narasi pemetaan kkn

12
A. LETAK GEOGRAFIS & BATAS PEDUKUHAN KANIGORO Pedukuhan Kanigoro terletak pada desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pedukuhan Kanigoro memiliki wilayah yang berbukit - bukit, dengan jalanan yang menanjak dan menurun. Luas wilayah ± 5 Ha. Pedukuhan Kanigoro memiliki iklim tropis, kondisi tanah berbatu dan mengandung kapur. Masyarakat Pedukuhan Kanigoro mayoritas bermatapencaharian sebagai petani, peternak dan sebagian kecil nelayan. Pedukuhan Kanigoro memilik batas wilayah sebagai berikut : Utara : Ladang (Pedukuhan Widoro) Timur : Pedukuhan Sawah Selatan : Samudra Hindia Barat : Ladang (Pedukuhan Gebang) B.LUAS WILAYAH Berdasar administrasi, luas wilayah Pedukuhan Kanigoro terdiri dari 1 Rukun Warga (RW) dan 6 Rukun Tetangga (RT). Sebagian besar luas wilayah Pedukuhan Kanigoro merupakan lahan perkebunan dan pertanian. Sisanya, terdiri dari fasilitas publik, dan permukiman warga. Total luas wilayah Pedukuhan Kanigoro ± 5 Ha. C.IKLIM Pedukuhan Kanigoro memiliki iklim tropis dengan dua musim yaitu kemarau dan penghujan. Pada musim kemarau, Pedukuhan ini mengalami kekeringan karena sumber air hanya berasal dari air hujan dan PAM. D. SARANA PERHUBUNGAN

Upload: clatszylicia

Post on 28-Dec-2015

68 views

Category:

Documents


1 download

DESCRIPTION

narasi pemetaan KKN

TRANSCRIPT

Page 1: narasi pemetaan KKN

A. LETAK GEOGRAFIS & BATAS PEDUKUHAN KANIGORO

Pedukuhan Kanigoro terletak pada desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pedukuhan Kanigoro memiliki wilayah yang berbukit - bukit, dengan jalanan yang menanjak dan menurun. Luas wilayah ± 5 Ha. Pedukuhan Kanigoro memiliki iklim tropis, kondisi tanah berbatu dan mengandung kapur. Masyarakat Pedukuhan Kanigoro mayoritas bermatapencaharian sebagai petani, peternak dan sebagian kecil nelayan.

Pedukuhan Kanigoro memilik batas wilayah sebagai berikut :

Utara : Ladang (Pedukuhan Widoro)

Timur : Pedukuhan Sawah

Selatan : Samudra Hindia

Barat : Ladang (Pedukuhan Gebang)

B. LUAS WILAYAHBerdasar administrasi, luas wilayah Pedukuhan Kanigoro terdiri dari 1 Rukun Warga (RW) dan 6 Rukun Tetangga (RT). Sebagian besar luas wilayah Pedukuhan Kanigoro merupakan lahan perkebunan dan pertanian. Sisanya, terdiri dari fasilitas publik, dan permukiman warga. Total luas wilayah Pedukuhan Kanigoro ± 5 Ha.

C. IKLIMPedukuhan Kanigoro memiliki iklim tropis dengan dua musim yaitu kemarau dan penghujan. Pada musim kemarau, Pedukuhan ini mengalami kekeringan karena sumber air hanya berasal dari air hujan dan PAM.

D. SARANA PERHUBUNGANSarana perhubungan yang dimiliki Pedukuhan Kanigoro terdiri dari jalan aspal yang telah rusak, jalan beton dan jalan berbatu. Panjang jalan aspal yang telah rusak kurang lebih ± 500 meter.. Kondisi jalan sangat memprihatinkan, aspalnya sudah tipis karena diaspal sebelum tahun 1997 dan sekarang hanya tinggal batunya sehingga membuat kontur jalan tidak rata. Selain jalan bekas aspal, terdapat pula jalan beton (semen) yang panjangnya kurang lebih ± 600 meter. Kondisinya malah lebih baik daripada jalan aspal. Untuk jalan berbatu, panjang jalannya ± 4 Km. Jarak dari kecamatan Saptosari ke Pedukuhan Kanigoro ± 8,4 Km. Alat transportasi umum yang biasa digunakan oleh warga setempat adalah colt kecil yang datang setiap pagi hari.

