nuhfil hanani ar

Download Nuhfil Hanani AR

Post on 23-Feb-2016

139 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Aku sehat karena panganku cukup, beragam, bergizi seimbang, aman, dan halal. OPTIMALISASI DAN EFEKTIFITAS DEWAN KETAHANAN PANGAN (DKP) KABUPATEN/KOTA D ALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN. Nuhfil Hanani AR. DEWAN KETAHANAN PANGAN 2009. DAFTAR ISI. Lingkup Ketahanan Pangan - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

TELAAH EKSISTENSI, EFEKTIVITAS DAN PENINGKATAN PERAN DEWAN DAN BADAN KETAHANAN PANGAN

OPTIMALISASI DAN EFEKTIFITAS DEWAN KETAHANAN PANGAN (DKP) KABUPATEN/KOTA DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGANNuhfil Hanani AR

Aku sehat karena panganku cukup, beragam, bergizi seimbang, aman, dan halalDEWAN KETAHANAN PANGAN2009DAFTAR ISI

Lingkup Ketahanan PanganIndikator Ketahanan PanganTugas Dewan Ketahahan PanganBidang Yang Ditangani DKPOrganisasi DKPMekanisme Kerja DKP DaerahKoordinasi PelaksanaanPenganggaranContoh Output DKPAspek Legal UraianKetersediaan pangan (pasal 2 PP 68 2002)Mengembangkan sistem produksi pangan yang bertumpu pada sumberdaya, kelembagaan dan budaya lokalMengembangkan efisiensi sistem usaha panganMengembangkan teknologi produksi panganMengembangkan sarana dan prasarana produksi panganMempertahankan dan mengembangkan lahan produktifDistribusi pangan (pasal 4 PP 68 2002)Mengembangkan sistem distribusi pangan yang menjangkau seluruh wilayah secara efisien;Mengelola sistem distribusi pangan yang dapat mempertahankan keamanan, mutu dan gizi pangan;Menjamin keamanan distribusi pangan.Cadangan pangan (pasal 5 PP 68 2002)Menginventarisasi cadangan pangan;Melakukan prakiraan kekurangan pangan dan/atau keadaan darurat;Menyelenggarakan pengadaan, pengelolaan dan penyaluran cadangan pangan.Diversifikasi Pangan (pasal 9 PP 68 2002)Meningkatkan keanekaragaman pangan;Mengembangkan teknologi pengolahan dan produk pangan;Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi aneka ragam pangan dengan prinsip gizi seimbang.Pencegahan pangan (pasal 10 PP 68 2002)Memantau, menganalisis, dan mengevaluasi ketersediaan pangan;Memantau, menganalisis dan mengevaluasi faktor yang mempengaruhi ketersediaan pangan;Merencanakan dan melaksanakan program pencegahan masalah panganLingkup Ketahanan Pangan (PP No. 68 tahun 2002 )Aspek Legal UraianPenanggulangan pangan (pasal 11 PP 68 2002)

