neng eli - jurnal.staihas.ac.id

30

Upload: others

Post on 26-Oct-2021

15 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id
Page 2: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

37

Neng Eli

Abstrak

Artikel ini membahas tentang korelasi an-

tara prestasi belajar siswa dengan sikap

takdzim siswa kepada guru di SMP Islam Al

WAFAA Kecamatan Cabangbungin Kabu-

paten Bekasi. Kajiannya dilatarbelakangi

oleh pentingnya sikap takdzim kepada guru

sebagai bahan pertimbangan untuk

meningkatkan kualitas pelaksanaan pen-

didikan Islam Insan yang memiliki akhlak

mulia yang akan selalu termotivasi untuk

menegakkan nilai-nilai moral yang baik

sesuai dengan keyakinan agamanya dan akan

menjauhi segala kemungkaran dan sifat

yang merusak kepada kepribadiannya se-

bagai manusia yang beragama. Sikap

takdzim merupakan landasan yang diper-

lukan untuk memfungsikan IQ dan EQ

secara efektif, dan kecerdasan sikap

takdzim ini adalah sikap tertinggi manusia.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

adanya hubungan positif antara prestasi bela-

jar siswa terhadap sikap takzim kepada guru

di SMP Islam AL WAFAA Kecamatan

Cabangbungin Kabupaten Bekasi. Jenis

penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.

Berdasarkan hasil penelitian diharapkan

dapat menjadi bahan informasi dan rujukan

bagi para civitas akademik, para maha-

siswa, para tenaga pengajar mata kuliah

jurusan dan program studi di Sekolah

Tinggi Agama Islam, terutama dalam mem-

beri dorongan kepada mahasiswa agar senan-

tiasa meningkatkan motivasi berprestasi

secara lebih memadai.

Kata kunci : prestasi belajar, akhlak

Abstract

This article discusses the correlation

between student achievement with students'

attitude towards teachers in Islamic Junior

high School AL WAFAA, Cabangbungin Dis-

trict, Bekasi. This study was motivated by the

importance of an attitude of respect to the

teacher as a material consideration to im-

prove the quality of the implementation of

Islamic education. People who have noble

character who will always be motivated to

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA

TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Neng Eli

STAIHAS Jurusan PAI

E-mail: [email protected]

Page 3: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

38

uphold good moral values in accordance

with their religious beliefs and will avoid all

evil and destructive traits to their personality

as religious people. The attitude of the hori-

zon is the necessary foundation for the effec-

tive functioning of IQ and EQ, and the intel-

ligence of this conditional attitude is the

highest attitude of humans. This study aims

to determine the existence of a positive rela-

tionship between student learning achieve-

ment on the attitude of reverence to teachers

in Islamic Junior high School AL WAFAA,

Cabangbungin District, Bekasi . This type of

research is quantitative research. Based on

the results of the research it is expected to be

a material of information and references for

the academic community, students, faculty

teaching majors and study programs in Is-

lamic Higher Education, especially in en-

couraging students to always increase moti-

vation to achieve more adequately.

Keywords: learning achievement, morals

A. PENDAHULUAN

Etika menurut bahasa Yunani :

"ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan",

adalah sebuah sesuatu di mana dan

bagaimana cabang utama filsafat yang

mempelajari nilai atau kualitas yang

menjadi studi mengenai standar dan

penilaian moral. Etika mencakup analisis

dan penerapan konsep seperti benar,

salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi)

menempatkan etika di dalam kajian

filsafat praktis (practical philosophy).

Etika dimulai bila manusia merefleksikan

unsur-unsur etis dalam pendapat-

pendapat spontan kita. Kebutuhan akan

refleksi itu akan kita rasakan, antara lain

karena pendapat etis kita tidak jarang

berbeda dengan pendapat orang lain.

Untuk itulah diperlukan etika, yaitu

untuk mencari tahu apa yang seharusnya

dilakukan oleh manusia.

Secara metodologis, tidak setiap

hal menilai perbuatan dapat dikatakan

sebagai etika. Etika memerlukan sikap

kritis, metodis, dan sistematis dalam

melakukan refleksi. Karena itulah etika

merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu

ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku

manusia. Akan tetapi berbeda dengan

ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah

laku manusia, etika memiliki sudut

pandang normatif. Maksudnya etika

melihat dari sudut baik dan buruk

terhadapperbuatan manusia.

Etika terbagi menjadi tiga bagian

utama: meta-etika (studi konsep etika),

etika normatif (studi penentuan nilai

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 4: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

39

etika), dan etika terapan (studi

penggunaan nilai-nilai etika). Etika

merupakan salah satu prosedur dalam

pembelajaran. Dalam menjalin

hubungan antar sesama manusia harus

dilandasi dengan ahlakul karimah. Dalam

pengertian filsafat islam etika ialah salah

satu hasil dari iman dan ibadah, bahwa

iman dan ibadah manusia tidak sempurna

kecuali kalau timbul etika atau akhlak

yang mulia dan muamalah yang baik

tarhadap Allah dan MakhlukNya.

Prestasi adalah suatu kata yang

tidak asing dalam proses belajar. Banyak

orang mampu memiliki prestasi yang

baik dan berkualitas karena proses bela-

jar yang dilakukannya.

Untuk memahami tentang

pengertian belajar di sini akan diawali

dengan mengemukakan beberapa definisi

tentang belajar. Ada beberapa pendapat

para ahli tentang definisi tentang belajar.

Cronbach, Harold Spears dan Geoch da-

lam Sardiman A.M (2005:20) sebagai

berikut :

1. Cronbach memberikan definisi :

“Learning is shown by a change

in behavior as a result of expe-

rience” .

“Belajar adalah memperlihatkan

perubahan dalam perilaku se-

bagai hasil dari pengalaman”.

2. Harold Spears memberikan

batasan:

“Learning is to observe,

to read, to initiate, to try some-

thing themselves, to listen, to

follow direction”.

“Belajar adalah mengamati,

membaca, berinisiasi, mencoba

sesuatu sendiri, mendengarkan,

mengikuti petunjuk atau ara-

han”.

3. Geoch, mengatakan :

“Learning is a change in perfor-

mance as a result of practice”.

“Belajar adalah perubahan dalam

penampilan sebagai hasil prak-

tek” (Cronbach, 2005:20).

Dari ketiga definisi diatas dapat

disimpulkan bahwa belajar itu senantiasa

merupakan perubahan tingkah laku atau

penampilan, dengan serangkaian

kegiatan misalnya dengan membaca,

mengamati, mendengarkan, meniru dan

lain sebagainya. Juga belajar itu akan

lebih baik kalau si subyek belajar itu

mengalami atau melakukannya, jadi tidak

bersifat verbalistik.

Neng Eli

Page 5: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

40

Pendidikan adalah pembelajaran

pengetahuan, keterampilan, dan kebia-

saan sekelompok orang yang diturunkan

dari satu generasi ke generasi berikutnya

melalui pengajaran, pelatihan, atau

penelitian. Pendidikan sering terjadi di

bawah bimbingan orang lain, tetapi juga

memungkinkan secara otodidak. Setiap

pengalaman yang memiliki efek formatif

pada cara orang berpikir, merasa, atau

tindakan dapat dianggap pendidikan.

