makalah toksikologi

Click here to load reader

Post on 11-Feb-2016

88 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah ekotoksikologi

TRANSCRIPT

BAB IV

PENDAHULUAN4.1 Latar Belakang

Minamata merupakan sebuah desa di Jepang yang merupakan desa pengkonsumsi ikan cukup tinggi, yaitu 286 410 gram/hari. Dengan jumlah penduduk kurang lebih 34.000 jiwa yang terletak di pantai utara dan barat dari Kumamoto Prefecture di pulau Kyushu. Terjadi pada tahun 1930 dibangun pabrik-pabrik yang membuang limbah mengandung merkuri ke teluk Minamata di pantai barat pulau Kyushu, Jepang. Setelah 15 tahun sejak dimulainya pembuangan limbah pabrik tersebut, para penduduk yang bermukim di sekitar teluk Minamata dan di pulau-pulau sekitarnya, terutama pada anak-anak mulai terlihat cacat mental dan cacat syaraf. Tragedi ini dikenal dengan Minamata Disease (Penyakit Minamata) (Lasut, 2002 dalam Warouw, 2008).

Hampir empat puluh tahun penyakit Minamata secara resmi diakui, sejak Mei 1956. Pada tanggal 31 Maret 1993, penghitungan resmi pemerintah korban dikonfirmasi adalah 2.255 (baik hidup maupun mati) dengan 2.376 orang lain yang masih dalam tahap penyembuhan. Beberapa dokter memperkirakan bahwa setidaknya setengah dari 200.000 orang yang tinggal di sepanjang pantai Laut Shiranui di akhir 1950-an dipengaruhi oleh beberapa bentuk keracunan merkuri.

Pasien yang meninggal ketika penyakit memasuki stadium akut mengalami penderitaan yang tak tertandingi. Pada korban yang sudah sembuh masih meninggalkan bekas luka fisik dan psikologis yang parah. Mereka yang memiliki gejala-gejala ringan seperti ataksia dan inersia sering juga menunjukkan tanda-tanda gangguan neurologis bersama-sama dengan gangguan intelektual. Penyakit ini menghambat kehidupan sehari-hari mereka, termasuk hubungan kerja dan social. Di atas semua, tidak ada kemungkinan untuk pemulihan sel-sel saraf yang dihancurkan oleh metil merkuri.

Ketika penyebab penyakit Minamata akhirnya diidentifikasi, orang-orang yang tinggal di dekat, atau memancing di, area yang terkontaminasi metal merkuri berada di bawah tekanan yang lebih besar dari pihak luar. Fakta bahwa ikan dan kerang adalah media di mana penyakit ini menyebar.4.2 Penyakit Minamata

Penyakit Minamata adalah penyakit yang menyerang syaraf disebabkan oleh metil merkuri yang dihasilkan dalam proses produksi asetaldehida yang menggunakan merkuri sebagai katalis. Metil merkuri telah terakumulasi dalam ikan. Kasus-kasus keracunan merkuri organik yang telah diketahui sebelum Penyakit Minamata terjadi akibat keracunan langsung dari mereka yang terlibat dalam pekerjaan penanganan organic merkuri atau mereka yang menonsumsi ikan(Hunter D et al, 1940, Lundgren KD et al, 1949).4.3 Logam Berat

Merupakan unsur logam yang mempunyai massa jenis yang lebih besar dari 5 g/cm3 (Miettinen,1977). Unsur logam mempunyai berat molekul tinggi. Memiliki nomor atom 22 92 serta terletak dalam periode tiga sampai tujuh dalam susunan berkala. Logam berat terdiri dari 2 macam yaitu : Essensil (Zn, Cu, Co)

Berguna untuk aktivitas sistem kerja enzim.

