mpk agama fix

Download Mpk Agama Fix

Post on 02-Mar-2016

43 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

RANGKUMAN BAB IIIISLAM; ARTI DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA

A. MAKNA DAN SEJARAH ISLAM1. Pengertian IslamSecara etimologi, kata Islam berasal dari bahasa Arab. Diambil dari derivasi kata dasar salima-yaslamu-salamatan wa salaman, yang artinya selamat, damai, tunduk, patuh, menyerahkan diri, rela, puas, menerima, sejahtera, dan tidak cacat. (al-Munawwir, 1984: 669). Dari ilmu morfologis, Islam diambil dari aslama-yuslimu-Islaman, memiliki beragam makna, antara lain: ketaatan, menyerahkan diri, tunduk dan patuh. Pengertian Islam secara terminologis adalah agama atau peraturan-peraturan Allah s.w.t. yang diwahyukan kepada nabi dan rasul-Nya sebagai petunjuk bagi umat manusia agar mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sesuai dengan namanya, agama Islam yang disyariatkan Allah s.w.t. kepada nabi dan rasul-Nya itu berpangkal pada satu ajaran dasar, yaitu monoteisme murni (al-tauhid), dan satu tujuan, yaitu memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat (hasanah fi al-dunya wa al-akhirah). 2. Ruang Lingkup Agama IslamDitinjau dari segi ajaran dasarnya, ruang lingkup agama Islam mencakup tiga bagian, yaitu Aqidah, Syariah dan Akhlak.a. Aqidah menurut pengertian bahasa berarti ikatan, sangkutan atau simpul, sedangkan menurut pengertian yang sebenarnya adalah kepercayaan dan keyakinan yang menyatakan bahwa Allah s.w.t. itu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan serta tidak ada sesuatu apapun yang menyerupainya. b. Syariat, pengertiannya menurut bahasa adalah jalan, sumber air, petunjuk menuju sumber air atau jalan yang harus ditempuh setiap orang. Pengertian secara terminologis adalah peraturan-peraturan yang ditetapkan Allah s.w.t. sebagai pedoman hidup dan kehidupan manusia. Syariat secara garis besarnya terdiri dari dua bagian, yaitu ibadah, yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, seperti shalat, shiyam, haji, dan sebagainya. Kedua muamalah, yang berkaitan dengan sesamanya dan makhluk lain, yang berkaitan dengan kehidupan sosial, ekonomi, politik, peradaban, dan kebudayaan.c. Akhlak menurut bahasa adalah perbuatan, adat, peringai, tingkah laku secara umum, baik terpuji ataupun tercela. Menurut pengertian istilah, yang dimaksud akhlak adalah al-akhlak al-Islamiyah atau al-akhlak al-Karimah, yaitu tingkah laku, perbuatan dan peringai terpuji berdasarkan kepada al-Quran dan al-Sunnah. Selanjutnya akhlak dibagi menjadi dua bagian, yaitu akhlak terhadap Khalik atau pencipta (Allah s.w.t.) dan akhlak terhadap makhluk (yang diciptakan) yaitu segala sesuatu selain Allah s.w.t. Akhlak terhadap makhluk dibagi menjadi dua bagian yaitu manusia dan selain manusia. Akhlak terhadap manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: terhadap alam jamadi (benda mati), alam nabati (flora), dan alam hewani (fauna). Akhlak terhadap manusia dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu terhadap Nabi/Rasul, akhlak terhadap diri sendiri, terhadap keluarga, masyarakat, akhlak terhadap bangsa dan hubungan antarbangsa.Aqidah, Syariah dan Akhlak merupakan satu kesatuan yang tidak bisa diceraipisahkan, satu sama lain terkait dan berkelindan. Namun demikian, aqidah tetap lebih diutamakan karena ia merupakan pondasi dari keduanya.3. Proses Turunnya Agama IslamTatanan agama Islam sebagai internalisasi dari nilai-nilai aqidah, syariah, dan akhlak, diturunkan oleh Allah s.w.t. kepada para Nabi dan Rasul-Nya melalui media bernama wahyu. Ia secara bahasa memiliki beberapa arti, antara lain: mentransformasikan sesuatu dengan proses yang sangat cepat (al-Quthubi, 1372:51) seperti yang terjadi kepada Nabi