makalah ranah perilaku

Download makalah ranah perilaku

Post on 20-Feb-2016

38 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ranah perilaku

TRANSCRIPT

20

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Hal ini berarti bahwa manusia mempunyai keistimewaan dibanding dengan makhluk hidup yang lain. Salah satu keistimewaan yang menonjol adalah perilakunya. Meskipun semua makhluk hidupn mempunyai perilaku. Namun perilaku berbeda dengan perilaku makhluk hidup yang lain (Notoatmodjo, 2010).

Menurut pendapat para ahli psikologi modern bahwa manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan, selain dipandang sebagai makhluk biologis, juga makhluk unik yang berbeda dengan makhluk hidup lainnya dimuka bumi. Manusia adalah subjek sekaligus objek, serta makhluk individual sekaligus social. Namun manusia pada umumnya tidak bersifat pasif, yaitu menerimah keadaan dan tunduk pada suratan tangan atau kodratnya, tetapi secar sadar dan aktif menjadikan dirinya sesuatu.proses perkembangan perilaku manusia sebagian ditentuakan oleh kehendaknya sendiri, dan sebagian bergantung pada alam.

Perilaku manusia melibatkan tiga komponen utama yaitu kondisi lingkungan tempat terjadinya perilaku tersebut, perilaku itu sendiri dan konsekuensi dari perilaku tersebut. Berulang atau tidak berulangnya suatu perilaku dipengaruhi oleh keadaan tiga komponen tersebut. Penjabarannya dalam perilaku berkendaraan di jalan raya cukup sederhana. Misalkan seorang pengendara berada di persimpangan jalan yang sepi (kondisi lingkungan) kemudian ia memutuskan untuk melanggar lampu lalu lintas (perilaku). Konsekuensi dari perilaku ini adalah perjalanan yang lebih cepat. Selain itu pengendara tersebut juga tidak ditangkap petugas karena memang tidak ada petugas di persimpangan jalan tersebut. Perilaku pelanggaran seperti ini akan cenderung diulangi karena mendapat penguatan positif atau hadiah yaitu proses perjalanan yang lebih cepat dan tidak tertangkap oleh petugas.

Perilaku manusia tidak lepas dari proses pematangan organ-organ tubuh. Sebagai ilustrasi bahwa seorang bayi belum dapat duduk atau berjalan apabila organ-organ tubuhnya belum cukup kuat menopang tubuh.oleh karena itu, perlu pematangan tulang belakng terutama tulang leher, punggung, pinggang, serta tulang kaki. Selain itu, seorang bayi tidak akan berjalan tidak akan dapat berjalan telebih dahulu sebelum tengkurap dan sebagainya. Selain itu, perilaku individu tidak timbul dengan sendirinya, tetapi akibat adanya rangsangan (stimulus), baik dari dalam dirinya (internal) ataupun dari luar dirinya (eksternal). Pada hakikatnya perilaku individu mencakup perilaku yang tampak (overt behavior) dan perilaku yang tidak tampak (inert behavior atau covert behavior) (Sunaryo, 2004).

Perilaku tentang bagaimana seseorang menanggapi rasa sakit dan penyakit yang bersifat respon internal dan eksternal. Respon yang diberikan antara lain respon pasif berupa pengetahuan, persepsi, dan sikap maupun respon aktif yang dilakukan sehubungan dengan sakit dan penyakit. Perilaku kesehatan adalah tanggapan seseorang terhadap rangsangan yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan dan lingkungan. Rangsangan yang berkaitan dengan perilaku kesehatan terdiri dari empat unsur yaitu sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan dan lingkungan. B. Rumusan MasalahBerdasarkan latarbelakang masalah di atas, adapun rumusan permasalahan adalah sebagai berikut :1. Bagaimanakah konsep perilaku?2. Bagaimanakah ranah perilaku?3. Bagaimanakah teori perilaku?4. Bagaimanakah perilaku kesehatan?

