MUSLIMAH YG KUNANTI

Download MUSLIMAH YG KUNANTI

Post on 12-Jun-2015

1.491 views

Category:

Documents

17 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sebuah kisah perjuangan untuk mendapat cinta sejati

TRANSCRIPT

<p>MENJADI MUSLIMAH YANG DINANTI</p> <p>Oleh : Atik</p> <p>DAFTAR ISI1. Kita ingin dikenal sebagai apa ? 2. Pilihan hidupku. 3. Siapa takut jadi akhwat ? 4. Surga sebelum surga 5. Akhwat futur, siapa yang bertanggungjawab ? 6. Muslimah manja 7. To be a happy single 8. Menyadari kehadiran penolong kita 9. Menjadi muslimah yang dinanti 10. Kalau ada yang terbaikitu untukmu.. 11. Bahagia.kemana harus dicari ? 12. Lingkaran dengan sebuah titik ditengah 13. Kemudahan yang melenakan 14. XL girl..siapa takut ?! 15. Terbangkan Layang-layangmu 16. Menanti pangeran impian 17. Mo menikah ? Sabar dong !! 18. Dicari wanita cerdas</p> <p>KITA INGIN DIKENAL SEBAGAI APA ?Oleh : AtikKita mengenal orang lain dengan apa-apa yang mereka lakukan. Dengan Apa yang menjadi kebiasaannya, atau yang telah menjadi karakternya. Atau apa yang sering dia lakukan. Kita mengenal orang cengeng, karena dia senang sekali mengungkapkan perasaannya dengan menangis. Kita mengenal orang pemarah karena mengenalnya sering mengungkapkan rasa kekesalannya dengan kemarahan dan lain sebagainya. Dan seharusnya kita juga menyadari, bahwa kita juga dikenal orang karena kebiasaan kita. Karena apa-apa yang kita lakukan. Dan itu seharusnya sudah cukup mampu untuk membuat kita waspada dengan apa yang kita kerjakan. Ketika kita menyebut Abu Bakar ash siddiq, apa yang kita kenang dari beliau ? Kejujurannya, ketsiqahannya kepada Rasullullah, Tadhiyahnya. Kita kenal Ali bin Abi Thalib dengan keberaniannya, dengan ilmunya, dengan kegemarannya puasa di hari yang terik dalam jihad fi sabillillah. Ustman dengan kedermawanannya, sifat pemalunya, Umar bin Kattab dengan keadilannya dan kita pun mengenal sahabat yang lain dengan ahsanu amalanya masing-masing. Pertanyaannyadengan apa kita akan dikenal oleh orang lain ? Tidak usahlah terlalu muluk dalam lingkup sampai bisa menoreh sejarah dan nama yang selalu dikenang sepanjang masa seperti para pahlawan besar. Tapi bagi sesuatu yang sangat dekat dan sangat esensial bagi hidup kita. Sesuatu yang sangat asasi. Kita mengetahui bahwa surga terdiri dari banyak pintu. Dan pintu-pintu itu tidak bisa kita masuki kecuali kita mempunyai passwordnya. Tanpa itu kita tidak akan diijinkan masuk kedalamnya. Kedalam surga yang penuh kenikmatan yang belum pernah disaksikan manusia itu. Kita kenal pintu puasa, dan hanya orang-orang yang ahli syaum saja yang diijinkan masuk surga melalui pintu ini. Kalau antum bukan ahlinya, jangan berharap bisa masuk lewat pintu ini. Penjaganya tidak bisa kita ajak nego. Kita juga kenal pintu-pintu yang lainnya, pintu zakat, sodaqah, pintu jihad, dan pintu yang lainnya. Nah.. sekarang, ingin dengan pintu yang mana kita masuk ke sana ? Ketika kita memilih salah satunya, berarti kita harus mempunyai passwordnya. menjadi ahlinya ! Kita tidak seberuntung Abu Bakar yang dia dikabarkan oleh Rosullullah diijinkan masuk ke Surga lewat pintu manapun. Karena pada kenyataannya, Abu Bakarlah pemilik hampir semua password pintu-pintu itu. Satu-satunya cara adalah..kita harus mulai menetapkan password apa yang ingin kita</p> <p>miliki. Dan menjadikan itu sebagai ahsanu amala kita sehingga ketika berdiri di pintu yang kita maksudkan, pintu itu membuka untuk kita karena dia bisa mengenali password kita. Kita kejar ahsanu amala kita mulai sekarang. Ketika kita menginginkan Qiyamul Lail sebagai ahsanu amal kita, jadikan QL sebagai kebiasaan kita. Jadikan dia sebagai karakter kita. Qiyamul Lail adalah energi hidup kita. Dari kebiasaan itu, nantinya kita akan memetiknya sebagai karakter. Ada kalanya memang penanaman karakter melalui pembiasaan ini