metode penelitian sosiologi kuantitatif

Download Metode penelitian sosiologi kuantitatif

Post on 26-Jun-2015

2.033 views

Category:

Science

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Metodologi Penelitian Kuantitatif

TRANSCRIPT

  • 1. Metode Penelitian Sosiologi Kuantitatif Kelompok 1 Ajeng trio pratiwi 1210811001 Sisca yuliet 1210811002 Yeni eka putri 1210811003 Rinaldo 1210811004 Nando Elvitas 1210811005 Andru Zulya Saputra 1210811006 Dicky Erfian 1210812001 Beni Safety Rahayu 1210812002 Desty Sartika Putri 1210812003 M. Hidayatul Halim 1210812004

2. Pengertian Paradigma Paradigma ibarat sebuah jendela tempat orang bertolak menjelajahi dunia dengan wawasannya. Paradigma dapat diartikan sebagai seperangkat kepercayaan atau keyakinan dasar yang menuntun sesorang dalam bertindak atau keyakinan dasar yang menuntun sesorang dalam bertindak dalam kehidupan sehari-hari. SALIM (2006) 3. Paradigma menggariskan apa yang seharusnya dipelajari, pernyataan apa yang seharusnya dikemukakan, dan kaidah apa yang seharusnya diikuti dalam menafsirkan jawaban yang diperoleh IHALAUW (1985) 4. PANDANGAN FILOSOF Paradigma merupakan pandangan awal yang membedakan, memperjelas dan mempertajam orientasi berpikir seseorang. Hal ini membawa konsekuensi praktis terhadap prilaku, cara berpikir, intepretasi dan kebijakan dalam pemilihan masalah. Paradigma memberi representasi dasar yang sederhana dari informasi pandangan yang kompleks sehingga orang dapat memilih untuk bersikap atau mengambil keputusan. 5. Dua Macam Paradigma menurut Maleongscientifik paradigm (paradigma ilmiah) naturalistic paradigm (paradigma alamiah) Paradigma imiah bersumber dari pandangan positivisme (lazimnya disebut sebagai paradigma kuantitatif) pandangan alamiah bersumber pada pandangan fenomenologis (lazimnya disebut sebagai paradigma kualitatif). 6. Paradigma dalam Penelitian Ilmiah Paradigma penelitian dapat dikelompokan menjadi paradigma: penelitian kuantitatif penelitian kualitatif. Dari segi peristilahan, para ahli nampak menggunakan istilah atau penamaan yang berbeda-beda meskipun mengacu pada hal yang sama. 7. Riwayat kedua paradigma Paradigma Kuantitatif (Positivisme) Paradigma Kualitatif (alamiah/fenomenologis) berakar pada pandangan teoritis Auguste Comte dan Emile Durkheim . Para Positivisme mencari fakta dan penyebab femomena sosial dan kurang mempertimbangkan keadaan subjektifitas individu. Durkhiem menyarakan kepada ahli ilmu pengetahuan sosial untuk mempertimbangkan fakta sosial atau fenomena sosial sebagai sesuatu yang memberikan pengaruh dari luar atau memaksa pengaruh tertentu terhadap perilaku manusia. Paradigma kuantitatif dinyatakan sebagai paradigma tradisional, positivisme, eksperimental, atau empiris. bersumber dari pandangan Max Weber yang diteruskan oleh Irwin Deutcher. Pendekatan ini berawal dari tindakan balasan terhadap tradisi positivisme. Pendekatan fenomenologis berusaha memahami perilaku manusia dari segi kerangka berpikir maupun bertindak orang itu sendiri. Bagi mereka yang penting ialah kenyataan yang terjadi sebagai yang dibayangkan atau dipikirkan oleh orang itu sendiri. Paradigma kualitatif menyatakan pendekatan konstruktif atau naturalistis pendekatan interpretatif atau sudut pandang postpositivist. 8. o Memilih salah satu paradigma penelitian bukan berarti paradigma lainnya dianggap tidak baik. o Tidak ada satu paradigma yang sanggup mengungguli paradigma lainnya, mengingat pilihan paradigma merupakan cara pandang seseorang peneliti terhadap suatu realitas yang tergantung pada keadaan tertentu. o Masalahnya adalah bagaimana peneliti harus memilih salah satu paradigma dalam penelitian. 9. Perbedaan paradigma kuantitatif dan kualitatif metode kuantitatif 1. .Lebih menenkankan pada proses berpikir positivisme- logis, 2 . Peneliti cenderung ingin menegakkan obyektifitas yang tinggi, 3. Peneliti berusaha menjaga jarak dari situasi yang diteliti, sehingga peneliti tetap berposisi sebagai orang luar dari obyek penelitiannya. 4. Bertujuan untuk menguji suatu teori/pendapat untuk mendapatkan kesimpulan umum (generasilisasi) dari sampel yang ditetapkan. 10. 5. Berorientasi pada hasil, yang berarti juga kegiatan pengumpulan data lebih dipercayakan pada intrumen 6. Keriteria data/informasi lebih ditekankan pada segi realibilitas dan biasanya cenderung mengambil data konkrit. 7. Walaupun data diambil dari wakil populasi (sampel), namun selalu ditekankan pada pembuatan generalisasi. 8. Fokus yang diteliti sangat spesifik (particularistik) berupa variabel-variabel tertentu saja. Jadi tidak bersifat holistik. 11. Perbedaan paradigma kuantitatif dan kualitatif Paradigma Kualitatif 1. Cenderung menggunakan metode kualitatif, baik dalam pengumpulan maupun dalam proses analisisnya. 2. Lebih mementingkan penghayat-an dan pengertian dalam menangkap gejala (fenomenologis). 3. Pendekatannya wajar, dengan menggunakan pengamatan yang bebas (tanpa pengaturan yang ketat). 4. Lebih mendekatkan diri pada situasi dan kondisi yang ada pada sumber data, dengan berusaha menempatkan diri serta berpikir dari sudut pandang orang dalam. 