makalah ss editor 2

Download Makalah SS Editor 2

Post on 18-Oct-2015

19 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Saraf

TRANSCRIPT

MODUL SUSUNAN SARAFSEORANG ANAK LAKI-LAKI DENGAN KEJANGKELOMPOK VIII

03009266 Wicaksono Harry03010207 Noor Isty Fauzia Ulhaq03011007 Adri Permana Utama03011022 Anastasia Widha Sylviani03011035 Anisa Putri Zakirah03011049 Atriya Iga Amanda 03011065 Dea Haykalsani Harahap03011080 Dina Amalia Pratiwi03011095 Fatimah 03011109 Frida A Sutedjo Niode03011124 Harry Leksono Adhiputro03011141 Indira Mayusti Nandini03011153 Kara Citra Kalandra03011311 Wisnu Narendratama03011078 Dimas Arya Pradana

JAKARTA, 13 JULI 2013 UNIVERSITAS TRISAKTI

BAB IPENDAHULUANMedulloblastoma secara klasik dikenal sebagai tumor neuroectodermal yang tumbuh dan berkembang pada otak kecil (cerebellum), dengan perbandingan 20-30% dari seluruh tumor otak dan sekitar 40% terjadi tumor pada fossa posterior anak . Yang berarti tumor terletak di bawah "tentorium," sebuah membrantebal yang memisahkan, lebih besar daribelahanotak otak dari otak kecil. Pada anak-anak, medulloblastoma muncul paling sering didekat vermis, jembatanseperti cacingsempit yang menghubungkan keduasisi otak kecil. Medulloblastoma adalah embrional tumor yang paling umum.Tumor embrional yanglainnya termasuktumor histologis miripseperti supratentorial primitifneuroectodermal tumor, pusat neuroblastomas, dan ependymoblastomas. Di bawah mikroskop medulloblastoma klasik, jaringannya tampak seperti lembaran padat, sel kecil bulat denganpusat berwarna besar yang disebut nuclei ( inti). Sementara ini pola klasik ditemukan dalam sebagianbesar tumorbaik padaanak-anakdan dewasa, empatpolalain yangpentingjaringannyatermasukdesmoplastic nodular medullobastoma, yangberisigambaransel tumor yang tersebar dalam jaringan dan kista kecil; sel besaratau medulloblastoma anaplastik, denganseltumorbulatbesar; medulloblastoma dengan neuroblastic atau diferensiasi saraf, di mana sel-sel tumor terlihat mirip dengan sel-sel saraf yang abnormal; dan medulloblastoma dengan diferensiasi glia, sel yang terlihat mirip mendukung sel glial otak.

BAB IILAPORAN KASUSSESI ILEMBAR 1Seorang anak laki-laki usia 12 tahun datang dengan keluhan kejang di rumah. Setelah sampai di UGD kejang sudah berhenti. LEMBAR 2Anamnesa pada ibunya ternyata pasien sejak kemarin kejang 4 kali. Kejang berlangsung 1 menit. Kejang terjadi diseluruh tubuh, sifatnya kaku dan kelojotan. Saat kejang pasien tak sadar. Mata melirik keatas, tetapi tidak mengeluarkan busa dan darah dari mulut. Sebelum ini pasien tak pernah kejang. Pasien lahir normal, cukup bulan. Perkembangan mental dan fisik normal. Pasien tak pernah menderita sakit berat atau trauma kepala. Pasien tak pernah dirawat di RS. Sejak 1 bulan pasien sering mengeluh nyeri kepala dan rasa berputar yang hilang timbul disertai mual dan muntah. Tidak panas.Pada pemeriksaan didapatkan: Tensi 120/80. Nadi 80/menit. Napas 24/menit. Suhu 37C. Berat badan 40 kg.Pada pemeriksaan pasien sering menutup mata dan membuka bila ditanya. Bila ditanya pasien bisa menjawab dengan baik. Pasien bisa melakukan instruksi bila diminta. Pada pemeriksaan neurologis tak terdapat tanda rangsangan selaput otak. Pemeriksaan N. Cranialis tak jelas ada kelainan. Tak jelas terdapat kelainan sistim motoris maupun sensoris.SESI 2LEMBAR 1Hasil foto thorax normalCT Scan kepala terlampirPemeriksaan Laboratorium dalam batas normalPemeriksaan EEG sesuai dengan penyakit convulsi umum

