modul mpk bahasa indonesia

Download Modul Mpk Bahasa Indonesia

Post on 16-Dec-2015

97 views

Category:

Documents

15 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tes

TRANSCRIPT

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

PENGANTARBAB I. Sejarah PerkembanganBahasa IndonesiaBAB II. Penulisan Huruf, Kata, dan Tanda BacaBAB III. Analisis Kesalahan Kalimat BAB IV. Paragraf dan PengembangannyaBAB V. Topik dan PembatasannyaBAB VI. Kerangka Karangan dan PengembangannyaBAB VII. Kutipan dan Daftar PustakaBAB VIII.Tata PersuratanBAB IX. Penulisan Esail

PENGANTAR

Alhamdullillah, kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah mengaruniakan rahmat dan petunjuk-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas menyusun materi Buku Ajar MPK Bahasa Indonesia ini. Tugas penyusunan materi ini sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh sebuah tim yang ditunjuk oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah FKIP Unsri sebelum mata kuliah Bahasa Indonesia dipusatkan di UPT MPK Universitas Sriwijaya. Akan tetapi, hasik kerja tim tersebut tidak dapat diterbitkan dalam bentuk buku karena berbagai kendala teknis. Alhamdulillah melalui Penataran dan Lokakarya selama dua hari yang dilaksanakan oleh UPT MPK Universitas Sriwijaya, gagasan penerbitan buku itu dapat direalisasikan oleh tim sembilan yang mengikuti penataran dan lokakarya tersebut. Pada kesempatan yang baik ini, tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Mulyadi Eko Purnomo yang telah membantu mengoreksi materi dan penulisan modul ini. Selain itu, terima kasih kami sampaikan juga kepada Ketua MPK Universitas Sriwijaya, Bapak Achmad Burhan yang telah memfasilitasi tempat dan sarana dan prasarana sehingga buku ini dapat diterbitkan.Penyusun mengharapkan adanya masukan dan kritik dari pembaca, khususnya para pengampu MPK bahasa Indonesia yang menggunakan modul ini. Dengan demikian, modul ini dapat diperbaiki lagi. Agustus 2006

PenyusunBAB I. SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

Kompetensi DasarMahasiswa dapat mengetahui sejarah perkembangan bahasa Indonesia.

Indikator1) Mahasiswa dapat mengetahui perkembangan bahasa Indonesia 2) Mahasiswa dapat menerapkan Ejaan yang Disempurnakan (EYD)

MateriSejarah Perkembangan Bahasa Indonesia 1.1. Bahasa Melayu Dikukuhkan sebagai BahasaIndonesiaBahasa Indonesia bersumber dari bahasa Melayu. Bahasa Melayu yang digunakan sebagai sumber bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu Riau. Bahasa Melayu dikukuhkan sebagai bahasa persatuan diikrarkan pada peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta.Untuk mengembangkan bahasa Indonesia, bahasa Indonesia menyerap kosa kata dari bahasa daerah maupun bahasa asing. Penyerapan itu dikarenakan dalam bahasa Indonesia tidak ada padanannya.

Bahasa Melayu dikukuhkan sebagai bahasa Nasional pada tanggal 28 Oktober 1928 pada peristiwa Sumpah Pemuda

1.2. Kongres Bahasa IndonesiaDalam pembinaan bahasa Indonesia dilakukan adanya kongres bahasa Indonesia yang dilakukan pertama di Solo tahun 1938, kongres Bahasa Indonesia yang kedua di Medan tahun 1954, kongres bahasa Indonesia yang ketiga di Jakarta tahun l968, kongres bahasa Indonesia keempat tahun 1973 di Jakarta. Kongres Bahasa Indonesia yang kelima tahun 1978, kongres bahasa Indonesia yang keenam tahun 1983, kongres bahasa Indonesia yang ketujuh tahun 1993, kongres bahasa Indonesia yang kedelapan tahun 1998, dan kongres bahasa Indonesia yang kesembilan tahun 2003 di Jakarta.

Pelaksanaan kongres Bahasa Indonesia dari tahun 1938 s.d. 2003

21.3. Ejaan Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia mengalami beberapa kali penerapan ejaan yaitu ejaan Van Opuysen 1902 sampai dengan 1947, Ejaan Soewandi (Ejaan Republik) tahun 1947 sampai dengan 1972, dan Ejaan yang Disempurnakan tahun 1972 sampai dengan sekarang.