Page 2: narasi pemetaan KKN

Kondisi jalan beton di pedukuhan Kanigoro

Kondisi jalan bekas aspal di pedukuhan Kanigoro

Halaman 2

PEMETAAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN

a. Kondisi penduduk Pedukuhan

Jumlah penduduk di Pedukuhan Kanigoro ada 601 jiwa, dengan jumlah laki-

laki ada 285 jiwa, sedangkan jumlah perempuan ada 316 jiwa. Adapun rincian

jumlah warga disetiap Rukun Tangga (RT) di dusun Kanigoro adalah sebagai

berikut :

RT I = 26 KK, L = 50, P = 53. Total warga = 103 jiwa

RT II = 26 KK, L = 43, P = 44. Total warga = 87 jiwa

Page 3: narasi pemetaan KKN

RT III = 26 KK, L = 55, P = 51. Total warga = 106 jiwa

RT IV = 26 KK, L = 47, P = 59. Total warga = 106 jiwa

RT V = 27 KK, L = 40, P = 50. Total warga = 90 jiwa

RT VI = 29 KK, L = 50, P = 59. Total warga = 109 jiwa

Masyarakat Pedukuhan Kanigoro mayoritas bermata pencaharian sebagai

petani, peternak dan sebagian kecil nelayan.Adapun rincian jumlah mata

pencniaharian warga di Pedukuhan Kanigoro adalah sebagai berikut :

Nelayan

RT 1 jumlah nelayan ada 7 orang

RT 2 jumlah nelayan ada 2 orang

RT 3 jumlah nelayan ada 2 orang

RT 4 jumlah nelayan ada 3 orang

RT 5 jumlah nelayan ada 6 orang

RT 6 jumlah nelayan ada 9 orang

Total semua nelayan di Pedukuhan Kanigoro ada 29 orang.

Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) ada 1 orang

Jumlah pensiunan ada 1 orang

Buruh ada 10 orang

Sisanya adalah petani

b. Jumlah Penduduk di Pedukuhan:

Jumlah penduduk menurut jenis kelamin

Laki- laki = 285 orang

Perempuan = 316 jiwa.

Jumlah penduduk sesuai dengan tingkat pendidikan

RT I SD = 12 orang, SMP = 13 orang, SMK = 1 orang, Diploma VI

= 1 orang

RT II SD = 13 orang, SMP = 1 orang, SMA = 0

RT III SD = 20 orang, SMP = 13 orang, SMA = 1 orang

RT IV SD = 13 orang, SMP = 7 orang, SMA = 6 orang

RT V SD = 14 orang, SMP = 9 orang, SMA = 4 orang, Diploma IV =

1 orang

RT VI SD = 12 orang, SMP = 10 orang, SMA = 3 orang

Page 4: narasi pemetaan KKN

Jumlah warga dusun yang tamat sekolah

SD = 85 orang

SMP = 53 orang

SMA = 12 orang

Diploma = 2 orang

Jumlah penduduk menurut agama yang dipeluk

Islam = 601 orang

Katolik = 0 orang

Kristen = 0 orang

Hindu = 0 orang

Buddha = 0 orang

NB: diagramnya dibuat berdasar usia, pendidikan, jenis kelamin

dan pekerjaan.

=======================Narasi=====================

Diagram-diagram berikut merupakan diagram persentase jumlah

penduduk pedukuhan Kanigoro berdasarkan jenis kelamin, usia,

pendidikan, dan pekerjaan. Sedangkan untuk tabel di bawah

merupakan merupakan data statistik spesifik penduduk pedukuhan

Kanigoro tiap RT berdasarkan tingkat pendidikan dan pekerjaan

per Januari 2013.

Perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan di pedukuhan

Kanigoro seimbang, laki-laki 47, 4% sedangkan perempuan

52,6%. Dari segi agama, mayoritas penduduk Pedukuhan

Kanigoro memeluk agama Islam hanya satu orang yang beragama

Kristen.

Tingkat pendidikan warga Pedukuhan Kanigoro dapat dibagi

menjadi 4 kelompok, yaitu SD, SMP, SMA, dan Diploma.

