makalah tbc kel 4

Download Makalah Tbc Kel 4

Post on 06-Feb-2016

239 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

we

TRANSCRIPT

TUGAS MAKALAH

DOSEN : MARHAMAH.

OLEH : KELOMPOK IVHASNIATI LUPITASARILINDASARI MIRNAWATIDEKI SERANG NURUL SUSANFIQI MUZZAMMILROSELINA SEPRIADI WIWIN HANDAYANI PROGRAM PENDIDIKAN S1 KEPERAWATANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KURNIA JAYA PERSADAPALOPO 2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah, SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah dengan judul PENYAKIT TBC dapat diselesaikan.Makalah ini disusun berdasarkan hasil data-data yang diperoleh dari media cetak dan media elektronik berupa internet. Ucapan terima kasih kepada rekan-rekan kelompok empat yang telah memberikan partisipasinya dalam penyusunan makalah ini.Penyusun berharap makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua dalam menambah ilmu pengetahuan dan penyusun menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, olehnya itu sangat diharapkan saran dan kritikan dari pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Palopo, Januari 2015

Penyusun,

iDAFTAR ISI

Kata Pengantar ...................................................................................................................iDaftar isi .............................................................................................................................iiBab I Pendahuluan .........................................................................................................11.1. Latar Belakang ..........................................................................................11.2. Rumusan Masalah .....................................................................................11.3. Tujuan . ...........................................................................................2Bab II Konsep Dasar ..................................................................................................32.1. Definisi ....................................................................................................32.2. Epidemiologi 42.3. Anatomi Fisiologi ....................................................................................82.4. Etiologi .102.5. Faktor Resiko ...102.6. Patofisiologi ....112.7. Manifestasi Klinis .122.8. Pemeriksaan Penunjang ...132.9. Penularan Penyakit TBC ..152.10. Penatalaksanaan ...152.11. Komplikasi ..16Bab IIIPenutup ...183.1.Kesimpulan ..18Daftar Pustaka

IIBAB IPENDAHULUAN1.1. LATAR BELAKANGTanggal 24 Maret diperingati dunia sebagai " Hari TBC " oleh sebab pada 24 Maret 1882 di BerlinJerman, Robert Koch mempresentasikan hasil studi mengenai penyebab tuberkulosis yang ditemukannya. Tuberkulosis masih merupakan penyakit penting sebagai penyebab morbiditas dan mortalitas, dan tingginya biaya kesehatan Setiap tahun diperkirakan 9 juta kasus TB baru dan 2 juta di antaranya meninggal.Pada tahun 1992 WHO telah mencanangkan tuberkulosis sebagai Global Emergency. Laporan WHO tahun 2004 menyatakan bahwa terdapat 8,8 juta kasus baru tuberculosis padatahun 2002, sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis dan menurut regional WHO jumlah terbesar kasus ini terjadi di Asia Tenggara yaitu 33% dari seluruh kasus di dunia. Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TB. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Seratus tahun yang lalu, satu dari lima kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh tuberkulosis. Pengobatan Tuberkulosis berlangsung cukup lama yaitu setidaknya 6 bulan pengobatan dan selanjutnya dievaluasi oleh dokter apakah perlu dilanjutkan atau berhenti tidak berhasil dan kuman menjadi kebal disebut MDR ( multi drugs resistance ), kasus ini memerlukan biaya berlipat dan lebih sulit dalam pengobatannya sehingga diharapkan pasien disiplin dalam berobat setiap waktu demi pengentasan tuberculosis di Indonesia

1.2. RUMUSAN MASALAH1. Apa definisi TBC2. Bagaimana epidemiologi tbc3. Bagaiana anatomi fisiologi paru-paru4. Bagaimana etiologi TBC5. Bagaiamana patofisiologi TBC?6. Apa faktor resiko TBC7. Bagaimana manifestasi klinik TBC8. Apa pemeriksaan penunjang TBC9. Bagaimana cara penularan TBC10. Bagaimana penatalaksanaan TBC 11. Apa komplikasi TBC11.3.TUJUANAgar mahasiswa dapat mengetahui konsep dasar dari penyakit TBC, epidemiologinya, cara penularannya dan cara pencegahan serta pengobatannya.

