mesin pengering bbs

3
1 MESIN PENGERING PADI BBS (BAHAN BAKAR SEKAM) Gangguan cuaca ekstrem sering terjadi yang diperlihatkan dengan turunnya hujan di atas pola normal menyebabkan gangguan di bidang pertanian pangan. Terjadinya kebanjiran di beberapa wilayah yang juga menggenangi areal persawahan menjelang panen bukan hanya menimbulkan kerusakan namun juga kehilangan hasil tanaman padi. Curah hujan yang tinggi juga menyebabkan terganggunya penjemuran gabah petani. Kondisi jelek ini sering juga disebabkan petani tidak memiliki lantai jemur. Bahkan penggilingan beraspun belum tentu memiliki lantai jemur. Menjemur gabah hanya menggunakan tikar, plastik, terpal yang digelar di halaman rumah, dittanggul dan dijalan. Tanah dalam kondisi tergenang air tentunya memerlukan waktu lebih lama untuk kembali kering, dibanding lantai jemur yang lebih cepat untuk dikeringkan. Rendahnya kualitas beras disebabkan beberapa hal seperti: (1). Gabah terlambat dipanen karena terbatasnya tenaga kerja, (2). Adanya penumpukan gabah berlangsung 7-15 hari sebelum dijemur. Hal ini karena keterbatasan lantai jemur dan turunnya hujan (3). Ketebalan gabah dipenjemuran mencapai 10 cm, padahal sebaiknya tidak melebihi 7 cm. Di wilayah pasang surut Sumatera Selatan, saat ini petani mulai menjual padi dalam bentuk gabah kering panen. Hal ini disebabkan (1) mereka memerlukan uang untuk mengembalikan pinjaman sebelumnya yang digunakan untuk biaya usahatani dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (2) tidak memiliki fasilitas pengeringan atau lantai jemur (3) penjemuran padi terkendala juga dengan cuaca yang tidak mendukung, karena musim hujan. Tidak mengherankan jika nilai tambah dari proses pengeringan ini diraih oleh penggilingan yang memiliki lantai jemur atau pabrik-pabrik besar yang dimiliki pengusaha-pengusaha beras di tepian Daerah Aliran Sungai Musi. Di Kabupaten MURA sebanyak 85% petani tidak memiliki fasilitas lantai jemur, dan di Kabupaten OKI sebanyak 80%. Karena itu diperlukan alat pengering, sebab sinar matahari tidak mampu mengeringkan gabah secara cepat. Terlebih lagi jika gabah tersebut akan dijadikan benih, maka gabah calon benih yang terkena hujan atau pengeringannya terganggu akan menyebabkan kualitas benih tersebut rendah. Mesin pengering padi BBS merupakan teknologi baru dengan tujuan untuk mendapatkan hasil beras yang bermutu tinggi dan biaya operasionalnya murah, sehingga beras di petani mempunyai daya saing yang tinggi di pasaran. Dengan cara ini diharapkan akan meningkatkan nilai tambah bagi petani secara optimal. Untuk mendapatkan kondisi seperti diatas diperlukan teknis pengeringan yang benar sesuai dengan anjuran, kondisi kerja yang aman (kejerian kerja yang rendah) dan efisien

Upload: bptpsumsel

Post on 14-Jan-2017

59 views

Category:

Technology


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: Mesin pengering bbs

1

MESIN PENGERING PADI BBS (BAHAN BAKAR SEKAM)

Gangguan cuaca ekstrem sering terjadi yang diperlihatkan dengan turunnya

hujan di atas pola normal menyebabkan gangguan di bidang pertanian pangan.

Terjadinya kebanjiran di beberapa wilayah yang juga menggenangi areal persawahan

menjelang panen bukan hanya menimbulkan kerusakan namun juga kehilangan hasil

tanaman padi. Curah hujan yang tinggi juga menyebabkan terganggunya penjemuran

gabah petani. Kondisi jelek ini sering juga disebabkan petani tidak memiliki lantai jemur.

Bahkan penggilingan beraspun belum tentu memiliki lantai jemur. Menjemur gabah

hanya menggunakan tikar, plastik, terpal yang digelar di halaman rumah, dittanggul dan

dijalan. Tanah dalam kondisi tergenang air tentunya memerlukan waktu lebih lama

untuk kembali kering, dibanding lantai jemur yang lebih cepat untuk dikeringkan.

