Mekanisme-mekanisme pd materi Fisiologi Hewan

Download Mekanisme-mekanisme pd materi Fisiologi Hewan

Post on 20-Feb-2016

25 views

Category:

Documents

0 download

DESCRIPTION

Mekanisme biolistrik, mekanisme kontraksi otot dll

TRANSCRIPT

A. MEKANISME BIOLISTRIKA. MEKANISME KONTRAKSI-RELAKSASI OTOT RANGKA1. Penghantaran impuls (potensial aksi) saraf motorik alfa menuju motor end plate di membrane sel otot rangka.2. Sebelum terjadi potensial aksi saraf motorik alfa, di motor endplate telah terjadi depolarisasi sebagai lepasnya (release) Ach (asetilkolin) dalam kuantum secara terus menerus.3. Dengan adanya potensial aksi di saraf motoriknya, pengelepasan asetilkolin akan sangat banyak. Asetilkolin akan berikatan dengan reseptor asetilkolin di sarkolemma (membran sel otot) sehingga depolarisasi di endplate menjadi potensial aksi otot yang kemudian menjalar sepanjang membran otot dan tubulus T. 4. Akibatnya, pintu Ca di reticulum sarkoplasma membuka dan melepaskan ion Ca ke sitoplasma sel otot.5. Ion Ca kemudian menyebar keseluruh sitoplasma dan berikatan dengan troponin C. Ikatan troponin C dengan ion Ca mengakibatkan perubahan konformasi molekul troponin, membuka binding sites untuk kepala myosin di molekul aktin. Pembukaan binding sites tersebut memungkinkan terjadinya jembatan silang (cross bridges) antar filament aktin dan myosin.6. Selanjutnya, dengan katalis enzim myosin-ATP-ase, terjadi hidrolisis ATP menjadi ADP + Pi + energi di kepala miosin yang memungkinkan pembengkokan kepala myosin sehingga miofilamen bergerak saling bergeser (sliding of miofilaments) kearah pertengengahan sarkomer menghasilkan kontraksi otot.7. Seluruh pristiwa kontraksi otot rangka mulai dari perangsangan saraf motorik hingga pergeseran miofilamen di sebut sebagai exitation-contraction coupling.8. Relaksasi dimulai ketika Ach (Asetilkolin) dipecah oleh Ache (Asetilkolin asterase), sehingga Ca masuk kembali ke dalam retikulum sarkoplasma. Active site ang ditinggalkan Ca akan kembali tertutup oleh tropomyosin dan tidak ada cross brige yang terjadi.B. MEKANISME KONTRAKSI-RELAKSASI OTOT POLOS1. Diberikan rangsang dari neuron parasimpatis di post ganglion dengan neurotransmitter asetilkolin.2. Pada otot polos tidak terdapat troponin, sehingga mekanismenya sedikit berbeda. Di otot polos Retikulum Sarkoplasma tidak begitu berperan.3. Ketika konsentrasi Ca2+ didalam sel meningkat, Ca2+ akan masuk ke dalam sel dari reticulum sarkoplasma.4. Ca2+ mengikat kalmodulin ( CaM )5. CaM akan mengaktivasi enzim myosin light chain kinase ( MCCK )6. Selanjutnya akan terjadi fosforilasi yaitu MCCK akan memfosforilasi rantai pada ujung kepala myosin dan ujung kepala aktin.7. Karena ini, akan meningkatkan aktivitas myosin ATPase.8. Myosin yang aktif melewati sepanjang aktin dan akhirnya terjadi kontraksi.C. MEKANISME KONTRAKSI OTOT JANTUNG1. Norepineprin tiba di postganglion sarkolemma jantung menyebabkan depolarisasi (potensial aksi)2. Potensial aksi menyebabkan ion-ion channel Ca terbuka sehingga ion-ion Ca dari ekstrasel masuk ke dalam sitoplasma sel jantung.3. Masuknya Ca dari luar ke dalam, juga merangsang retikulum sarkoplasma untuk mengekskresikan lebih banyak ion Ca.4. Ion Ca berikatan dengan troponin dan kalmodulin.5. Selanjutnya bakalan sama aja kayak mekanisme kontraksi otot rangka sama otot olos. Yang membedakan pada jantung adalah ion Ca ditangkapnya sama Kalmodulin dan Troponin. Sehingga otot jantung kontraksinya cepat dan lebih tahan lama.Notes: - Otot rangka Ca cuma dari Retikulum Sarkoplasma dan diikat sama Troponin C- Otot polos Ca berasal dari ekstra dan intrasel. Ca diikat sama Kalmodulin- Otot