modul 12 harga saham

Download Modul 12 Harga Saham

Post on 26-Jul-2015

458 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Pasar Modal

PENENTUAN HARGA SAHAM

Tujuan Pembelajaran 1. Mahasiswa mampu menggunakan pendekatan nilai intrinsik dan nilai pasar. 2. Mahasiswa mampu menggunakan pendekatan nilai sekarang, price earning ratio dan price book value. 3. Mahasiswa memahami pendekatan-pendekatan teknikal dalam menilai harga pasar saham.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

118

Pasar Modal

KONSEP NILAI (diambil dari artikel Hinsa Siahaan, 2003) Salah satu peranan penting seorang pakar keuangan perusahaan adalah memberikan rekomendasi tentang nilai berbagai macam surat-surat berharga. Ketika perusahaan bermaksud membeli surat-surat berharga atau aktiva keuangan seperti obligasi, saham preferen, atau saham biasa, dia harus memiliki pengetahuan tentang nilai investasi. Jika perusahaan bermaksud melakukan akuisisi, tentunya perusahaan harus memiliki teknik untuk menentukan berapa harga yang pantas untuk saham perusahaan yang akan diakuisisi. Demikian juga, pada waktu perusahaan mempertimbangkan akan menjual sahamnya kepada masyarakat dalam rangka menambah modal (melakukan IPO) perusahaan harus dapat menentukan harga pasar perdana dan waktu yang tepat menawarkannya kepada masyarakat, sehingga memberikan manfaat maksimum kepada pemegang saham yang ada (pemegang saham lama). Pada hakekatnya nilai setiap sekuritas (surat-surat berharga) dapat didefinisikan sebagai nilai uang yang diberikan kepada sekuritas pada waktu tertentu. Nilai tersebut mungkin dinyatakan menurut pasar atau nilai menurut peraturan atau prosedur akuntansi yang berlaku untuk sekuritas yang bersangkutan. Menurut John Hampton (1989) ada empat konsep nilai yang paling utama, yang didefinisikan sebagai berikut: 1. Nilai Going Concern (Going Concern Value). Yang dimaksudkan dengan nilai going concern adalah nilai perusahaan yang dapat memberikan keuntungan, perusahaan yang beroperasi dengan prospek usaha dimasa yang akan datang yang tidak terbatas. Suatu nilai dengan asumsi perusahaan tetap hidup tanpa batas. Jadi nilai perusahaan dikaitkan dengan kemampuan menghasilkan laba di masa depan, pembagin dividen, dan pertumbuhan usaha di masa yang akan datang yang tidak terbatas. 2. Nilai Likuidasi (Liquidation Value). Jika seorang analis keuangan menilai perusahaan yang akan bangkrut, maka penilaiannya yang utama adalah ditujukan kepada nilai bersih aktiva, atau nilai likuidasi. Artinya setelah seluruh aktiva perusahaan dijual dan dikurangkan dengan seluruh kewajibannya (utangnya), berapa sisa hasil penjualan aktiva yang dpat dibagikan kepada pemegang saham biasa? Seandainya setelah penjualan seluruh aktiva, perusahaan tidak sanggup membayar seluruh utangnya, berapa yang masih dapat diharapkan oleh masing-masing pemegang obligasi atau

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

119

Pasar Modal

kreditur lain? Jadi nilai likuidasi adalah nilai setelah seluruh aktiva perusahaan dijual dikurangi seluruh utang. 3. Nilai Pasar (Market Value). Seandainya kita mengevaluasi perusahaan yang saham atau obligasinya diperdagangkan di pasar modal, kita pasti dapat menentukan nilai pasar surat-surat berharga perusahaan. Nilai tersebut adalah nilai obligasi atau saham menurut persepsi pasar terhadap perusahaan yang bersangkutan. 4. Nilai Buku (Book Value). Pada dasarnya nilai ini adalah nilai yang ditetapkan menurut teknik akuntansi yang sudah di-standard-isir (sudah dibuat baku) dan dikalkulasi dari laporan keuangan terutama dari neraca yang dipersiapkan perusahaan. Nilai buku utang biasanya hampir identik dengan nilai par atau nilai nominal. Nilai buku saham biasa dihitung dengan cara membagi total seluruh ekuiti (modal sendiri) yang ada di neraca, dengan jumlah lembar saham yang beredar (outstanding shares). Contoh: Seorang analis efek, memprediksi penghasilan per saham atau EPS perusahaan PT. XYZ Tbk adalah Rp400 dan nilainya adalah 8 kali EPS atau Rp3200. Termasuk nilai apakah hasil penilaian si Analis Efek tersebut? Jawab: Nilai going concern oleh karena penilaian dikaitkan dengan penghasilan di masa yang akan datang dengan asumsi perusahaan hidup terus tanpa batas. Penilaian Harga Saham Penilaian saham juga melibatkan dua variabel, yakni required rate of returnnya dan proyeksi dividen atau pendapatan residual lainnya. Proyeksi dividen diderivasi dari proyeksi keuangan emiten yang dibuat analis saham. Setiap investor, setiap analis akan memiliki proyeksi keuangan yang berbeda- beda. Karena proyeksi keuangan emiten yang berbeda-beda, terjadi perbedaan valuation. Perbedaan valuation akan menghasilkan perbedaan harga wajar suatu saham. Perbedaan inilah yang akhirnya mengakibatkan selalu terdapat bid and offer atas saham emiten. Dengan sistem perdagangan continous action, selalu terjadi pertemuan bid and offer. Karena hampir selalu ada transaksi saham sehingga terjadi current closing price. Karena sifatnya ini, perdagangan saham selalu jauh lebih likuid ketimbang obligasi. Persoalan harga obligasi yang jarang memiliki the most current closing price bukan hanya persoalan reksa dana pendapatan tetap, tetapi juga persoalan pasar repurchase order (REPO) yang menggunakan obligasi sebagai underlying asset. Keduanya mensyaratkan aktivitas marked to market.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