Penanggulangan pangan melalui pengeluaran pangan apabila terjadi kelebihan pangan;Penanggulangan pangan melalui peningkatan produksi dan/atau pemasukan pangan apabila terjadi kekurangan pangan;Penanggulangan pangan melalui penyaluran pangan secara khusus apabila terjadi ketidak-mampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan;Penanggulangan pangan melalui melaksanakan bantuan pangan kepada penduduk miskin.Pengendalian harga (pasal 12 PP 68 2002)Pengendalian harga melalui pengelolaan dan pemeliharaan cadangan pangan pemerintah;Pengendalian harga melalui pengaturan dan pengelolaan pasokan pangan;Pengendalian harga melalui penetapan kebijakan pajak dan/atau tarif;Pengendalian harga melalui pengaturan kelancaran distribusi pangan.Meningkatkan peran masyarakat (pasal 13 PP 68 2002)Memberikan informasi dan pendidikan yang berkaitan dengan penyelenggaraan ketahanan pangan;Membantu kelancaran penyelenggaraan ketahanan pangan;Meningkatkan motivasi masyarakat dalam penyelenggaraan ketahanan pangan;Meningkatkan kemandirian rumah tangga dalam mewujudkan ketahanan pangan.Pengembangan SDM (pasal 15 PP 68 2002)Pendidikan dan pelatihan dibidang pangan;Penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang pangan;Penyuluhan pangan.LANJUTAN ARAH PENGEMBANGAN KETAHANAN PANGAN KE DEPANKemandirian Pangan : penurunan impor, peningkatan cadangan pangan, stabilisasi hargaKecukupan energi : kecukupan energi termasuk protein dan penurunan masy awan panganMutu Pangan: peningkatan mutu dan gizi mayarakat termasuk gizi mikro dan keamanan panganBisnis Pangan: pengembangan agroindusti pangan dan pangan lokal Kemandirian panganKemandirian panganKemandirian panganWaktuOrientasiKecukupuan energi Bisnis panganOrientasi kecukupan energi Orientasi kualitas panganOrientasi bisnis panganKecukupuan energi Bisnis panganKecukupuan energi Bisnis panganMutu PanganMutu PanganMutu panganKita masih disiniBidang Indikator UtcomeStandar IdealKetersediaan dan cadangan pangan pemerintah Kemandirian pangan Rasio impor terhadap kebutuhan maksimum 10 persenPeningkatan Ketersediaan energi perkapitaKetersediaan energi perkapita minimal 2.200 Kilokalori/hari Peningkatan Ketersediaan protein perkapita Ketersediaan protein perkapita minimal 57 gram/hari Peningkatan Jumlah cadangan pangan Jumlah cadangan pangan minimal 20 persen dari kebutuhan Berkembangnya Lembaga cadangan pangan pemerintah Provinsi dan kab/kota Adanya lembaga Cadangan Pangan pemerintah pada setiap Provinsi dan kab/kotaPenguatan dan berkembangnya Lembaga cadangan pemerintah desaAdanya Lembaga cadangan pemerintah desa minimal 1 setiap kecamatan Penguatan dan berkembangnya Lembaga cadangan masyarakat Berkembangannya cadangan pangan masyarakat berbentuk lumbung pangan minimal 1 setiap kecamatanINDIKATOR KETAHANAN PANGANBidang Indikator UtcomeStandar IdealDistribusi dan akses pangan Rendahnya perbedaan harga antar waktu Stabilitas harga pangan dengan perbedaan maksimum 10-25 persen anara waktu normal dan tidak normalKemandirian Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM)Jumlah LDPM mandiri pada setiap Gapoktan Ketersediaan sistem informasi harga panganAdanya sistim informasi harga pangan harian Keragaman dan Keamanan pangan Kecukupan Energi per kapita/hariAngka Kecukupan Energi Minimal 2.000 kkal/hari kecukupan Protein per kapita/hariAngka Kecukupan Energi Minimal 52 gram/hari Kecukupan Gizi mikroKecukupan gizi mikroKosumsi pangan hewani18 kg/kapita/tahunKonsumsi beras70 kg/kap/thnPeningkatan Skor Pola Pangan Harapan Pola Pangan Harapan dengan Skore PPH 100Penurunan Kasus keracunan pangan Jumlah kasus pelanggaran produk pangan 0 persenlanjutanBidang Indikator UtcomeStandar IdealPenanganan kerawanan panganPenurunan balita gizi kurang dan buruk burukPersen balita gizi kurang dan buruk buruk 0 persenPenurunan tingkat kerawanan masyarakatPersen kelaparan < 5 persenSistem Informasi Kerawanan Pangan dan GiziSKPG berkembang sampai tingkat desaKelembagaan ketahanan pangan pedesaanPenguatan kelembagaan