mari sejenak merenung

Click here to load reader

Post on 16-Jul-2015

582 views

Category:

Spiritual

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Mari Sejenak MerenungPUSAT KAJIAN DAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR IIILEMBAGA ADMINISTRASI NEGARASAMARINDA, 2007Oleh:Tri Widodo W. Utomo

  • RENUNGANBetapa kecilnya kita Betapa sombongnya kita Betapa pelitnya kita Betapa miskinnya kita Betapa tidak berharganya kita Betapa tidak bisanya kita menghargai waktu Betapa sempitnya pandangan kita Dll.

  • Lesson learnedHuman beings are such small creatures, aren't they ? So don't be too calculative on everything; Treasure every moment, do what you wish to do;Broaden your view, broaden your mind;Don't worry too much about things that are bothering you; Do treasure your life, live safely and peacefully, Always be happy to welcome the coming of the new day ... enjoy the sunshine ... ;Always look at the brighter side of things ...

  • MUHASABAH (koreksi diri) Setiap pagi menjelang aktivitas rutin harian Wahai jiwaku, aku tidak mempunyai sesuatu apapun kecuali umur. Apabila ia habis, habis pula modalku.Wahai jiwa, anggaplah dirimu telah mati, lalu engkau dihidupkan kembali ke dunia. Maka, jangan sekali-kali engkau menyia-nyiakan hari ini, sebab setiap hembusan nafas adalah mutiara.Wahai jiwa, sesungguhnya kematian menunggumu, kubur adalah rumahmu, tanah adalah tempat tidurmu, dan cacing tanah adalah temanmu. Kiamat di depan matamu. Wahai jiwa, apakah engkau tidak melihat para penghuni kubur, bagaimana mereka menyimpan banyak harta, membangun gedung mewah, dan berangan-anagn jauh? Yang mereka simpan menjadi hancur, yang mereka bangun menjadi kubur, dan angan-angan mereka hanyalah fatamorgana.

  • MUHASABAH (koreksi diri) contdCelakalah engkau wahai jiwa, Apakah engkau tidak mengambil pelajaran dari mereka? Apakah engkau tidak melihat kepada mereka? Apakah engkau tidak takut ketika nafas telah mendesak hingga ke kerongkongan? Lihatlah wahai jiwa, dengan badan apakah engkau akan berdiri di hadapan Allah? Dengan lisan apakah engkau akan menjawab?Siapkanlah jawaban untuk pertanyaan! Siapkanlah kebenaran untuk jawaban! Beramallah di hari yang pendek ini untuk hari-hari yang panjang; di tempat yang tidak kekalmu untuk tempat yang abadi. Beramallah sebelum engkau tidak lagi bisa beramal.

    Sumber: Ihya Ulumuddin, juz 4.