Non essensil (Pb, Hg, Cd)

Dapat bersifat toksik terhadap makhluk hidup dan dapat terakumulasi

dalam suatu organ tubuhTabel 1. Logam di dalam Hidrosfer

Logam Air tawar (ug/l)Air laut (ug/l)

Hg

Pb

Cr

As

Cd

Ni0,001 3,5

0,02 2,7

0,1 6

0,001 3,5

0,01 3

0,03 100,03 2,7

0,13 13

0,2 50

0,03 2,7

0,01 4

4 - 10

Sumber : Bowen 1979 dalam Alloway dan Ayres, 1993Menurut Kementrian Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (1990) sifat toksisitas logam berat dapat dikelompokan ke dalam 3 kelompok, yaitu :a. Bersifat toksik tinggi

Pada kadar rendah dapat menyebabkan kematian atau cacat fisik, contoh logamnya seperti Hg, Cd, Pb, Cu dan Zn.b. Bersifat toksik sedang Menyebabkan perubahan biologis pada jaringan yang sifatnya reversible atau irreversible dengan perubahan jaringan yang tidak begitu serius, contoh logam beratnya seperti Cr,Ni, dan Co.c. Bersifat tosik rendah Menyebabkan perubahan biologis pada jaringan yang bersifat reversible. Contoh logam beratnya Mn dan Fe.4.3.1 Logam Berat Kadmium (Cd)

Gambar 1 Logam KadmiumSumber : http://adiindaaputrii.blogspot.com/2012/08/unsur.html

Kadmium adalah logam berwarna putih perak, lunak, mengkilap, tidak larut dalam basa, mudah bereaksi, serta menghasilkan Kadmium Oksida bila dipanaskan. Kadmium (Cd) umumnya terdapat dalam kombinasi dengan klor (Cd Klorida) atau belerang (Cd Sulfit). Cd memiliki nomor atom 40, berat atom 112,4, titik leleh 321 C, titik didih 767 C dan memiliki masa jenis 8,65 g/cm3 (Widowati dkk, 2008).

Logam kadmium (Cd) memiliki karakteristik berwarna putih keperakan seperti logam aluminium, tahan panas, tahan terhadap korosi. kadmium (Cd) digunakan untuk elektrolisis, bahan pigmen untuk industri cat, enamel dan plastik. Logam kadmium (Cd) biasanya selalu dalam bentuk campuran dengan logam lain terutama dalam pertambangan timah hitam dan seng (Darmono 1995).

Kadmium (Cd) adalah metal berbentuk kristal putih keperakan. Cd didapat bersama-sama Zn, Cu, Pb, dalam jumlah yang kecil. Kadmium (Cd) didapat pada industri alloy, pemurnian Zn, pestisida, dan lain-lain (Said, 2008).

Waktu paruhnya 30 tahun dan terakumulasi pada ginjal, sehingga ginjal mengalami disfungsi kadmium yang terdapat dalam tubuh manusia sebagian besar diperoleh melalui makanan dan tembakau. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Mekanisme toksisitas Cd sekitar 5% dari diet kadmium,diabsobsi dalam tubuh. Sebagian besar Cd masuk melalui saluran pencernaan, tetapi keluar lagi melalui feses sekitar 3-4 minggu kemudian dan sebagian kecil dikeluarkanmelalui urine. Kadmium dalam tubuh terakumulasi dalam hati dan ginjal terutama terikat sebagai metalotionein.

1) Efek Cadmium

a. Efek kadmium terhadap ginjal

Kerusakan yang terjadi pada sistem ginjal dapat dideteksi dari tingkat jumlah atau jumlah kandungan protein yang terdapat dalam urine. Petunjuk kerusakan yang dapat terjadi pada ginjal akibat logam kadmium yaitu terjadinya asam amniouria dan glokosuria, dan ketidak normalan kandungan asam urat kalsium dan fosfor dalam urine. Urinenya mengandung protein melampaui batas normal dan kadang kadang disertai keluarnya alkaliphosphatase dan asam Phosphatase sebagai tanda adanya kerusakan pada tubulus distal dari ginjal. b. Efek kadmium terhadap paru

