neng eli - jurnal.staihas.ac.id

of 30/30

Post on 26-Oct-2021

3 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

takdzim siswa kepada guru di SMP Islam Al
WAFAA Kecamatan Cabangbungin Kabu-
paten Bekasi. Kajiannya dilatarbelakangi
sebagai bahan pertimbangan untuk
meningkatkan kualitas pelaksanaan pen-
menegakkan nilai-nilai moral yang baik
sesuai dengan keyakinan agamanya dan akan
menjauhi segala kemungkaran dan sifat
yang merusak kepada kepribadiannya se-
bagai manusia yang beragama. Sikap
takdzim merupakan landasan yang diper-
lukan untuk memfungsikan IQ dan EQ
secara efektif, dan kecerdasan sikap
takdzim ini adalah sikap tertinggi manusia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
adanya hubungan positif antara prestasi bela-
jar siswa terhadap sikap takzim kepada guru
di SMP Islam AL WAFAA Kecamatan
Cabangbungin Kabupaten Bekasi. Jenis
Berdasarkan hasil penelitian diharapkan
tiasa meningkatkan motivasi berprestasi
Abstract
attitude towards teachers in Islamic Junior
high School AL WAFAA, Cabangbungin Dis-
trict, Bekasi. This study was motivated by the
importance of an attitude of respect to the
teacher as a material consideration to im-
prove the quality of the implementation of
Islamic education. People who have noble
character who will always be motivated to
KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
Neng Eli
with their religious beliefs and will avoid all
evil and destructive traits to their personality
as religious people. The attitude of the hori-
zon is the necessary foundation for the effec-
tive functioning of IQ and EQ, and the intel-
ligence of this conditional attitude is the
highest attitude of humans. This study aims
to determine the existence of a positive rela-
tionship between student learning achieve-
ment on the attitude of reverence to teachers
in Islamic Junior high School AL WAFAA,
Cabangbungin District, Bekasi . This type of
research is quantitative research. Based on
the results of the research it is expected to be
a material of information and references for
the academic community, students, faculty
teaching majors and study programs in Is-
lamic Higher Education, especially in en-
couraging students to always increase moti-
vation to achieve more adequately.
Keywords: learning achievement, morals
adalah sebuah sesuatu di mana dan
bagaimana cabang utama filsafat yang
mempelajari nilai atau kualitas yang
menjadi studi mengenai standar dan
penilaian moral. Etika mencakup analisis
dan penerapan konsep seperti benar,
salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi)
menempatkan etika di dalam kajian
filsafat praktis (practical philosophy).
unsur-unsur etis dalam pendapat-
refleksi itu akan kita rasakan, antara lain
karena pendapat etis kita tidak jarang
berbeda dengan pendapat orang lain.
Untuk itulah diperlukan etika, yaitu
untuk mencari tahu apa yang seharusnya
dilakukan oleh manusia.
ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku
manusia. Akan tetapi berbeda dengan
ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah
laku manusia, etika memiliki sudut
pandang normatif. Maksudnya etika
terhadapperbuatan manusia.
KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
penggunaan nilai-nilai etika). Etika
pembelajaran. Dalam menjalin
pengertian filsafat islam etika ialah salah
satu hasil dari iman dan ibadah, bahwa
iman dan ibadah manusia tidak sempurna
kecuali kalau timbul etika atau akhlak
yang mulia dan muamalah yang baik
tarhadap Allah dan MakhlukNya.
tidak asing dalam proses belajar. Banyak
orang mampu memiliki prestasi yang
baik dan berkualitas karena proses bela-
jar yang dilakukannya.
Untuk memahami tentang
dengan mengemukakan beberapa definisi
para ahli tentang definisi tentang belajar.
Cronbach, Harold Spears dan Geoch da-
lam Sardiman A.M (2005:20) sebagai
berikut :
in behavior as a result of expe-
rience” .
thing themselves, to listen, to
follow direction”.
“Belajar adalah perubahan dalam
penampilan sebagai hasil prak-
penampilan, dengan serangkaian
lebih baik kalau si subyek belajar itu
mengalami atau melakukannya, jadi tidak
bersifat verbalistik.