jantung Ca berasal dari ekstra dan intrasel. Ca diikat sama kalmodulin dan Troponin.D. CENTRAL NERVOUS SYSTEM (CNS)Sistem saraf pusat terbagi atas Batang otak dan otak, batang otak menghubungkan otak dengan medulla spinalis. Sistem saraf pusat tersusun atas white matter dan gray matter, pada otak gray matter mengelilingi white matter sedangkan pada batang otak white matter mengelilingi gray matter yang berada di tengah. Ada beberapa tipe sel yang menyusun system saraf pusat (neuroglia) diantaranya terdapat, oligodendrtosit, astrosit, mikroglia, dan sel ependim. Jadi, fungsi sistem saraf secara umum yaitu, sel saraf sebagai sistem komuniksasi di tubuh, mengatur fungsi dan pergerakan tubuh, mengatur keseimbangan fisiologis. Medulla SpinalisMedulla spinalis adalah terusan dari otak dan merupakan jalur perintah dari otak ke tubuh dan sebaliknya. Medulla spinalis juga dilindungi dan diberi warna oleh cerebrospinnalis. Vertebrae pada vertebrata sebagai pelindung, medulla spinalis berakhir di ujung yang bernama cauda equina, dengan awalanya yaitu foramen magnum. Medulla spinalis merupakan pusat dari gerakan reflek, berikut illustrasinya :Pada medulla spinalis ada jalur ASCENDING TRACT (MENUJU KE OTAK) dan DESCENDING TRACT (MENUJU KE TUBUH).Batang Otak Batang otak terbagi menjadi 3 : medulla oblongata (sebagai control reflex batuk, menelan, dan tersedak) , pons (menyampaikan pesan dari dan ke medulla oblongata dan cerebellum), dan otak tengah/midbrain (sebagai pusat reflex pengelihtan dan pendengran). ReceptorSensory orafferent neuronMotor orefferent neuronCentralNervousSystemEffector(muscle or gland)Meninges : membrane dari CNS yang berfungsi sebagai pelindung CNS. Meninges terdiri dari 3 lapisan yaitu:A. Dura Mater : Tebaldengan membrane berserat, dekat dengan tulang tengkorakB. Arachnoid : Seperti jaring laba-laba, tipis dan lembut, membrane selnyasepertisuteraC. Pia Mater : Jaringan longgar yang menutupi otak, membungkus pembuluh darah yang akan menyuplai darah keotak, tipis Ventrikel : kawah yang saling berhubungan yang letaknya di dalam otak dan batang otak, ventrikel adalah kelanjutan dari central canal dari spinal cord. Ventrikel diisi oleh cerebrospinal fluid (CSF). Ventrikel terdiri dari 4 macam, yaitu first and second ventricle (lateral ventricle), third ventricle, fourth ventricle.Cerebrospinal Fluid: disekresi oleh koroid pleksus, disirkulasikan oleh ventrikel central canal dari spinal cord dan rongga subarachnoid. Bila jumlah CSF kelebihan maka akan di absorbs oleh arachnoid vili. Fungsi dari CSF adalah untuk pemberi nutrisi dan pelindung juga membantu kestabilan konsentrasi ion di CNS.Cerebrum: struktur dari cerebrum yaituA. Corpus callosum : menghubungkan hemisfer otakB. Gyrus : bagian otak yang melekuk ke atasC. Sulcus : bagian otak yang melekuk kebawahD. Fissure : pembatas otak yang terdiri dari longitudinal yang membatasi hemisfer otak, transversal yang membatasi otak besar dengan otak kecil.Fungsi dari lobus otak1. Frontal lobe : intelektual, konsentrasi, planning, problem solving, control pergerakkan otot rangka2. Parietal lobe : sensasi temperature, tekanan, sentuhan dan sakit pada kulit, mengerti ejaan dan penggunaan kata kata untuk ungkapan ekspresi dan perasaan.3. Temporal lobe : mendengar, mengingat gambar dan musik, pengenalan pola kompleks4. Occipital lobe : melihat, menggabungkan gambar dan pengalaman.Cerebellum : letaknya di bawah occipital lobe, di belakang pons dan medulla oblongata, terdapat 2 hemisfer samaseperti cerebrum, vermis berfungsi menghubungkan hemisfer. Berfungsi sebagai pengintegrasi informasi sensoris mengenai posisi tubuh, koordinasi aktivitas otot rangka, mempertahankan bentuk tubuh.E. PERIPHERAL NERVOUS SYSTEMPheriferal nervous systemSaraf tepi dibagi 2:- Divisi somatic (volunter) berkaitan dengan perubahan lingkungan eksternal dan pembentukan respons motorik volunteer pada otot rangka.