membutuhkan pemaksaan. Kalau diri kita masih ada kelemahan untuk mengejar amalan kita, paksa diri kita ke sana. Kadang memang untuk menjadi baik harus di paksa. Dengannya, kita berharap ia akan menjadi ahsanu amala kita. Perlu diingat, ahsanu amala setiap orang bisa jadi berlainan. Sama beragamnya dengan potensi manusia yang dititipkan oleh Allah kepada kita. Tugas kita adalah menggalinya dan menjadikan itu sebagai icon diri kita di depan Allah. Adalah saat terindah ketika kita diijinkan oleh Allah..menghampiri pintu surga yang kita maksud, dia bisa mengenali password kita. Jangan sampai kita sudah berjalan dari satu pintu ke pintu surga yang lainya tak satupun pintu itu yang mengenali kita karena memang tak ada satupun password yang kita punya. Dan akhirnya hanya tinggal satu pintu saja yang menganga yang menanti kita dan kita dia sangat mengenali password kitayaitu pintu neraka jahanamkarena passwordnya telah kita pegangyaitu ahli maksiat. Naudzbillah min dzalik ! Walluhuallam bishowab !</p> <p>untuk diri ini.jangan pernah bosan untuk memaksa diri untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.. untuk sodaraku semuapilih salah satu pintu dan pegang passwordnya !! Sumber: pagi2 yg basah ingat kelalaian diri..</p> <p>PILIHAN HIDUPKU..Oleh : AtikSaya tidak suka dikasihani. Kalau ada yang mendoakan, saya akan sangat berterimakasih. Saya lebih memilih untuk melihat apa apa yang bisa membahagiakan saya daripada yang menjadikan saya menderita. Jawabnya. Jawaban yang membuat kami akhirnya salah tingkah. Saya tidak melarang orang kasihan dengan saya, karena orang lain jelas diluar jangkauan saya. Tapi jangan pernah di hadapan saya. Saya tidak suka ! katanya seakan meminta pengertian kami semua.</p> <p>Awalnya, ada salah satu adikku yang mungkin karena dibawa rasa penasaran, menanyakan padanya bagaimana perasaannya ditinggal menikah oleh dua adik perempuannya. Halaqoh yang selalu heboh setelah materi seleseisaat itu tiba-tiba menjadi salah tingkah semua. Akhirnya beliau mengatakan, semua dari kita hanya menjalani takdir saja. Semua tergantung diri kita, kalau kita ingin memilih bahagia, pilihan itu akan selalu ada. Tapi kalau kita dengan sadar memilih untuk menderita, pilihan pun dihadapan kita. Benar..Bahagia adalah pilihan. Bukan sesuatu yang disodornya yang mesti kita jalani. Hidup itu isinya memang itu. Kalau kita ingin bahagia, dimata banyak orang adalah penderitaan..bisa jadi adalah jalan kebahagiaan buat kita. Yang dimata manusia adalah sumber kebahagiaan, bagi kita tak lebih adalah penderitaan semata. Tergantung diri kita. Tidak semua orang bahagia dalam berlimpahnya harta. Tidak semua bahagia dengan pasangan yang berwajah apik. Juga tidak semua bahagia ketika dititipi anak yang punya kelebihan. Begitu juga, tidak semua manusia sengsara dengan kefakiran. Tidak semua sengsara ketika menunggu masa penantian. Juga tidak semua harus menderita ketika Allah tidak memberikan amanah berupa anak. Itulah dunia kawan Beliau walaupun menjadi binaanku, tetapi secara usia berada di atasku. Justru adiknya yang seangkatan denganku. Beberapa tahun diatasku Awalnya memang agak kikuk juga, tetapi amanah itu kuterima juga, karena kupikir aku bisa belajar banyak dari pribadinya. Pasti ada yang istimewa atau paling tidak dengan mempunyai binaan seperti beliau, membuat aku menjadi dewasa, walau dewasanya seringnya muncul pas ngisi liqo aja..he..he.. Di luar halaqoh ? ..sering lebih ganjen dari adik binaanku yang rata-rata heboh semua..hehehehe Kalau beliau ingin tidak bersyukur, istilahnya jalan menuju kesana sangat terbuka lebar. Dari lima bersaudara, hanya dia seorang yang tidak mengenal bangku kuliah. Semua saudaranya kuliah semua. Tiga adiknya masuk STAN. Satu adik perempuannya juga kuliah di PTN kotaku, tahun lalu dia diterima menjadi PNS daerah. Dari segi