Muhammad (QS. Al-Najm. 53:10), berarti ilham sebagaimana yang terjadi kepada ibu Nabi musa as (QS. Al-Qashash, 28:7), berarti bisikan, dan berarti insting atau naluri yang dimiliki makhluk secara alamiah.Dari beberapa pengertian wahyu secara etimologis di atas, wahyu dapat dipakai untuk beberapa macam bentuk pemberitahuan yang halus dan khusus. Di antara bentuk-bentuk wahyu itu ialah: al-ruya al-shadiqah (mimpi yang benar), bisikan dalam hati, ilham dan percakapan yang disampaikan malaikat (M. Rasyid Ridha, 1983:185). Sedangkan pengertian wahyu secara terminologi atau istilah adalah kalam yang diwahyukan kepada Nabi atau Rasul-Nya sebagai petunjuk bagi umat manusia. Wahyu turun dengan tiga cara, sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Syura, 42:51), yakni: (1) langsung, seperti yang terjadi kepada Nabi Ibrahim ketika mendapatkan wahyu untuk mengorbankan puteranya Ismail. (2) di belakang tabir, artinya ialah seorang Nabi atau Rasul dapat mendengar kalam Allah s.w.t. akan tetapi dia tidak dapat melihat-Nya (Departemen Agama RI, 1989:791). Hal ini seperti yang terjadi kepada Nabi Musa ketika meminta kepada Allah s.w.t. agar tampak dihadapan-Nya. (3) melalui perantara, yaitu Allah s.w.t. mengutus Malaikat Jibril, yang disebut juga Ruh al-Quds atau Ruh al-Amin, untuk menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan Rasul-Nya. Menurut Ibnu Katsir (w.774), bentuk wahyu yang ketiga inilah yang sering terjadi. Diantaranya adalah wahyu yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad s.aw. di gua Hira (QS. Al-Alaq:1-5) dan wahyu yang kedua (QS. al-Muddatsir:1-5). Masih dalam bentuk yang ketiga, yakni dengan perantaraan Malaikat Jibril, juga memiliki tiga cara, yaitu: (1) Jibril as datang kepada nabi dengan bentuknya yang asli, sebagaimana disebutkan dalam QS. al-Najm, 53:13. (2) Jibril datang dengan menyerupai seorang laik-laki, yang menyampaikan kata-kata kepada-Nya, sehingga beliau mengetahui dan benar0benar hafal wahyu itu (Depag RI, 1990: 15). (3) Malaikat datang padanya, terdengar seperti gemerincingnya bel, kemudian nabi menerima wahyu itu, dalam riwayat lain datang seperti suara lebih. Cara ini adalah yang dirasakan berat oleh nabi. Malaikat menurunkan wahyu dalam hati nabi, dalam hal ini nabi tidak melihat sesuatu apapun, hanya merasakan bahwa wahyu berada dalam hati nabi.4. Fungsi Agama IslamAgama Islam merupakan agama samawi (berasal dari langit) yang diturunkan oleh Allah s.wt. kepada Nabi Muhammad s.a.w. sebagai kelanjutan dan penyempurnaan dari misi nabi-nabi sebelumnya. Tujuannya adalah untuk mengesakan Tuhan (monotheisme) dan menjadikan manusia sebagai makhluk yang beradab dan berbudi luhur, baik terhadap sesama manusia, makhluk lainnya, maupun terhadap lingkungan di sekitarnya. Sebagaimana agama samawi lainnya, agama Islam juga berfungsi untuk menuntut umatnya pada jalan yang benar (al-haqq) dan lurus (al-shirath al-mustaqim), yaitu jalan yang ditempuh oleh para nabi, para rasul, dan orang-orang saleh. Dengan begitu, manusia akan terhindar dari kesesatan dan kedzaliman yang akan menyengsarakan di dunia dan di akhirat.Untuk menopang fungsi dan cita-cita tersebut, sedikitnya ada lima prinsip yang dikedepankan oleh syariat Islam (maqashid al-syariah), yaitu: melindungi jiwa (himayah al-nafs), harta (himayah al-mal), keluarga (himayah al-ahl), akal pikiran (himayah al-aql), dan agama (himayah al-din). Kelima prinsip itu tertuang dalam kitab suci al-Quran dan al-Sunnah al-nabawiyah, diantaranya yaitu bertujuan untuk: (1) menjadikan manusia berkualitas dari sisi spiritual, intelektual, dan moral. (2) menyuruh kebaikan dan melarang segala bentuk kemungkaran. (3) membebaskan manusia dari kemusyrikan. (4) menciptakan perdamaian dan rekonsiliasi global.

