narasi rpjmn

16
ANALISIS KRITIS RPJMN TAHUN 2010-2014 DENGAN RENSTRA TAHUN 2010-2014 Tugas Manajemen Stratejik oleh Veronica Wulan Dwi A. NIM. 11/325466/PKU/12759

Upload: veronica-wulan-dwi-astuti

Post on 25-Jul-2015

158 views

Category:

Documents


1 download

TRANSCRIPT

Page 1: Narasi RPJMN

ANALISIS KRITIS

RPJMN TAHUN 2010-2014 DENGAN RENSTRA TAHUN 2010-2014

Tugas Manajemen Stratejik

oleh

Veronica Wulan Dwi A.

NIM. 11/325466/PKU/12759

Page 2: Narasi RPJMN

Sebagaimana diamanatkan dalan Undang-Undang No. 25 tahun 2004 tentang Sistem perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) merupakan tahapan pencapaian visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN) 2005-2025, dimana didalam RPJMN tersebut dirumuskan permasalahan, sasaran serta arah kebijakan pembangunan dalam waktu 5 tahun (2010-2014). Pencapaian sasaran pokok RPJPN 2005-2025 pada masing-masing misi pembangunan dilakukan melalui tahapan dan skala prioritas pembangunan jangka menengah, dimana di dalamnya dijabarkan arah pembangunan dan sasaaran pokok 5 tahunannya.

Tahapan pembangunan dalam RPJPN 2005-2025 adalah sebagai berikut:

RPJM 1 (2005-2009) Menata kembali NKRI, membangun Indonesia yang aman dan damai, adil dan demokratis, dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

RPJM 2 (2010-2014) Memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan Iptek, memperkuat daya saing perekonomian.

RPJM 3 (2015-2019) Memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis sumber daya alam yang tersedia, SDM yang berkualitas, kerta kemampuan Iptek.

RPJM 4 (2010-2025) Mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif.

RPJMN 2010-2014 merupakan tahap ke-2 pencapaian visi dan misi RPJPN 2025, dengan prioritas agenda pembangunan difokuskan pada pemantapan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan penekanan pada upaya:1) Peningkatan kualitas sumber daya manusia2) Perkembangan kemampuan ilmu dan teknologi3) Penguatan daya saing perekonomian.

RPJMN 2010-2014 terdiri dari 3 buah buku yang saling terkait. Buku I RPJMN memuat Prioritas, Fokus Prioritas, dan Kegiatan Prioritas yang bersifat Nasional dan mencerminkan Platform Presiden sehingga Prioritas dan Fokus Prioritas dapat bersifat lintas bidang.

Buku II RPJMN memuat Prioritas, Fokus Prioritas, dan Kegiatan Prioritas Bidang, dimana didalam buku tersebut terdiri dari Kondisi Umum, Permasalahan dan Sasaran, serta Arah Kebijakan Pembangunan Bidang. Arah Kebijakan Pembangunan Bidang memuat strategi yang merupakan kerangka pikir/kerangka kerja untuk memecahkan permasalahan pokok dan mewujudkan sasaran prioritas Bidang (Bidang Ekonomi, Iptek, Sarana dan Prasarana, Politik, Pertahanan dan Keamanan, Hukum dan Aparatur, Wilayah dan Tata Ruang, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup)

Page 3: Narasi RPJMN

Buku III berisi rencana pengembangan wilayah pulau dan keterkaitan Nasional-Regional yaitu melihat strategi kebijakan pembangunan Bidang/KL dalam mendukung pencapaian prioritas nasional di wilayah. Buku III merumuskan rencana pembangunan Bidang/KL untuk mendukung arah pengembangan pulau dengan basis wilayah Provinsi yang disesuaikan dengan potensi wilayah, permasalahan, dan strategi serta arah kebijakan pengembangan wilayah (wilayah Pulau Papua, Pulau Maluku, Pulau Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan, Pulau Jawa-Bali, dan Pulau Sumatera.