ketahanan pangan pedesaanBerkembangnya kelembagaan ketahanan pangan tingkat desa ( Tim Pangan Kec/desa, posyandu, PKK, dll)Bisnis panganPengembangan bisnis panganBerkembangnya bisnis pangan melalui pengembangan agroindustri pangan yang dapat akses pada pasar modernlanjutanMeningkatkan produksi pangan domestik untuk mempertahankan ketersediaan energi perkapita minimal 2.200 Kilokalori/hari, dan penyediaan protein perkapita minimal 57 gram/hariMeningkatkan cadangan pangan minimal 20 persen dari kebutuhan melalui penyediaan cadangan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemerintah desa, serta cadangan pangan masyarakat untuk penyangga pangan nasional, penanganan kondisi darurat, peningkatan akses pangan masyarakat miskin dan rawan pangan, maupun untuk mengantisipasi gocangan yang berasal dari internasional Menstabilnya harga komoditas pangan strategis yang ditandai rendahnya perbedaan harga antara musim panen dan non panen dengan perbedaan maksimum 10 persen Mengembangkan sistem distribusi pangan berbasiskan kelembagaan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan mengembangkan informasi harga yang dapat diakses sampai pada level pedesaanMenurunkan angka kelaparan minimal 1 persen per tahun khususnya prevalensi penduduk sangat rawan pangan (defisit konsumsi energy tingkat berat) sampai tercapainya kondisi kelaparan maksimal 5 persen SASARANMeningkatkan keragaman konsumsi pangan perkapita untuk mencapai gizi seimbang dengan kecukupan energi minimal 2.000 kkal/hari dan protein sebesar 52 gram/hari dan cukup zat gizi mikro, menurunkan konsumsi beras sampai 70 kg kapita/tahun serta meningkatkan keragaman konsumsi pangan dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH) mendekati 100 Meningkatkan keamanan, mutu dan higiene pangan yang dikonsumsi masyarakat dengan menekan pelanggaran terhadap ketentuan keamanan pangan sampai 5 persen Meningkatkan status gizi masyarakat dengan menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk turun minimal 1% per tahun sampai tercapainya kondisi gizi kurang dan buruk maksimal 2.5% Memberdayakan kemandirian ketahanan pangan rumah tangga melalui pengembangkan kelembagaan ketahanan pangan dan gizi di pedesaan, khususnya PKK, Posyandu dan lembaga lain yang tumbuh di masyarakat Mengembangkan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi pada setiap propinsi, kabupaten/kota sampai tingkat desa.Mengembangkan bisnis pangan melalui pengembangan agroindustri pangan skala UMKM yang dapat akses pada pasar modern dan meningkatkan SASARANLanjutanUntuk melaksanakan koordinasi dan sinergi dalam pembangunan ketahanan pangan, karena : (a) pelakunya pemerintah dan masyarakat, dan bersifat lintas sektor Dasar pembentukan adalah PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83 TAHUN 2006 Pembentukan Dewan Ketahanan PanganMerumuskan kebijakan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan daerahMerumuskan kebijakan dalam rangka mendorong keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraan ketahanan panganMelaksanakan evaluasi dan pengendalian perwujudan ketahanan pangan provinsiMembantu dalam mempersiapkan pertanggung jawaban kepala daerah dalam bidang ketahanan pangan kepada legislatif dan masyarakatMelaksanakan sistem pendataan dan informasi pangan dan gizi sebagai isyarat dini (early warning system) untuk antisipasi kerawanan pangan dan gizi masyarakatTUGAS DEWAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN/KOTAPeningkatan akses pangan untuk masyarakat miskin dan rawan panganPengembangan dan pemantapan ketersediaan panganPengembangan dan pemantapan distribusi panganPengembangan dan pemantapan cadangan panganPenganekaragaman panganPencegahan dan Penanggulangan masalah panganPengendalian harga Peningkatkan partisipasi masyarakat Pemantapan Kelembagaan pangan Pengendalian Keamanan panganSistem Informasi kewaspadaan pangan dan Gizi Pengaturan prasarana dan sarana produksi panganPengembangan Bisnis PanganLINGKUP TUGAS DKP KABUPATEN/KOTAKETUA HARI