120

Pasar Modal

Pendekatan Nilai Intrinsik Nilai intrinsik sesuatu sekuritas adalah harga yang ditentukan setelah mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai. Dengan perkatan lain, merupakan nilai riil surat utang atau surat ekuiti yang dibedakan dengan harga berlaku di pasar. Manajer keuangan dapat mengestimasi nilai intrinsik secara hati-hati dengan mempertimbangkan faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi nilai sekuritas, seperti berikut: 1. Value of the Firms Assets. Aktiva berujud dari perusahaan atau aktiva yang secara fisik dimiliki perusahaan selalu mempunyai nilai pasar (harga menurut persepsi pasar). Aktiva tersebut dapat dilikuidsi jika perusahaan membutuhkannya untuk membayar utang dan membagikannya kepada pemegang saham. Didalam teknik penilaian dengan asumsi going concern biasanya nilai likuidasi ini diabaikan, dianggap tidak ada. 2. Likely Future Interest and Dividend. Perusahaan punya janji untuk selalu membayar bunga utangnya dan mengembalikan pokok utangnya di masa yang akan datang. Dan untuk saham preferen dan saham biasa, perusahaan selalu berusaha untuk membagikan dividend. Besar kecilnya kemungkinan perusahaan akan menepati janjinya membayar bunga dan pokok utang, serta membagikan dividen akan mempengaruhi nilai sekarang. 3. Likely Future Earnings. Penghasilan rata-rata yang diharapkan perusahaan di masa yang akan datang adalah merupakan faktor yang paling mempengaruhi nilai sekuritas. Tanpa memperoleh tingkat penghasilan tertentu, kemungkinan pembayaran bunga dan dividen akan terancam. 4. Likely Future Growth Rate. Prospek pertumbuhan perusahaan di masa depan biasanya di evaluasi investor dan kreditur secara hatihati dan merupakan faktor yang mempengaruhi nilai intrinsik perusahaan. Pengkajian nilai intrinsik adalah merupakan proses membandingkan nilai ril suatu sekuritas dengan harga yang berlaku di pasar. Faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi nilai biasanya lebih lambat perubahannya dibandingkan perubahan harga pasar sekuritas. Di dalam pasar yang tidak sempuna, analis efek dapat mengharapkan melokalisir variances (perbedaan) antara nilai intrinsik dengan harga permintaan menurut pasar. Tujuan utama analisa nilai intrinsik adalah untuk memilih atau memisahmisahkan perusahaan atau saham yang overvalued dan yang undervalued. Jika sekuritas ternyata undervalued berarti pasar gagal atau tidak menemukan adanya faktor-faktor yang membenarkan harganya harus lebih tinggi. Artinya nilai sekuritas lebih tinggi dari pada harga jualnya. Namun, segera setelah masyarakat investor menyadari situasi tersebut, misalnya karena manajemen mengumumkan EPS (earnings per share) lebih tinggiPasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

121

Pasar Modal

dari yang diharapkan, para investor akan membeli saham, dan akan memaksa harga naik. Perorangan atau perusahaan yang membeli saham pada waktu undervalued akan mendapat keuntungan. Sebaliknya yang membeli pada saat saham yang overvalued akan menderita rugi. Sementara investor yang sebelumnya telah memiliki saham dalam porfolionya, jika saham overvalued akan segera melepasnya (cut loss), dan jika undervalued akan tetap mempertahankannya (hold). Adalah bijaksana untuk tidak membeli saham yang overvalued. Sebab lambat atau cepat akan terjadi koreksi pasar. Tinjauan tentang nilai intrinsik dan bagaimana menggunakannya dalam pengambilan keputusan dapat digambarkan seperti Gambar berikut.

Figure 1 Nilai Intrinsik atau Nilai Riil

Analisa nilai intrinsik tidak selalu dapat dilakukan dengan akurat oleh karena tiga keterbatasan: 1. Marketplace Slow to Recognize Real Value. Jika masyarakat yang akan melakukan investasi tidak menemukan nilai intrinsik saham, kemungkinan saham perusahaan akan tetap undervalued atau overvalued selama-lamanya. 2. Stocks of Highly Speculative Firms. Perusahaan yang sifat kegiatannya secara alamiah memang sangat spekulatif tidak dapat dianalisa dengan analisa nilai intrinsik. Saham perusahaan tambangPasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

122

Pasar Modal

minyak, tambang emas, atau perusahaan yang berusaha mendapatkan inovasi baru yang menguntungkan, nilainya lebih tergantung kepada masa depan yang tidak pasti ketimbang faktorfaktor keuangan fundamental. Dalam situasi seperti ini, nilai ril perusahaan ditentukan oleh suatu kejadian tertentu, seperti ditemukannya kandungan minyak bumi. Analisa nilai intrinsik tidak mempunyai teknik (tidak mampu) mengevaluasi situasi seperti ini. 3. High-Growth Stocks. Perusahaan-perusahaan yang memiliki catatan pertumbuhn yang sangat cepat akan mendorong kenaikan harga saham di pasar oleh karena para in

Recommended

View more >