Neng Eli
dari satu generasi ke generasi berikutnya
melalui pengajaran, pelatihan, atau
bawah bimbingan orang lain, tetapi juga
memungkinkan secara otodidak. Setiap
pada cara orang berpikir, merasa, atau
tindakan dapat dianggap pendidikan.
Pendidikan umumnya dibagi menjadi
sekolah menengah dan kemudian
perguruan tinggi, universitas atau
tingkat global, Pasal 13 PBB 1966
Kovenan Internasional tentang Hak
di sekolah sering tidak dilakukan, dan
sebagian kecil orang tua memilih untuk
pendidikan home-schooling, e-learning
mereka.
mengembangkan secara maksimal dan
nilai-nilai budaya yang ada. Tujuan pen-
didikan nasional tidak terlepas dari
fungsi pendidikan yaitu guna mengem-
bangkan potensi peserta didik agar men-
jadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendidi-
kan nasional juga bertujuan untuk mem-
bentuk peserta didik yang berakhlak
mulia, sehat jasmani rohani, berpikiran
kreatif, mandiri, dan menjadi warga
Negara Indonesia yang bertanggung ja-
wab dan menjunjung tinggi nilai nilai
demokrasi.
dan aspek psikomotorik. Aspek kognitif
semata yang menjadi tujuan utama dalam
pembelajaran maka fungsi pendidikan
akan sulit terwujud.
pakan salah satu hal yang banyak di-
perdebatkan karena merupakan problema
KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
meniscayakan adanya interaksi antara
bimbingan dari orang lain untuk mem-
bantu mengarahkannya mengembangkan
didik / murid sebagai pihak yang diajar,
dibina dan dilatih untuk dipersiapkan
menjadi manusia yang kokoh iman dan
islamnya harus mempunyai etika dan be-
rakhlakul kariamah baik kepada guru
maupun dengan yang lainnya.
Peserta didik yang mempunyai
mewujudkan norma-norma dan nilai-nilai
hasilan di dalam proses pendidikan dan
pengajaran. Dengan memiliki etika yang
mulia peserta didik akan mampu menge-
tahui mana perbuatan yang baik dan ma-
na perbuatan yang buruk, meskipun
secara naluri manusia sudah ada sifat ke-
cenderungan kebaikan. Selain itu krisis
moral yang melanda dewasa ini, lebih-
lebih dalam dunia pelajar yang seakan-
akan mengesampingkan moral dan etika,
sehingga banyak yang gagal dalam me-
raih pendidikannya.
pemikiran, perasaan, keterikatan maupun
perilaku. Sedangkan norma adalah
Noor Salimi, 2008: 201).
Berdasarkan latar belakang diatas
lam sebuah pendidikan, terutama kepada
guru. Maka penulis bertekad untuk men-
eliti “Korelasi Prestasi Belajar Siswa
Terhadap Sikap takdzim Kepada Guru Di
SMP Islam Kecamatan Cabangbungin
diterima oleh semua lapisan masyarakat
maka masalah yang dihadapi harus di-
identifikasi terlebih dahulu. Dalam
lah :
menurun
sangat perlu adanya pembataasan masa-
lah. Hal ini dilakukan untuk menyerder-
hanakan permasalahan dan tidak mengu-
rangi sifat ilmiahnya suatu pembahasan.
Subyek penelitian dibatasi pada siswa
kelas VII SMP Islam.
ungan sikap takzim peserta didik kepada
guru dengan prestasi belajar peserta didik
di Sekolah itu sendiri. Maksud prestasi
belajar dalam penelitian ini hanya sebatas
kemampuan pencapaian prestasi belajar
lalui nilai raport siswa.
Adapun tujuan penelitian ini
sekaligus menjawab dari permasalahan
2. Untuk mendeskripsikan akhlak-
murid terhadap guru.
3. Untuk mengetahui
dan mengamalkan bagaimana
menemukan keterangan mengenai
maka pihak lain pun baik dan se-
baliknyabila salah satu kurang baik,
maka yang lain tidak baik pula.