- Divisi otonom (involunter) mengendalikan seluruh respon involunter pada otot polos, otot jantung dan kelenjar dengan cara mentransmisi impuls saraf melalui dua jaluro Saraf simpatis berasal dari area toraks dan lumbal pada medulla spinaliso Saraf parasimpatis berasal dari area otak dan sacral pada medulla spinalis.o Sebagian besar organ internal di bawah kendali otonom memiliki inervasi simpatis dan parasimpatis.Autonomic nervous system (ANS)DIVISI SIMPATIS / TORAKOLUMBALMemiliki satu neuron preganglionik pendek dan stu neuron postganglionic panjang. Badan sel neuron preganglionik terletak pada tanduk lateral substansi abu-abu dalam segemen toraks dan lumbal bagian atas medulla spinalis.DIVISI PARA SIMPATIS / KRANIOSAKRALMemiliki neuron preganglionik panjang yang menjulur mendekati organ yangterinervasi dan memiliki serabut postganglionic pendek. Badan sel neuron terletakdalam nuclei batang otak dan keluar melalui CN III, VII, IX, X, dan saraf XI, jugadalam substansi abu-abu lateral pada segmen sacral kedua, ketiga dan keempat medullaspinalis dan keluar melalui radiks ventral.NEUROTRANSMITER SSOAsetilkolin dilepas oleh serabut preganglionik simpatis dan serabut preganglionikparasimpatis yang disebut serabut kolinergik.Norepinefrin dilepas oleh serabut post ganglionik simpatis, yang disebut serabutadrenergic. Norepinefrin dan substansi yang berkaitan, epinefrin juga dilepas olehmedulla adrenal. CATATAN KATA2 PAK RUSDI Ketika lapar > kadar gula darah menurun > yang merekam adalah kemoreseptor terhadap glukosa di pembuluh darah > ke hipotalamus Kekurangan air karena haus, berkeringat, keluarnya urin (mikturisi), diare, muntah, menangis, menstruasiKekurangan air > volume plasma darah menurun > baroreceptor yang dirangsang dilaporkan ke hipotalamus > mensekresi ADH > meningkatkan reabsorpsi air di dalam ginjal > urin sedikitF. MEKANISME SARAF SIMPATIS PADA OTOT JANTUNG 1. Serat saraf simpatik meninggalkan spinal cord melalui saraf spinal thorax satu atau dua serat saraf lumbar2. Saraf simpatik meninggalkan spinal cord menyebabkan pelapasan asetilkolin di neuron praganglion3. Pada jantung, neuron dipasca ganglion melepas norepinefrin yang menyebabkan peningkatan preamibilitas membrane terhadapion Na+dan ion Ca2+ yang akhirnya terjadi depolarisasi4. Impuls masuk melalui SA (Sinoatrial) NODE (pusat pacemaker)pada dekster atriumkemudian impuls merambat ke AV (Atrioventrikular) NODE berkas HIS dan berakhir di serabut purkinje yang akhirnya meningkatkan kontraksi jantung.Keterangan lebih jelas:Neurotransmitter norepinephrine pada postganglion merangsang SA Node untuk menghambat channel K+dan membuka channel Na+ sehingga ambang batas menurun dan potensial aksi lebih cepat terjadi, potensial aksi merangsang terbukanya channel Ca+ sehingga Ca+ masuk dari ekstrasel ke RS (reticulum sarkoplasma)G. MEKANISME PARASIMPATIS SEKRESI ENZIM PENCERNAAN PANKREASH+ atau glukosa yang ada di darah terdeteksi oleh kemoreseptor (terutama yang berada di karotid arteri dan vena pulmonalis) -> sinyal kemudian di bawa ke hipotalamus -> dari hipotalamus mengeluarkan respon impuls melalui saraf parasimpatis menuju pankreas -> neurotransmiter asetilkolin menempel pada daerah pankreas -> stimulasi pengeluaran enzim pankreasH. MEKANISME PENDENGARANSemua suara atau bunyi dari luar tubuh dapat kita dengarkan karena masuk dalam bentuk gelombang suara yang melalui medium udara.1. Sebelum telinga kita mendengar bunyi, terlebih dahulu daun telinga akan menangkap dan mengumpulkan gelombang suara. Selanjutnya, gelombang suara masuk ke dalam liang telinga (saluran pendengaran) dan ditangkap gendang telinga (membran timpani). Akibatnya, gelombang suara tersebut terjadi vibrasi (getaran). 