2BAB IIKONSEP DASAR2.1. DEFINISITuberkulosis (Tuberculosis, disingkat Tbc), atau Tb (singkatan dari "Tubercle bacillus") merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan. Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, . Kuman batang tahan aerobic dan tahan asam ini dapat merupakan organisme patogen maupun saprofit (Silvia A Price, 2005).Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksius, yang terutama menyerang parenkim paru, dengan agen infeksius utama Mycobacterium tuberculosis (Smeltzer & Bare, 2001).Tuberculosis paru adalah penyakit infeksi pada paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yaitu suatu bakteri yang tahan asam (Suriadi, 2001).Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Tuberculosis Paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis suatu basil yang tahan asam yang menyerang parenkim paru atau bagian lain dari tubuh manusia. Sebagian besar akan menyerang organ paru disebut dengan TB paru, bila infeksi Tuberkulosis yang timbul menjadi aktif, sekitar 90%-nya selalu melibatkan paru-paru yang tetapi dapat juga mengenai organ tubuh yang lain disebut dengan TB ekstraparu, TB ekstra paru umumnya terjadi pada orang dewasa dengan imunosupresi dan anak-anak. TB ekstra paru muncul pada 50% lebih kelompok pengidap HIV. Lokasi TB ekstra paru yang bermakna termasuk: pleura (pada TB pleuritis), sistem saraf pusat (pada meningitisTB), dan sistem kelenjar getah bening (pada skrofuloderma leher). TB ekstra paru juga dapat terjadi di sistem urogenital (yaitu pada Tuberkulosis urogenital) dan pada tulang dan persendian (yaitu pada penyakit Pott tulang belakang). Bila TB menyebar ke tulang ada lagi TB yang lebih serius yaitu TB yang menyebar luas dan disebut sebagai TB diseminata, atau biasanya dikenal dengan nama Tuberkulosis Milier Di antara kasus TB ekstra paru, 10%-nya biasanya merupakan TB Milier. TBC ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapidengan benar tuberkulosis yangdisebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang pekaterhadap obat, praktis dapat disembuhkan Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus. Tuberkulosis masih merupakan penyakit infeksi saluran napas yang tersering diIndonesia.3Keterlambatan dalam menegakkan diagnosa dan ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan mempunyai dampak yang besar karena pasien Tuberkulosis akan menularkan penyakitnya pada ingkungan,sehingga jumlah penderita semakin bertambah. Klasifikasi Tuberculosis di Indonesia yang banyak dipakai berdasarkan kelainan klinis, radiologist dan mikrobiologis :1. Tuberkulosis paru2. Bekas tuberculosis3. Tuberkulosis paru tersangka yang terbagi dalam :a. TB paru tersangka yang diobati (sputum BTA negatif, tapi tandatanda lain positif ) b. TB paru tersangka yang tidak dapat diobati (sputum BTA negatif dan tanda tanda lain meragukan Depkes RI, 2006 )

2.2. EPIDEMIOLOGI

Tuberculosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Beban TB semakin meningkat seiring semakin bertambahnya kasus co-infeksi TB-HIV. Tidak pelak lagi, masalah TB masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat hingga saat ini. Selain masalah HIV/AIDS, meningkatnya kasus TB disebabkan oleh kemiskinan yang meningkat akibat resesi ekonomi global, resistensi obat terhadap bakteri penyebab tuberculosis, hingga masalah perumahan, kepadatan penduduk yang di picu oleh pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Secara global, Beban TB masih sangat besar. Pada tahun 2011, terdapat perkirakan 8,7 juta kasus baru TB (13% nya merupakan co-infeksi HIV) dan 1,4 juta orang meninggal karena TB, termasuk hampir satu juta kematian di antara orang dengan HIV-negatif dan 430.000 diantara orang yang HIV-positif. TB merupakan salah satu pembunuh atas wanita, dengan 300.000 kematian di antara perempuan HIV-negatif dan 200.000 kematian di antara perempuan HIV-positif di tahun 2011. Masalah regional seperti daerah Afrika dan Eropa belum dapat mengurangi separuh tingkat kematian seperti pada tahun 1990, hingga tahun 2015 (WHO, 2012)Pada tahun 2011, diperkirakan terdapat 8,7 juta kasus insiden TB (kisaran, 8,3 juta-9,0 juta) secara global, setara dengan 125 kasus per 100.000 penduduk. Sebagian besar dari perkiraan jumlah kasus pada tahun 2011 terjadi di Asia (59%) dan Afrika (26%); proporsi kecil dari kasus terjadi di wilayah Mediterania Timur (7,7%), wilayah Eropa (4,3%) dan Daerah Amerika (3%) (WHO, 2012).

4Meskipun jumlah kasus baru TB meningkat sebagai akibat pertumbuhan penduduk dunia, namun jumlah kasus per kapita mengalami penurunan. Tingkat penurunan terjadi secara lambat, kurang dari 1% pertahun. Secara global, TB memuncak dengan142 kasus per 100.000 penduduk pada tahun 2004. Tingkat Insiden TB turun dalam lima dari enam wilayah.Pengecualian terhadap daerah Eropa di mana persentasenya kurang stabil (WHO, 2009). Prevalensi TB telah menurun sejak tahun 1990. Berdasarkan wilayah, tren prevalensi TB semenjak 1990-2008 menunjukkan penurunan di wilayah Timur Mediterania, daerah Amerika, wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat. Di daerah Afrika dan Eropa, tingkat prevalensi meningkat secara substansial selama era 1990-an, dan hanya pada tahun 2007 prevalensi di daerah Eropa kembali