Antara Buku I, Buku II, dan Buku III ada keterkaitan oleh karena pada Buku I dijelaskan masing-masing Fokus Prioritas Nasional (11 Prioritas Nasional), seperti pada Kesehatan merupakan Prioritas Nasional ke-3. Pada Buku II dijelaskan tentang Prioritas Pembangunan Bidang, dimana masing-masing bidang (Kesehatan, Politik, Ekonomi dst) mempunyai Prioritas-prioritas berdasarkan Fokus Prioritas yang tercantum dalam Prioritas di Buku I. Prioritas-prioritas masing-masing bidang tersebut akan menjadi acuan bagi program dan kegiatan di masing-masing KL dengan memperhatikan dan menyesuaikan potensi wilayah kepulauan yang ada di Indonesia yang sudah dijelaskan pada Buku III.

Di dalam RPJMN, Visi dan Misi Pemerintah 2010-2014 dirumuskan dan dijabarkan secara lebih operasional ke dalam 11 program prioritas, sehingga lebih mudah diimplementasikan dan diukur tingkat keberhasilannya. Sebagian besar sumber daya dan kebijakan akan diprioritaskan untuk menjamin implementasi dari 11 prioritas nasional, yaitu:1) Reformasi birokrasi dan tata kelola2) Pendidikan3) Kesehatan4) Penanggulangan kemiskinan5) Ketahanan pangan6) Infrastruktur7) Iklim investasi dan usaha8) Energi9) Lingkungan hidup dan bencana10)Daerah tertinggal, terdepan, terluar dan paskakonflik11)Kebudayaan, kreativitas dan inovasi teknologi

Untuk bidang kesehatan merupakan prioritas nasional yang ketiga, namun bidang Kesehatan juga ada pada Prioritas Nasional 10. Prioritas-prioritas tersebut saling terkait satu sama lain karena kesebelas prioritas nasional merupakan upaya untuk mencapai visi dan misi pemerintah tahun 2010-2014, diantaranya: Percepatan pembangunan infrastruktur fisik (prioritas 5, Prioritas 6, Prioritas 8,

Prioritas 10) Perbaikan infrastruktur lunak (Prioritas 1 dan Prioritas 7) Penguatan Infrastruktur Sosial (Prioritas 2, Prioritas 3, Prioritas 4 dan Prioritas 9) Pembangunan Kreativitas (Prioritas 11)

Di dalam RPJMN terdapat Tema Prioritas untuk Bidang Kesehatan yaitu Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan melalui:

Page 4: Narasi RPJMN

1) Program Kesejahteraan Masyarakat, yang terdiri dari kesehatan preventif terpadu termasuk imunisasi dasar, akses air bersih, akses sanitasi dasar, penurunan AKI dan penurunan AKB.

2) Program Keluarga Berencana (KB): peningkatan kualitas dan jangkauan layanan KB melalui klinik pemerintah maupun klinik swasta.

3) Sarana kesehatan: ketersediaan dan peningkatan kualitas layanan RS berakreditasi internasional

4) Obat: pemberlakukan Daftar Obat Esensial Nasional sebagai dasar pengadaan obat diseluruh Indonesia

5) Asuransi Kesehatan Nasional: penerapan Asuransi Kesehatan Nasional untuk seluruh keluarga miskin.

Sedangkan untuk Tema Prioritas Kemenkes memang tidak tertulis di dalam Renstra Kemenkes secara langsung, tetapi program-program Kemenkes disusun mengacu pada Tema Prioritas bidang Kesehatan yang tercantum dalam RPJMN.