Penelitian ini jugamenggunakan
hasilnya berlaku untuk populasi.
Tempat penelitian sebagai objek
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
43
lah suatu areal dengan batasan yang
jelas agar tidak menimbulkan keka-
buran dengan kejelasan daerah atau
wilayah tertentu. Lokasi penelitian
Berdasarkan pada penjelasan di
membantu dan menentukan dalam
Cabangbungin Kabupaten
a. Dalam rangka
mewujudkan SMP Al-Wafaa
Al-Wafaa telah memiliki
kelayakan dan profesional-
dilakukan penelitian sesuai
Neng Eli
VIII SMP Al-Wafaa Kecama-
ambil semua sehingga
tiap subjek sama, maka
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
45
sampel.
asi.Sugiyono menyatakan bahwa
tuk dipelajari sehingga diperoleh
informasi tentang hal tersebut,
atau independent yaitu variabel
variabel yang dipengaruhi (Y).
Sedangkan yang dimaksud dengan
indikator variabel yaitu bagaima-
na menentukan parameter untuk
mengukur variable (M. Burhan
-Wafaa. Metode ini peneliti
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
47
takdzim kepada guru (Y).
guru diberi skor, adapun
x dikalikan variabel y
Neng Eli
relasi product moment,
signifikan 1% dan 5%,
maka harga ro yang
signifikan 1% dan 5%,
sangat rendah sehingga korelasi itu diabaikan
(dianggap tidak ada korelasi antara variabel X dan
Variabel Y) .
yang lemah atau rendah
yang sedang.
yang kuat.
yang sangat kuat.
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
49
Wafaa merupakan jembatan bagi
masyarakat Bekasi yang ingin
menempuh jenjang pendidikan yang
pertama dengan tambahan pelajaran
agama khususnya di lingkungan
Alamat sekolah : Kp. Wangkal
BEKASI
001/001
SH
Visi merupakan tujuan universal
sebuah institusi/ lembaga untuk
mengarahkan dan menjadi barometer
SMP AL-Wafaa menetapkan visi,
“Dinamis, Disiplin, Kreatif, Terampil,
rakhlaqul Karimah”.
buah misi, yakni :
a. Meningkatkan pembelajaran ,
bimbingan dan pelayanan
Wafaa
kota. Walaupun letaknya dipinggir kota,
akan tetapi mudah dijangkau sebab po-
sisinya cukup strategis, sehingga orang
mudah menemukannya dengan mudah
Kemudian jika dilihat dari sudut
pandang lingkungan sekitarnya, maka
SMP Al-Wafaa mempunyai beberapa
di daerah tenang dan jauh dari keramaian
kota, sehingga sangat menguntungkan
dalam proses belajar mengajar.
SMP Al-Wafaa
a. Guru
orang, terdiri dari guru tetap sebanyak 35
orang dan guru kontrak 28 orang.
b. Siswa
secara akademis, ada yang mempunyai
kelebihan yang lain seperti kemampuan
menjalin hubungan sosial, ada yang aktif,
ada yang pendiam, dan masih banyak
karakter siswa yang tidak bisa
teridentifikasi secara lengkap, sebab
mempelajari mereka. Keragaman
latar belakang atau background keluarga
yang tidak sama.
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
51
Wafaa
ini SMP Al-Wafaa terus berbenah, hal
ini dapat terlihat ketika memasuki
lingkungan SMP Al-Wafaa. Diantara
osis, UKS, ruang BK, ruangan
multimedia, laboratorium dan lain
1. Analisis Pendahuluan
kepada siswa kelas VII dan VIII SMP Al
-Wafaa. Untuk memperoleh data tentang
Korelasi Antara Prestasi Belajar Siswa
dan Sikap Takdzim Kepada Guru dapat
diperoleh dari hasil angket yang telah
diberikan kepada 40 siswa. Adapun data
tentang Prestasi Belajar berupa angket
yang terdiri dari 12 butir pertanyaan dan
data tentang Sikap Takdzim Kepada
Guru berupa angket yang sama terdiri
dari 12 butir pertanyaan. Untuk angket
berupa pertanyaan disertai dengan 3
alternatif jawaban yaitu A, B, dan C
dengan skor 4, 3, 2, untuk pertanyaan
positif sedangkan untuk pertanyaan
negatif digunakan penskoran sebaliknya.