Persentase penduduk yang tamat SD 54,1 %, tamat SMP 34,1 %,

tamat SMA 10,3 %, Diploma 1,29 %.

Page 5: narasi pemetaan KKN

Sebagian besar penduduk Pedukuhan Kanigoro berprofesi

sebagai petani dengan prosentase 45,57 %, buruh 17,7 %,

tidak/belum bekerja 14,69 %, pelajar 8,29 %, wirausahawan 6,22

%, nelayan 5,46 %, pegawai 1,88 %, dan pensiunan 0,19 %.

Kondisi perekonomian warga Pedukuhan Kanigoro didominasi

oleh warga dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah

dengan mata pencaharian utama dari sektor perkebunan dan

pertanian. sedangkan kondisi kehidupan penduduk Pedukuhan

Kanigoro tidak berbeda dengan kehidupan warga pedesaan

lainnya yaitu tidak dikejar oleh tuntutan dan tekanan tinggi seperti

orang kota.

Halaman 3

PEMETAAN JALAN DAN SARANA UMUM

Pedukuhan Kanigoro dilalui oleh jalan dusun. Di dalam pedukuhan

Kanigoro terdapat sarana umum vital bagi Pedukuhan Kanigoro

seperti, Balai Dusun Kanigoro, Masjid Nur Janah, TK Pedukuhan

Kanigoro, PAUD Kanigoro, dan enam Pos Ronda.

Halaman 4

PEMETAAN PRODUKSI PERTANIAN

Pertanian merupakan sektor vital yang menjadi penunjang

kehidupan penduduk Pedukuhan Kanigoro

Halaman 5

PEMETAAN TERNAK

Siapa pemiliknya

Hewan ternak dipelihara sendiri oleh pemiliknya.

Jenis hewan ternak

Hewan ternak yang banyak dipelihara di Pedukuhan Kanigoro adalah sapi,

kambing dan ayam.

Page 6: narasi pemetaan KKN

Jumlah ternakJumlah ternak di pedukuhan kanigoro, antara lain sapi sebanyak 63 ekor, kambing sebanyak 126 ekor, ayam 169 ekor.

Metode Pemeliharaan TernakHewan ternak dipelihara sendiri oleh pemiliknya. Hewan-hewan tersebut biasanya diletakkan di kandang, di dekat rumah warga (pemilik). Untuk pakan ternak, warga biasa memberi makan dengan rumput dan dedak. Rumput yang biasa digunakan untuk pakan ternak adalah rumput Kolonjono. Warga biasa mencari rumput tersebut di ladang atau bahkan mereka sudah menanam sendiri di landang.

Harga Pasaran TernakHarga hewan ternak ketika dijual menyesuaikan bentuk, bobot, kondisi hewan, dan harga pasaran ternak yang berlaku. Untuk sapi harganya berkisar dari Rp 9.000.000,00 sampai Rp 12.000.000,00 per ekor, sedangkan kambing berkisar dari Rp 1.000.000,00 hingga Rp 3.000.000,00 per ekor.

Manajemen Pemasaran TernakTernak dijual sendiri oleh pemilik ternak langsung ke pembeli, tanpa melalui perantara dan dijual apabila pemilik membutuhkan uang untuk keperluan rehab rumah, hajat pernikahan, sekolah anak, dan lain-lain.

PEMETAAN PERIKANAN

Jumlah perahu yang ada di pantai Ngrenehan kurang lebih 70 perahu. Satu perahu bisa diisi tiga nelayan. Mayoritas nelayan di Pantai Ngrenehan berasal dari Pedukuhan Kanigoro dan Gebang. Ada pula yang berasal dari Pedukuhan Sawah, Kranon, dan Widoro namun jumlahnya lebih sedikit.

Nelayan dibagi menjadi dua jenis yaitu nelayan darat dan nelayan laut. Hasil utama dari nelayan darat adalah udang dan lobster, sedangkan nelayan laut adalah bawal, layur, tongkol, dan tuna. Nelayan dikatakan berhasil apabila dalam sekali melaut dapat memperoleh 50 kilogram tangkapan. Nelayan biasa melaut dari jam 03.00 atau 04.00 sampai pukul 10.00 atau 11.00.