Untuk Program Prioritas (Fokus Prioritas) Bidang Kesehatan yang tercantum dalam RPJMN tahun 2010-2014, antara lain:1) Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita2) Perbaikan status gizi masyarakat3) Pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular, diikuti

pemenyehatan lingkungan4) Pengembangan sumber daya manusia kesehatan5) Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, keamanan, mutu dan

penggunaan obat serta pengawasan obat dan makanan6) Pengembangan sistem jaminan pembiayaan kesehatan7) Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan8) Peningkatan pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier.

Sedangkan Program Prioritas (Fokus Prioritas) yang tecantum dalam Renstra Kemenkes tahun 2010-2014 tetap mengacu pada Fokus Prioritas bidang Kesehatan yang tercantum di dalam RPJMN. Adapun Fokus Prioritas yang terdapat di dalam Renstra Kemenkes, yaitu:1) Peningkatan kesehatan ibu, bayi, Balita dan Keluarga Berencana (KB)2) Perbaikan status gizi masyarakat3) Pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular diikuti

penyehatan lingkungan4) Pemenuhan, pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan5) Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, keamanan, mutu

dan penggunaan obat serta pengawasan obat dan makanan6) Pengembangan Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)7) Pemberdayaan masyarkat dan penanggulangan bencana dan krisis

kesehatan8) Peningkatan pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier.

Fokus Prioritas yang tertera dalam RPJMN dengan Renstra saling terkait satu sama lain, dimana Fokus Prioritas pada Renstra mengacu pada Fokus Prioritas yang ada pada RPJMN terutama untuk prioritas bidang Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan. Untuk program Keluarga Berencana masuk dalam

Page 5: Narasi RPJMN

Fokus Prioritas bidang Kesehatan untuk mendukung prioritas bidang Pengendalian Kuantitas Penduduk.

Di dalam dokumen Renstra Kemenkes dijabarkan Visi dan Misi Kemenkes. Visi Kemenkes yaitu “Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan”. Sedangkan Misi Kemenkes untuk mencapai visi yang telah ditetapkan, dirumuskan sebagai berikut:1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan

masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya

kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan4. Menciptakaan tata kelola kepemerintahan yang baik.

Pada Peraturan Pemerintah RI No. 40 tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana pembangunan Nasional, pada pasal 13 dinyatakan bahwa:1) Pimpinan KL menyusun Rancangan Renstra KL yang memuat visi, misi, tujuan,

strategi, kebijakan, serta program dan kegiatan pokok sesuai dengan tugas dan fungsi KL dengan berpedoman pada Rancangan Awal RPJM Nasional.

2) Tujuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 merupakan penjabaran visi KL yang bersangkutan dan dilengkapi dengan rencana sasaran nasional yang hendak dicapai dalam rangka mencapai sasaran program prioritas Presiden.

3) dst.

Pada Dokumen Petunjuk Penyusunan Renstra KL oleh Bappenas juga disebutkan bahwa visi yang terdapat di dalam Renstra KL merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang ingin dicapai KL pada akhir periode perencanaan melalui misi.

Apabila mengacu pada PP No. 40 tersebut di atas serta Dokumen Petunjuk Penyusunan Renstra KL, maka visi yang tertera pada Renstra Kemenkes tahun 2010-2014, “Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan”, merupakan visi pembangunan bidang kesehatan bukan visi dari Kementerian Kesehatan. Karena untuk membuat masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan merupakan tanggungjawab seluruh komponen yang ada, tidak hanya semata-mata merupakan tanggung jawab Kementerian Kesehatan. Visi yang ada di Renstra hendaknya dapat dievaluasi dan diukur keberhasilannya. Sedangkan yang ada saat ini masih abstrak dan sulit diukur keberhasilannya.