Pendidikan umumnya dibagi menjadi

tahap seperti prasekolah, sekolah dasar,

sekolah menengah dan kemudian

perguruan tinggi, universitas atau

magang.

Sebuah hak atas pendidikan telah

diakui oleh beberapa pemerintah. Pada

tingkat global, Pasal 13 PBB 1966

Kovenan Internasional tentang Hak

Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui

hak setiap orang atas pendidikan.

Meskipun pendidikan adalah wajib di

sebagian besar tempat sampai usia

tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir

di sekolah sering tidak dilakukan, dan

sebagian kecil orang tua memilih untuk

pendidikan home-schooling, e-learning

atau yang serupa untuk anak-anak

mereka.

Fungsi pendidikan nasional secara

umum untuk mencerdaskan kehidupan

bangsa guna mewujudkan bangsa Indo-

nesia yang bermartabat, dengan cara

mengembangkan secara maksimal dan

membentuk watak peserta didik sesuai

nilai-nilai budaya yang ada. Tujuan pen-

didikan nasional tidak terlepas dari

fungsi pendidikan yaitu guna mengem-

bangkan potensi peserta didik agar men-

jadi manusia yang beriman dan bertakwa

kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendidi-

kan nasional juga bertujuan untuk mem-

bentuk peserta didik yang berakhlak

mulia, sehat jasmani rohani, berpikiran

kreatif, mandiri, dan menjadi warga

Negara Indonesia yang bertanggung ja-

wab dan menjunjung tinggi nilai nilai

demokrasi.

Pendidikan harus mencakup tiga

hal yakni aspek kognitif, aspek afektif,

dan aspek psikomotorik. Aspek kognitif

semata yang menjadi tujuan utama dalam

pembelajaran maka fungsi pendidikan

nasional dan tujuan pendidikan nasional

akan sulit terwujud.

Etika murid terhadap guru meru-

pakan salah satu hal yang banyak di-

perdebatkan karena merupakan problema

dalam dunia pendidikan. Dunia pendidi-

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 6: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

41

kan dalam beberapa aspeknya tidak lepas

dari adanya proses belajar mengajar yang

meniscayakan adanya interaksi antara

murid dan guru.

Dalam lingkungan pendidikan,

peserta didik merupakan suatu subyek

dan obyek pendidikan yang memerlukan

bimbingan dari orang lain untuk mem-

bantu mengarahkannya mengembangkan

potensi yang dimliki serta

membimbinnya menuju

kedewasaan. Oleh karena itu peserta

didik / murid sebagai pihak yang diajar,

dibina dan dilatih untuk dipersiapkan

menjadi manusia yang kokoh iman dan

islamnya harus mempunyai etika dan be-

rakhlakul kariamah baik kepada guru

maupun dengan yang lainnya.

Peserta didik yang mempunyai

etika mulia juga akan mampu

mewujudkan norma-norma dan nilai-nilai

positif yang akan mempengaruhi keber-

hasilan di dalam proses pendidikan dan

pengajaran. Dengan memiliki etika yang

mulia peserta didik akan mampu menge-

tahui mana perbuatan yang baik dan ma-

na perbuatan yang buruk, meskipun

secara naluri manusia sudah ada sifat ke-

cenderungan kebaikan. Selain itu krisis

moral yang melanda dewasa ini, lebih-

lebih dalam dunia pelajar yang seakan-

akan mengesampingkan moral dan etika,

sehingga banyak yang gagal dalam me-

raih pendidikannya.

Sikap hormat merupakan nilai dan

norma dalam masyarakat. Karena nilai

adalah suatu perangkat keyakinan yang

diyakini sebagai suatu identitas yang

memberikan corak khusus pada pola

pemikiran, perasaan, keterikatan maupun

perilaku. Sedangkan norma adalah

pelaksanaan dari nilai (H. Abu Ahmadi dan

Noor Salimi, 2008: 201).

Berdasarkan latar belakang diatas

yang membahas betapa penting etika da-

lam sebuah pendidikan, terutama kepada

guru. Maka penulis bertekad untuk men-

eliti “Korelasi Prestasi Belajar Siswa

Terhadap Sikap takdzim Kepada Guru Di

SMP Islam Kecamatan Cabangbungin

Kabupaten Bekasi”.

Sebuah penelitian akan mendapat-

kan hasil yang diinginkan dan dapat

diterima oleh semua lapisan masyarakat

maka masalah yang dihadapi harus di-

identifikasi terlebih dahulu. Dalam

penelitian ini masalah yang dihadapi ada-

lah :

a. Menurunnya prestasi belajar

siswa

Neng Eli

Page 7: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

42

b. Banyaknya pemberitaan murid

bertindak tidak sopan kepada

guru

c. Adab murid terhadap guru

tidak lagi seperti jaman dahulu

d. Sifat takdzim kepada guru

menurun

Berdasarkan latar belakang masa-

lah yang telah dikemukakan di atas maka

sangat perlu adanya pembataasan masa-

lah. Hal ini dilakukan untuk menyerder-

hanakan permasalahan dan tidak mengu-

rangi sifat ilmiahnya suatu pembahasan.

Subyek penelitian dibatasi pada siswa

kelas VII SMP Islam.

Penelitian ini hanya meliputi hub-

ungan sikap takzim peserta didik kepada

guru dengan prestasi belajar peserta didik

di Sekolah itu sendiri. Maksud prestasi

belajar dalam penelitian ini hanya sebatas

kemampuan pencapaian prestasi belajar

materi pelajaran PAI yang di lihat me-

lalui nilai raport siswa.

Adapun tujuan penelitian ini

sekaligus menjawab dari permasalahan

yang ada yaitu:

1. Untuk mendeskripsikan etika

yang harus dimilki oleh peserta

didik kepada guru dalam belajar.

2. Untuk mendeskripsikan akhlak-

akhlak baik yang harus dimilki

murid terhadap guru.

3. Untuk mengetahui

dan mengamalkan bagaimana

etika murid terhadap guru.

Jenis penelitian ini adalah

penelitian kuantitatif dengan

menggunakan metode korelasi.

Penelitian kuantitatif adalah suatu

proses penelitian untukmenemukan

pengetahuan yang menggunakan

data berupa angka sebagai alat untuk

menemukan keterangan mengenai

apa yang ingin diketahui

(Suharsimi Arikunto: 12). Se-

dangkan metode korelasi adalah

kegiatan mempelajari atau meneli-

ti tentang hubungan timbal balik

atau sebab akibat antara dua

pihak.Apabila salah satu pihak baik,

maka pihak lain pun baik dan se-

baliknyabila salah satu kurang baik,

maka yang lain tidak baik pula.

Penelitian ini jugamenggunakan

teknik statistik inferensial, yaitu

teknik statistik yang digunakan un-

tuk menganalisis data sampel dan

hasilnya berlaku untuk populasi.

