modalitas fisioterapi

of 24 /24

Author: novita-ogino-tilukay

Post on 05-Jan-2016

670 views

Category:

Documents


155 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

good

TRANSCRIPT

MODALITAS REHABILITASI MEDIK

MODALITAS REHABILTASI MEDIKOLEHRAHEL LARITMASNIM: 2008-83-022FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS PATTIMURAAMBON2012

MODALITAS FISIOTERAPI

Fisioterapi menggunakan bermacam-macam modalitas untuk membantu merawat pasiennya. Ada beberapa modalitas fisioterapi yang dapat membantu dalam hal penguatan, relaksasi dan penyembuhan otot. Dibawah ini ada beberapa modalitas fisioterapi yang biasanya digunakan.

1. Ultra Sounda. PengertianTerapi dengan menggunakan gelombang suara tinggi dgn frek 1 atau 3 MHz (>20.000Hz). b. Tujuan pemberian USMengurangi ketegangan otot, mengurangi rasa nyeri, memacu proses penyembuhan collagen jaringan (dipilih untuk jaringan kedalaman < dari 5 cm) Penentrasi terdalam dlm setiap media: Tulang: penentrasi 7 mm pada frekuensi 1 Mhz Kulit: penentrasi 36 mm pada frekuensi 1 MHz, pd 3 MHz 12 mm tendon: penentrasi 21 mm pada frekuensi 1 MHz, pd 3 MHz 7 mm Otot: penentrasi 30 mm pada frekuensi 1 MHz, pd 3 MHz 7 mm Lemak: penentrasi 165 mm pada frekuensi 1 MHz, pd 3 MHz 55 mm 3 MHz penentrasi : 1/3 dari frek 1 Mhz Intensitas terapi: kontinu. intensitas rendah Mekanis : menimbulkan efek micromassage -> dilatasi -> inflamasi Thermal: menimbulkan efek panas tranduser lebih kecil dimana panas ringan sampai 5 cm (deep) dan lebih dominan pada continue. Piezoelectric : perubahan muatan membran sehingga terjadi proses kimiawi di jaringan di sekitarnya Biologis: menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah meningkatkan sirkulasi darah -> meningkatkan permeabilitas dan regenerasi jaringan menimbulkan rileksasi otot sehingga akan mengurangi nyeri.d. Indikasi USKondisi peradangan dan traumatik sub akut dan kronik, adanya jaringan parut (scar tissue) pada kulit, kondisi ketegangan, pemendekan dan perlengketan jaringan lunak (otot, tendon, ligament). Kondisi inflamasi kronik; oedema, gangguan sirkulasi darah, contoh kasus yg termasuk indikasi Ultrasound: Rheumathoid Arthrosis, Osteoarthrosis Genu, Hernia Nucleus Pulposus, Low Back Pain, spasme cervical, tennis elbow, frozen shoulder.

e. Kontra indikasi USjaringan yang lembut (mata, ovarium, testis, otak), jaringan yang baru sembuh, jaringan/granulasi baru, kehamilan, pada daerah yang sirkulasi darahnya tidak adekuat, tanda-tanda keganasan, infeksi bakteri spesifik.

2. Transcutaneus Electrical nerve stimulation (TENS)a. PengertianTranscutaneus Electrical nerve stimulation (TENS) merupakan suatu cara penggunaan energi listrik guna merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit dan terbukti efektif untuk merangsang berbagai tipe nyeri Pada TENS mempunyai bentuk pulsa: Monophasic mempunyai bentuk gelombang rectanguler, trianguler dan gelombang separuh sinus searah; biphasic bentuk pulsa rectanguler biphasic simetris dan sinusoidal biphasic simetris; pola polyphasic ada rangkaian gelombang sinus dan bentuk interferensi atau campuran. Pulsa monophasic selalu mengakibatkan pengumpulan muatan listrik pulsa dalam jaringan sehingga akan terjadi reaksi elektrokimia dalam jaringan yang ditandai dengan rasa panas dan nyeri apabila penggunaan intensitas dan durasi terlalu tinggi.

b. Tujuan pemberian TENSMemelihara fisiologis otot dan mencegah atrofi otot, re-edukasi fungsi otot, modulasi nyeri tingkat sensorik, spinal dan supraspinal, menambah Range Of Motion (ROM)/mengulur tendon, memperlancar peredaran darah dan memperlancar resorbsi oedema.

