modul er mapper

of 17 /17
ANALISIS CITRA KAJIAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ER MAPPER CARA MEMBUKA APLIKASI ER MAPPER 1. Klik double program ER MAPPER pada desktop computer 2. Atau klik start -> klik program ER MAPPER CARA MENGGABUNGKAN CITRA 1. Klik algoritma ( ) pada tool bar ER MAPPER. Akan muncul tampilan seperti ini 2. Copy pada hingga menjadi 6 Program Er Mapper Tampilan Program ER Mapper

Author: wildan-wilyani

Post on 18-Dec-2015

105 views

Category:

Documents


36 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Cara praktis belajar ER-MAPPER untuk Penginderaan Jauh

TRANSCRIPT

  • ANALISIS CITRA KAJIAN PENGGUNAAN LAHAN

    DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ER MAPPER

    CARA MEMBUKA APLIKASI ER MAPPER

    1. Klik double program ER MAPPER pada desktop computer

    2. Atau klik start -> klik program ER MAPPER

    CARA MENGGABUNGKAN CITRA

    1. Klik algoritma ( ) pada tool bar ER MAPPER. Akan muncul tampilan seperti ini

    2. Copy pada hingga menjadi 6

    Program Er

    Mapper

    Tampilan

    Program ER

    Mapper

  • 3. Ganti maing-masing dengan Band 1 hingga Band 7. Band 6 dihilangkan.

    4. Klik band 1 -> load dataset ( )

    5. Akan muncul kotak Raster Dataset

    6. Klik volume -> pilih data landsat yang disimpan -> pilh B10_TIF -> klik ok this only

    7. Begitu pun selanjutnya band 2 isi oleh B2_TIF hingga Band 7 isi oleh B7_TIF. Maka

    tampilan landsat pantai Selatan Jawa Barat sebagai berikut.

    8. Klik save as ( )pada kotak ER MAPPER -> simpan pada folder landsat dengan tipe file ER

    Mapper Raster Dataset (.ers) -> Ok

    9. Klik ok pada kotak Save As ER Mapper Dataset

    10. Klik Ok pada ER Mapper status

    11. Dokumen akan tersimpan

    Klik 2x untuk

    mengganti nama

    volume

    Kotak ER

    Mapper

    Tampilan

    Landsat

  • CARA CROPING

    Citra yang telah digabungkan harus di cropping karena luas permukaan bumi sangat luas. Manfaat dari

    cropping agar citra diperkecil dan memudahkan dalam mengidentifikasi citra. Berikut langkah-langkah

    dalam cropping citra:

    1. Klik algoritma ( ) pada tool bar ER MAPPER.

    2. Klik load dataset ( ) -> buka file citra jabarselatan.ers yang telah digabungkan -> Ok

    3. Pada algoritma klik Pseudo Layer dan copy sesuai dengan jumlah band pada layer, misalnya 6

    4. Setiap Pseudo Layer sesuaikan dengan saluran band yang tersedia. Misalnya, B1 : band 1, B2

    : band 2, dst.

    5. Klik zoom box tool ( )pada tool bar

    6. Arahkan ke citra Pelabuhan Ratu pada kotak Layer

    7. Maka di dapat citra berikut

    8. Klik save as ( )pada kotak ER MAPPER -> simpan ada folder landsat dengan tipe file ER

    Mapper Raster Dataset (.ers) -> Ok

    9. Klik ok pada kotak Save As ER Mapper Dataset

    10. Klik Ok pada ER Mapper status

    11. Dokumen akan tersimpan

    Copy

    Paste B7 diisi

    Band 7

    Citra Hasil Cropping

    Langkah-langkah

    penyimpanan sama seperti

    uraian di atas

  • CARA MENGGANTI WARNA PADA CITRA (RGB)

    Band merupakan bagian dari spektrum yang nantinya akan sangat diperlukan dalam proses

    pengklasifikasian sebuah citra. Dalam pengklasifikasian citra ada beberapa macam tipe, yaiut :