2. Getaran ini akan diteruskan menuju telinga tengah melalui tiga tulang kecil (osikula) yakni tulang martil (maleus), tulang landasan (inkus), dan tulang sanggurdi (stapes). Dari tulang sanggurdi, getaran diteruskan melalui jendela oval menuju koklea yang berisi cairan.3. Selanjutnya, getaran diteruskan menuju jendela bundar dengan arah gerak yang berlawanan . di dalam tahap ini terdapat tiga bagian yaitu skala vestibula (cairan perylimph), skala media (cairan endolymph), skala tymphani (cairan perylimph).4. Setelah itu, getaran akan diterima oleh sel-sel rambut (fonoreseptor) di dalam organ Corti tepatnya diatas membrane basalis. Sel rambut terdiri dari bagian yang dinamakan tiplink, dalam tiplinks terjadi potensial aksi 5. Setelah potensial aksi terjadi Depolarisasi,dengan masuknya ion K+ ke dalam ion channel yang tlah terbuka6. Depolarisasi selsai Repolarisasi terjadi dengan ion K+ keluar dari ion channel dan masuk Ca2+, selanjutnya digetarkan ke bagian organ yang dinamakan jendela oval menuju keluar7. Getaran dalam cairan koklea akan menggetarkan membran basiler, dan getaran ini juga akan menyebabkan membran tektorial ikut bergetar. Getaran akan diubah menjadi impuls saraf, yang selanjutnya dihantarkan saraf auditori menuju otak. Otak akan memberikan tanggapan, sehingga kita dapat mendengar suaraI. MEKANISME KESEIMBANGANa. keseimbangan statisKeseimbangan statis ini merupakan keseimbangan yang berhubungan dengan orientasi letak kepala (badan) terhadap gravitasi bumi atau saat badan diam. Yang berperan pada keseimbangan statis ini adalah sakulus dan ultrikulus Pada sakulus dan ultrikulus terdapat reseptor sensorik yang berperan dalam keseimbangan statis yang terbenam di dalam membran otolit. Perubahan posisi kepala mengakibatkan perubahan dalam tekanan atau tegangan dalam membran otolitik dengan akibat terjadi rangsangan pada sel rambut. Rangsangan ini diterima oleh badan akhir saraf yang terletak di antara sel-sel rambut, impuls saraf mengalir melalui saraf vestibular menuju ke otakb. Keseimbangan dinamisKeseimbangan ini merupakan suatu upaya pertahanan keseimbangan tubuh terhadap gerakan-gerakan berbagai arah, misalnya berputar, jatuh, percepatan, dsb. Yang berperan pada keseimbangan statis ini adalah kanalis semisirkularis, yang terdiri dari 3 saluran yaitu anterior, posterior, dan lateral. Di dalam kanalis semisirkularis terdapat cairan endolimfe, bila kepala dan tubuh bergerak ke arah tertentu, maka cairan didalam kanalis semisirkularis akan bergerak ke arah sebaliknya karena adanya kelembaman untuk menjaga kesetimbangan. Setiap bagian dasar dari ketiga saluran ini memiliki saluran agak membesar yang disebut ampula. Di dalam ampula terdapat sel-sel rambut (stereosilia dan kinosilia) yang tertanam di dalam gelatin yang disebut kupula. Pada saat cairan endolimfe mengalir mengakibatkan tergeraknya stereosilia dan kinosilia, sehingga menimbulkan impuls-impuls saraf. Depolarisasi terjadi ketika stereosilia bergerak mendekati kinosilia, dan hiperpolarisasi terjadi sebaliknya. Selanjutnya, impuls-impuls saraf mengalir melalui saraf vestibular menuju ke otakContohnya ketika seseorang diputar ke arah kanan, maka cairan endolimph pada kanalis semisirkularis lateral bergerak ke arah sebaliknya karena adanya kelembaman, sehingga saat putaran dihentikan timbul sensasi