Ejaan Van Opuysen Ejaan Suwandi EYDoe uu j jy tjtjcdjdj jnjnjny k

Pemberlakuan Ejaan Bahasa IndonesiaEjaan Van Opuysen (1902 1947), Republik (Soewandi) (19471972), dan EYD (1972sekarang)

1.4. Kedudukan Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional, berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan nasional, (2) lambang jatidiri (identitas) nasional, (3) alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial budaya dan bahasanya, dan (4) alat perhubungan antarbudaya antardaerah. Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara, berfungsi sebagai (1) bahasa resmi negara, (2) bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan, (3) bahasa resmi dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan, dan (4) bahasa resmi di dalam pembangunan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan sebagai bahasa negara

3

1.5. Kekuatan Hukum Bahasa IndonesiaPada tahun 1928 bahasa Melayu dikukuhkan sebagai bahasa Nasional dan pada tahun 1945 secara konstitusional dikukuhkan sebagai bahasa negara tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 Bab XV pasal 36. Untuk pembinaan bahasa Indonesia sejalan dengan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) tahun 1966 yaitu Meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu yang ampuh. Upaya pembinaan bahasa nasional juga dirumuskan dalam ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 1983 yaitu Pembinaan dan Pengembangan bahasa Indonesia dilaksanakan dengan mewajibkan penggunaan secara baik dan benar (MPR 1978 dan 983 Butir 3, bidang Kebudayaan). Selain itu dalam ketetapan MPR no 983 tahun 1978 dinyatakan, Pendidikan dan pengajaran bahasa Indonesia perlu makin ditingkatkan dan diperluas sehingga mencakup semua lembaga pendidikan dan menjangkau masyarakat luas. Dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara tahun 1988 diarahkan bahwa usaha pembinaan bahasa Indonesia akan ditingkatkan melalui jalur pendidikan formal dan non formal. Maka dari itu, pemerintah akan meningkatkan usaha pemasyarakatan Pedoman Ejaan Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Selain itu akan meningkatkan kemampuan dan keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan petugas pemerintah, khususnya yang berhubungan dengan masyarakat (GBHN: Bab 21).

Kekuatan hukum bahasa Indonesia adalah dalam UUD 1945 Bab XV pasal 36 dan keketapan MPRS, MPR

1.6. Slogan Pembinaan Bahasa IndonesiaPencanangan slogan gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam upaya pembinaan bahasa Indonesia mendapat tanggapan yang positif dari warga Indonesia. Slogan tersebut berisi anjuran kepada masyarakat untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik sesuai dengan lingkungan dan keadaan yang dihadapi dan benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

DAFTAR PUSTAKA :

Arifin, E Zaenal, dan S. Amran Tasai. 1999. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Penerbit Akademika Pressindo.Halim, Amran. Editor. 1976a. Politik Bahasa Nasional. Jilid 2. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.Halim, Amran. 1982. Pembinaan Bahasa Indonesia. Makalah dalam Pertemuan Bahasa dan Sastra. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.Saadie, Mamur, H.M. Idris Suryana, dan Eddy Sapardi.1997/1998. Bahasa Bantu. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-IIIWidagdho, Djoko. 1997. Bahasa Indonesia : Pengantar Kemahiran bahasa di Perguruan Tinggi. Jakarta: Manajemen PT Raja Grafindo Persada.

Tugas dan Latihana. Jelaskan kapan bahasa Melayu dikukuhkan sebagai bahasa nasional !

Jawab:

5b. Jelaskan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan sebagai bahasa nasional !

Jawab:

c. Jelaskan berapa kali perubahan Ejaan dan ejaan apa saja yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia dan berikan contoh ejaan tersebut!

Jawab:

6 d. Jelaskan kekuatan hukum yang menyangkut kedudukan, pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia!

Jawab:

e. Jelaskan Slogan dalam Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan berikan contohnya!

Jawab:

BAB II. PENULISAN HURUF, KATA, DAN TANDA BACA

Kompetensi Dasar Mahasiswa dapat menuliskan huruf, kata, dan tanda baca dengan benar, sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan sehingga dapat menyampaikan gagasannya dengan benar pula dalam memperlancar tugas-tugas perkuliahannya.

Indikator 1) Mahasiswa dapat menerapkan penggunaan huruf kapital dan huruf miring dalam sebuah kalimat.2) Mahasiswa dapat membedakan penggunaan kata yang dirangkaikan dan yang dipisahkan dalam sebuah kalimat. 3) Mahasiswa dapat menggunakan tanda baca dengan benar dalam sebuah kalimat.

MateriPenulisan HurufDalam ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, penulisan huruf menyangkut dua masalah, yaitu (1) penulisan huruf besar atau huruf kapital dan (2) penulisan huruf miring.

1. Penulisan Huruf Besar atau Huruf Kapital Penulisan huruf kapital yang kita jumpai dalam tulisan-tulisan resmi kadang-kadang menyimpang dari kaidah-kaidah yang berlaku. Kaidah penulisan huruf kapital itu adalah sebagai berikut.a. Huruf besar atau kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kalimat yang berupa petikan langsung.Misalnya : 1) Adik bertanya, Kapan kita pulang ?2) Kemarin Engkau terlambat, katanya.3) Pak Guru menasihatkan ,Rajin-rajinlah belajar agar lulus dalam ujian.4) Menko Perekonomian menyatakan,Perekonomian dunia kini belum sepenuhnya lepas dari cengkeraman resesi dunia.5) Archimedes berkata, Setiap benda yang dimasukkan ke dalam zat cair akan mendapat tekanan ke atas sehingga beratnya berkurang seberat zat cair yang dipindahkannya.Dalam karya ilmiah, khususnya dalam ucapan terima kasih, contohnya.Selain itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada abah yang selalu memompa semangat penulis dengan ucapan, Mengapa orang bisa, kita tidak?.