Rendahnya kualitas beras disebabkan beberapa hal seperti: (1). Gabah terlambat

dipanen karena terbatasnya tenaga kerja, (2). Adanya penumpukan gabah berlangsung

7-15 hari sebelum dijemur. Hal ini karena keterbatasan lantai jemur dan turunnya hujan

(3). Ketebalan gabah dipenjemuran mencapai 10 cm, padahal sebaiknya tidak melebihi 7

cm.

Di wilayah pasang surut Sumatera Selatan, saat ini petani mulai menjual padi

dalam bentuk gabah kering panen. Hal ini disebabkan (1) mereka memerlukan uang

untuk mengembalikan pinjaman sebelumnya yang digunakan untuk biaya usahatani dan

memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (2) tidak memiliki fasilitas pengeringan atau

lantai jemur (3) penjemuran padi terkendala juga dengan cuaca yang tidak mendukung,

karena musim hujan. Tidak mengherankan jika nilai tambah dari proses pengeringan ini

diraih oleh penggilingan yang memiliki lantai jemur atau pabrik-pabrik besar yang dimiliki

pengusaha-pengusaha beras di tepian Daerah Aliran Sungai Musi. Di Kabupaten MURA

sebanyak 85% petani tidak memiliki fasilitas lantai jemur, dan di Kabupaten OKI

sebanyak 80%. Karena itu diperlukan alat pengering, sebab sinar matahari tidak

mampu mengeringkan gabah secara cepat. Terlebih lagi jika gabah tersebut akan

dijadikan benih, maka gabah calon benih yang terkena hujan atau pengeringannya

terganggu akan menyebabkan kualitas benih tersebut rendah.

Mesin pengering padi BBS merupakan teknologi baru dengan tujuan untuk

mendapatkan hasil beras yang bermutu tinggi dan biaya operasionalnya murah,

sehingga beras di petani mempunyai daya saing yang tinggi di pasaran. Dengan cara ini

diharapkan akan meningkatkan nilai tambah bagi petani secara optimal. Untuk

mendapatkan kondisi seperti diatas diperlukan teknis pengeringan yang benar sesuai

dengan anjuran, kondisi kerja yang aman (kejerian kerja yang rendah) dan efisien

Page 2: Mesin pengering bbs

2

secara ekonomis. Perkembangan penggunaan teknologi pengering padi BBS yang relatif

pesat, akan membuka peluang perubahan-perubahan aspek teknis salah satunya adalah

kapasitas kerja. Kapasitas kerja yang tinggi, akan dapat menekan biaya operasional dan

akan mengurangi antrian gabah kering panen.

Potensi Aplikasi

Mesin pengering padi bahan bakar sekam (BBS) sejak pertama kali di introduksi

di lahan pasang surut Sumatera Selatan pada tahun 2004 terus berkembang pesat

pemanfaatannya oleh pemilik RMU dan kelompok tani. Bahkan pada akhir tahun 2010

sudah ada 200 unit box dryer BBS yang tersebar di beberapa kawasan sentra padi di

Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu

Timur, serta ada yang dikirim ke luar propinsi.

Untuk kepentingan penangkaran benih dan lumbung pangan digunakan mesin

pengering dengan kapasitas 5 ton/operasi. Tidak ada perbedaan teknis pengeringan

gabah dan benih, kecuali suhu pengeringan yang digunakan. Untuk pengeringan gabah

suhu maksimal dapat mencapai 450C, sedangkan untuk produksi benih suhu maksimal

adalah 400C.

Kapasitas muat pengeringan padi BBS tersebut dapat dimodifikasi sampai dengan

10 ton gabah. Berpotensi untuk dikembangkan bukan hanya di wilayah rawa namun

juga di lahan kering dan irigasi yang kurang fasilitas lantai jemurnya.

Prototype mesin pengering bahan bakar sekam dengan tungku ABC kapasitas 3t pertama kali dikenalkan di Desa Upang, Banyuasin.

Page 3: Mesin pengering bbs

3

Proses pabrikasi mesin pengering BBS di Bengel Santoso, Plaju setiap bulan rata-rata memproduksi 4-5 unit.

Pembakaran sekam pada tungku ABC yang memiliki 3 tungku majemuk kapasitas 10 t.