    1. Geomorfologi dan Geologi ( band 4, 5, 7)

    2. Vegetasi ( band 4, 3, 2)

    3. Penggunaan Lahan ( band 4, 5, 3)

    4. Pantai/pesisir (Marine) ( band 3, 2, 1)

    Warna yang akan diganti (Red, Green, Blue) yaitu pada Peggunaan Lahan dengan menggunakan

    band 453

    1. Buka citra yang telah di cropping pada ( ) di kotak ER Mapper

    2. Klik algoritma ( ) pada tool bar ER MAPPER.

    3. Isi Red Layer dengan B4, Green layer dengan B5 dan Blue Layer dengan B3.

    4. Klik save as ( )pada kotak ER MAPPER -> simpan pada folder landsat dengan tipe file ER

    Mapper Raster Dataset (.ers) -> Ok

    5. Klik ok pada kotak Save As ER Mapper Dataset

    6. Klik Ok pada ER Mapper status

    7. Dokumen akan tersimpan

    Langkah-langkah

    penyimpanan sama seperti

    uraian di atas

    Tampilan

    Algortma Blue dgn

    Band 3

    Tampilan Layer

    dengan Komposisi

    Band 453

  • KLASIFIKASI

    Klasifikasi terbimbing (supercised) merupakan metode klasifikasi yang dilakukan dengan

    menggambar training area untuk masing-masing objek yang dianalisis, pada tipe penutupan lahan

    yang harus dipisahkan pada klasifikasi dan menggunakan kaakteristik spectral masing-masing area

    untuk mengklasifikasikan citra.

    Berikut merupakan langkah-langkah untuk melakukan klasifikasi supercised sebagai berikut:

    1. Buka citra anda

    2. Klik menu edit -> edit creat region. Muncul dialog box new map composition -> Ok

    3. Muncul dialog tools berikut (seperti pada gambar di bawah).

    4. Klik rectangle ( ) atau polygon ( ) pada dialog tools.

    5. Kemudian arahkan pada citra. Misalnya penggunaan lahan perkebunan, hutan, pemukiman, dll.

    6. Setelah di arahkan klik display/edit object/attributes ( ).

    7. Muncul tampilan berikut. Dan langsung ketik nama penggunaan lahan tersebut sesuai misalnya

    pemukiman.

    8. Secara otomatis Region 1 terisi oleh pemukiman.

    9. Close dialog map composition attribute

    10. Save file pada dialog tools.

    save

    Klik

    Ok Klik

    Klik OK

    Muncul tampilan ini!

    Klik

    close

  • 11. Maka secara otomatis nama objek akan muncul pada citra.

    12. Tutup semua kecuali Layer dan ER Mappernya. Kembali klik menu edit -> edit class/region

    color and name, (muncul seperti gambar di bawah)

    13. Klik set color, pilih warna sesuai dengan penggunaan lahan -> Ok -> save

    14. Kemudian klik menu process -> sorot classification -> klik supervised classification. (Maka

    muncul kotak dialog seperti gambar di bawah)

    15. Isi output Dataset, dengan cara buka folder ( )

    16. Simpan pada folder Citra Landsat Anda.

    17. Pada dialog box supervised classification, maka secara otomatis output dataset terisi oleh

    folder citra landsat kita.

    Klik set

    color

    Klik

    Klik yes

    Klik

    Klik Ok

    Terisi Klik ok

  • 18. Maka muncul dialog supervised classification status

    19. Tunggu hingga 100%, maka akan ada pemberitahuan sukses.

    20. Klik edit algoritma ( )

    21. Buka folder ( ) yang tadi di simpan -> Ok.

    22. Klik kanan pada pseudo layer -> klik class Display

    23. Kontraskan dengan mengklik

    24. Maka klasifikasi telah selesai. Berikut hasilnya

    25. Save as. Simpan pada folder citra landsat anda dengan tipe file .ers -> Ok

    26. Klik ok pada kotak Save As ER Mapper Dataset

    27. Klik Ok pada ER Mapper status

    28. Dokumen akan tersimpan

    29.