fisik, beliau mempunyai kekurangan. Matanya tidak awas, sehingga kalau membaca tulisan ia dekatkan sampai hampir menempel di mukanya. Ditambah lagi..dua adik perempuannya sudah menikah. Apa yang terbayang tentang beliau ? Kalau dia memilih untuk tidak bahagia, jalan itu terbuka lebar..malah akan dibantu oleh syetan untuk mencari-cari lagi kekurangankekurangannya yang lain. Yang tentu saja kalau itu dirasakannya dan matanya hanya terfokus kesana..aku percaya, hidupnya saat ini tidak akan pernah kering dari airmata. Tetapi pilihan itu telah ia jatuhkan. Ia memilih untuk bersyukur, memilih untuk</p> <p>bahagia. Dia tuntun adik-adiknya satu persatu untuk mengenal islam lebih baik. Ia awasi dua adik laki-lakinya yang sekarang masih di STAN. Dia ajak dua adik perempuannya untuk ikut tarbiyah juga. Kakak beradik tiga-tiganya adalah binaanku. Dari adik binaanku, dia yang paling aktif untuk menularkan kebaikan pada orang sekitarnya. Seingatku, beliau telah membentuk empat kelompok halaqoh. Dari pengajar di TPAnya, teman sepermainannya, tetangga-tetangaanya dan ibu-ibu di kampung tempat tinggalnya. Dia pun tidak keberatan untuk halaqoh beberapa kali untuk menemani adik-adik yang masih baru ngajinya. Hari-harinya dia penuhi dengan amal yang paling mungkin bisa dia kerjakan. Menjadi koordinator dua LAZ milik ikhwah. Satu yang berpusat di Surabaya , satunya asli kotaku. Juga mengajar TPA. Tentu saja, disamping setiap hari membuat jamu untuk dijual kedua orang tuanya. Karena memang dari keahliannya itulah dia bisa membantu biaya sekolah adik-adiknya. Aku termasuk yang bersyukur bisa mengenalnya. wanita yang tangguh. Yang mampu menetapkan dirinya untuk bahagia. Lebih bersyukur lagi, aku diberi kesempatan oleh Allah untuk menemani tarbiyahnya..walaupun sesungguhnya beliaulah Murobbi kehidupanku. Begitu pun dengan kita, kita akan bahagia, asal kita memilih untuk bahagia. Sedang kalau ingin kita berkubang dalam kekurangan, penyesalan dan kesedihansyetan akan membantu kita menemukan jalannya. Dan itu teramat mudah. Ketika kita punya motor, musim hujan seperti ini..terus menerus kita bersedih, kenapa tidak mempunyai mobil yang bisa melindungi kita dari hujan. Ketika kita sudah menikah, kita masih saja bersedih karena pasangan kita tidak seperti apa yang dulu kita harapkan. Sudah punya anak pun masih saja dibawa bersedih karena melihat anak tetangga lebih segalanya dari anak kita. Tidak akan pernah selesei. Kalau ingin bersyukur, lihatlah kebahagiaan dan keberuntungan dalam diri kita, sehingga timbul rasa syukurmu. Kalau melihat kesusahan, lihat kesusahan orang lain, sehingga timbul syukurmu. Untuk urusan dunia, lihatlah kebawah. Untuk akhiratmu..lihatlah atasmu. Itu pesan Nabi untuk kita. Jangan pernah ditukar. Wujud kesyukuran dalam kesempitan kita adalah bersabar. Sedangkan wujud kesabaran kita dalam lapang kita adalah bersyukur. Begitu kata orang bijak. Wallahuallam bishowab !</p> <p>Untuk diri yg dhoif inisenantiasa bersabar dan bersyukur..itu aja deh ! Sumber: pelangi hidupku..</p> <p>SIAPA TAKUT JADI AKHWAT ?Oleh : AtikKesannya kok serem banget. Susah banget jadi ikhwah itu. Palagi sampe jadi aktivisnya. Sehingga sampai harus berpikir dua kali ketika diajak bergabung halaqoh atau masuk ke dunia ikhwah. Itu kesanku ketika beberapa kali mengalami penolakan ketika mengajak orang untuk bergabung dengan kafilah dakwah ini. Hanya untuk mengikuti kajian rutin saja, mereka menolak. Ada apa sih ? Toh..sebenarnya itu semua untuk kepentingan mereka sendiri. Jawabannya, kadang belum siap, takut, serem dll. Mang susah ya jadi ikhwah itu ? Bahkan ketika lebaran kemarinmantan gengku waktu SMA silaturahim ke rumahaku sempat bertanya, kenapa sih kok ga jadi ikhwan ? Padahal kan di Perguruan Tinggi favorite tempat mereka dulu kuliah kutahu marak banget kegiatan keislaman seperti yang