makalah stroke

Download Makalah Stroke

Post on 18-Dec-2014

91 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MAKALAH KASUS PASIEN STROKE HEMORAGRIK

Disusun Oleh Kelompok IHFAN SAPUTRA

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugerahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita semua, sehingga penyusunan tugas kuliah ini dapat selesai tanpa ada halangan apapun. Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini yaitu untuk memenuhi salah satu syarat tugas kuliah. Selain tujuan tersebut di atas, tugas kuliah ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya. Tugas kuliah ini, tidaklah terlepas dari peranan berbagai pihak yang telah banyak membantu, memotivasi dan memberikan arahan maupun ide-ide bagus. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

Kami menyadari tugas kuliah ini masih jauh dari sempurna. Karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi sempurnanya tugas kuliah ini. Harapan penulis tugas kuliah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya.

Gombong, 05 january 2013

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Otak mendapat darah dari empat arteri besar yaitu dua arteri karotis interna kiri dan kanan, dan dua arteri verterbralis kiri dan kanan. Pengguanan darah oleh otak sangat besar jika dibandingkan dalam tubuh manusia, tidak kurang dari 15-20% darah dari jantung menuju otakm konsumsi oksigen untuk otak sekitar 20-25%. Dengan ini dapat dibayangkan bagaimana peka otak akan kekurangan oksigen. Bagian otak yang paling banyak mendapatkan darah ialah korteks serebri, jadi juga paling cepat atrofi kalau ada ganggaun darah. Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Stroke adalah kedaruratan medic. Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah. B. Tujuan Tujuan di buatnya makalah ini adalah untuk menyelesaikan kasus yaitu : 1. Mengetahui pengertian Stroke 2. Apa saja klasifikasi stroke, penyebab dan gejala stroke? 3. Bagaiman patofisiologi stroke, bagaiman cara mencegah dan terapi untuk stroke 4. Bagaiman pathway, dan sampai menunculkan diagnosa dan NOCNIC

BAB II PEMBAHASAN A. Naskah Kasus Ny. X dengan umur6 4 tahun saat mencuci piring pasien menggalami pusing hebat dan tiba-tiba pasien terjatuh, bicara pelo,badan sebelah kanan mengalami kesemutan dan baal, berangsur-angsur ekstremitas dekstra mengalami parese dan penurunan kesadaran. Lima jam kemudian pasien di bawa ke. Data yang ditemukan saat pengkajian kondisi pasien adalah; tingkat kesadaran somnolen, GCS E2M5V afasia, tekanan darah: 140/90 mmHg, Nadi: 70 x/menit, frekuensi pernapasan: 32 X/menit, suhu: 393 C. Tanda rangsang meningeal; kaku kuduk (-), tanda laseg (+) , tanda kerning (+). Nerves kranial; paresis nerves V dekstra, VII dekstra, IX X, dan XII dekstra. Motorik; kekuatan otot ekstremitas atas 1/5, ekstremitas bawah 1/5, reflek babinski +/+. Fungsi syaraf otonom; inkontinensia alvi (+), terpasang kateter.Hasil pemeriksaan CT-Scan : perdarahan di pons lacunar infark basal ganglia kiri. Hasil pemeriksaan laboratorium; Hb: 13,6, Ht: 40, leukosit: 8.800, trombosit: 277.000, MCV: 83, MCH: 28, MCHC: 34, ureum: 27, kreatinin: 0,9, GDS: 131, kalium: 4, klorida: 111, natrium: 135. Pasien mempunyai riwayat hipertensi sejak sekitar 4 tahun yang lalu, pasien berobat ke puskesmas, tidak teratur, berobat jika ada keluhan, jenis obat tidak tahu. Tidak ada riwayat sesak napas, batuk (-) dan TBC (-), riwayat DM (-), peyakit jantung (-), stroke (-). Dalam keluarga pasien terdapat anggota keluarga yang menderita hipertensi dan stroke, yaitu ibu, dan adik pasien. Ibu pasien telah meninggal karena stroke sudah lebih dari 5 tahun.

B. Rumusan Masalah 1. Penyakit apa yang di derita oleh pasien Ny. X? 2. Apa yang menyebabkan Ny. X mengalami : a. Nyeri kepala hebat b. Pharese / kelemahan pada extremitas dextra c. Penurunan kesadaran ( somnolen ) d. Afasia atau pelo 3. Apa saja jenis stroke atao klasifikasi stroke ? 4. Apa penyebab stroke? 5. Apa tanda dan gejala stroke? 6. Bagaimana patofisiologi dari stroke yang diderita Ny.X 7. Apa yang harus di anamnesa pada pasien Ny. X 8. Pemeriksaan fisik apa yang dilakukan untuk Ny.x 9. Pemeriksaan penunjang apa yang dapat dilakukan ? 10. Pathway sehingga muncul diagnose nanda yang sesuai? 11. Tentukan intervensi yang sesuai dengan diagnose? 12. Bagaimana pencegahan untuk penyakit yang di derita Ny.x 13. Terapi apa yang sesuai untuk pasien Ny.X C. Pembahasan Masalah 1. Berdasarkan kasus terdapat beberapa keluhan yang didukung oleh beberapa pemeriksaan diagnostik. Hasil dari semua itu dapat dikatakan pasien mengalami stroke hemoragrik. Stroke Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang di akibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak ( Bruner & Suddart 1997) . Stroke merupakan penyakit peredarah darah otak yang diakibatkan oleh tersumbatnya aliran darah ke otak atau pecahnya pembuluh darah di otak, Sehingga supplay darah ke otak berkurang (Smletzer & Bare, 2005).

