makalah umkm

Download MAKALAH UMKM

Post on 10-Jul-2015

2.606 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKTOR USAHA MIKRO KECIL MENENGAH SEBAGAI PERCEPATAN PEREKONOMIAN NASIONAL Oleh : Muh.Fandhi Fanani, SH, M.Hum ABSTRAK

PENDAHULUAN Hukum dan pembagunan adalah terjemahan dari Law and Development, yang mulai berkembang di Amerika Serikat sesudah perang dunia kedua. Jika menurut pada pengertian yang dikembangkan di Amerika khususnya yang berhubungan dengan organisasi United States Agency for International Development (USAID) dan lembaga seperti ford Foundation atau Rockefeller Foundation, maka perkembangan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.1 Hal ini didasari oleh pemikiran bahwa hukum yang modern itu memberikan fasilitas dan ruang pada perencanaan ekonomi sebab hukum modern itu sebagai sarana yang tepat untuk membangun masyarakat.2 Setidaknya dalam dua dasawarsa terakhir keuangan mikro telah menjadi suatu wacana global yang diyakini oleh banyak pihak menjadi metode untuk mengatasi kemiskinan. Berbagai lembaga multilateral dan bilateral mengembangkan keuangan mikro dalam berbagai program kerjasama. Pemerintah di berbagai negara berkembang juga telah mencoba mengembangkan keuangan mikro pada berbagai program pembangunan. Tidak ketinggalan berbagai lembaga keuangan dan lembaga swadaya masyarakat turut berperan dalam aplikasi keuangan mikro. Di Indonesia sendiri posisi keuangan mikro dalam tataran wacana dan kebijakan masih marjinal meski sebenarnya keuangan mikro memiliki sejarah yang amat panjang. Pada beberapa waktu lalu terakhir wacana keuangan mikro kembali diangkat mengikuti perhatian1

Cao Lan, Book Review Law and Economic Development: A New Bargaining? Texas International Law Journal, Vo.32, hlm.546. 2 Ibid, hlm.550

yang juga semakin besar untuk mencari pendekatan alternatif untuk menanggulangi kemiskinan dan memberdayakan ekonomi rakyat yang peran strategisnya semakin diakui (Krisnamurthi, 2002). Krisis yang terjadi di Indonesia pada 1997 merupakan momen yang sangat menakutkan bagi perekonomian Indonesia. Krisis ini telah mengakibatkan kedudukan posisi pelaku sektor ekonomi berubah. Usaha besar satu persatu pailit karena bahan baku impor meningkat secara drastis, biaya cicilan utang meningkat sebagai akibat dari nilai tukar rupiah terhadap dolar yang menurun dan berfluktuasi. Sektor perbankan yang ikut terpuruk turut memperparah sektor industri dari sisi permodalan. Banyak perusahaan yang tidak mampu lagi meneruskan usaha karena tingkat bunga yang tinggi. Berbeda dengan UKM yang sebagian besar tetap bertahan, bahkan cendrung bertambah.3 Kemampuan usaha mikro di dalam menghadapi krisis dan kemampuannya memberikan berbagai kontribusi tersebut disebabkan oleh4 : a. Sektor Mikro dapat dikembangkan hampir disemua sektor usaha dan tersebar diseluruh wilayah Indonesia. b. Karena sifat penyebarannya yang sangat luas (baik sektor usaha dan wilayahnya) sektor mikro juga sangat berperan dalam proses berusaha dan pemerataan kesempatan kerja. c. Usaha berskala kecil/mikro termasuk usaha-usaha anggota koperasi pada umumnya sangat fleksibel, karena skala usaha yang tidak besar serta kesederhanaan spesifikasi dan teknologi yang digunakan akan lebih mudah menyesuaikan dengan perubahan/perkembangan yang terjadi. d. Usaha kecil/mikro merupakan industri padat modal, serta dalam struktur biaya produksinya komponen tersebar adalah biaya variable yang mudah menyesuaikan dengan

perubahan/perkembangan yang terjadi. e. Produk-produk yang dihasilkan sebagian besar merupakan produk yang berkaitan langsung dengan kebutuhan primer masyarakat.

3 4

http://portaljakarta.com/peran-ukm-dalam-mendorong-kekompetitifan-perekonomian-indonesia Glen Glenardi, Peran Perbankan Dalam Pengembangan Keuangan Mikro, disampaikan dalam rangka diskusi kelompok C-2 Temu Nasional dan Bazar Pengembangan Keuangan Mikro tanggal 24 Juli 2002.hlm.290.

f. Usaha kecil/mikro lebih sesuai dengan dan lebih dekat dengan kehidupan pada tingkat bawah (grassroot) sehingga upaya mengentaskan masyarakat dari keterbelakangan akan lebih efektif dengan mengembangkan koperasi dan usaha kecil-mikro. Namun demikian, dibalik potensi dan kekuatan sektor mikro tersebut, sebagian besar dari pengusaha Mikro ini belum tersentuh oleh pembiayaan dari Lembaga keuangan (Bank). Hal ini disebabkan oleh kendala intern sektor mikro yang relatif tidak mampu memenuhi persyaratan Bank teknis baik dari segi yuridis maupun kemampuan di dalam penyediaan agunan yang dipersyaratkan oleh Perbankan. Usaha Mikro kecil dan Menengah setiap tahun mengalami peningkatan, dimana jumlah UMKM di Indonesia pada tahun 2008 sebanyak 48,9 Juta unit, terbukti memberikan kontribusi 53,28% terhadap PDB (Pendapatan Domestik Bruto) dan 96,18% terhadap penyerapan tenaga kerja.5 Sedangkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bakal bertumbuh sekitar 25% pada 2010 dibandingkan prediksi 2009 yang berkisar 15-20 %.6 Indonesia memiliki salah satu sektor keuangan mikro yang paling banyak aneka ragamnya serta merupakan salah satu paling luas didunia. Secara garis besar, sektor itu dapat dibagi atas bank dan bukan bank, berikut ini 7: 1. Bank a. BRI Unit: berupa kantor-kantor cabang pembantu BRI. b. BPR: berupa bank-bank mikro yang tunduk pada undang-undang Perbankan serta P&P oleh BI. 2. Bukan bank