Frekuensi Pulsa Frekuensi pulsa dapat berkisar 1 200 pulsa detik. Frekuensi pulsa tinggi > 100 pulsa/detik menimbulkan respon kontraksi tetanik dan sensibilitas getaran sehingga otot cepat lelah Arus listrik frekuensi rendah cenderung bersifat iritatif terhadap jaringan kulit sehingga dirasakan nyeri apabila intensitas tinggi. Arus listrik frekuensi menengah bersifat lebih konduktif untuk stimulasi elektris karena tidak menimbulkan tahanan kulit atau tidak bersifat iritatif dan mempunyai penetrasi yang lebih dalam. Penempatan Elektroda Di sekitar lokasi nyeri : Cara ini paling mudah dan paling sering digunakan, sebab metode ini dapat langsung diterapkan pada daerah nyeri tanpa memperhatikan karakter dan letak yang paling optimal dalam hubungannya dengan jaringan penyebab nyeri Dermatome :Penempatan pada area dermatome yang terlibat, Penempatan pada lokasi spesifik dalam area dermatome, Penempatan pada dua tempat yaitu di anterior dan di posterior dari suatu area dermatome tertentu Area trigger point dan motor point

Prosedur TENS Tingkat analgesia-sensoris : frekuensi 50-150 Hz, durasi pulsa 150 mikrodetik Persipan pasien (kulit harus bersih dan bebas dari lemak, lotsion, krim dll), periksa sensasi kulit, lepaskan semua metal di area terapi, jangan menstimulasi pada area dekat/langsung di atas fraktur yg baru/non-union, diatas jaringan parut baru, kulit baru.c. Indikasi TENSKondisi LMNL(Lower Motor Neuron Lesion) baru yang masih disertai keluhan nyeri, kondisi sehabis trauma/operasi urat saraf yang konduktifitasnya belum membaik, kondisi LMNL kronik yg sudah terjadi partial/total dan enervated muscle, kondisi pasca operasi tendon transverse, kondisi keluhan nyeri pada otot, sebagai irritation/awal dari suatu latihan, kondisi peradangan sendi (Osteoarthrosis, Rheumathoid Arthritis dan Tennis elbow), kondisi pembengkakan setempat yang belum 10 harid. Kontra Indikasi TENSSehabis operasi tendon transverse sebelum 3 minggu, adanya ruptur tendon/otot sebelum terjadi penyambungan, kondisi peradangan akut/penderita dlm keadaan panas, Keganasan, Penyakit vaskuler, Perdarahan, Pasien ketergantungan pada alat pacu jantung, Luka terbuka yang besar, Infeksi, Gangguan sensoris

3. Shortwave Diathermy (SWD)a. Pengertian SWDTerapi panas penentrasi dalam dengan menggunakan gelombang elektromagnetik frekuensi 27,12 MHz, panjang gelombang 11 m.b. Tujuan Pemberian SWDMemperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, mengurangi spasme otot, membantu meningkatkan kelenturan jaringan lunak, mempercepat penyembuhan radang.c. Penempatan/susunan elektroda Kontraplanar; paling baik, penentrasi panas kejaringan lebih dalam, dipermukaan berlawanan dengan bagian terapi. Koplanar: elektroda berdampingan disisi sama dgn jarak elektroda adequat, pemanasan superficial, jarak antara ke2 elektroda >> lebar drpd elektroda Cross fire treatment ; terapi diberikan dgn elektroda 1 posisi, terapi diberikan elektroda posisi lain, pemanasan jaringan dlm seperti untuk organ pelvis Monoplanar : elektroda aktif diatas satu lesi, bila yang dituju local & dangkald. Teknik aplikasi SWDPre pemanasan alat 5-10 menit, jarak antara elektroda dengan pasien 5-10 cm/1 jengkal, durasi 15-30 menit, intensitas sesuai dengan aktualitas patologi, posisikan pasien senyaman mungkin, terbebas dari pakaian dan logam, tes sensibilitas, pasang elektroda, pasien tidak boleh bergerak, intensitas dipertahankan sesuai dgn toleransi pasien.

e. Indikasi SWDKondisi peradangan dan kondisi sehabis trauma (trauma pada musculoskeletal), adanya keluhan nyeri pada sistem musculoskeletal (kodisi ketegangan, pemendekan, perlengketan otot jaringan lunak), persiapan suatu latihan/senam (untuk gangguan pada sistem peredarah darah)

f. Kontraindikasi SWDKeganasan, kehamilan, kecenderungan terjadinya pendarahan, gangguan sensibilitas, adanya logam di dalam tubuh, lokasi yang terserang penyakit pembuluh darah arteri.