berputar ke kiri.J. MEKANISME PEMBAUMolekul yang larut dalam mucus (molekul bau) akan di ikat oleh reseptor pembau atau disebut reseptor olfaktori yang berada di nasal epitelium. Setelah itu reseptor olfaktori diaktifkan dan mengirim sinyal keotak. Kemudian sinyal yang disampaikan akan menuju glomeruli (bagian dari olfactory bulb). Setelah dari glomerulus akhirnya molekul bau akan di bawa ke otak dan akan timbul sensasi bau.Proses depolarisasiK. MEKANIME MELIHAT DALAM GELAPSel batang (rod) : Lebih sensitive terhadap cahaya namun tidak bisa membedakan warna, Jadi memung kinkan untuk melihat kala malam, namun hanya warna hitam dan putihSel kerucut: Menghasilkan penglihatan berwarna, tetapi kalah sensitive sedikit, dan sedikit berperan dalam penglihatan Sel batang dan sel kerucut terdiri dari molekul penyerap cahaya yg tersusun atas derivate vitamin A, disebut Retinal Retinal terikat dengan protein membran, disebut Opsin Retinal+ Opsin, membentuk pigmen RhodopsinMekanismenya :1. Rhodopsin kembali inaktif saat enzim enzim mengubah retinal kembali ke bentuk cis.2. Dalam gelap, pengikatan GMP siklik menyebabkan kanal Natrium terbuka karena sel batang sangat permeable terhadap natrium. 3. Pada saat kanal Natrium terbuka, maka arus mengalir dari dalam ke luar sehingga sel batang mengalami depolarisasi. Dimana kondisi di dalam sel batang lebih positif dibandingkan dengan diluar sel batang.4. Selain itu, arus juga mengalir ke ujung sinapsis. 5. Menyebabkan pelepasan neurotransmitter yang terjadi secara terus menerus. Neurotransmitter yang dikeluarkan yaitu Glutamat.6. Glutamate akan diteruskan ke sel bipolar, dimana sel bipolar bergantung pada tipe reseptor glutamate yang terdapat pada permukaan sinapsis.Saat melihat dalam terang, terjadi absorbsi cahaya oleh rhodopsin yang menggeser satu ikatan dalam retinal dari susunan cis ke trans, sehingga mengubah molekul dari bentuk bersudut menjadi bentuk lurus. Perubahan inilah yang mengaktivasi Rhodopsin saat melihat dalam terang. (lihat gambar di bawah ini)Namun berkebalikan saat mata melihat dalam gelap, Rhodopsin dalam keadaan inaktif. Rhodopsin kembali ke posisi inaktif saat enzim-enzim mengubah retinal kembali ke bentuk cis, dari yang sebelumnya bentuk trans. Hal inilah yang membuat kebutaan sejenak jika anda masuk teburu-buru dari tempat terang ke tempat gelap. Efektor pada mata yang terjadi adalah pupil membesar saat kita berada di ruang gelap, guna menangkap cahaya lebih banyak saat di tempat gelap, dan pupil akan mengecil saat kita berada di tempat terang guna mengurangi banyaknya cahaya yang masuk ke mata.Adapun dalam proses melihat, mata kita lebih sensitive terhadap cahaya karena sel batang (rod) lah yang banyak berperan dalam proses penglihatan. Misalnya kita berada dalam lorong yang gelap, dan ada cahaya di ujung lorong, maka mata kita akan lebih fokus terhadap cahaya tersebut, dibandingkan dengan sekeliling lorong yang gelap.Sel Batang Setiap mata mengandung kurang lebih 100 juta sel batang. Sel batang sensitive terhadap cahaya lemah, mengandung foto pigmen yang disebutrodopsin. Rodopsin sangat sensitive terhadap sinar, sehingga memungkinkan sel batang dapatberfungsi meskipun dalam cahaya remang-remang. Karena rodopsin begitu mudahnya terurai, maka pada cahaya terang jumlah rodopsinpada sel batang akan cepat mengalami pengurangan, yang selanjutnya sel batang tidakefektif bekerja pada cahaya terang. Pada cahaya gelap dan atau remang-remang rodopsin akan secara cepat dibentukkembali, dan sel batang akan berfungsi kembali. Contoh:Apabila kita kita dari tempat terang, dan kemudian masuk keruangan gelap. Maka yang terjadi: mula-mula