2. Beberapa keluhan yag terdapat pada Ny.X dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Nyeri kepela Hebat Nyeri kepala adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami nyeri hebat di area cranium atau kepala. Pada Ny.X setelah dilakukan pemeriksaan CT-Scan terdapat perdarahan di pons lacunar infark basal ganglia kiri. Akibat perdarahan tersebut tekanan intra kranial akan meningkat, peningkatan TIK salah satunya akan mengakibatkan nyeri yang hebat . Perdarahan akan menekan beberapa jaringan otak di dalam cranium dan darah tersebut akan cepat mengiritasi jaringan di sekitarnya b. Pharese atau Kelemahan otot Berdasarkan pengkajian pasien mengalami pharese atau kelemahan otot extremitas atas dan bawah pada bagian kanan. Kelemahan ini muncul di sebabkan adanya perdarahan pada basal ganglia kiri, dan mengalami infark jaringan. Pada fisiologinya basal ganglia adalah salah satu pusat pengaturan motoric pada tubuh manusia (Guyton, Arthur,1997). Bila pusat motoric mengalami perdarahan dan infark maka suplai oksigen serta glukosa akan terhenti. Pada proses perjalanan impuls saraf sampai mnimbulakn persepsi motoric pada reseptor membutuhkan O2 dan glikosa. Bila semua tidak terpenuhi maka saraf tidak bisa melakukan tugasnya dan dapat menimbulkan kelemahan otot. Karena saraf pusat bekerja secara kontra lateral atau bersilangan maka otot yang mengalami pharese adalah bagian kanan atau dextra. c. Penurunan kesadaran ( somnolen ) Penurunan kesadaran terjadi akibat adanya perdarahan dalam sereberal,perdarahan ini mengakibatkan suplay oksigen mengalami penurunan atau iskemik, bila otak mengalami

kekurangan oksigen akan mengalami penurunan kesadaran diawali dengan somnolen. d. Afasia atau pelo Afasia merupakan gangguan fungsi bahasa yang disebabkan cedera atau penyakit pusat otak. Ini termasuk gangguan kemampuan membaca dan menulis dengan baik, demikian juga bercakap-cakap, mendengar, berhitung, mentimpulkan dan pemahaman terhadap sikap tubuh. Pusat bicara pada perinsipnya disebut area broka terletak di tengah konvulsi arteri serebral bagian tengah, daerah ini bertanggung jawab untuk mengontrol kombinasi gerakan gerakan otot yang digunakan untuk mengucapkan masing-masing kata-kata. Area broka ini dekat daerah motoric kiri dimana pada area motoric sering mempengaruhi area bicara ( Brunner & Suddart 1997 ). 3. Klasifikasi Stroke Berdasarkan penyebabnya stroke dibagi menjadi dua yaitu stroke hemoragrik dan stroke non hemoragrik. a. Stroke Hemoragrik Pada stroke hemoragrik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan menekan sel-sel otak disekitarnya Pendarahan dapat terjadi di seluruh bagian otak seperti caudate putamen; talamus; hipokampus; frontal, parietal, dan occipital cortex; hipotalamus; area suprakiasmatik; cerebellum; pons; dan midbrain (Lapchak, 2011).

Stroke hemorrhagic dibagi menjadi beberapa sub bagian (McCabe cit Smeltzer & Bare, 2002) 1) Hemoragi Ekstradural (Epidural) Suatu kedaruratan bedah neuro yang memerlukan perawatan segera. Hemoragi epidural biasanya disertai dengan fraktur tengkorak dengan robekan arteri tengah atau arteri meningen lain. 2) Hemoragi Subdural Pada dasarnya sama dengan hemoragi epidural, kecuali bahwa hematoma subdural biasanya terjadi robekan pada jembatan vena. Oleh karena itu periode pembentukan hematom lebih lama dan menyebabkan kenaikan tekanan intracranial. 3) Hemoragi Subarakhnoid Terjadi karena adanya trauma atau hipertensi. Penyebab paling sering adalah kebocoran aneurisme pada area sirkulasi Willisi dan malformasi arteri-vena congenital pada otak. 4) Hemoragi Intraserebral Perdarahan biasanya disebabkan karena hipertensi dan aterosklerosis serebral ataupun faktor usia (degenerative). Pada orang yang lebih muda (kurang dari 40 tahun) mengalami hemoragi intracerebral biasanya disebabkan oleh malformasi arteri-vena, hemangioblastoma, trauma, tumor otak, dan pengguanaan medikasi (antikoagulan oral, amfetamin) b. Stroke Ischemic Dalam stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung.

4. Penyebab Stroke Stroke biasanya diakibatkan dari salah satu dari empat kejadian : (1) thrombosis (bekuan darah otak atau leher ), (2) embolisme serebral (bekuan darah atau material lain yang di bawa ke otak dari bagian tubuh yang lain ), (3) iskemia ( penurunan aliran darah ke area otak), dan (4)hemoragri serebral ( pecahnya pembuluh darah serebral dengan perdarahan ke dalam jaringan otak atau ruang sekitar otak ). 5.