4. Microwave Diathermy (MWD)a. Pengertian MWDSuatu aplikasi terapeutik dengan menggunakan gelombang mikro dlm bentuk radiasi elektromagnetik yg akan dikonversi dalam bentuk dengan frekuansi 2456 MHz dan 915 MHz dengan panjang gelombang 12,25 arus yang dipakai adalah arus rumah 50 HZ, penentrasi hanya 3 cm, efektif pada otot

b. Teknik aplikasi MWD: Persiapan alat, tes alat, pre pemanasan 5-10 menit, jarak 1800-2900A, daya tembus -> stratum korneum; Near UV -> 2900-4000A, daya tembus -> stratum spinosum.

b. Tujuan Pemberian UVUntuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh, mempercepat penyembuhan luka terbuka, penyembuhan penyakit kulit tertentu. Efek lokal. Erytema, adalah kemerah-merahan pada kulit dan merupakan hal pertama yang dapat diobserfasi sebagai efek penggunaan UV. Eritema dicapai sekitar 24 jam kemudian, eritema merupakan hasil stimulasi reaksi inflamasi oleh sinar UV. UV dapat menyebabkan iritasi dan perubahan degeneratif pada jaringan epidermis. Stimulasi tersebut merupakan respon dilatasi kapiler, arterioler dan eksudasi (pengaliran cairan) pada jaringan. Pigmentasi merupakan peningkatan pigmen melanin yg dibentuk oleh melanoblast yang berpindah kelapisan lebih superficial pada epidermis. UV dpt mempercepat produksi melanin melalui stimulasi produksi enzim tyrosinase pada melanoblast Desquamasi adalah pengelupasan sel-sel kulit mati yang terjadi pada jaringan kulit Pertumbuhan sel-sel epitel adalah peningkatan sebagai bagian dari proses perbaikan jaringan dimana sel-sel basal berpindah ke sel-sel diepidermis Efek antibiotik, merupakan efek destruktif akibat radiasi UV terhadap virus, bakteri dan organisme-organisme kecil pada permukaan kulit

c. Prosedur penggunaan UVDosis: Untuk radiasi general -> dosis : sub erytema, pengulangan 1x1 hari, 1 seri 12x Untuk radiasi lokal -> dosis E II pengulangan 3 hari 1x, E III pengulangan 3 minggu 1x, E IV pengulangan 2 minggu 1x

d. Teknik aplikasiSebelum terapi dilakukan tes MED (Minimal Erytema Dosage). Posisikan pasien senyaman mungkin, tutup semua bagian kecuali area yang akan di tes, bersihkan dulu dengan alkohol. Area yang akan diterapi diberi karbon hitam yang ada lobangnya, area lain ditutup rapat, untuk terapis pakai kacamata. Timer dlm detik, alat tegak lurus pd kulit, jarak lampu dari kulit 60-90 cm.

e. Indikasi UVRadikal general penderita dengan kondisi tubuh rendah (alergi, asmatis, bronchitis), anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan dan aktivitas (anak premature, Cerebral Palsy), Radiasi lokal -> penyakit kulit karena jamur, luka lama (decubitus), hipopigmentasi (bekas luka terbakar), acne vulvagarisf. Kontra Indikasi UVPenyakit yang akut (TBC, paru, dermatitis, exim), penderita yang sedang mendapat radioterapi, penderita alergis terhadap sinar UV, sensitiser (adanya kemungkinan penderita menjadi sensitive terhadap sinar UV setelah pengobatan dengan obat-obatan tertentu, misal : sulfa, insuline, thyroid extract, kinine, gold therapy.