Di dalam Renstra Kemenkes terdapat Sasaran Strategis Kemenkes dan Strategi Kemenkes yang dijabarkan sebagai berikut:1. Sasaran Strategis Kemenkes pada Bab II Renstra 2010-2014:

1) Meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat2) Menurunnya angka kesakitan akibat penyakit menular3) Menurunnya disparitas status kesehatan dan status gizi antar wilayah dan

antar tingkat sosial ekonomi serta gender4) Meningkatnya penyediaan anggaran public untuk kesehatan dalam rangka

menurangi risiko finansial akibat gangguan kesehatan bagi seluruh penduduk, terutama penduduk miskin

Page 6: Narasi RPJMN

5) Meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tingkat rumah tangga dari 50% menjadi 70%

6) Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan strategis di Daerah Tertinggal, Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan Terluar (DTPK)

7) Seluruh provinsi melaksanakan program pengendaliamn penyakit tidak menular

8) Seluruh kab/kota melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

2. Strategi Kemenkes pada Renstra 2010-2014 bab III:1) Meningkatkan pemberdayaan masyarkat, swasta dan masyarakat madani

dalam pembangunan kesehatan melalui kerjasama nasional dan global2) Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, bermutu dan

berkeadilan, serta berbasis bukti dengan pengutamaan pada upaya promotif preventif

3) Meningkatkan pembiayaan pembangunan kesehatan, terutama untuk mewujudkan jaminan sosial kesehatan nasional

4) Meningkatkan pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan yang merata dan bermutu

5) Meningkatkan ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat dan alat kesehatan serta menjamin keamanan/khasiat, kemanfaatan dan mutu sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan

6) Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, transparan, berdayaguna dan berhasilguna untuk memantapkan desentralisasi kesehatan yang bertanggung jawab.

Jika melihat pada Strategi Kemenkes terhadap Sasaran Strategis yang telah ditetapkan seperti tersebut di atas, maka terlihat bahwa Strategi Kemenkes masih abstrak dan kurang memperkuat untuk menopang pertumbuhan organisasi (Kemenkes) dalam rangka untuk mencapai Sasaran Strategis. Harusnya pada Strategi Kemenkes dapat dijelaskan fungsi-fungsi yang dapat digunakan untuk mencapai Sasaran Strategis seperti fungsi SDM, Keuangan, Infrastruktur, peralatan, budaya kerja dll, sehingga dapat terlihat jelas upaya apa saja yang harus dilaksanakan agar Sasaran Strategis dapat tercapai.

Program-program yang ada di Kementerian Kesehatan tahun 2010-2014 dibagi kedalam 2 jenis yaitu Program Generik dan Program Teknis. Program Generik adalah program yang digunakan oleh unit yang memberikan pelayanan internal pemerintah. Biasanya Program Generik tersedia di semua Kementerian. Adapun program Generik di Kemenkes sebagai berikut:1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kemenkes3. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kemenkes4. Program Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Sedangkan Program Teknis adalah program yang digunakan oleh unit yang memberikan pelayanan eksternal yang mempunyai dampak langsung terhadap masyarakat, sesuai dengan tupoksi dari masing-masing kementerian. Program Teknis tersebut terdiri dari:1. Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak2. Program Pembinaan Upaya Kesehatan

Page 7: Narasi RPJMN

3. Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan4. Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan5. Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan

Dengan melihat Program Teknis tersebut di atas, ada keterkaitan antara Program Teknis yang ada di dalam Renstra dengan 8 Fokus Prioritas pembangunan kesehatan, yaitu bahwa 8 Fokus Prioritas Pembangunan Kesehatan diakomodir oleh Program Teknis yang tertera dalam Renstra Kemenkes.Namun masih ada beberapa Fokus Prioritas yang tidak diakomodir oleh Program Teknis, tetapi diakomodir oleh salah satu Program Generik dan ada yang merupakan tanggung jawab lembaga lain (Badan POM)Keterkaitan tersebut dapat terlihat pada matriks di bawah ini:

No. Fokus Prioritas Pembangunan Kesehatan

Didukung oleh Program Teknis

Didukung oleh Program Generik

1. Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita

Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak

-

2. Perbaikan status gizi masyarakat

Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak

-

3. Pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular, diikuti pemenyehatan lingkungan

Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan

-

4. Pengembangan sumber daya manusia kesehatan

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan

-

5. - Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, keamanan, mutu dan penggunaan obat - pengawasan obat dan makanan

Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan

Badan POM (di luar Kemenkes)

-

6. Pengembangan sistem jaminan pembiayaan kesehatan

- Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan tugas Teknis Lainnya (Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan)

Page 8: Narasi RPJMN

7. Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan

Program Pembinaan Upaya Kesehatan

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan tugas Teknis Lainnya (Pusat Penanggulangan Krisis)

8. Peningkatan pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier

Program Pembinaan Upaya Kesehatan

-

Untuk melihat apakah penyusunan RPJMN sudah sesuai dengan teori-teori yang ada, maka kita harus melihat payung hukum penyusunan RPJMN terlebih dahulu. Sesuai dengan UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 2006 tentang tata cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional, koordinasi penyusunan RPJMN dilakukan oleh Bappenas.Sesuai dengan aturan-aturan tersebut di atas, maka tahapan penyusunan RPJMN sebagai berikut:1) Penyiapan Rancangan Awal RPJMN. Disiapkan pada tahun terakhir RPJMN

berjalan dengan mengacu RPJP Nasional, visi misi dan program prioritas Presiden terpilih, hasil evaluasi pelaksanaan RPJMN berjalan serta aspirasi masyarakat. Rancangan Awal tersebut menjadi pedoman/acuan bagi penyusunan Rancangan Renstra KL.

2) Penyiapan Rancangan Renstra KL. Disiapkan oleh Pimpinan KL, yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan serta program dan kegiatan pokok sesuai dengan tugas dan fungsi KL dengan berpedoman pada Rancangan Awal RPJMN. Pada tahap tersebut, KL berkoordinasi dengan Pemda untuk mengidentifikasi pembagian tugas dalam pencapaian sasaran nasional di sektornya.

3) Penyusunan Rancangan RPJMN dengan menggunakan Rancangan Renstra KL. Rancangan RPJMN memasukkan pertimbangan Rancangan Awal dan rancangan Renstra KL yang dilaah oleh Menteri Bappenas agar sesuai dengan penjabaran dari Rancangan Awal RPJMN dan sasaran program prioritas Presiden.

4) Pelaksanaan Musrenbang Jangka Menengah Nasional, yang mengikutsertakan unsul-unsur penyelenggara negara dan masyarakat. Diselenggarakan paling lambat 2 bulan setelah Presiden dilantik.

5) Penyusunan Rancangan Akhir RPJMN, yang disusun berdasarkan hasil Musrenbangnas dan kemudian dikonsultasikan pada DPR serta Sidang Kabinet untuk penyempurnaan.

6) Penetapan RPJMN. RPJMN ditetapkan 3 bulan setelah Presiden dilantik.

Sistematika RPJMN tahun 2010-2014 pada dasarnya sudah sesuai teori, namun hanya ada sedikit sekali yang kurang sesuai dengan teori yang ada. Sistematika yang masih belum sesuai dengan teori dapat dilihat dari sistematika berikut (yang berwarna merah):

Page 9: Narasi RPJMN

Sistematika RPJMN Teori

1) Pendahuluan

2) Substansi dan Struktur Penyusunan RPJMN 2010-2014a. Substansi RPJMN 2010-2014, terdiri dari:

i. Arahan RPJPN 2005-2025. Dalam Arahan RPJPN 2005-2025 terdiri dari: Visi dan Misi Pembangunan Jangka Panjang serta Tahapan dan Skala Prioritas Pembangunan Jangka Menengah

ii. Arah kebijakan dan strategi pembangunan, yang memuat:- Strategi sebagai kerangka kerja untuk

menyelesaikan masalah untuk mencapai sasaran dalam 5 tahun kedepan

- Penjelasan Prioritas Nasional- Penjelasan Fokus Prioritas Nasional- Penjelasan Prioritas Bidang- Penjelasan Fokus Prioritas Bidang

yang bersifat lintas sektor/lintas KL

iii. Pengarusutamaan Pembangunan (Mainstreaming), berisi tentang:- Isu/permasalahan yang melibatkan

kegiatan lintas sektor atau lintas KL- Tujuan pengarusutamaan

pembangunan

iv. Kerangka Ekonomi Makro, mencakup pembiayaan yang memuat gambaran umum perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal jangka menengah.

