasi membawa material

lapukan dari batuan asal, menyebabkan mineral-mineral terangkut hingga

ke muara, kemudian gelombang dan arus laut mencuci dan memisahkan

mineral-mineral tersebut berdasarkan perbedaan berat jenisnya.

Di daerah pantai mineral-mineral diendapkan kembali oleh

gelombang air laut yang menghempas ke pantai, akibat hempasan tersebut

sebagian besar mineral yang mempunyai berat jenis yang besar akan

terendapkan di pantai, sedang mineral yang berat jenisnya lebih ringan

akan kembali terbawa oleh arus balik kembali ke laut, demikian terjadi

PASIR BESI DI INDONESIA G eol og i , E kspl or as i d an P eman f aat an n ya | 7

secara terus menerus hingga terjadi endapan pasir besi di pantai (Gambar

2.1).

Tempat pengendapan pasir besi umumnya terjadi pada pantai yang

landai, sedangkan pada pantai yang curam sulit terjadi proses

pengendapan.

Gambar 2.1 Proses pembentukan pasir besi

PASIR BESI DI INDONESIA G eol og i , E kspl or as i d an P eman f aat an n ya | 8

2.2 Sifat Fisik Pasir Besi

Pasir besi mengandung mineral besi utama yaitu titanomagnetit

dengan sedikit magnetit dan hematit yang disertai dengan mineral pengotor

seperti kuarsa, piroksen, biotit, dan lain-lain. Pengotor lainnya yang biasa

terdapat dalam pasir besi yaitu fosfor dan sulfur.

Pasir besi berwana abu-abu hingga kehitaman, berbutir sangat

halus dengan ukuran antara 75 150 mikron, densitas 2-5 gr/cm3, bobot isi

(Specific Gravity, SG) 2,99-4.23 g/cm3, dan derajat kemagnitan (MD) 6,40

- 27,16%.

PASIR BESI DI INDONESIA G eol og i , E kspl or as i d an P eman f aat an n ya | 9

3. EKSPLORASI PASIR BESI

Eksplorasi pasir besi meliputi urutan kegiata