kukenal. Sapa yang ga ngerti UI, UGM, ITB, IPB ? Eh..jawabannya tak terduga, ..serem katanya ! Mosok serem sih ? Perasaan biasa aja sih..sesuai dengan fitrah kita sebagai hamba Allah. Ga ada yang menyimpang sama sekali kok ! Eh malah di timpalin...iya kamu aja yang akhwat jadi-jadian jadi tidak seperti itu ! Weleh perlu tersinggung nih.... Mang seperti apa sih yang ikhwah sungguhan ? tanyaku... Katanya...Jadi ikhwah itu menyeramkan ! Tidak boleh ini, tidak boleh itu...pokoknya yang bau dunia yang indah-indah tidak ada dalam kamus mereka. Pokoknya harus seriuuuuuuuusss mulu ! Kaku, pokoknya isinya cuma ngaji, ngaji dan ngaji aja. Hehehe...tak tahu dia... Lihat konser musik ga boleh, pacaran ga boleh, pake baju yang seksi ga boleh. Wis pokoknya hidup mesthi lurus-lurus aja ! Aku cuma nyengir doang...habisnya aku ga ngerasa githu sih..aku ga ngerasa kalo jadi akhwat itu susah, yang terikat dengan begitu banyak aturan, dan lain-lain, yang akhirnya seakan hidup kita jadi ga enjoy blass...adanya cuma tilawah, ngaji, jihad, dakwah..dll. Mang bagian itu iya, tapi ga mulu itu aja deh perasaan. Kalo ga boleh pacaran (ngedeketin zina), harus pake jilbab, ga boleh mabuk-mabukan, ga boleh makan barang haram,..itu sih, ga jadi ikhwah pun ya memang harus seperti itu aturan mainnya. Kecuali kalian bukan mengaku beragama islam, yang berpedoman pada al quran dan as sunah. Itu sih..aturan yang memang dari sananya dah cetho welowelo yang ga butuh penafsiran lain. Tapi ketika pagi tadi tak pikir-pikir...memang ada sih beberapa etika di ikhwah yang akhirnya jadi menimbulkan kesan, kalau jadi ikhwan atau akhwat tuh susaaaaaahh banget. Itu etika juga ga jelas siapa yang tandatangan sebenarnya. Tapi jadi seperti pakem. Yang sering juga aku dibuat keqi dengan etika itu. Mungkin sering kenanya itu kali..</p> <p>Aku mungkin masuk dalam kategori akhwat jadi-jadian itu kali ya..jadi sering kena tegur, taujih atau sindiran atau malah jadi sumber gara-gara. Lupa aku, berapa kali harus berurusan sama yang seperti itu. Ups..berarti ndableg bener aku ya..Weleh.... Juga aku baca beberapa artikel yang menyayangkan atau ga setuju dengan akhwat atau ikhwan yang keluar jalur dari jalur etika umum itu. Diantaranya pernah ada yang protes dengan hobi kami. Waktu itu olahraga rutinku masih tenis lapangan dan renang, Aku memang sukanya memang rame-rame. Aku ajak aja adik-adik untuk bergabung. Hasilnya ? Hame pasti! Eh, ada beberapa suara yang tidak suka dengan olahraga kami. Akhwat itu ga pantes renang, atau tennis di lapangan githu nanti kalau kelihatan laki-laki gimana ? Mendhing buat kegiatan yang pantes githu lhomasak kek, jahit atau yang lainnya. Coba buat baca buku..dapet berapa aja tuh ? Aku termasuk yang sewot. Kok segithunya sih? Memangnya kita-kita jadi tidak baca buku hanya karena tennis atau renang. Lagian kita juga dah mikir lahaturannya juga kan tidak kami langgar, renangnya juga kan tidak campur ma laki-laki. Renangnya juga pake baju panjang dan jilbab. Juga pas tennis, juga ga campur sama lain jenis githu, nutup aurat juga. Kalo ada kepergok laki-laki (yang jaganya)..biasanya yg tadinya teriak-teriak pasti akan segera berubah sikap, jadi kalem..hehehe.. Juga soal jilbab ceria yang beberapa kali kubaca dari beberapa majalah. Intinya tidak pantes banget akhwat tuh pake baju ceria githu. Penyebab fitnah, malah ada yang menyindir dengan istilah akhwat high class. Aku pengalaman hampir tiap kali dapat sindiran kalau lagi pakai baju kantor. Akhwatbaju kok genjring banget githu lho Ya, gimana lagi, seragam kantorku memang dah gini, senin hitam putih, selasa orange cerah (lihat tablet fitamin Vit C, lihat bajuku deh..), rabu merah (bukan sembarang merah, tapi merahnya merah ), kamisnya hijau segar, Jumatnya karena aku piket TPT, dapet seragam batik kuning cerah. Kebayang kan betapa cerianya...</p>