B. Karakteristik Agama Islam

Sebagai agama, Islam memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dengan agama-agama besar lainnya yang dianut umat manusia di dunia. Dr.Yusuf al-Qardhawi, ulama Mesir terkemuka, dalam bukunya al-Khashaish al-Ammah li al-Islam, menjelaskan karakteristik Islam tersebut sebagai berikut: (1) Rabbaniyyah (ketuhanan), artinya Islam merupakan agama yang bersumber dari Allah s.w.t. bukan hasil ciptaan manusia. (2) Insaniyyah (kemanusiaan), yaitu Islam merupakan satu-satunya agama yang cocok dengan fitrah manusia. (3) Syumuliyyah (menyeluruh), artinya Islam merupakan agama yang mengatur segala aspek kehidupan manusia, mencakup akidah (teologi), ibadah, muamalah (hubungan antar sesama manusia), jinayah (pidana), ahwal syakhshiyyah (perdata), dan akhlak (moralita). (4) al-Waqiiyyah (real), artinya semua ajaran Islam adalah realistis, dapat dengan mudah diaplikasikan dalam kehidupan. (5) al-Wasathiyyah (moderat), yaitu ajarannya sangat memperhatikan unsur keseimbangan (balance) antara faktor materi atau jasmani dengan faktor immateri atau rohani. (6) al-Wudhuh (jelas), artinya Islam memiliki konsep yang jelas dalam membina umatnya. (7) al-Jamu baina al-Tsabat wa al-Murunnah (integritas antara permanen dan fleksibel), maksudnya bahwa ajaran Islam memperhatikan kondisi umat yang berbeda-beda, sehingga menyatukan dua aspek sekaligus, yaitu antara ajaran yang permanen dan fleksibel, atau antara azimah (ketetapan awal) dan rukhshah (keringanan).Risalah al-Quran yang disebut juga sebagai Risalah Ilahiyah menjadikan agama Islam sebagai agama fitrah, agama yang menjunjung tinggi akal pikiran, agama ilmu dan hikmah, agama kebebasan dan kemerdekaan. Risalah al-Quran begitu penting dalam membentuk jiwa manusia sehingga menjadi manusia yang berkebudayaan maju dan memiliki peradaban yang tinggi. Keberhasilan risalah Islamiyah tersebut, ditunjang oleh hakikat agama itu sendiri dan beberapa faktor lain, diantaranya:1. Islam Agama FitrahIslam merupakan agama fitrah, agama yang sesuai dengan naluri, tabiat dan bawaan alam manusia, yang dalam istilah agama disebut sifat Jibiliyah. Risalah Islam disebarkan untuk semua bangsa guna memperbaiki citra mereka yang telah rusak oleh kepercayaan dan keyakinan yang menyesatkan. Umat manusia diarahkan agar kembali ke fitrah Allah s.w.t. yaitu agama yang hak dan jalan yang benar. Setiap manusia dari kalangan manapun dan dari ras apapun, pada dasarnya dilahirkan dalam keadaan fitrah. 2. Islam Agama TauhidAjaran Islam yang diajarkan para Nabi dan Rasul, tidak pernah berubah dari satu masa ke masa yang lain, yaitu aqidah tauhid, yakni kepercayaan dan keyakinan bahwa sesungguhnya Allah s.w.t. itu adalah Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Al-Qu