BAB IIIPEMBAHASAN3.1. IDENTITAS PASIEN*Nama: Jenis Kelamin: Umur: Alamat: Pekerjaan: Status: Daftar Masalah3.2. HIPOTESISBerikut ini adalah beberapa hipotesis kemungkinan penyebab terjadinya kejang pada pasien:1. Kejang demam kompleksKejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38C) tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat, gangguan elektrolit atau metabolik lain. Kejang demam disebut kompleks jika berlangsung lebih dari 15 menit, bersifat fokal atau parsial satu sisi kejang umum didahului kejang fokal dan berulang atau lebih dari satu kali dalam 24 jam.2. Meningitis bakterialisMeningitis bakterialis adalah suatu peradangan selaput jaringan otak dan medulla spinalis yang disebabkan oleh bakteri patogen. Hampir 40% di antara pasien meningitis mengalami gejala sisa berupa gangguan pendengaran dan defisit neurologis. Meningitis bakterialis sering didahului dengan infeksi pada saluran napas atas atau saluran cerna dengan gejala demam, batuk, pilek, diare, dan muntah.13. EpilepsiEpilepsi adalah manifestasi gangguan otak dengan berbagai etiologi namun dengan gejala tunggal yang khas, yaitu seragan berkala yang disebabkan oleh lepas muatan listrik neuron kortikal secara berlebihan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan yang berulang yang disebabkan oleh lepas muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak yang bersifat reversibel.4. Tumor cerebriKejang fokal dapat merupakan manifestasi pertama tumorintrakranial pada 15% penderita. Kejang umum dapat timbul sebagai manifestasi tekanan intrakranial yang melonjak secara cepat. Kejang tonik yang sesuai denganserangan rigiditas deserebrasi biasanya timbul pada tumor di fossa kranii posterior.5. Trauma kepalaKejang dapat terjadi setelah cedera kepala dan harus segera diatasi karena dapat menyebabkan hipoksia otak dan kenaikan tekanan intrakranial serta memperberat oedem otak.6. Gangguan metabolikGangguan metabolik seperti hiponatremia dan hipernatremia dapat menjadi penyebab terjadinya kejang.

3.3. ANAMNESIS

1. Bagaimana bentuk kejang pada pasien? Apakah kaku atau kelojotan? Apakah mata pasien melirik ke atas saat terjadi kejang?2. Berapa lama pasien mengalami kejang?3. Berapa kali dalam sehari kejang terjadi pada pasien?4. Apakah ada hal yang memicu terjadinya kejang pada pasien?5. Bagaimana kesadaran pasien saat terjadi kejang?6. Bagaimana kesadaraan pasien setelah terjadi kejang?7. Apakah pasien baru-baru mengalami trauma kepala?8. Apakah pasien mengalami demam sebelumnya?9. Apakah pasien mengalami sesak napas, diare, muntah, atau gejala lain yang menyertai sebelumnya?10. Apakah pasien memiliki riwayat kejang sebelumnya? Jika iya, apakah pasien minum obat secara teratur?11. Bagaimana riwayat perkembangan pasien?12. Adakah riwayat kejang dalam keluarga pasien?

3.4. PEMERIKSAAN FISIK1Hasil PemeriksaanInterpretasi

Tekanan Darah: 120/80 mmHgMeningkat(Nilai Normal pada anak 10-15 tahun: 115/60mmHg)Hal ini bisa jadi dikarenakan oleh tekanan intrakranial yang meningkat.