Tempat penelitian sebagai objek

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 8: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

43

atau sasaran perlu

Mendapatkan perhatian dalam

menentukannya, arena pada prinsipnya

sangat berkaitan dengan permasalahan

yang diambil. Lokasi penelitian ada-

lah suatu areal dengan batasan yang

jelas agar tidak menimbulkan keka-

buran dengan kejelasan daerah atau

wilayah tertentu. Lokasi penelitian

sebagai sasaran yang sangat membantu

untuk menentukan data yang diambil,

sehingga lokasi ini sangat menunjang

dalam pemerolehan informasi yang val-

id (Joko Subagyo, 2004: 24-25).

Berdasarkan pada penjelasan di

atas bahwa lokasi penelitian sangat

membantu dan menentukan dalam

pemerolehan data dan informasi yang

diinginkan, maka penelitian ini juga

menentukan lokasi penelitian yang telah

ditetapkan. Dalam penelitian ini lokasi

yang ditetapkan adalah SMP Al-

Wafaa yang terletak di Kecamatan

Cabangbungin Kabupaten

Bekasi.Penentuan lokasi penelitian di

SMP Al-Wafaa dikarenakan asumsi se-

mentara dalam penelitian ini, yaitu:

a. Dalam rangka

mewujudkan SMP Al-Wafaa

sebagailembaga pendidikan

yang profesional, maka dalam

aktivitas sehari-hari gerak

langkah komponen-

komponen pendukung SMP

Al-Wafaa di bingkai dalam

sebuah tata kerja yang

harmonis mulai dari

pimpinan sekolah, dewan

sekolah, guru karyawan

hingga siswa.

b. Dalam upaya melayani

siswa dengan sebaik-

baiknya, guru guru di SMP

Al-Wafaa telah memiliki

kelayakan dan profesional-

isme yang cukup memadai

sesuai dengan bidang mata

pelajaran yang menjadi

tanggung jawabnya.

c. Dalam bidang pembinaan

moral dan prestasi siswa,

SMP Al-Wafaa adalah lem-

baga pendidikan yang

mengedepankan nilai agama.

Sehingga bagi peneliti lo-

kasi ini sangat cocok untuk

dilakukan penelitian sesuai

dengan tema yang diangkat.

Dalam penelitian ini waktu yang

ditetapkan adalah pada 15 April

Neng Eli

Page 9: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

44

2017. Penentuan waktu penelitian

ini dikarenakan asumsi sementara

peneliti yaitu merupakan waktu

yang tepat untuk menyebarkan

angket dan wawancara kepada

komponen warga SMP Al-Wafaa.

1. Populasi, Sampel, dan

Teknik Pengambilan

Sampel

a. Populasi

Populasi adalah keseluruhan

subjek penelitian. Adapun

yang menjadi populasi da-

lam penelitian ini adalah

seluruh siswa kelas VII dan

VIII SMP Al-Wafaa Kecama-

tan Cabangbungin Kabupaten

Bekasi.

b. Sampel

Sampel adalah sebagian

atau wakil populasi yang

diteliti.Atau sampel adalah

bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki

oleh populasi terse-

but.Menurut Dr. Suharsimi

Arikunto, menyatakan bahwa,

untuk sekedar ancer-ancer,

maka apabila subjeknya ku-

rang dari 100, lebih baik di-

ambil semua sehingga

penelitiannya merupakan

penelitian populasi. Tetapi

jika jumlah subjeknya besar,

dapat diambil 10-15% atau

20-25% atau lebih, tergantung

pada keadaan

c. Teknik pengambilan

sampel

Dalam penelitian ini

menggunakan teknik random

sampling atau sampel acak

menurut tingkat subjek.

Teknik sampling ini diberi

nama demikian karena dida-

lam pengambilan sampelnya,

peneliti “mencampur” subjek-

subjek didalam populasi se-

hingga semua subjek diang-

gap sama. Dengan demikian

maka peneliti member hak

yang sama kepada setiap

subjek untuk memperoleh

kesempatan dipilih menjadi

sampel. Oleh karena hak se-

tiap subjek sama, maka

peneliti terlepas dari

perasaan ingin mengis-

timewakan satu atau beberapa

subjek untuk dijadikan sam-

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 10: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

45

sampel.

2. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah gejala

atau objek penelitian yang bervari-

asi.Sugiyono menyatakan bahwa

variabel penelitian adalah segala

sesuatu yang berbentuk apa saja

yang ditetapkan oleh peneliti un-

tuk dipelajari sehingga diperoleh

informasi tentang hal tersebut,

kemudian ditarik kes-

impulannya.Variabel penelitian di

sini ada dua yaitu variabel bebas

atau independent yaitu variabel

yang mempengaruhi (X) dan var-

iabel terikat atau dependent yaitu

variabel yang dipengaruhi (Y).

Sedangkan yang dimaksud dengan

indikator variabel yaitu bagaima-

na menentukan parameter untuk

mengukur variable (M. Burhan

Bungin, 2010).

a. Variabel bebas

(independent variable)

dalam penelitian ini

adalah prestasi belajar

siswa sebagai variabel X,

dengan indikator sebagai

berikut: nilai siswa se-

bagaimana yang pada

angket yang sudah disebar.

b. Variabel terikat

(dependent variable)

dalam penelitian ini

adalahsikaptakdzim kepada

guru sebagai variabel Y,

dengan indikator sebagai

berikut:

1) Merasa kehadiran Allah

2) Tingkat kesadaran tinggi

3) Rendah hati

4) Ikhlas

5) Sabar

3. Teknik Pengumpulan

Data

Untuk memperoleh data-data

yang diperlukan dalam penulisan

skripsi ini, penulis menggunakan

metode sebagai berikut:

a. Metode Angket

Metode angket atau

kuesioner adalah metode

pengumpulan data dengan

menyodorkan sejumlah

pertanyaan kepada re-

sponden yang digunakan

untuk memperoleh infor-

masi dari responden da-

lam arti laporan tentang

pribadi atau dalam hal-hal

Neng Eli

Page 11: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

46

yang diketahui.

Adapun responden dalam

penelitian ini adalah siswa

kelas VII dan VIII SMP Al

-Wafaa. Metode ini peneliti

gunakan untuk mengumpul-

kan data tentang sikap

takdzim kepada guru.

b. Metode Observasi

Metode observasi yaitu

suatu teknik yang dil-

akukan dengan cara men-

gadakan pengamatan secara

teliti serta pencatatan secara

sistematis.Metode ini un-

tuk memperoleh data ten-

tang gambaran umum

keadaan fisik SMP Al-

Wafaa dan semua kejadi-

an yang berhubungan

dengan sikap takdzim

kepada guru dan prestasi

belajar yang diperlukan

untuk melengkapi data

angket.

c. Metode Interview

Interview merupakan tanya

jawab sepihak yang dik-

erjakan dengan sistematis

dan berlandaskan pada

tujuan penelitian.

Metode ini digunakan un-

tuk memperoleh data ten-

tang sejarah, sarana dan

prasarana kegiatan belajar

mengajar, keadaan

pengajar, karyawan dan

siswa SMP Al-Wafaa. Un-

tuk memperoleh data-data

tersebut peneliti

melakukan interview pada

kepala sekolah, guru dan

pegawai SMP Al-Wafaa.

d. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi yaitu

mencari data tentang

struktur, buku, surat kabar,

majalah, prasasti, notulen

rapat, legger, agenda dan

sebagainya.

