paper komunikasi verbal

Click here to load reader

Post on 21-Jan-2016

125 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

komunikasi verbal 2

TRANSCRIPT

PAPER DASAR-DASAR KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT VETERINERKOMUNIKASI VERBAL

KELOMPOK 3OLEH

LABORATORIUM FISIOLOGI VETERINERFAKULTAS KEDOKTERAN HEWANUNIVERSITAS UDAYANA2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan. Karena berkat limpahan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Paper Komunikasi Verbal ini dengan baik.Penyusunan Paper ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar-Dasar Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Veteriner . Dalam Paper ini menjelaskan mengenai komunikasi verbal serta kemampuan berbahasa beserta fungsinya. Materi yang disajikan cukup terperinci agar mudah dipahami oleh pembaca. Paper ini dapat terselesaikan karena bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Nyoman Sadra Dharmawan, MS. selaku dosen mata kuliah Dasar-Dasar Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Veteriner yang telah membimbing dalam penyusunan paper ini. Tak lupa juga kepada teman - teman yang telah memberi dorongan dan masukan demi terselesainya paper ini.Kami telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan Paper ini untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Namun kami menyadari bahwa Paper ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan Paper selanjutnya. Semoga Paper ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Denpasar, 30 April 2013Hormat Kami

Penulis

iii

DAFTAR ISI

COVERiKATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiiiBAB I PENDAHULUAN11.1.Latar Belakang11.2.Rumusan Masalah21.3.Tujuan21.4.Manfaat3BAB II PEMBAHASAN42.1.Komunikasi Verbal42.2.Listening9BAB III PENUTUP15DAFTAR PUSTAKA16

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Komunikasi verbal merupakan suatu komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan lisan (oral) atau dengan tulisan (written). Dalam hal ini bahasa juga bisa dikatakan sebagai pesan verbal. Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat simbol, dengan aturan simbol-simbol tersebut dapat digunakan dan dipahami suatu komunitas. Dengan kata lain komunikasi verbal ini merupakan proses penyampaian pesan baik secara lisan maupun tulisan dengan menggunakan kata-kata.Komunikasi verbal terdiri dari tiga aspek yaitu kemapuan bertanya, fungsi bertanya, dan jenis pertanyaan. Seorang mahasiswa harus menguasai keempat aspek tersebut agar memiliki keterampilan dalam berkomunikasi. Dengan demikian, pembelajaran keterampilan berkomunikasi tidak hanya menekankan pada teori saja, tetapi mahasiswa dituntut untuk mampu menggunakan bahasa sebagaimana fungsinya, yaitu sebagai alat untuk berkomunikasi. Salah satu aspek berbahasa yang harus dikuasai oleh mahasiswa adalah berbicara, sebab keterampilan berbicara menunjang keterampilan lainnya (Tarigan, 1986:86). Keterampilan ini bukanlah suatu jenis keterampilan yang dapat diwariskan secara turun temurun walaupun pada dasarnya secara alamiah setiap manusia dapat berbicara. Namun, keterampilan berbicara secara formal memerlukan latihan dan pengarahan yang intensif. Stewart dan Kennert Zimmer (Haryadi dan Zamzani, 1997:56) memandang kebutuhan akan komunikasi yang efektif dianggap sebagai suatu yang esensial untuk mencapai keberhasilan setiap individu maupun kelompok. Mahasiswa yang mempunyai keterampilan berbicara yang baik, pembicaraannya akan lebih mudah dipahami oleh penyimaknya. Berbicara menunjang keterampilan membaca dan menulis. Menulis dan berbicara mempunyai kesamaan yaitu sebagai kegiatan produksi bahasa dan bersifat menyampaikan informasi. Kemampuan siswa dalam berbicara juga akan bermanfaat dalam kegiatan menyimak dan memahami bacaan. Akan tetapi, masalah yang terjadi di lapangan adalah tidak semua mahasiswa mempunyai kemampuan berbicara yang baik. Oleh sebab itu, pembinaan keterampilan berbicara harus dilakukan sedini mungkin. Pentingnya keterampilan berbicara atau bercerita dalam komunikasi juga diungkapkan oleh Supriyadi (2005:178) bahwa apabila seseorang memiliki keterampilan berbicara yang baik, dia akan memperoleh keuntungan sosial maupun profesional. Keuntungan sosial berkaitan dengan kegiatan interaksi sosial antarindividu. Sedangkan, keuntungan profesional diperoleh sewaktu menggunakan bahasa untuk membuat pertanyaa-pertanyaan, menyampaikan fakta-fakta dan pengetahuan, menjelaskan dan mendeskripsikan. Keterampilan berbahasa lisan tersebut memudahkan mahasiswa berkomunikasi dan mengungkapkan ide atau gagasan kepada orang lain.

1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang muncul sebagai berikut:1. Bagaimana pengertian dari komunikasi verbal?2. Seberapa penting kemapuan bertanya dalam komunikasi verbal khususnya bagi seorang mahasiswa?3. Seberapa penting sebuah pertanyaan bagi seorang mahasiswa kedokteran hewan?4. Apa saja jenis-jenis pertanyaan?