b. Buku RPJMN yang berisi tentangi. Outline Buku I: Prioritas Pembangunan

Nasionalii. Outline Buku II: prioritas Pembangunan

Bidang/KLiii. Outline Buku III: Aspek pengembangan

Wilayah

c. Kaidah Pelaksanaan yang menjelaskan mekanisme pelaksanaan rencana pembangunan jangka menenangah (perencanaan, penganggaran dan restrukturisasi program pembangunan)

Tahap Diagnosis, yang terdapat Visi dan Misi, Kajian Lingkungan Internal dan Eksternal dan isu-isu utama (Prioritas Pembangunan jangka menengah

Tahap Perencanaan: Strategi Pengembangan (Tujuan dan Penetapan Prioritas)

Isu Utama dan Kajian tentang lingkungan internal (nasional). Menurut teori sebaiknya masuk dalam Tahap Diagnosis

Tahap Perencanaan

Tahap Pelaksanaan

3) Penetapan Indikator Kinerja dalam RPJMN 2010-2014, yang menjelaskan tentang perumusan indikator kinerja yang dapat dicapai dan diukur keberhasilannya.

Tahap Pengendalian

Page 10: Narasi RPJMN

Untuk Sistematika penulisan Konsep manajemen menurut teori dapat terlihat pada matriks adalah sebagai berikut:

Pada RPJMN tidak terdapat Tahap Penyusunan Rencana Operasional dan Penyusunan Program & Anggaran Tahunan karena pada tahapan tersebut dijelaskan pada masing-masing Renstra KL

Jika melihat pada Sistematika penulisan Konsep Manajemen sesuai dengan gambar di atas, maka Dokumen Renstra Kemenkes masih belum sesuai dengan teori. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat matriks tersebut:

Sistematika Renstra Kemenkes Teori

1) Pendahuluan: Latar belakang, kondisi umum, potensi dan permasalahan, lingkungan strategis

Tahap Diagnosis

2) Visi, Misi, tujuan dan Nilai-nilai Sasaran Strategis Kemenkes

Tahap Diagnosis

3) Arah Kebijakan dan Strategi Nasional dan Kemenkes

Tahap Perencanaan

Visi dan Misi

Kajian Lingk. Internal Kajian Lingk. Eksternal

Isu-isu Utama

Tahap Diagnosis:

Strategi Pengembangan (Tujuan dan Penetapan Prioritas)

Kebijakan, program dan Sasaran

Tahapan Pencapaian Sasaran

Programming and Budgeting

Tahap Pelaksanaan

Tahap Pengendalian

Tahap Perencanaan

Penyusunan Rencana Operasional:

Penyusunan Program dan Anggaran (tahunan):

Page 11: Narasi RPJMN

4) Penutup

Dengan melihat gambaran Sistematika Renstra Kemenkes di atas, terlihat bahwa memang Renstra Kemenkes masih belum sesuai dengan teori penulisan Konsep Manajemen karena baru hanya sampai dengan Tahap Perencanaan. Itupun pada Tahap Perencanaan tidak semua tahap ditulis pada Renstra secara jelas. Tahapan yang belum ada di Renstra antara lain:

- Tahap Pencapaian Sasaran-Tahap Penyusunan Program dan Anggaran (tahunan)-Tahap Pengendalian