5

Abdullah Abidin, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai kekuatan strategis dalam mempercepat pembangunan daerah. Jurnal Umum Program Pasca Sarjana Universitas Hassanudin.Hlm.2 6 http://www.depkop.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=303:2010-sektor-umkm-diprediksitumbuh-25&catid=54:bind-berita-kementerian&Itemid=98 7 Dominique Galmann, Lembaga Keuangan Mikro Indonesia. Gema PKM Indonesia. Hlm.112.

a. Keluarga LKM bukan bank yang besar (LKDP seperti LPD di Bali, BKK di jawa tengah dan sebagainya, BKD di Jawa dan Madura, BMT dan BK3D, dengan simpanan atau aktiva yang berjumlah besar. b. Keluarga LKM bukan bank yang kecil, dengan simpanan atau aktiva yang berjumlah kecil, walaupun mencangkup banyak LKM. c. Berbagai progam keuangan mikro, NGO, dan ratusan ribu asosiasi tidak resmi, kelompok swadaya masyarakat, dll. Berdasarkan data tersebut di atas, keberadaan UMKM sangat strategis baik secara nasional maupun di daerah. UMKM memiliki posisi penting, bukan saja dalam penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia, dalam banyak hal mereka menjadi perekat dan menstabilkan masalah kesenjangan sosial. Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu upaya untuk menumbuhkan iklim kondusif bagi perkembangan UMKM dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Analisa mengenai kondisi ekonomi dan keuangan Indonesia saat ini telah banyak disampaikan baik dalam laporan resmi berbagai lembaga publik maupun dari para ekonom. Secara umum dikatakan bahwa stabilitas ekonomi makro Indonesia hingga kini dapat terjaga secara baik, seperti tercermin pada deficit fiskal yang terkendali, laju inflasi yang relatif rendah, maupun nilai tukar rupiah yang stabil. Akan tetapi tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai masih moderat. Sumber utama pertumbuhan ekonomi masih bertumpu pada konsumsi sementara pertumbuhan investasi dan ekspor neto masih relatif rendah. Dengan tingkat pertumbuhan seperti ini, kemampuan ekonomi Indonesia untuk mengatasi permasalahan pengangguran dan kemiskinan juga terbatas.8 Yang perlu ditekankan dalam anatomi ekonomi Indonesia saat ini adalah perubahan struktural ekonomi yang tengah berlangsung dan implikasinya bagi penguatan kebijakan publik yang diperlukan ke depan. Dalam kaitan ini, perubahan struktural ekonomi setidaknya bisa dilihat dari dua sisi, yaitu di sektor riil, perubahan struktural yang8

Perry wajiyo, Pembiayaan Pembangunan Sektor UMKM : Perkembangan dan Strategi Ke Depan, Makalah Pusat Pendidikan dan Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia. Hlm.30.

terjadi berkaitan erat dengan beratnya permasalahan yang dihadapi sektor korporat sejak krisis tahun 1997. Kompleksitas permasalahan yang masih dihadapi oleh perusahaan-perusahaan besar (korporat) seperti ini telah membawa beberapa perubahan struktural dalam ekonomi Indonesia, antara lain sebagai berikut :9 1. Struktur ekonomi Indonesia telah mengalami perubahan dengan peran sektor UMKM yang lebih besar dibandingkan dengan periode sebelum krisis. Hal ini mengingat sementara sektor korporat masih dalam proses restrukturisasi yang berjalan lamban, sektor UMKM telah menunjukkan perkembangan yang terus mengalami peningkatan. 2. Permasalahan di perusahaan besar di sektor industri manufaktur telah menimbulkan terjadinya proses deindustrialisasi dalam struktur ekonomi Indonesia. Sebagai contoh, dari 30 kelompok komoditi ekspor nonmigas Indonesia sejak krisis hanya 10 kelompok komoditi yang tumbuh tinggi (di atas 10%) dan 8 diantaranya adalah komoditi primer (pertanian dan pertambangan). 3. Beratnya permasalahan sektor riil antara lain tercermin pada masih rendahnya pemanfaatan apasitas produksi yang secara rata-rata tidak lebih dari 60% kapasitas terpasang. Kondisi sektor riil seperti ini telah menyebabkan meningkatnya Increamental Capital Output Ratio (ICOR) yang sebelum krisis berada pada kisaran angka 3 kini menjadi lebih dari 5. 4. Permasalahan struktural di sektor riil juga menyebabkan masih tingginya resiko kredit dari sisi perbankan. Tingginya resiko kredit pada sektor korporat lebih terkait dengan proses restrukturisasi yang berjalan lambat, sementara resiko kredit untuk sektor UMKM terutama didorong oleh kemampuan kewirausahaan dan belum berjalannya lembaga penjaminan kredit khususnya di daerah. Suatu perusahaan atau perorangan yang mempunyai total assets maksimal Rp. 600 juta tidak termasuk rumah dan tanah yang ditempati. Untuk Kementerian Perindustrian kriteria usaha kecil sama dengan Bank Indonesia. Biro Pusat Statistik (BPS); Usaha rumah tangga9

Ibid.Hlm.31.

mempunyai : 1-5 tenaga kerja, Usaha kecil mempunyai : 6