1.3. TujuanAdapun tujuan dari penulisan paper ini adalah sebagai berikut:1. Untuk mengetahui pengertian dari komunikasi verbal2. Untuk memahami pentingnya kemampuan bertanya dalam komunikasi verbal bagi mahasiswa khususnya3. Untuk memahami pentingnya sebuah pertanyaan bagi mahasiswa kedokteran hewan4. Untuk mengetahui jenis-jenis pertanyaan

1.4. ManfaatAdapun manfaat dari penulisan paper ini adalah sebagai berikut:1. Melalui paper ini diharapkan kalangan mahasiswa Universitas Udayana, khususnya Kedokteran Hewan memiliki wawasan lebih mengetahui tentang komunikasi verbal.2. Hasil tugas ini dapat menjadi arsip yang dapat membantu untuk mengerjakan tugas yang berhubungan dengan komunikasi khususnya mengenai komunikasi verbal

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Komunikasi VerbalA. Pengertian Komunikasi VerbalDalam kamus besar bahasa Indonesia, kata verbal diartikan sebagai lisan. Maksudnya, komunikasi dilakukan antara pembicara dan pendengar hanya menggunakan lisan saja.Dalam ilmu komunikasi, istilah komunikasi verbal memiliki arti yang agak berbeda. Komunikasi verbal disini diartikan sebagai proses penyampaian informasi berupa lisan dan tulisan. Hal ini sependapat dengan Drs. PC Bambang Herimanto, MM bahwa: Komunikasi verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang biasa digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada pihak lain melalui tulisan dan maupun lisan.Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi verbal merupakan proses penyampaian pesan baik secara lisan maupun tulisan dengan menggunakan kata-kata.

B. Kemampuan BertanyaBertanya dan menjawab pertanyaan merupakan kegiatan yang telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Mengajukan pertanyaan merupakan keterampilan dasar untuk semua profesional kesehatan (Balzer-Riley, 2000). Khususnya bagi kedokteran hewan, kemampuan bertanya tentunya sangat penting untuk mempermudah diagnosa penyakit. Semakin efektif Anda mengajukan pertanyaan, semakin banyak waktu Anda akan menghemat (Balzer-Riley, 2000).Keterampilan bertanya dapat ditingkatkan dengan menjadi sadar akan jenis pertanyaan yang bisa diajukan. Selain itu, dengan menggunakan berbagai gaya bertanya kita dapat memperoleh berbagai jenis informasi dan meningkatkan pengertian bersama dalam komunikasi. Alasan utama untuk mengajukan pertanyaan adalah untuk memperoleh data penting yang akan membantu dalam memberikan perawatan yang berkualitas untuk klien (Balzer-Riley, 2000). Salah satu cara untuk mencapai perawatan yang berkualitas adalah untuk memberikan yang sama kesempatan kepada klien untuk bertanya, mendapatkan jawaban pertanyaan, serta menjawab pertanyaan kita. Hal ini akan memungkinkan profesional untuk mengklarifikasi masalah serta menjelajahi dan mengetahui pilihan pengobatan (Geist-Martin dkk. 2003). Penting untuk mempertimbangkan bahwa hubungan profesional dapat memiliki ketidakseimbangan kekuasaan dan orang mengajukan pertanyaan dapat menandai diferensial Status antara profesional dan klien (Hargie, 2007).

C. Fungsi BertanyaSebuah pertanyaan didefinisikan sebagai 'pernyataan atau non-verbal tindakan yang mengundang jawaban' (Hargie, 2007). Fungsi penting dari pertanyaan adalah untuk memperoleh verbal (atau, jika tidak mungkin, non-verbal) respon dari dana orang lain. Pertanyaan dapat digunakan untuk membuka percakapan atau untuk memulai interaksi sosial (Kagan & Evans, 2001). Fungsi lain dari pertanyaan termasuk menyampaikan bunga, memperoleh informasi, identifikasi masalah, mencari klarifikasi dan memastikan tingkat pengetahuan dan pemahaman klien (Hargie, 2007; Kagan & Evans, 2001). Jenis pertanyaan yang diajukan akan mempengaruhi sejauh mana berbagai fungsi dipenuhi (Hargie, 2007; Kagan & Evans, 2001). Pertanyaan juga merupakan bagian dari mendengarkan yang digunakan untuk mendorong klien untuk melanjutkan atau menguraikan topik (Kagan & Evans, 2001).

D. Jenis-Jenis PertanyaanAda sejumlah cara yang berbeda untuk mengklasifikasikan jenis pertanyaan. Kategori-kategori utama adalah baik pertanyaan terbuka atau tertutup dan sisanya adalah subkelompok ini. Daftar ini merupakan beberapa klasifikasi umum:a. Pertanyaan tertutupb. Pertanyaan terbukac. Pertanyaan reflektifd. Pertanyaan-pertanyaan menyelidike. Pertanyaan yang difokuskanf. Memimpin pertanyaanSebuah pertanyaan tertutup digunakan ketika hanya ada satu jawaban seperti 'ya' atau 'tidak'. Jenis ini pertanyaan membatasi penjelasan tetapi dapat memperoleh informasi yang penting dan ringkas. Oleh karena itu, metode ini berguna dalam memunculkan fakta (Kagan & Evans, 2001). Pertanyaan tertutup memudahkan untuk pewawancara (kuesioner) untuk mengontrol pembicaraan, tapi sebaliknya, dapat membuat klien merasa terancam karena keterbatasan dan pembatasan yang diberlakukan (Hargie, 2007). Kebanyakan ditutup pertanyaan akan mulai dengan kata-kata seperti 'melakukan', 'adalah', dan 'kehendak'.Contoh: 'Apakah tablet bekerja OK?'Jawaban: 'Ya'Sebaliknya, pertanyaan terbuka bertujuan untuk mendapatkan klien untuk menceritakan sebuah cerita. Mereka mengundang klien untuk menguraikan masalah yang sebenarnya (Balzer-Riley, 2000). Ide membuka inter