a. Analisis Hasil Angket
Tentang Prestasi Belajar Siswa
Untuk menentukan nilai kuantitatif
memasukan hasil butir-butir pertanyaan
responden sesuai dengan frekuensi
dilihat pada tabel sebagai berikut:
TABEL 1
DAN VIII DI SMP AL – WAFAA
NO RESPONDEN NILAI
uensi skor prestasi belajar dan skor rata-
rata (Mean). Adapun langkah-langkah
sebagai berikut:
= 1+3,3 log 40
interval kelas adalah 2
Untuk mengetahui kualitas variabel
tabel kualitas vaiabel sebagai berikut :
10. 38
11. 40
12. 34
13. 36
14. 40
15. 39
16. 40
17. 37
18. 39
19. 37
20. 37
21. 37
22. 35
23. 40
24. 37
25. 37
26. 35
27. 38
28. 37
29. 39
30. 36
31. 41
32. 35
33. 36
34. 40
35. 39
36. 33
37. 35
38. 40
39. 40
40. 40
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
53
Keterangan:
d = nilai sandi (nilai 0 ditentukan pada
nilai y pada frekuensi yang terban-
yak)
uensi yang terbanyak).
siswa (variabel y) dengan standar skala
lima
∑ = X = = 37,9
TABEL 3
CABANGBUNGIN
Interval F Y D Fd d2 fd2
41 – 42 3 41,5 1 3 1 9
39 – 40 15 39,5 0 0 0 0
37 – 38 11 37,5 -1 -11 1 22
35 – 36 9 35,5 -2 -18 4 324
33 – 34 2 33,5 -3 -6 9 36
Jumlah 40 -32 15 391
Neng Eli
uensi Prestasi belajar siswa kelas VII dan
VIII di SMP Al- Wafaa, telah dihitung
rata-rata (mean) sebesar 37,9 dalam kate-
gori sedang pada interval ( 34 – 41).
b. Analisis Hasil Angket Sikap
Takdzim Kepada Guru
ban. Agar lebih jelas, maka dapat dilihat
pada tabel sebagai berikut:
LAS VII DAN VIII SMP AL-WAFAA
CABANGBUNGIN
42 – 47 Baik 1
34 – 41 Sedang 38
28 – 33 Kurang 1
Jumlah 40
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
55
uensi skor prestasi belajar dan skor rata-
rata (Mean). Adapun langkah-langkah
sebagai berikut:
= 1 + 3,3 log 40
TABEL 5
d = nilai sandi (nilai 0 ditentukan pada
nilai y pada frekuensi yang terban-
yak)
uensi yang terbanyak).
M = MT + i (
siswa (variabel y) dengan standar skala
lima
M – 0,5 SD = 47,3 – 0,5 ( 10,6 )
= 42
∑ = X = 47,3
TABEL 6
WAFAA CABANGBUNGIN
46 – 47 1 46,5 1 1 1 1
44 – 45 12 44,5 0 0 0 0
42 – 43 9 42,5 -1 -9 1 81
40 – 41 7 40,5 -2 -14 4 196
38 – 39 10 38,5 -3 -30 9 900
36 – 37 1 36,5 -4 -4 16 16
Jumlah 40 -56 31 1194
KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
57
uensi Prestasi belajar siswa kelas VII dan
VIII di SMP Al- Wafaa, telah dihitung
rata-rata (mean) sebesar 47,3 dalam kate-
gori sedang pada interval ( 42 – 51).