5. Bertujuan untuk menemukan teori dari lapangan secara deskriptif dengan menggunakan metode berpikir induktif. Jadi bukan untuk menguji teori atau hipotesis. 12. 6. Berorientasi pada proses, dengan mengandalkan diri peneliti sebagai instrumen utama. Hal ini dinilai cukup penting karena dalam proses itu sendiri dapat sekaligus terjadi kegiatan analisis, dan pengambilan keputusan. 7. Keriteria data/informasi lebih menekankan pada segi validitasnya, yang tidak saja mencakup fakta konkrit saja melainkan juga informasi simbolik atau abstrak. 8. Ruang lingkup penelitian lebih dibatasi pada kasus-kasus singular, sehingga tekannya bukan pada segi generalisasinya melainkan pada segi otensitasnya. 9. Fokus penelitian bersifat holistik,meliputi aspek yang cukup luas (tidak dibatasi pada variabel tertentu 13. Paradigma Fakta Sosial sebagai Dasar Penelitian Kuantitatif Paradigma kuantitatif merupakan satu pendekatan penelitian yang dibangun berdasarkan filsafat positivisme yang menolak unsur metafisik dan teologik dari realitas sosial. Dalam penelitian kuantitatif diyakini, bahwa satu-satunya pengetahuan (knowledge) yang valid adalah ilmu pengetahuan (science), yaitu pengetahuan yang berawal dan didasarkan pada pengalaman (experience) yang tertangkap lewat pancaindera untuk kemudian diolah oleh nalar (reason). Secara epistemologis, dalam penelitian kuantitatif diterima suatu paradigma, bahwa sumber pengetahuan paling utama adalah fakta yang sudah pernah terjadi, dan lebih khusus lagi hal-hal yang dapat ditangkap. 14. Obyek studi penelitian kuantitatif adalah fenomena dan hubungan-hubungan umum antara fenomena- fenomena (general relations between phenomena). Dalam penelitian kuantitatif diyakini sejumlah asumsi sebagai dasar otologisnya dalam melihat fakta atau gejala 15. Asumsi-asumsi dimaksud adalah; 1. Obyek-obyek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain, baik bentuk, struktur, sifat maupun dimensi lainnya. 2. Suatu benda atau keadaan tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu. 3. Suatu gejala bukan merupakan suatu kejadian yang bersifat kebetulan, melainkan merupakan akibat dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. 16. o Dalam metode kuantitatif, dianut suatu paradigma bahwa dalam setiap event/peristiwa sosial mengandung elemen-elemen tertentu yang berbeda-beda dan dapat berubah. o Elemen-elemen dimaksud disebut dengan variabel. Variabel dari setiap even, baik yang melekat padanya maupun yang mempengaruhi atau dipengaruhinya, cukup banyak, karena itu tidak mungkin menangkap seluruh variabel itu secara keseluruhan. o Atas dasar itu, dalam penelitian kuantitatif ditekankan agar obyek penelitian diarahkan pada variabel-variabel tertentu saja yang dinilai paling relevan. 17. Metode penelitian kuantitatif dilakukan untuk mngukur satu atau lebih variable penelitian. Lebih dari itu penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengukur hubungan atau korelasi atau pengaruh antara dua variabel atau lebih Metode penelitian kuantitatif Permasalahan penelitiannya adalah menanyakan tentang tingkat pengaruh atau keeratan hubungan antara dua variabel atau lebih Penelitian muantitatif dilakukan untuk menguji teori yang sudah ada yang dipilih oleh peneliti Metode penelitian kuantitatif memfungsikan teori sebagai titik tolak menemukan konsep yang terdapat dalam teori tersebut, yang kemudian dijadikan variabel. Penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis sejak awal ketika peneliti telah menetapkan teori yang digunakan. Ciri Penelitian Kuantitatif 18. Penelitian kuantitatif lebih mengutamakan teknik pengumpulan data kuesioner. Penelitian kuantitatif penyajian datanya berupa table distribusi pilihan jawaban para responden yang ditentukan oleh peneliti berupa angka. Penelitian kuantitatif menggunakan prespektif etik, yaitu data yang dikumpulkan dibatasi atau ditentukan oleh peneliti dalam hal pilihan indicator atau atribut variabel bai jumlah maupun jenisnya. Metode penelitian kuantitatif menggunakan definisi operasionalisasi kerana hendak mengukur variabel, karena definisi operasional pada dasarna merupakan petunjuk untuk mengukur variabel Penelitian kuantitatif penentu ukuran jumlah responden atau sampel dengan menggunakan presentase, rumus atau table populasi-sampel, sebagai penerapan prinip keterwakilan. lanjutan 19. Peneliti kuantitatif menggunakan alur penarikan kesimpulan berproses secara deduktif, yaitu konsep, variabel ke data. Metode penelitian kuantitatif instrument penelitiannya berupa kuesioner atau angket, yang juga berfungsi sebagai teknik pengumpulan data Analisis yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dilakukan setelah data terkumpul, dengan menggunakan perhitungan angka-angka atau analisis statistic. Penelitian kuantitatif kesimpulannya berupa timgkat hubungan antar variabel, sedangkan dalam penelitian kualitatif kesimpulannya berupa temuan konsep yang tersembunyi di balik data rinci berdasarkan interpretasi atau kesepakatan dari para responden atau informan. 20. TERIMAKASIH