Untuk nelayan darat, bila pada musim hujan, tangkapan yang banyak adalah udang. Sedangkan lobster bisa diperoleh pada segala musim.

Cara nelayan mengetahui adanya ikan di laut masih secara tradisional yaitu dengan ilmu titen yang diajarkan secara turun temurun. Ada pula cara lain yaitu dengan cara mencelupkan tangan ke air laut, jika airnya terasa hangat berarti diperkirakan di daerah tersebut terdapat banyak ikan.

Page 7: narasi pemetaan KKN

Harga perahu beserta mesinnya 15-25 juta. Satu perahu biasanya membawa 60 – 70 set jaring. Satu set jaring panjangnya 50 meter dan berkedalaman 4 meter. Sekali melaut menghabiskan bahan bakar solar kira-kira 10 - 15 liter.

Ikan yang ditangkap dijual langsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan ada pula yang diolah menjadi masakan-masakan dan dijual di warung-warung sekitar Pantai.

PEMETAAN BUDAYA

Budaya yang masih dilestarikan di Pedukuhan Kanigoro adalah Doger. Doger merupakan sebuah kesenian tradisional Jawa yang hampir mirip dengan Reog dan Jatilan. Doger dimainkan oleh para orang dewasa karena aksi-aksinya yang berbahaya seperti memecah batu atau memakan pecahan gelas.

Gb 13. Kuda Lumping yang digunakan oleh Kelompok Kesenian Doger

Gb. 14 Topeng yang digunakan oleh Kelompok Kesenian Doger

Selain Doger terdapat pula Nglarungan atau sedekah laut.

Page 8: narasi pemetaan KKN

PEMETAAN TANAMAN KERAS

PEMETAAN PARIWISATA

Objek wisata paling terkenal di Pedukuhan Kanigoro adalah Pantai Ngrenehan,

Ngobaran, dan Palang Racuk. Padahal masih banyak pantai-pantai indah yang

dapat ditemukan di dusun ini, antara lain pantai Nggapuro, Ndruwuk, Kayu Arum,

Mbanteng, Mboyo, Srunen, Wagah, Midodaren, Ngrawah, Toroudan,

Ndadapayam, Nguyahan, Guwosoko, dan lain-lain. Pantai-pantai tersebut kurang

dikenal oleh masyarakat luar dikarenakan akses jalannya yang juga kurang baik.

Walaupun semua pantai tersebut letaknya di Pedukuhan Kanigoro, namun

pengelolaannya secara bersama dengan pedukuhan - pedukuhan lain yang ada di

Desa Kanigoro. Penduduk sekitar pantai ada yang menjual ikan dari hasil melaut.

Ikan-ikan yang biasa ditangkap dan dijual antara lain ikan tongkol, bawal, kakap,

layur, dan tuna.

Acara yang diadakan di pantai biasanya adalah Nglarungan setiap tahun Baru

Islam dan pesta rakyat dangdutan pada malam Tahun Baru Islam.

Objek wisata paling terkenal di Pedukuhan Kanigoro adalah Pantai Ngrenehan,

Ngobaran, dan Palang Racuk. Padahal masih banyak pantai-pantai indah yang

dapat ditemukan di dusun ini, antara lain pantai Nggapuro, Ndruwuk, Kayu Arum,

Mbanteng, Mboyo, Srunen, Wagah, Midodaren, Ngrawah, Toroudan,

Ndadapayam, Nguyahan, Guwosoko, dan lain-lain. Pantai-pantai tersebut kurang

dikenal oleh masyarakat luar dikarenakan akses jalannya yang juga kurang baik.

Walaupun semua pantai tersebut letaknya di Pedukuhan Kanigoro, namun

pengelolaannya secara bersama dengan pedukuhan - pedukuhan lain yang ada di

Desa Kanigoro. Penduduk sekitar pantai ada yang menjual ikan dari hasil melaut.

Ikan-ikan yang biasa ditangkap dan dijual antara lain ikan tongkol, bawal, kakap,

layur, dan tuna.

Page 9: narasi pemetaan KKN

Gb.15 Pantai Ngrenehan

Gb. 16 Alat yang digunakan untuk Nglarungan