Metode ini digunakan un-

tuk memperoleh data ten-

tang struktur organisasi,

data lain SMP Al-Wafaa,

dan dokumentasi prestasi

belajar siswa.

4. Teknik Analisis Data

Dalam mengolah data yang

peneliti peroleh, peneliti

menggunakan analisis korelasi

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 12: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

47

product moment, yaitu

menganalisis seberapa besar

hubungan variabel bebas yaitu

prestasi belajar siswa (X)

terhadap variabel terikat yaitu sikap

takdzim kepada guru (Y).

Dalam analisis

pendahuluan ini, peneliti

menyusun data yang telah

terkumpul dari hasil penelitian,

kemudian dimasukkan ke dalam

tabel distribusi frekuensi untuk

tiap-tiap variabel. Untuk

memudahkan penggolongan data

statistiknya, maka dari tiga

alternatif jawaban dari setiap item

atau soal dari variabel prestasi

belajar dan sikap takdzim kepada

guru diberi skor, adapun

penskoran instrument mengandung

pertanyaan positif sebagai berikut :

1) Untuk alternatif jawaban

a dengan skor 4

2) Untuk alternatif jawaban

b dengan skor 3

3) Untuk alternatif jawaban

c dengan skor 2.

Untuk mengolah data yang

bersifat statistik ini peneliti

menggunakan dua tahapan, yaitu:

a. Analisis Data

Analisis data ini

digunakan untuk mengisi

distribusi frekuensi yang

telah dianalisis, kemudian

dimasukkan dalam rumus

korelasi product moment

yaitu :

∑XY

r xy=

√ {(∑X2)(∑Y2)}

Keterangan :

rxy : Koefisien korelasi

∑xy : Jumlah nilai deviasi variabel

x dikalikan variabel y

X2 : Deviasi variabel x kuadrat

Y2 : Deviasi variabel y kuadrat

Neng Eli

Page 13: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

48

b. Taraf Signifikansi

Taraf signifikansi

digunakan untuk membuat

interpretasi yaitu untuk

mengecek ada tidaknya

hubungan yang signifikan

antara dua variabel. Dari

perhitungan yang

menggunakan rumus ko-

relasi di atas, maka

dapat diketahui hasilnya

(ro) dengan membanding-

kan nilai hasil korelasi

dengan nilai tabel r ko-

relasi product moment,

se-

hingga ada dua kemung-

kinan yaitu:

1) Jika ro yang diperoleh

itu lebih besar dari rt

yang ada pada tabel taraf

signifikan 1% dan 5%,

maka harga ro yang

diperoleh signifikan atau

hipotesis diterima.

Jika ro yang diperoleh

itu lebih kecil dari rt

yang ada pada tabel taraf

signifikan 1% dan 5%,

maka harga ro

yang diperoleh tidak

Besarnya “r”Product

moment (rxy)

Interprestasi

0,00 – 0,20

0,20 – 0,40

0,40 – 0,70

0,70 – 0,90

0,90 – 1,00

Antara Variabel X dan Variabel Y memang terdapat

korelasi, akan tetapi korelasi itu sangat lemah atau

sangat rendah sehingga korelasi itu diabaikan

(dianggap tidak ada korelasi antara variabel X dan

Variabel Y) .

Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi

yang lemah atau rendah

Antara Variabel X dan variabel Y terdapat korelasi

yang sedang.

Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi

yang kuat.

Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi

yang sangat kuat.

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 14: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

49

signifikan atau hipotesis

ditolak.

B. PEMBAHASAN

Sejarah Singkat Berdirinya SMP

Al Wafaa

SMP Al-Wafaa adalah

sebuah lembaga pendidikan tingkat

menengah pertama yang di

selenggarakan oleh Departemen

Agama kabupaten Bekasi. SMP Al-

Wafaa merupakan jembatan bagi

masyarakat Bekasi yang ingin

menempuh jenjang pendidikan yang

pertama dengan tambahan pelajaran

agama khususnya di lingkungan

kecamatan Cabangbungin.

1. Struktur Sekolah

Nama sekolah : SMP AL WAFAA

Alamat sekolah : Kp. Wangkal

Rt.001/001

a. Propinsi : Jawa Barat

b. Kabupaten : Bekasi

c. Kecamatan : Cabangbungin

d. Desa/kelurahan: Sindangjaya

e. Jalan : Kp. Wangkal

f. Kode pos : 17720

Nama

3) Yayasan pendiri : AL WAFAA

BEKASI

4) Alamat Yayasan : Kp. Wangkal Rt.

001/001

a. Propinsi : Jawa Barat

b. Kabupaten : Bekasi

c. Kecamatan : Cabangbungin

d. Desa/kelurahan: Sindangjaya

e. Jalan : Kp. Wangkal

f. Kode pos : 17720

5) Badan hukum pendirian :

a. Nomor Akta : 16 ( Enam belas )

b. Tanggal Akta : 15 Pebruari 2010

c. Nama Notaris : Nur Qomsah Sukarno,

SH

d. SK Menkumham: C-627.HT.03-01-

Th.2002

2)Visi dan Misi SMP Al-Wafaa

Visi merupakan tujuan universal

sebuah institusi/ lembaga untuk

mengarahkan dan menjadi barometer

keberhasilan tujuan yang ingin dicapai,

SMP AL-Wafaa menetapkan visi,

“Dinamis, Disiplin, Kreatif, Terampil,

Kompetitif, Berbudaya Islami dan Be-

rakhlaqul Karimah”.

Maka untuk memperjelas visi ter-

sebut, kemudian dijabarkan dalam se-

buah misi, yakni :

a. Meningkatkan pembelajaran ,

bimbingan dan pelayanan

pendidikan

b. Meningkatkan penghayatan

dan pengamalan terhadap

agama

Neng Eli

Page 15: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

50

c. Meningkatkan Pelayanan dan

koordinasi

d. Meningkatkan kedisiplinan

dan penerapan budaya yang

islami

e. Meningkatkan kreatifitas dan

budaya kompetitif

f. Meningkatkan hubungan kerja

sama masyarakat

g. Meningkatkan kegiatan

ektrakurikuler olah raga, seni,

budaya dan ketrampilan

h. Meningkatkan sarana dan

prasarana

3) Letak Geografis SMP AL-

Wafaa

Secara geografis SMP Al-wafaa,

berada di pinggiran kota, sehingga ter-

lepas dari hiruk pikuk kehidupan pusat

kota. Walaupun letaknya dipinggir kota,

akan tetapi mudah dijangkau sebab po-

sisinya cukup strategis, sehingga orang

mudah menemukannya dengan mudah

dan tidak perlu susah-susah karena be-

rada tidak jauh dari pinggir jalan.

Kemudian jika dilihat dari sudut

pandang lingkungan sekitarnya, maka

SMP Al-Wafaa mempunyai beberapa

keuntungan. Di antaranya adalah berada

di daerah tenang dan jauh dari keramaian

kota, sehingga sangat menguntungkan

dalam proses belajar mengajar.