Nadi : 80x/menitNormal (Nilai normal pada anak >10 tahun: 50-90x/mnt)

RR : 24x/menitNormal (Nilai normal: 15-30x/menit)

Suhu : 37CSubfebris

Berat Badan : 40kgNormal

Glascow Coma Scale:Eye: Menutup dan membuka mata bila ditanyaMovement: Bisa melakukan intruksi bila diminta.Verbal: Bila ditanya pasien bisa menjawab dengan baik.

Glascow Coma Scale: 14Eye: 3Movement: 6Verbal: 5

Pemeriksaan N. Cranialis tidak ada kelainan

Normal

Pemeriksaan Neurologis tidak terdapat tanda rangsangan selaput otakNormal

3.5. PEMERIKSAAN PENUNJANG*Pemeriksaan Lab*Pemeriksaan Radiologi (CT Scan)

Interpretasi: Hasil CT scanTerdapat massa berbentuk bola hiperdens diantara cerebellum, kemungkinan terlihat adanya edema cerebri dimana sulcus , ventrikel melebar dan hidrosefalus akibat penekanan terhadap ventrikel. Berdasarkan hasil ct scan dan dilihat dari segi usia kemungkinan pasien ini adalah Tumor Meduloblastoma.3.5. DIAGNOSIS1. Diagnosis klinis : Kejang, sakit kepala, mual, muntah, epilepsi sekunder2. Diagnosis topis : Tumor3. Diagnosis Patologis : Cerebellum4. Diagnosis etiologis : Tumor Infratentorial (belum dapat di pastikan diagnosis etiologisnya dikarenakan harus dilakukan pemeriksaan Patologi anatomi terlebih dahulu)3.6. PATOFISIOLOGI2,3Medulloblastoma adalah tumor cerebellar yang timbul terutama dari vermis cerebellar. Histogenesis medulloblastoma masih kontroversial.Salah satu pandangan menunjukkan bahwa sel asal berasal dari lapisan granular eksternal otak kecil. Hal ini didukung oleh temuan bahwa proliferasi neuron prekursor dalam lapisan ini dikendalikan oleh sonic hedgehog (SHH), yang dimana reseptor PTCH bermutasi dalam subset dari medulloblastomas sporadis. Selanjutnya, penekanan SHH baru-baru ini ditunjukkan untuk menghilangkan medulloblastoma yang secara spontan berkembang di PTCH + / - heterozygote mouse.Hipotesis lain menyatakan bahwa medulloblastomas memiliki lebih dari satu sel asal. Hal ini didasarkan pada penelitian yang menunjukkan immunoreactivity diferensial untuk protein-pengikat kalsium saraf yang tidak dinyatakan dalam lapisan granular eksternal dan untuk isotipe beta-tubulin yang diekspresikan dalam sel-sel saraf dari matriks ventrikel dan lapisan granular eksternal. Banyak perubahan molekul yang muncul untuk memodulasi perilaku biologis medulloblastoma atau responnya terhadap terapi telah dilaporkan. Sebagai contoh, studi menunjukkan bahwa ekspresi medulloblastoma dari neurotrophin (NT3) dan reseptor serumpun nya, Trk C, dapat memodulasi perilaku tumor ini dengan menginduksi apoptosis, sehingga memperlambat perkembangan tumor dan menghasilkan prognosis yang lebih menguntungkan. Penelitian lain telah menunjukkan bahwa overexpression dari onkogen ERBB2 dan MYCC berhubungan dengan hasil yang buruk, dan MYCC yang dapat menginduksi berpotensi lebih agresif sel varian anaplastik besar medulloblastoma. Akhirnya, amplifikasi dari OTX2 onkogen baru-baru ini telah dijelaskan dalam hubungan dengan medulloblastoma.Sebagai tumor tumbuh, obstruksi cairan cerebrospinal (CSF) melalui bagian ventrikel keempat umumnya terjadi, mengakibatkan hidrosefalus. Tumor bisa menyebar contiguously, ke batang cerebellar dan / atau lantai ventrikel keempat, anterior, ke batang otak, inferior, ke tulang belakang leher, atau superior, di atas tent