pandangan kita sangat terganggu, namun beberapa detikkemudian pandangan akan normal kembali. Hal ini dikarenakan sel batang yang baruterkena sinar kuat di luar ruangan memerlukan sekitar 20 detik untuk membentukkembali rodopsin sehingga sel batang dapat kembali normal. Penguraian danpembentukan kembali rodopsin terjadi melalui suatu siklus yang kontinu.L. MEKANISME PENGECAPAN RASA MANISRasa manis dibentuk oleh beberapa zat kimia organik (gula,glikol,alcohol,aldehide,keton,amida,ester,asam amino, protein,asam sulfonat,asam halogenasi), dan garam anorganik dari timah dan berilium. Rasa manis ditangkap oleh M. MEKANISME PENGECAPAN RASA ASAMSebelum bahas lebih lanjut coba perhatikan gambar dibawah iniUntuk bagian yang dilingkari adalah papila yang berperan dalam pengecapan rasa asam. Papila foliate merupakan papila yang berperan dalam pengecapan rasa asam. Liat gambra c yang taste bud. Kalo udah liat coba perhatiin ada outer taste pore sama sensori cell. Itu yang penting saat ini.Lanjut lagi yaa. Sekarang per poin yaa guys Pertama saat kita makan makanan asam maka dalam makanan tersebut pasti ada molekul asam. Molekul asam yang di maksud di sini ion adalah H+. kenapa H+? masih inget kimia SMA yang jelasin kalo buat liat suatu zat asama atau basa liat ada ion H+ ga di situ. Jadi, ion H+ ini akan masuk ke outer pore taste kemudian dibaca sama reseptor rasa asam di papila foliate. Kalo yang ada di campbell dijelaskan untuk reseptor rasa asam agak beda sedikit. Karena tidak seperti reseptor-reseptor rasa lainnya yang telah teridentifikasi, reseptor untuk rasa asam termasuk dalam famili TRP (Taransient Reseptor Potential). Jadi, TRP ini termasuk ion channel juga karena channelnya hanya dilalui oleh ion H+aja yang sifatnya kation. Kemudian setelah dibaca oleh reseptor akan di baca lagi oleh sensori cell. Setelah ion H+ masuk, maka ion ini selanjutnya akan menutupi/memblock K+ channel agar tidak keluar. Kalo yang kita tau kan untuk ada depolarisasi maka ion Na masuk dari membran luar sel ke dalam membran sel. Terus ion K tertahan didalam karena channelnya tertutup. Tapi kalo pada rasa asam tidak ada molekul Na. Jadi, supaya ion K tetap di dalam maka ion H+ akan menutup channel ion K supaya ga keluar ion K nya. Kalo ion K ga keluar maka akan menebabkan depolarisasi. Saat depolarisasi maka Ca masuk dan menyebabkan neurotrasmitter keluar dari vesikelnya. Neurotransmitternya adalah serotonin.N. MEKANIME SENSASI TEKANAN PADA KULIT1. Rangsang berupa tekanan pada kulit, diterima oleh reseptor Paccinian corpuscle yang ada di bagian dermis kulit.2. Tekanan yang diberikan menyebabkan deformasi membran sel saraf pada paccinian corpusle sehingga channel Na+ meregang dan Na+ dapat masuk.3. Ketika Na+ masuk, menyebabkan depolarisasi kemudian berlanjut kepada potensial aksi.4. Impuls diteruskan ke medulla spinalis lalu ke thalamus lalu masuk ke serebral korteks somatosensoris nomor 4,6,85. Sensasi tekanan terjadi di serebral korteks 1,2,36. Lalu persepsi tekanan terjadi di serebral korteks 5 dan 7O. MEKANISME GATAL (PRURITUS) PADA KULIT1. Stimulus merangsang saraf nosireseptor tipe c, kemudian impuls di teruskan ke ganglion dorsal dengan mediator histamin yang dihasilkan ketika ige berikatan dengan sel mast, memicu sel mast dan basofil berdegranulasi.2. Dari ganglion dorsal diteruskan ke dorsal root medulla spinalis3. Impuls diteruskan ke bagian komisura anterior impuls dengan mediator yang berbeda menuju ke talamus 4. Dari thalamus lalu diteruskan ke bagian otak somatosensory untuk sensasi dan bagian otak posterior korteks untuk integrasi persepsi, yang nantinya akan membuat perintah respon untuk menggaruk