4) Keadaan Guru dan Siswa

SMP Al-Wafaa

a. Guru

Guru merupakan salah faktor penentu

dalam proses belajar mengajar. Maka

ketersediaan tenaga pendidik dalam suatu

lembaga pendidikan yang berkualitas dan

mempunyai dedikasi yang tinggi sangat

penting adanya. Di SMP AL-WAfaa,

memiliki tenaga pendidik sebanyak 63

orang, terdiri dari guru tetap sebanyak 35

orang dan guru kontrak 28 orang.

b. Siswa

Berkenaan dengan kondisi siswa di SMP

Al-Wafaa sangat variatif, ada yang pintar

secara akademis, ada yang mempunyai

kelebihan yang lain seperti kemampuan

menjalin hubungan sosial, ada yang aktif,

ada yang pendiam, dan masih banyak

karakter siswa yang tidak bisa

teridentifikasi secara lengkap, sebab

butuh waktu yang lebih panjang untuk

mempelajari mereka. Keragaman

tersebut ada karena mereka berasal dari

latar belakang atau background keluarga

yang tidak sama.

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 16: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

51

5) Sarana Prasarana SMP Al-

Wafaa

Bangunan fisik menjadi salah satu

bagian penting untuk dalam suatu

sekolah. Kondisi yang nyaman tentunya

akan menambah semangat siswa dalam

proses belajar mengajar. Beberapa tahun

ini SMP Al-Wafaa terus berbenah, hal

ini dapat terlihat ketika memasuki

lingkungan SMP Al-Wafaa. Diantara

bangunan yang sudah ada yaitu, ruang

kepala sekolah yang satu atap dengan

ruangan bagian tata usaha (TU), ruang

guru, ruang kelas, lapangan olah raga,

osis, UKS, ruang BK, ruangan

multimedia, laboratorium dan lain

sebagainya.

A. Deskripsi Data Hasil Penelitian

1. Analisis Pendahuluan

Pada analisis pendahuluan ini

mencakup analisis tentang sikap takdzim

kepada siswa kelas VII dan VIII SMP Al

-Wafaa. Untuk memperoleh data tentang

Korelasi Antara Prestasi Belajar Siswa

dan Sikap Takdzim Kepada Guru dapat

diperoleh dari hasil angket yang telah

diberikan kepada 40 siswa. Adapun data

tentang Prestasi Belajar berupa angket

yang terdiri dari 12 butir pertanyaan dan

data tentang Sikap Takdzim Kepada

Guru berupa angket yang sama terdiri

dari 12 butir pertanyaan. Untuk angket

berupa pertanyaan disertai dengan 3

alternatif jawaban yaitu A, B, dan C

dengan skor 4, 3, 2, untuk pertanyaan

positif sedangkan untuk pertanyaan

negatif digunakan penskoran sebaliknya.

a. Analisis Hasil Angket

Tentang Prestasi Belajar Siswa

Untuk menentukan nilai kuantitatif

prestasi belajar siswa adalah dengan

memasukan hasil butir-butir pertanyaan

yang mengenai prestasi belajar dari

responden sesuai dengan frekuensi

jawaban. Agar lebih jelas, maka dapat

dilihat pada tabel sebagai berikut:

TABEL 1

DATA ANGKET TENTANG

PRESTASI BELAJAR DI KELAS VII

DAN VIII DI SMP AL – WAFAA

NO RESPONDEN NILAI

1 42

2 39

3 40

4 39

5 36

6 36

7 37

8 41

9 37

Neng Eli

Page 17: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

52

Dari hasil nilai tersebut, kemudian

disajikan dalam bentuk distribusi frek-

uensi skor prestasi belajar dan skor rata-

rata (Mean). Adapun langkah-langkah

untuk membuat distribusi tersebut adalah

sebagai berikut:

a. Mencari jumlah Interval

K = 1+3,3 log N

= 1+3,3 log 40

= 1+5,28

= 6.28 dibulatkan menjadi 6

b. Mencari range

R = H – L

Keterangan:

R = Range

H = Nilai tertinggi

L = Nilai terendah

Jadi R = H – L

= 42 - 33

= 9

Menentukan Interval kelas

Dibulatkan menjadi 2

Jadi jumlah interval adalah 6 dan

interval kelas adalah 2

Untuk mengetahui kualitas variabel

prestasi belajar siswa, maka perlu dilihat

tabel kualitas vaiabel sebagai berikut :

10. 38

11. 40

12. 34

13. 36

14. 40

15. 39

16. 40

17. 37

18. 39

19. 37

20. 37

21. 37

22. 35

23. 40

24. 37

25. 37

26. 35

27. 38

28. 37

29. 39

30. 36

31. 41

32. 35

33. 36

34. 40

35. 39

36. 33

37. 35

38. 40

39. 40

40. 40

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 18: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

53

Keterangan:

f = Frekuensi

y = nilai tengah kelas interval

d = nilai sandi (nilai 0 ditentukan pada

nilai y pada frekuensi yang terban-

yak)

MT = Mean Terkaan (nilai y pada frek-

uensi yang terbanyak).

= 39,5 + 2

= 39,5 + 2 (- 0,8)

= 39,5 – 1,6

= 37,9

SD = i

= 2

= 2

= 2

Menentukan kualifikasi persepsi

peserta didik tentang Prestasi belajar

siswa (variabel y) dengan standar skala

lima

M + 1,5 SD = 37,9 + 1,5 (6) = 46,9

M + 0,5 SD = 37,9 + 0,5 (6) = 40,9

M – 0,5 SD = 37,9 – 0,5 (6) = 34,9

M – 1,5 SD = 37,9 – 1,5 (6) = 28,9

∑ = X = = 37,9

TABEL 3

NILAI DISTRIBUSI FREKUENSI

PRESTASI BELAJAR SISWA KE-

LAS VII DAN VIII SMP AL-WAFAA

CABANGBUNGIN

TABEL 2

DISTRIBUSI FREKUENSI PRESTASI BELAJAR SISWA

Interval F Y D Fd d2 fd2

41 – 42 3 41,5 1 3 1 9

39 – 40 15 39,5 0 0 0 0

37 – 38 11 37,5 -1 -11 1 22

35 – 36 9 35,5 -2 -18 4 324

33 – 34 2 33,5 -3 -6 9 36

Jumlah 40 -32 15 391

Neng Eli

Page 19: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

54

Berdasarkan hasil tabel di atas

menunjukkan bahwa nilai distribusi frek-

uensi Prestasi belajar siswa kelas VII dan

VIII di SMP Al- Wafaa, telah dihitung

rata-rata (mean) sebesar 37,9 dalam kate-

gori sedang pada interval ( 34 – 41).

b. Analisis Hasil Angket Sikap

Takdzim Kepada Guru

Untuk menentukan nilai kuanti-

tatif kecerdasan spiritual adalah dengan

menjumlahkan skor jawaban angket dari

responden sesuai dengan frekuensi jawa-

ban. Agar lebih jelas, maka dapat dilihat

pada tabel sebagai berikut:

TABEL 4

NILAI ANGKET TENTANG SIKAP

TAKDZIM KEPADA GURU DI KE-

LAS VII DAN VIII SMP AL-WAFAA

CABANGBUNGIN

Interval Kategori Frekuensi

48 – keatas Baik Sekali 0

42 – 47 Baik 1

34 – 41 Sedang 38

28 – 33 Kurang 1

Kebawah – 27 Jelek Sekali 0

Jumlah 40

NO.