Derajat Eritema UV Derajat I : MED (Minimal Erytema Dosage), dosis UV yang dalam beberapa jam menyebabkan eritema minimal, dimana untuk menentukan dosis terapi, periode laten 6-8 jam, hilang 24-36 jam, iritasi berkurang & pengelupasan kulit berkurang Derajat II: 2,5 MED, periode laten 4-6 jam, menghilang 48-96 jam, sedikit iritasi dan pengelupasan kulit. Derajat III: 5 MED, periode laten 3-4 jam, menghilang 6-10 hari, panas, nyeri, oedem, pengelupasan kulit, mirip luka bakar, pigmentasi menambah Derajat IV: 10 MED, periode laten 2 jam, menetap selama beberapa hari, hilang sampai 2 minggu.

6. Hot PacksFisioterapis membalutkan hot pack basah kemudian membalutnya lagi dengan beberapa lapis handuk kemudian meletakkannya ke daerah yang membutukan perawatan. Panas yang dihasilkan oleh hot pack mempunyai beberapa manfaat yang penting. Hot pack ini merelaksasikan otot yang kaku sehingga dampaknya jaringan otot tersebut menjadi relaks. Hot pack ini dapat menurunkan nyeri yang disebabkan oleh ketegangan atau kekakuan otot. Hot pack juga menyebabkan vasodilatasi/pelebaran pembuluh darah vena yang dapat meningkatkan sirkulasi darah pada daerah tersebut. Pasien dengan ketegangan dan kekakuan otot atau arthritis sering mendapatkan manfaat dengan penggunaan hot pack.

7. Cold PacksCold pack adalah gel beku yang digunakan fisioterapi untuk merawat daerah yang nyeri dan peradangan. Cold pack dibalutkan pada handuk yang basah dan diletakkan langsung pada daerah yang membutuhkan perawatan. Efek dingin dari cold pack disalurkan ke kulit, otot dan jaringan tubuh pasien sehingga mempunyai beberapa manfaat. Suhu yang dingin menyebabkan vasokonstriksi/penyempitan pembuluh darah vena pada area tersebut. Dan efek ini menurunkan peradangan pada daerah tersebut. Dan dengan menurunnya peradangan maka nyeri dan bengkak berkurang.8. Electrical Stimulasi:Electrical stimulasi menggunakan arus listrik yang menyebabkan satu atau kelompok otot tertentu berkontraksi. Dengan meletakkan elektroda pada beberapa daerah dikulit tertentu fisioterapi dapat mempengaruhi serabut otot untuk berkontraksi. Kontraksi otot dengan menggunakan electrical stimulasi ini dapat meningkatkan kekuatan otot. Fisioterapi dapat merubah susunan arus untuk arus yang kuat atau arus lemah dalam menggontraksikan otot. Selama proses penguatan otot, terjadilah kontraksi otot yang meningkatkan asupan darah ke daerah yang diberikan arus sehingga meningkatkan proses penyembuhan.9. Parafin Bath:a. Pengertian: Pengobatan panas superficial dgn modalitas rendaman hangat parafin.b. Tujuan: Preliminary terhadap metoda intervensi lain (mobilisasi sendi, massage), memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, menambah kelenturan jaringan perifer, lingkup gerak sendi, dipilih untuk tangan dan kaki.

c. Metode Aplikasi Metode Deep : mencelupkan kaki/tangan kedalam cairan parafin bathterbentuk permukaan parafin padat dan tipis yang meliputi kulit tarik kembali ulang 8-10x sampai terbentuk sarung tengan tebal (mengisolasi bagian tubuh terhadap kehilangan panas) bungkus dengan handuk kering untuk mempertahankan panas lama 15-20 menitsetelah itu sarung tangan parafin dilepas Metode immersion : mencelupkan tangan/kaki secara terus-menerus kedalam cairan parafin terbentuk sarung tangan pada sekitar kulit lama 20-30 menit lebih efektif meningkatkan temperatur jaringan tapi resiko luka bakar Metoda breshing : dengan menggunakan kuasuntuk area yang tidak dijangkau (pinggang, hip, pada regio yang besar)

DAFTAR PUSTAKA

1. Parjoto, Slamet, 2005, Terapi Listrik Untuk Modulasi Nyeri, IFI Cabang Semarang.2. Mardiman, Sri, 2001, Modulasi Nyeri dan Mekanisme Pengurangan Nyeri dengan Modalitas Fisioterapi, Pelatihan Penatalaksanaan Fisioterapi Komprehensif pada Nyeri, Surakarta.3. http://cdn-u.kaskus.us/46/0hmzkxrb.jpeghttp://cdn-u.kaskus.us/46/tklbrmim.jpeg