modul survei - ? Â· jawa barat; bekasi-depok, ... 1-2 september 2015 penyusunan laporan survei...

Download MODUL SURVEI -  ? Â· Jawa Barat; Bekasi-Depok, ... 1-2 September 2015 Penyusunan Laporan Survei ... Gula pasir adalah gula pasir yang biasa

Post on 02-Feb-2018

217 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • MODUL SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL 2015 RUMAH DIAH PITALOKA (RDP)

  • 3MODUL SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL 2015

    Daftar Isi

    BAB I PENGANTAR SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL .................. 5

    A. Latar Belakang Kegiatan ...................................5B. Tujuan Kegiatan ................................................7C. Metodologi Survei ............................................7D. Lokasi Survei ....................................................8

    BAB II PANDUAN SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL .................. 9

    BAB III PEDOMAN SURVEI PASAR ................ 13A. Pedoman Survei ..............................................13B. Formulir Survei Pasar ......................................27

    BAB IV PEDOMAN SURVEI PEDAGANG DI KOMUNITAS BURUH .................................... 41

    A. Pedoman Survei ..............................................41B. Formulir Survei Pedagang ...............................44

  • MODUL SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL 2015

    4

    BAB V PEDOMAN SURVEI KEBUTUHAN HIDUP RIIL PEKERJA/BURUH ....................................... 60

    A. Pedoman Survei ..............................................60B. Formulir Survei Kebutuhan Hidup Riil pekerja/

    buruh. ..............................................................61

    BAB VI TABULASI DAN PELAPORAN ............. 75A. Tabulasi ...........................................................75B. Pelaporan ........................................................76

  • 5MODUL SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL 2015

    BAB I PENGANTAR SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL

    A. LATAR BELAKANG KEGIATANKonstitusi Undang Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 28

    D dan Pasal 27 ayat 2 mengamanatkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan upah dan penghidupan yang adil dan layak bagi kemanusiaan. Sistem pengupahan di Indonesia ditentukan dalam instrumen peraturan perundang-undangan terutama UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 88 bahwa setiap pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Untuk mewujudkan penghasilan buruh yang layak bagi kemanusiaan pemerintah berkewajiban menetapkan dan menerapkan kebijakan pengupahan yang melindungi buruh. Kebijakan-kebijakan di bidang pengupahan untuk mewujudkan penghasilan yang layak secara kemanusiaan bagi buruh adalah: a. upah minimum; b. upah kerja lembur; c. upah tidak masuk kerja karena berhalangan; d. upah tidak masuk kerja karena melakukan kegiatan lain di luar pekerjaannya; e. upah karena menjalankan hak waktu istirahat kerjanya; f. bentuk dan cara pembayaran upah; g. denda dan potongan upah; h.

  • MODUL SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL 2015

    6

    hal-hal yang dapat diperhitungkan dengan upah; i. struktur dan skala pengupahan yang proporsional; j. upah untuk pembayaran pesangon; dan k. upah untuk perhitungan pajak penghasilan. Selain Undang-Undang ketentuan teknis mengenai upah lebih banyak diatur dalam peraturan pelaksanaan lainnya. Secara umum kondisi pengupahan di Indonesia masih bersandar terhadap kebijakan upah minimum. Sebenarnya upah minimum merupakan upah terendah untuk pekerja/buruh yang berstatus lajang dan masa kerjanya kurang dari 1(satu) tahun tetapi karena kebijakan pengupahan khususnya struktur dan skala upah belum efektif maka upah minimum menjadi tingkat standar upah.

    Penetapan upah minimum oleh Gubernur selalu menjadi isu panas di akhir tahun. Buruh seringkali melakukan unjuk rasa dan mogok kerja untuk memperjuangkan kenaikan upah yang lebih tinggi. Tahun 2016 jelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) isu upah menjadi penting di tengah masih rendahnya kesejahteraan buruh/pekerja di Indonesia dan mahalnya harga kebutuhan hidup.

    Meski serikat pekerja/serikat buruh terus memperjuangkan upah layak tetapi tingkat kesejahteraan buruh masih belum signifikan. Besaran nominal upah terus naik setiap tahunnya tetapi upah riil buruh praktis

  • 7MODUL SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL 2015

    tak banyak berubah selama 10 tahun terakhir karena standar komponen upah masih jauh dari layak dan hanya memperhitungkan kebutuhan hidup pekerja lajang serta tidak diiringi kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga. Dalam pelaksanaannya tingkat upah minimum menjadi standar upah untuk mereka yang sudah bekerja bertahun-tahun bahkan masih banyak pekerja/buruh yang dibayar dibawah upah minimum. Untuk mengumpulkan informasi dan data dalam isu upah serta guna bersama-sama mencari strategi guna mendorong advokasi pengupahan yang lebih adil dan layak maka perlu dilakukan Survei Pengupahan Nasional.

    B. TUJUAN KEGIATANMenghimpun informasi tentang pengupahan dan

    advokasi pengupahan.

    C. METODOLOGI SURVEISurvei pengupahan nasional merupakan penelitian

    kuantitatif dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yang selanjutnya semua jawaban yang diperoleh surveyor dicatat, diolah, dan dianalisis. Pertanyaan dalam bentuk formulir dan kuisioner yang akan diberikan kepada

  • MODUL SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL 2015

    8

    responden untuk mengukur variabel yang ditentukan berdasarkan observasi, pengalaman dan pendapat dari responden.

    Pengumpulan data dengan teknik sampling probalistik (acak), yakni dengan melakukan survei pada: (1) Pasar-pasar tradisional; (2) Pedagang yang ada di komunitas buruh; (3) Kontrakan/kos buruh.