RESPONDEN NILAI

1 45

2 45

3 43

4 46

5 44

6 44

7 43

8 41

9 45

10 42

11 41

12 45

13 45

14 43

15 44

16 38

17 44

18 40

19 39

20 44

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 20: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

55

Dari hasil nilai tersebut, kemudian

disajikan dalam bentuk distribusi frek-

uensi skor prestasi belajar dan skor rata-

rata (Mean). Adapun langkah-langkah

untuk membuat distribusi tersebut adalah

sebagai berikut:

a. Mencari Jumlah Interval

K = 1 + 3,3 log N

= 1 + 3,3 log 40

= 1 + 5,28

= 6.28 dibulatkan menjadi 6

b. Mencari range

R = H – L

Keterangan:

R = Range

H = Nilai tertinggi

L = Nilai terendah

Jadi R = H – L

= 46 - 36

= 10

c. Menen-

tukan Interval kelas

dibulatkan menjadi 2

Jadi jumlah interval adalah 6

dan interval kelas adalah 2

TABEL 5

DISTRIBUSI FREKUENSI SIKAP

TAKDZIM KEPADA GURU

21 42

22 42

23 42

24 38

25 39

26 42

27 41

28 40

29 39

30 40

31 38

32 40

33 36

34 38

35 44

36 38

37 39

38 38

39 45

40 43

Neng Eli

Page 21: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

56

Keterangan:

f = Frekuensi

y = nilai tengah kelas interval

d = nilai sandi (nilai 0 ditentukan pada

nilai y pada frekuensi yang terban-

yak)

MT = Mean Terkaan (nilai y pada frek-

uensi yang terbanyak).

M = MT + i (

= 44,5 + 2 (

= 44,5 + 2 (1,4)

SD = i

= 2

= 2

= 2

Menentukan kualifikasi persepsi

peserta didik tentang Prestasi belajar

siswa (variabel y) dengan standar skala

lima

M + 1,5 SD = 47,3 + 1,5 ( 10,6 ) = 63,2

M + 0,5 SD = 47,3 + 0,5 ( 10,6 ) = 52,6

M – 0,5 SD = 47,3 – 0,5 ( 10,6 )

= 42

M – 1,5 SD = 47,3 – 1,5 ( 10,6 ) = 31,4

∑ = X = 47,3

TABEL 6

NILAI DISTRIBUSI FREKUENSI

SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

KELAS VII DAN VIII SMP AL-

WAFAA CABANGBUNGIN

Interval F Y D Fd d2 fd2

46 – 47 1 46,5 1 1 1 1

44 – 45 12 44,5 0 0 0 0

42 – 43 9 42,5 -1 -9 1 81

40 – 41 7 40,5 -2 -14 4 196

38 – 39 10 38,5 -3 -30 9 900

36 – 37 1 36,5 -4 -4 16 16

Jumlah 40 -56 31 1194

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 22: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

57

Berdasarkan hasil tabel di atas

menunjukkan bahwa nilai distribusi frek-

uensi Prestasi belajar siswa kelas VII dan

VIII di SMP Al- Wafaa, telah dihitung

rata-rata (mean) sebesar 47,3 dalam kate-

gori sedang pada interval ( 42 – 51).

2. ANALISIS UJI HIPOTESIS

Untuk membuktikan kebenaran dari

hipotesa yang digunakan maka

terlebih dahulu mencari nilai

koefisien antara variabel prestasi

belajar siswa (X) dengan variabel

sikap takdzim kepada guru (Y)

dengan menggunakan rumus product

moment.

TABEL 7

HASIL ANGKET PRESTASI

BELAJAR SISWA DAN SIKAP

TAKDZIM KEPADA GURU DI

KELAS VII DAN VIII

SMP ALWAFAA

Interval Kategori Frekuensi

63 – keatas Baik Sekali 0

52 – 62 Baik 0

42 – 51 Sedang 22

31 – 41 Kurang 18

Kebawah – 30 Jelek Sekali 0

Jumlah 40

No. Re- X Y XY X2 Y2

1 42 45 1890 1764 2025

2 39 45 1755 1521 2025

3 40 43 1720 1600 1849

4 39 46 1794 1521 2116

5 36 44 1584 1296 1936

6 36 44 1584 1296 1936

7 37 43 1591 1369 1849

8 41 41 1681 1681 1681

9 37 45 1665 1369 2025

10 38 42 1596 1444 1764

11 40 41 1640 1600 1681

12 34 45 1530 1156 2025

Neng Eli

Page 23: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

58

Dari hasil diatas dapat kita hitung

dengan rumus korelasi product moment

∑XY

r xy=

√ {(∑X2)(∑Y2)}

13 36 45 1620 1296 2025

14 40 43 1720 1600 1849

15 39 44 1716 1521 1936

16 40 38 1520 1600 1444

17 37 44 1628 1369 1936

18 39 40 1560 1521 1600

19 37 39 1443 1369 1521

20 37 44 1628 1369 1936

21 37 42 1554 1369 1764

22 35 42 1740 1225 1764

23 40 42 1680 1600 1764

24 37 38 1406 1369 1444

25 37 39 1443 1369 1521

26 35 42 1470 1225 1764

27 38 41 1558 1444 1681

28 37 40 1480 1369 1600

29 39 39 1521 1521 1521

30 36 40 1440 1296 1600

31 41 38 1558 1681 1444

32 35 40 1400 1225 1600

33 36 36 1296 1296 1296

34 40 38 1520 1600 1444

35 39 44 1716 1521 1936

36 33 38 1254 1089 1444

37 35 39 1365 1225 1521

38 40 38 1520 1600 1444

39 40 45 1800 1600 2025

40 40 43 1720 1600 1849

N = 40 ∑X = 1514 ∑Y = 1665 ∑XY =

63306

∑X2 =

57486

∑Y2 =

67765

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 24: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

59

63306

=

√ (57486) (67765)

= = 1,00

Dari hasil rumus product moment

diatas menunjukan bahwa variabel X dan

Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau

sangat tinggi.

3. Analisis Lanjutan

Setelah r (koefisien korelasi) dari

variabel X dan variabel Y diketahui,

selanjutnya adalah mengonsultasikan

dengan nilai r product moment, untuk

diketahui signifikansinya dan untuk

mengetahui apakah hipotesa yang

diajukan oleh peneliti dapat diterima atau

tidak. Hal ini disebabkan apabila r

observasi yang kita peroleh sama dengan

atau lebih besar dari pada r tabel, maka

nilai r yang telah kita peroleh itu

signifikan. Adapun untuk mengetahui

apakah nilai r observasi tersebut

signifikan atau tidak adalah dengan cara

menunjukkan atau menguji taraf

signifikansi 5% dengan operasional

sebagai berikut: korelasi Antara Prestasi

Belajar Siswa dan Sikap Takdzim

Kepada Guru pada taraf signifikan 5%

dengan N=40, diperoleh ro = 1,00 dan rt

=0,19 maka ro > rt berarti signifikan.