2. ANALISIS UJI HIPOTESIS
Untuk membuktikan kebenaran dari
hipotesa yang digunakan maka
terlebih dahulu mencari nilai
koefisien antara variabel prestasi
dengan menggunakan rumus product
52 – 62 Baik 0
42 – 51 Sedang 22
31 – 41 Kurang 18
Jumlah 40
1 42 45 1890 1764 2025
2 39 45 1755 1521 2025
3 40 43 1720 1600 1849
4 39 46 1794 1521 2116
5 36 44 1584 1296 1936
6 36 44 1584 1296 1936
7 37 43 1591 1369 1849
8 41 41 1681 1681 1681
9 37 45 1665 1369 2025
10 38 42 1596 1444 1764
11 40 41 1640 1600 1681
12 34 45 1530 1156 2025
Neng Eli
dengan rumus korelasi product moment
∑XY
N = 40 ∑X = 1514 ∑Y = 1665 ∑XY =
63306
∑X2 =
57486
∑Y2 =
67765
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
59
63306
diatas menunjukan bahwa variabel X dan
Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau
sangat tinggi.
variabel X dan variabel Y diketahui,
selanjutnya adalah mengonsultasikan
diketahui signifikansinya dan untuk
mengetahui apakah hipotesa yang
atau lebih besar dari pada r tabel, maka
nilai r yang telah kita peroleh itu
signifikan. Adapun untuk mengetahui
signifikan atau tidak adalah dengan cara
menunjukkan atau menguji taraf
signifikansi 5% dengan operasional
Kepada Guru pada taraf signifikan 5%
dengan N=40, diperoleh ro = 1,00 dan rt
=0,19 maka ro > rt berarti signifikan.
Dengan demikian ro (r observasi) lebih
besar dari rt (r dalam tabel), berarti
hasilnya adalah signifikan dan ada
korelasi (ada hubungan yang positif)
antara kedua variabel tersebut.
Peneliti menyadari bahwa dalam
kesengajaan, namun terjadi karena
keterbatasan peneliti dalam melakukan
penelitian. Sehubungan dengan tidak
maka peneliti dalam melakukan
anak kelas VII dan VIII SMP Al Wafaa
yang berjumlah 40 responden sebagai
objek. Dalam penggunaan tes pilihan
ganda, tidak selamanya tes mempunyai
kelebihan. Namun juga mempunyai
kelemahan, yakni responden melihat
kemungkinan responden memilih
berhubungan dengan proses
mencerminkan secara tepat tentang
hanya bisa digeneralisasikan untuk
Wafaa Cabangungin.
antara prestasi belajar siswa dan sikap
takdzim kepada guru saja, padahal masih
banyak faktor lain yang mempengaruhi
sikap takdzim kepada guru, misalnya
lingkungan. Karena itulah, sekali lagi
penelitian ini tidak bisa digeneralisasi
untuk seluruh peserta didik SMP Al-
Wafaa di seluruh Kabupaten Bekasi,
apalagi di seluruh Jawa Barat
sebagaimana yang telah dikemukakan
dengan tempat dan sampel yang berbeda.
Artinya, bisa saja sikap takdzim siswa
keapada guru lebih banyak dipengaruhi
oleh faktor-faktor yang lain, sehingga
sikap takdzim kepada guru tidak
mempunyai hubungan yang signifikan
telah penulis lakukan ini hanya bisa
digeneralisasi untuk lingkup daerah
Wafaa.
satunya faktor yang menghambat
dasarnya mempunyai peranan penting
peneliti menyadari bahwa dengan biaya
yang minim akan mengalami kendala.
Selain itu keterbatasan waktu. Penelitian
yang dilakukan oleh peneliti terpancang
oleh waktu, karena waktu yang
digunakan sangat terbatas. Maka peneliti
hanya memiliki waktu sesuai keperluan
yang berhubungan dengan penelitian
gunakan cukup singkat akan tetapi bisa
memenuhi syarat-syarat dalam penelitian
dengan demikian peneliti menyadari
berusaha semaksimal mungkin untuk
melakukan penelitian sesuai dengan
kemampuan keilmuan serta bimbingan
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
61
gori baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil
analisis yang menunjukkan nilai mean
37,9 yaitu terdapat antara interval (34 –
41) dan nilai tersebut termasuk kategori
sedang.
di kelas VII dan VIII SMP Al-Wafaa da-
lam kategori baik. Hal ini dapat dilihat
dari hasil analisis yang menunjukkan
nilai mean 47,3 yaitu terdapat antara in-
terval (42 - 51) dan nilai tersebut terma-
suk kategori sedang.