Kerusakan paru paru tersebut dapat terjadi akibat keracunan kronis yang disebabkan oleh Cd. Plasma enzim yang diketahui dihambat Cd ialah aktivitas dari enzim alfa anti tripsin. Terjadinya defisiensi enzim ini dapat menyebabkan emfisema dari paru dan hal ini merupakan salah satu gejala gangguan paru karena toksisitas Cd.c. Efek kadmium terhadap jantung

Suatu endapan kadnium terbentuk beberapa waktu kemudian dalam jaringan hati dan ginjal (batu ginjal merupakan salah satu penyebab hipertensi dan hipertensi merupakan salah satu penyebab penyakit jantung).d. Efek kadmium terhadap tulang

Efek keracunan kadmium juga dapat mengakibatkan kerapuhan pada tulang. Gejala rasa sakit pada tulang sehingga menyulitkan untuk berjalan. Terjadi pada pekerja yang bekerja pada industri yang menggunakan kadmium. Penyakit tersebut dinamakan itai-itai.

e. Efek kadmium terhadap sistem reproduksi

Daya racun yang dimiliki oleh kadmium juga mempengaruhi sistem reproduksi dan organ-organya. Pada kadmium dapat mematikan sel-sel sperma pada laki-laki.

2) Adapun Gejala akut dan kronis akibat keracunan Cd ( Kadnium) antara lain sebagai berikut

a) Gejala akut yaitu :

Sesak dada, nafas pendek, distress

kerongkongan kering dan dada terasa sesak (constriction of chest)

Sakit kepala dan menggigil

b) Gejala kronis yaitu :

Kemampuan mencium bau menurun dan berat badan menurun

Gigi terasa ngilu dan berwarna kuning keemasan selain menyerang pernafasan dan gigi, keracunan yang bersifat kronis menyerang juga saluran pencernaan, ginjal, hati dan tulang.3) Cara Pencegahan

Upaya penanganan pencemaran logam berat sebenarnya dapat dilakukan dengan menggunakan proses kimiawi. Seperti penambahan senyawa kimia tertentu untuk proses pemisahan ion logam berat atau dengan resin penukar ion (exchange resins), serta beberapa metode lainnya seperti penyerapan menggunakan karbon aktif, electrodialysis dan reverse osmosis. 4.3.2 Logam Berat Merkuri (Hg)

Gambar 2 Berbagai Senyawa MerkuriSumber : National Institute of Minamata Disease, NIMD JepangHg, atau lebih familiar disebut sebagai air raksa. Bernomor atom 80, berat atom 200,59 gr/mol, titik didih 356,9 C, dan massa jenis 13,6 gr/ml (Reilly, 1991). Merkuri dalam perairan dapat berasal dari buangan limbah industri kelistrikan dan elektronik, baterai, pabrik bahan peledak, fotografi, pelapisan cermin, pelengkap pengukur, industri bahan pengawet, pestisida, industri kimia, petrokimia, limbah kegiatan laboratorium dan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan bahan baku bakar fosil (Suryadiputra, 1995).

Tidak larut dalam air, alkohol, eter, asam hidroklorida, hidrogen bromida dan hydrogen iodidedan larut dalam asam nitrat, asam sulfurik panas dan lipid. Tidak tercampurkan dengan oksidator, halogen, bahan-bahan yang mudah terbakar, logam. Toksisitas merkuri berbeda sesuai bentuk kimianya, misalnya merkuri inorganik bersifat toksik pada ginjal, sedangkan merkuri organik seperti metil merkuri bersifat toksis pada sistim syaraf pusat. Merkuri termasuk bahan teratogenik. Hg didistribusikan keseluruh jaringan terutama di darah dan otak. Kebanyakan metilmerkuri yang diekskresi empedu diserap kembali melalui sirkulasi enterohepatik dalam bentuk organiknya. Kurang dari 1% metilmerkuri dapat dikeluarkan dari tubuh setiap harinya, hal ini karena waktu paruh bio