Dengan demikian ro (r observasi) lebih

besar dari rt (r dalam tabel), berarti

hasilnya adalah signifikan dan ada

korelasi (ada hubungan yang positif)

antara kedua variabel tersebut.

Peneliti menyadari bahwa dalam

penelitian ini pasti banyak terjadi kendala

dan hambatan. Hal tersebut bukan faktor

kesengajaan, namun terjadi karena

keterbatasan peneliti dalam melakukan

penelitian. Sehubungan dengan tidak

terjangkaunya waktu, tenaga dan biaya,

maka peneliti dalam melakukan

penelitian hanya mengambil sampel dari

anak kelas VII dan VIII SMP Al Wafaa

yang berjumlah 40 responden sebagai

objek. Dalam penggunaan tes pilihan

ganda, tidak selamanya tes mempunyai

kelebihan. Namun juga mempunyai

kelemahan, yakni responden melihat

hasil pekerjaan responden lain, dan

kemungkinan responden memilih

jawaban secara acak. Salah satu

keterbatasan penelitian ini adalah yang

berhubungan dengan proses

penggeneralisasian. Hal ini dikarenakan

oleh sampel yang dipilih tidak bisa

mencerminkan secara tepat tentang

Neng Eli

Page 25: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

60

korelasi antara kecerdasan spiritual dan

prestasi belajar akidah akhlak peserta

didik Indonesia seluruhnya. Akan tetapi

hanya bisa digeneralisasikan untuk

peserta didik kelas VII dan VIII SMP Al-

Wafaa Cabangungin.

Selain itu dalam pembahasan ma-

salah penulis membatasi pada korelasi

antara prestasi belajar siswa dan sikap

takdzim kepada guru saja, padahal masih

banyak faktor lain yang mempengaruhi

sikap takdzim kepada guru, misalnya

lingkungan. Karena itulah, sekali lagi

penelitian ini tidak bisa digeneralisasi

untuk seluruh peserta didik SMP Al-

Wafaa di seluruh Kabupaten Bekasi,

apalagi di seluruh Jawa Barat

sebagaimana yang telah dikemukakan

bahwa mungkin saja penelitian bisa

berubah jika dilakukan penelitian serupa

dengan tempat dan sampel yang berbeda.

Artinya, bisa saja sikap takdzim siswa

keapada guru lebih banyak dipengaruhi

oleh faktor-faktor yang lain, sehingga

sikap takdzim kepada guru tidak

mempunyai hubungan yang signifikan

dengan prestasi belajar siswa. Ini

menandakan bahwa hasil penelitian yang

telah penulis lakukan ini hanya bisa

digeneralisasi untuk lingkup daerah

penelitian saja, yaitu di lingkup SMP Al-

Wafaa.

Kemudian faktor biaya,

meskipun faktor biaya bukan satu-

satunya faktor yang menghambat

penelitian ini, namun biaya pada

dasarnya mempunyai peranan penting

dalam penelitian ini. Oleh karena itu,

peneliti menyadari bahwa dengan biaya

yang minim akan mengalami kendala.

Selain itu keterbatasan waktu. Penelitian

yang dilakukan oleh peneliti terpancang

oleh waktu, karena waktu yang

digunakan sangat terbatas. Maka peneliti

hanya memiliki waktu sesuai keperluan

yang berhubungan dengan penelitian

saja. Walaupun waktu yang peneliti

gunakan cukup singkat akan tetapi bisa

memenuhi syarat-syarat dalam penelitian

ilmiah.

Yang terakhir adalah keterbatasan

kemampuan peneliti. Dalam melakukan

penelitian tidak lepas dari pengetahuan,

dengan demikian peneliti menyadari

keterbatasan kemampuan khususnya

dalam pengetahuan untuk membuat

karya ilmiah. Tetapi peneliti sudah

berusaha semaksimal mungkin untuk

melakukan penelitian sesuai dengan

kemampuan keilmuan serta bimbingan

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 26: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

61

dari dosen pembimbing.

C.KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan dapat

ditarik beberapa kesimpulan sebagai

berikut:

1. Tingkat prestasi belajar siswa di kelas

VII dan VIII SMP Al-Wafaa dalam kate-

gori baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil

analisis yang menunjukkan nilai mean

37,9 yaitu terdapat antara interval (34 –

41) dan nilai tersebut termasuk kategori

sedang.

2. Tingkat Sikap Takdzim Kepada Guru

di kelas VII dan VIII SMP Al-Wafaa da-

lam kategori baik. Hal ini dapat dilihat

dari hasil analisis yang menunjukkan

nilai mean 47,3 yaitu terdapat antara in-

terval (42 - 51) dan nilai tersebut terma-

suk kategori sedang.

3. Setelah diketahui rata-rata masing-

masing variabel, maka langkah selanjut-

nya adalah analisis uji hipotesis dengan

menggunakan rumus product moment.

Dari analisis uji hipotesis diketahui, ter-

dapat atau ada hubungan positif antara

prestasi belajar siswa dan sikap takdzim

kepada guru di SMP Al-Wafaa. Hal ini

dapat dilihat dari nilai r observasi adalah

1,00 berada diatas r product moment, pa-

da taraf signifikansi 5% sebesar

0,19dengan kata lain 1,00> 0,19. Dengan

demikian hipotesis yang menyatakan “

ada korelasi positif antara prestasi belajar

siswa dan sikap takdzim kepada guru di

SMP Al-Wafaa Kecamatan Cabang-

bungin Kabupaten Bekasi” dapat

diterima kebenarannya.

Demi peningkatan dan perbaikan

kegiatan proses belajar mengajar dan

kegiatan yang lain, tentu saja diperlukan

adanya tegur sapa dan saran. Dalam

penulisan skripsi ini perkenankanlah ka-

mi untuk memberikan saran-saran yang

bersifat membangun dan memberikan

motivasi kepada beberapa pihak yang

terkait antara lain :

1. Bagi para guru terutama guru

pendidikan agama islam

diharapkan selalu menanamkan

perilaku yang baik dalam

kehidupan sehari-hari, karena

seorang guru akan selalu menjadi

suri tauladan dan panutan bagi

siswa.

2. Bagi pihak sekolah, merupakan

suatu keharusan bagi pihak sekolah

untuk menyediakan sarana dan

prasarana yang lengkap dan

memadai agar proses belajar

Neng Eli

Page 27: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

62

mengajar dapat berjalan dengan

baik, disamping itu juga harus

selalu menjaga perilaku yang baik

agar dapat dicontoh oleh siswanya.

3. Bagi para siswa, hendaknya

selalu mengembangkan akhlakul

karimah agar nantinya dapat hidup

dengan baik ditengah-tengah

masyarakat, selain itu juga harus

meningkatkan iman dan takwa

kepada Allah SWT sebagai

perwujudan meningkatkan

kecerdasan spiritual kepada sang

Khalik.