nya adalah analisis uji hipotesis dengan
menggunakan rumus product moment.
kepada guru di SMP Al-Wafaa. Hal ini
dapat dilihat dari nilai r observasi adalah
1,00 berada diatas r product moment, pa-
da taraf signifikansi 5% sebesar
0,19dengan kata lain 1,00> 0,19. Dengan
demikian hipotesis yang menyatakan “
siswa dan sikap takdzim kepada guru di
SMP Al-Wafaa Kecamatan Cabang-
bungin Kabupaten Bekasi” dapat
kegiatan yang lain, tentu saja diperlukan
adanya tegur sapa dan saran. Dalam
penulisan skripsi ini perkenankanlah ka-
mi untuk memberikan saran-saran yang
bersifat membangun dan memberikan
terkait antara lain :
pendidikan agama islam
diharapkan selalu menanamkan
siswa.
untuk menyediakan sarana dan
prasarana yang lengkap dan
memadai agar proses belajar
selalu mengembangkan akhlakul
dengan baik ditengah-tengah
meningkatkan iman dan takwa
kepada Allah SWT sebagai
selalu mendidik dan
memperhatikan akhlak anak-
pemegang kekuasaan tentunya
orangorang yang berpendidikan
harus bisa menjaga sikap agar bisa
dihormati masyarakat umum,
melanggarnya.
kalah penting untuk dikembangkan
dan dipraktekkan dalam kehidupan
sehari-hari sebagai kunci meraih
prestasi dan kesuksesan dalam
20% jumlah populasinya yaitu 210
siswa. Pengumpulan data dilakukan
dengan menggunakan angket atau
kuesioner tertutup untuk memperoleh
abel Y yaitu sikap takdzim kepada guru.
1. Tingkat prestasi belajar siswa di kelas
VII dan VII SMP Al-Wafaa dalam kate-
gori baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil
analisis yang menunjukkan nilai mean
37,9 yaitu terdapat antara interval (34 –
KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)
63
sedang.
di kelas VII dan VIII SMP Al-Wafaa da-
lam kategori baik. Hal ini dapat dilihat
dari hasil analisis yang menunjukkan
nilai mean 47,3 yaitu terdapat antara in-
terval (42 - 51) dan nilai tersebut terma-
suk kategori sedang.
nya adalah analisis uji hipotesis dengan
menggunakan rumus product moment.
kepada guru di SMP Al-Wafaa. Hal ini
dapat dilihat dari nilai r observasi adalah
1,00 berada diatas r product moment, pa-
da taraf signifikansi 5% sebesar 0,19
dengan kata lain 1,00 > 0,19. Dengan
demikian hipotesis yang menyatakan “
siswa dan sikap takdzim kepada guru di
SMP Al-Wafaa Kecamatan Cabang-
bungin Kabupaten Bekasi” dapat
masi dan rujukan bagi para civitas
akademik, para mahasiswa, para tena-
ga pengajar mata kuliah jurusan dan
program studi di Sekolah Tinggi Aga-
ma Islam, terutama dalam memberi
dorongan kepada mahasiswa agar senan-
tiasa meningkatkan motivasi berprestasi
Al- Miftah, Surabaya, 1996.
Miftah, Surabaya, 1996.
Kec. Gandrung Mangu Kab.
Sardiman A.M (2005:20)
ICESCR, Article 13.1
201:2008
Rineka Cipta, 2004)
dia Pustaka Utama, hal.25
M. Burhan Bungin, Metodologi
Remaja Rosdakarya, 2010)
Mts Nurul Huda Cikarang Selatan
– Bekasi, (Bekasi : Perpustakaan STAI
Netty Hartati, dkk, Islam dan Psikologi,
(Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005)
Reni Akbar – Hawadi, Akselerasi A -Z
Informasi Program Percepatan Belajar
Dellit,th.
Samuel Soetione, Psikologi Pendidikan
Jakarta, 1982.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta:
Pengembangan Bahasa, Kamus Besar
Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai
(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)