    D. LOKASI SURVEISurvei pengupahan nasional akan diselenggarakan di

    7(tujuh) daerah industri utama di Indonesia yang meliputi: Jawa Barat; Bekasi-Depok, DKI Jakarta-Jakarta, Banten Tangerang, Jawa Tengah Semarang, Jawa Timur; Surabaya-Sidoarjo, Kepri Batam dan Sumatera Utara Medan.

  • 9MODUL SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL 2015

    BAB II PANDUAN SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL1. Penyelenggaraan Survei Pengupahan Nasional

    tahun 2015 dikoordinasi dan disupervisi oleh Pengurus Rumah Diah Pitaloka(RDP) bekerjasama jaringan buruh, mahasiswa dan atau LSM.

    2. Survei dilakukan oleh Tim Survei Daerah yang masing-masing berjumlah 9 orang terbagi menjadi 3 Tim Survei yang dipimpin oleh koordinator daerah yang akan bertanggungjawab kepada Pengurus Rumah Diah Pitaloka(RDP).

    3. Pelaksanaan Survei Pengupahan Nasional akan dilaksanakan di 7 Daerah Industri Utama di Indonesia yang meliputi Jawa Barat; Bekasi-Depok, DKI Jakarta;Jakarta, Banten ;Tangerang, Jawa Tengah ;Semarang, Jawa Timur ;Surabaya-Sidoarjo, Kepri; Batam dan Sumatera Utara; Medan.

    4. Waktu survei adalah Jumat-Minggu, 28 Agustus 2015-30 Agustus 2015.

    5. Pengumpulan data survei dilakukan di Pasar-pasar tradisional, pedagang yang ada di komunitas buruh

  • MODUL SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL 2015

    10

    dan kontrakan/kos tempat tinggal buruh. 6. Metode survei selain melakukan wawancara juga

    menggunakan cara membeli item komponen produk-produk tertentu.

    7. Survei pasar dilakukan di pasar tradisional pada jam 07.00-10.00, survei setiap item masing-masing komponen dilakukan terhadap 3 pedagang.

    8. Survei harga terhadap penjual termasuk warung/toko yang berada di komunitas buruh dilakukan terhadap 3 orang yang terdiri dari 2 penjual dan 1 warung dilakukan pada jam 07.00-10.00

    9. Survei kontrakan atau kos buruh dilakukan antara jam 10.00-18.00 terhadap minimal 3 orang pekerja/buruh masing-masing 1(satu) terdiri dari pekerja/buruh yang berstatus lajang, sudah berkeluarga belum mempunyai anak dan berkeluarga dengan mempunyai anak.

    10. Setiap tahapan survei wajib untuk didokumentasikan.

    11. Form survei agar diisi sesuai dengan pedoman yang ditentukan.

    12. Rekapitulasi dan Tabulasi data agar dilakukan mengikuti pedoman dan ketentuan.

  • 11MODUL SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL 2015

    13. Informasi dan Komunikasi tentang survei pengupahan nasional dapat menghubungi Rumah Diah Pitaloka(RDP) Ruko Porto Square Blok E/10 Deltamas Kab Bekasi Jawa Barat dengan Contact Person(CP) Koordinator:Jamaludin Mal ik (08121801404) ,S ekre ta r i s :Yas in ta Sonia(08111126033), Bendahara: M. Amin(081210722605).

    14. Jadwal survei pengupahan nasional adalah sebagaimana terlampir.

    Tabel Kerangka Waktu Survei Pengupahan NasionalWaktu Kegiatan

    4-7 Agustus 2015 Persiapan Survei Nasional Pengupahan

    8-11 Agustus 2015 Penyusunan Modul

    12-13 Agustus 2015 Simulasi di Depok dan Bekasi

    14-15 Agustus 2015 Finalisasi Modul

    15-16 Agustus 2015 Pembentukan Tim Survei Nasional dan Daerah

    17-21 Agustus 2015 Koordinasi dan Briefing

  • MODUL SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL 2015

    12

    Waktu Kegiatan

    28 Agustus 2015

    08.00-12.00

    13.00-16.00

    17.00-18.00

    Survei Pasar

    Rekapitulasi

    Penyusunan Laporan Awal

    29 Agustus 2015

    07.00-10.00

    10.00-16.00

    16.00-17.00

    Survei ke Pedagang

    Survei ke Rumah Buruh

    Rekapitulasi

    30 Agustus 2015

    08.00-12.00 Kompilasi dan Tabulasi Data

    1-2 September 2015 Penyusunan Laporan Survei Nasional

    3 September 2015 FGD Pematangan Hasil Survei

    5 September 2015 Rilis Survei Pengupahan Nasional

  • 13MODUL SURVEI PENGUPAHAN NASIONAL 2015

    BAB III PEDOMAN SURVEI PASAR

    A. PEDOMAN SURVEI1. Teknis pelaksanaan survei merujuk kepada

    ketentuan Permenakertrans 13/2012 tentang Komponen dan Tahapan pencapaian kebutuhan hidup layak.

    2. Tim yang dibentuk yang terdiri dari 3 orang menuju lokasi pasar tradisional yang telah ditentukan yang menjual barang secara eceran yang merupakan pasar yang menjadi lokasi survei Dewan Pengupahan pada jam kerja pasar pada saat terjadi banyak transaksi jual beli.

    3. Survei menggunakan kuisioner yang memuat hal-hal yang perlu ditanyakan kepada responden untuk memperoleh informasi harga barang/jasa sesuai dengan jenis-jenis kebutuhan dalam komponen KHL.

    4.

Recommended

View more >