4. Bagi para orang tua, hendaknya

selalu mendidik dan

memperhatikan akhlak anak-

anaknya agar anak-anaknya selalu

bersikap baik kapanpun dan

dimanapun mereka berada.

5. Bagi pemerintah, sebagai pejabat

pemegang kekuasaan tentunya

orangorang yang berpendidikan

tinggi, seharusnya sadar bahwa

dirinya menjadi sorotan oleh

masyarakat. Maka dari itu, mereka

harus bisa menjaga sikap agar bisa

dihormati masyarakat umum,

bukan menjadi pemimpin yang

hanya bisa membuat peraturan dan

melanggarnya.

6. Bagi masyarakat, hendaknya

merubah paradigma tentang konsep

inteligensi (kecerdasan).

Maksudnya pemahaman tentang

kecerdasan tidak hanya terbatas

pada kecerdasan intelektual dan

kecerdasan emosional saja, tetapi

ada kecerdasan spiritual yang tidak

kalah penting untuk dikembangkan

dan dipraktekkan dalam kehidupan

sehari-hari sebagai kunci meraih

prestasi dan kesuksesan dalam

semua bidang kehidupan.

Penelitian ini merupakan

penelitian sampel karena responden

yang berjumlah 40 siswa diambil dari

20% jumlah populasinya yaitu 210

siswa. Pengumpulan data dilakukan

dengan menggunakan angket atau

kuesioner tertutup untuk memperoleh

data variabel X yaitu prestasi belajar

siswa dan dokumentasi nilai hasil bela-

jar siswa untuk memperoleh data vari-

abel Y yaitu sikap takdzim kepada guru.

1. Tingkat prestasi belajar siswa di kelas

VII dan VII SMP Al-Wafaa dalam kate-

gori baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil

analisis yang menunjukkan nilai mean

37,9 yaitu terdapat antara interval (34 –

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 28: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

63

41) dan nilai tersebut termasuk kategori

sedang.

2. Tingkat Sikap Takdzim Kepada Guru

di kelas VII dan VIII SMP Al-Wafaa da-

lam kategori baik. Hal ini dapat dilihat

dari hasil analisis yang menunjukkan

nilai mean 47,3 yaitu terdapat antara in-

terval (42 - 51) dan nilai tersebut terma-

suk kategori sedang.

3. Setelah diketahui rata-rata masing-

masing variabel, maka langkah selanjut-

nya adalah analisis uji hipotesis dengan

menggunakan rumus product moment.

Dari analisis uji hipotesis diketahui, ter-

dapat atau ada hubungan positif antara

prestasi belajar siswa dan sikap takdzim

kepada guru di SMP Al-Wafaa. Hal ini

dapat dilihat dari nilai r observasi adalah

1,00 berada diatas r product moment, pa-

da taraf signifikansi 5% sebesar 0,19

dengan kata lain 1,00 > 0,19. Dengan

demikian hipotesis yang menyatakan “

ada korelasi positif antara prestasi belajar

siswa dan sikap takdzim kepada guru di

SMP Al-Wafaa Kecamatan Cabang-

bungin Kabupaten Bekasi” dapat

diterima kebenarannya.

Berdasarkan hasil penelitian diatas,

diharapkan dapat menjadi bahan infor-

masi dan rujukan bagi para civitas

akademik, para mahasiswa, para tena-

ga pengajar mata kuliah jurusan dan

program studi di Sekolah Tinggi Aga-

ma Islam, terutama dalam memberi

dorongan kepada mahasiswa agar senan-

tiasa meningkatkan motivasi berprestasi

secara lebih memadai.

E.DAFTAR PUSTAKA

A. Ma’ruf Asrori, Etika Bermasyarakat,

Al- Miftah, Surabaya, 1996.

SyeikhSalamahAbi Abdul hamid,

JauharulAdab,Toha Putra, Semarang,

1967.

A. Ma’ruf, Etika Bermasyarakat, Al-

Miftah, Surabaya, 1996.

Anak Berbakat Intelektual, (Jakarta :

Grasindo)

Anisatun Mahmudah, Pengaruh

Profesionalisme Guru terhadap Prestasi

Belajar Siswa di MTs al-Ishlah

Kec. Gandrung Mangu Kab.

Cilacap Tahun 2000/2001,

(Semarang: Perpustakaan Fakultas

Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang,

2002), td.

Cronbach, Harold Spears dan Geoch.

Sardiman A.M (2005:20)

Neng Eli

Page 29: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id

64

Departemen Agama Republik Indonesia,

Al-Qur’an dan Terjemahnya,

(Jakarta: Yayasan Penyelenggara

Penenerjemah Al-Qur‟an, 1971)

Dewey, Jhon (1916/1944). Democracy

and Education. The Free Press. Pp. 1-4

ICESCR, Article 13.1

H. Abu Ahmadi dan Noor Salimi,

201:2008

Joko Subagyo, Metode Penelitian dalam

Teori dan Praktek (Jakarta: PT

Rineka Cipta, 2004)

K. Bertens. 2000. Etika Jakarta. Grame-

dia Pustaka Utama, hal.25

M. Burhan Bungin, Metodologi

Penelitian Kuantitatif, (Jakarta:

Kencana, 2010), Cet. ke-5

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan

dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT

Remaja Rosdakarya, 2010)

Muadi, Peranan Pendidikan Agama

Islam dalam Membentuk Akhlak Siswa di

Mts Nurul Huda Cikarang Selatan

– Bekasi, (Bekasi : Perpustakaan STAI

Haji Agus Salim, 2008) td.

Netty Hartati, dkk, Islam dan Psikologi,

(Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005)

Reni Akbar – Hawadi, Akselerasi A -Z

Informasi Program Percepatan Belajar

dan

Rinold A. Nicholson, The Idea Of

Respect, Insafism, Idaroh I, Adawiyah I,

Dellit,th.

Sidik Tono, et.al., Ibadah dan Akhlak

dalam Islam, Yogyakarta, 2002, hlm. 107

Samuel Soetione, Psikologi Pendidikan

II, Lembaga Penerbit Fak. Ekonomi, UI,

Jakarta, 1982.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian

Suatu Pendekatan Praktik.

Sugiono, Statistika untuk penelitian,

(Bandung: Alfabeta, 2007), Cet. Ke 12

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian

Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2006)

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan,

Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan

R&D, (Bandung: Alfabeta, 2008)

Tim Penyusun Kamus Pusat dan

Pengembangan Bahasa, Kamus Besar

Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai

Pustaka, 1995)

W.S Wikel, Psikologi Pengajaran,

(Jakarta: Grasindo, 1991

W.J.S. Poerwadarminta, KamusU-

mumBahasa Indonesia, Jakarta, Balai-

Pustaka, 1976.

KORELASI PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP SIKAP TAKDZIM KEPADA GURU

(STUDI KASUS SMP AL-WAFAA CABANGBUNGIN BEKASI)

Page 30: Neng Eli - jurnal.staihas.ac.id