    ISOCLAS (KLASIFIKASI TIDAK TERBIMBING)

    1. Buka file citra landsat dengan Band 321

    2. Klik process pada menu bar ER Maper -> Klik calculate statistic. Maka akan muncul dialog

    berikut.

    Proses penyimpanan

    sama seperti uraian d

    atas

    Pemberitahuan

    sukses Klik Ok

    Isi 1

    Ceklis

    Klik

  • 3. Muncul kotak calculate status. Kemudian tunggu 100% hingga muncul dialog pemberitahuan

    bahwa proses tersebut sukses.

    4. Kemudian klik Process pada menu bar ER Maper -> classification -> klik ISOCLAS

    Unsupervised Classification. Hal tersebut agar mempermudah proses klasifikasi. Maka akan

    muncul tamplan berikut.

    5. Muncul data proses -> tunggu hingga sukses -> Ok.

    6. Kemudian klik new layer ( ) pada tool ER Mapper (muncul tampilan di bawah)

    7. Isi layer yang kosong tersebut dengan data ISOCLAS tadi. Dengan mengklik algoritma ( ) pada

    tool ER Mapper.

    Klik

    Isi dgn

    Isoclas

    Ganti

    20

    Ceklis

    Klik

    Data proses

    Klik

    Kotak new layer

    Klik load dataset

    Kotak algoritma

  • 8. Pilih file citra yang telah di ISOCLAS tadi. (seperti gambar di bawah) -> klik Ok

    9. Klik kanan di pada kotak algoritma -> Class Display. Maka layer yang

    kosong tadi tampilannya berubah.

    PERBANDINGAN PADA KLASIFIKASI TIDAK TERBIMBING

    Setelah melakukan proses klasifikasi tidak terbimbing, maka untuk selanjutnya yaitu

    membandingkan hasil tersebut. Telah didapat dua layer berikut.

    Untuk membandingkan klasifikasi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara

    otomatis dan manual.

    Cara Otomatis

    1. Klik pada layer yang berwarna hitam putih.

    2. Klik edit pada menu bar ER Mapper -> edit class region. Maka muncul tampilan berikut.

    Klik

    Layer Isoclas

    Layer Band

    321 Layer Isoclas

    Klik

    Klik

  • 3. Tampilan edit class region secara otomatis berubah menjadi seperti ini.

    Untuk menampilkan warna pada layer hitam putih tadi, klik refresh ( ) pada dialog ER Mapper. Atau

    dengan cara klik algoritma ( ) pada tool ER Mapper -> klik kanan pada Pseudo Layer -> pilih Class

    Display. Maka, tampilan layer hitam putih akan berubah warna secara otomatis menjadi berikut.

    Cara Manual

    1. Klik edit pada menu bar ER Mapper -> pilih edit class region. (Maka muncul tampilan di

    bawah)

    2. Klik kanan pada layer yang telah di klasifikasi. Misalnya pada warna hijau

    Klik Klik

  • 3. Klik cell values profile

    4. Begitu pun selanjutnya, hingga klasifikasi selesai.

    LAYOUT

    1. Buka citra landsat.

    2. Klik file pada Menu Bar ER Mapper -> klik page setup. Muncul tampilan berikut.

    Nilai 16 cocokkan

    dan masukkan

    nama objeknya

    Hingga objek

    terisi semua

    Klik

    Klik

  • Mengatur skala

    a. Pilih size untuk ukuran kertas menjadi A4 Landscape

    b. Pada constraints pilih Auto Vary Border. Agar skala dapat diubah.

    c. Background pilih warna putih.

    d. Skala ubah menjadi angka lebih besar. Misalnya menjadi 900.000. Karena skala kecil maka

    peta tersebut besar. Begitu pun sebaliknya skala besar maka peta tersebut kecil.

    e. Klik vert center. Agar tampilan peta di tengah.

    f. Atur Borders Left, misalnya 23.00 mm.

    g. Klik Ok. Maka tampilan layer citra tadi menjadi seperti berikut.