Dengan melihat hasil bedah dokumen Renstra Kemenkes 2010-2014 seperti tersebut di atas, maka penyusunan Dokumen Renstra Kemenkes tahun 2010-2014 dirasa memang masih banyak kekurangan. Apabila suatu hari nanti diberikan waktu dan kesempatan untuk ikut menyusun Renstra Kemenkes 2015-2019, maka hal-hal yang perlu saya sampaikan untuk perbaikan agar dapat dimasukkan ke dalam Renstra adalah sebagai berikut:a. Visi dan Misi

i. Visi Visi yang tercantum pada Renstra saat ini belum mencerminkan Visi dari Kementerian Kesehatan, tetapi merupakan Visi bidang Kesehatan yang melibatkan banyak sektor.

ii. MisiDalam merumusan Misi Kemenkes pada Renstra yang akan datang juga harus dikaitkan dengan PP 38 tahun 2007. Di dalam PP 38 tahun 2007 tersebut terdapat Sub Bidang, Sub Sub bidang dan kegiatan Pemerintahan Pusat, untuk itu Misi yang dibuat oleh Kemenkes harus dapat mengakomodir Sub Bidang, Sub Sub Bidang dan Kegiatan Pusat tersebut.

b. Fungsi-fungsi manajemen:i. Perencanaan:

- Pada Renstra saat ini antara Sasaran Strategis Kemenkes dengan Strategi Kemenkes masih belum sinkron dan kurang mendukung satu sama lain. Untuk itu pada Renstra yang akan datang perlu ada perbaikan untuk kedua hal tersebut agar dapat lebih terkait satu sama lain sehingga ada kejelasan strategi apa yang harus dilakukan untuk mencapai Sasaran Strategi yang telah ditetapkan.

ii. Implementasi:- Pada Renstra yang akan datang sebaiknya dituliskan bagaimana

mengimplementasikan Strategi secara jelas, karena pada Renstra yang saat ini hal itu belum tertulis secara jelas.

iii. Monitoring dan Evaluasi- Pada dokumen Renstra ada indikator tiap tahun untuk capaian yang

harus dicapai. Untuk itu pada Renstra yang akan datang harus ada indikator visi yang jelas agar dapat dijadikan sebagai “tools” untuk mengevaluasi Renstra.

- Pada Renstra yang akan datang juga harus dituliskan secara jelas waktu/periode Evaluasi Renstra. Renstra dapat dievaluasi secara tiap tahun, mid term maupun evaluasi tahun Renstra berakhir. Untuk itu perlu disampaikan secara jelas indikator-indikator yang harus dicapai agar dapat terukur ketika dievaluasi.

c. Sistem Pendukung Manajerial:

Page 12: Narasi RPJMN

i. Manajemen SDMPada Renstra harus tertera Manajemen SDM yang seperti apa agar dapat mendukung dan melaksanakan Strategi Kementerian.

ii. Sistem Manajemen Keuangan/PembiayaanPada periode Renstra yang akan datang, perlu dipertimbangkan mengenai kebijakan pembiayaan yang ada sehubungan dengan adanya BPJS pada tahun 2014. Untuk itu Kemenkes, sebagai Regulator, perlu mencantumkan kebijakan pembiayaan yang dapat mendukung BPJS seperti regulasi pembiayaan medical fee, harga alat kesehatan, harga pelayanan tenaga medis dll.

iii. Infrastruktur Di dalam Renstra perlu dijelaskan pula infrastruktur, terutama infrastruktur yang berkaitan dengan bidang kesehatan yang tersedia saat ini, sehingga dapat menjadi acuan untuk menopang pertumbuhan dan sebagai alat untuk mencapai sasaran Kemenkes.

d. Secara keseluruhan, isi buku Renstra Kemenkes saat ini masih terkesan ‘copy paste’ dari RPJMN bidang kesehatan. Untuk itu isi Renstra mendatang diharapkan benar-benar merupakan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan untuk mencapai visi yang telah ditetapkan.

------------------------