    Menbuat judul peta

    a. Klik edit pada Menu Bar ER Mapper -> edit/create region. Maka muncul kotak New Map

    Composition berikut -> pilih Vector file.

    b. Ketik judul pada kotak text style. Kemudian atur size, justification. Misalnya size 14, centre.

    c. Untuk font, klik set font. Muncul kotak font Chooser berikut. Kemudian atur misalnya font

    times roman dengan tipe post script stroke.

    Klik

    Klik

  • Menbuat grid

    a. Klik Map rectangle ( ) pada kotak tools. (Muncul tampilan seperti gambar di bawah).

    b. Pilih category -> grid. Muncul pilihan title.

    Grid EN untuk luar negeri khususnya Arab, EN-Feet (ETM), sedangkan LL (kordinat

    geografis).

    c. Maka pilih grid LL dengan cara mendrag dan masukka kepada tampilan peta di layaer citra.

    Menjadi seperti berikut.

    d. Klik double pada grid peta dalam layer tersebut. Muncul dialog Map Object Atributes berikut.

    Klik

    Menjadi

    seperti ini

    Tampilan Layer

    Pilihan untuk

    grid

  • Memasukkan arah mata angin dan scale bar

    a. Pada dialog Map Object, pilih category North Arrow dan scale_Bar. Pilih salah satu pilihannya

    dan drag ke peta layer citra. Seperti gambar di bawah.

    Membuat Legenda

    a. Pada dialog Map Object, pilih category Legend -> pilih salah satu dan drag ke layer citra. Klik

    double pada legenda tersebut. Sehingga muncul tampilan berikut.

    Lakukan

    langkahnya

    Klik

    Tampilan layer

    Pilihan untuk

    Legenda

    Tampilan Map

    Object

    Attributes

    untuk

    Legenda

  • b. Pada dialog Map Object Attributes tersebut. Klik open file pada

    , kemudian isi dengan citra yang sedang di edit/citra

    yang telah di klasifikasi terbimbing, kemudian unchek pada preview. Maka legenda pada layer

    citra akan muncul.

    c. Selanjutnya legenda tersebut di atur, pada kotak Map Object Attributes.

    Pada Reject Classes Labelled di kosongkan.

    Pada label isi dengan LEGENDA.

    Pada label positioning ubah menjadi Above.

    Pada label font -> set font -> type post script strke, font times roman -> Ok.

    Untuk lebih jelasnya, tampilannya seperti berikut.

    Memasukkan sumber peta dan nama pengolah peta

    a. Klik text object ( ) pada kotak tools. Muncul dialog berikut.

    Tampilan

    pada

    Layer citra

    menjadi

    seperti ini

  • b. Ketik sumber dan nama berturut-turut pada kotak text style. Kemudian atur size,

    justification. Misalnya size 10, left.

    c. Untuk font, klik set font. Muncul kotak font Chooser berikut. Kemudian atur misalnya

    font times roman dengan tipe post script stroke.

    Membuat garis tepi

    a. Klik rectangle ( ) pada dialog tools.

    b. Tarik pada layer peta. Sehingga menjadi seperti berikut.

    Saving hasil layout

    1. Klik Save As ( ) peta pada kotak tools. Dengan type Vector Map. Maka muncul kotak

    berikut.

    Klik

    Sumber dan

    nama sudah

    terisi

    Garis tepi

  • 2. Klik Save As ( ) pada kotak ER Mapper dengan type JPEG -> Ok.

    Maka, inilah tampilan layout akhir dalam format JPEG

    Klik

    Beri nama

    Klik Ok

    Sudah terisi

    Klik Ok Klik Ok