C. TujuanBerdasarkan rumusan masalah diatas, adapun tujuan penulisan makalah diatas sebagai berikut :1. Untuk mengetahui konsep perilaku2. Untuk mengetahui domain perilaku3. Untuk mengetahui teori perilaku4. Untuk mengetahui perilaku kesehatanBAB IIPEMBAHASAN

A. Konsep Perilaku 1. Definisi PerilakuAda beberapa definisi perilaku manusia yang disampaikan oleh beberapa ahli seperti berikut ini :a. Skinner (1938) seorang ahli psikologi, merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori skiner ini disebut teori S-O-R atau Stimulus Organisme Respons. Skiner membedakannya menjadi dua respon yaitu :1) Respondent Respons atau reflexsive, yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan (stimulus) tertentu. Stimulus semacam ini disebut eliciting stimulation karena menimbulkan respon-respon yang relatif tetap. Misalnya makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan, cahaya terang menimbulkan mata tertutup, dsb. Respondent Respons ini juga mencakup perilaku emosional, misalnya mendengar berita musibah menjadi sedih atau menangis, lulus ujian meluapkan kegembiraannya dengan mengadakan pesta dsb. 2) Operant Respons atau instrumental respons, yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. Perangsang ini disebut organisme reinforcing stimulation atau reinforcer , karena memperkuat respon. Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik (respon terhadap uraian tugasnya atau job skripsi). Kemudian memperoleh penghargaan dari atasannya (stimulus baru) maka petugas kesehatan tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya.b. Robert Kwik ( 1974 ) menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. Perilaku tidak sama dengan sikap. Sikap adalah hanya suatu kecenderungan untuk mengadakan tindakan terhadap suatu obyek, dengan suatu cara yang menyatakan adanya tanda-tanda untuk menyenangi atau tidak menyenangi obyek tersebut. Sikap hanyalah sebagian dari perilaku manusia.c. Menurut Sunaryo ( 2004), yang disebut perilaku manusia adalah aktivitas yang timbul karena adanya stimulus dan respons serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat dirumuskan bahwa perilaku manusia adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang dapat diamati secara langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar.

2. Pembentukan Perilakua. Proses pembentukan perilakuPerilaku manusia terbentuk karena adanya kebutuhan. Menurut Abraham Harold Maslow, manusia memiliki 5 kebutuhan dasar, yaitu :1) Kebutuhan fisiologis, biologis yang merupakan kebutuhan pokok utama, yaitu O2, H2O, cairan elektrolit, makanan dan seks. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi akan terjadi ketidakseimbangan fisiologis. Misalnya, kekurangan O2 yang menimbulkan sesak napas dan kekurangan H2O dan elektrolit yang menimbulkan dehidrasi.2) Kebutuhan rasa aman, misalnya : Rasa aman terhindar dari pencurian, penodongan, perampokan dan kejahatan lain. Rasa aman terhindar dari konflik, tawuran, kerusuhan, peperangan, dll. Rasa aman terhindar dari sakit dan penyakit. Rasa aman memperoleh perlindungan hokum3) Kebutuhan mencintai dan dicintai, misalnya : Mendambakan kasih sayang/ cinta kasih orang lain baik dari orangtua, saudara, teman, kekasih,dll. Ingin dicintai/ mencintai orang lain. Ingin diterima oleh kelompok tempat ia berada. 4) Kebutuhan harga diri Ingin dihargai dan menghargai orang lain. Adanya respek atau perhatian dari orang lain. Toleransi atau saling menghargai dalam hidup berdampingan.5) Kebutuhan aktualisasi diri, misalnya : Ingin dipuja atau disanjung oleh orang lain. Ingin sukses atau berhasil dalam mencapai cita-cita. Ingin menonjol dan lebih dari orang lain, baik dalam karier, usaha,kekayaan, dll.Tingkatkan dan jenis kebutuhan tersebut satu dan lainnya tidak dapat dipisahkan karena merupakan satu kesatuan atau rangkaian walaupun pada hakekatnya kebutuhan fisiologis merupakan faktor yang dominan untuk kelangsungan hidup manusia dan dalam memenuhi kebutuhan, tidak dapat dipisah-pisahkan antara satu dan yang lain.

b. Prosedur Pembentukan PerilakuProsedur pembentukan perilaku menurut Notoamodjo (1997) yang diambil dari pendapat Skinner sebagai berikut :

1) Langkah pertama : melakukan pengenalan terhadap sesuatu yang merupakan penguat berupa hadiah.2) Langkah kedua : melakukan analisis, dipergunakan untuk untuk mengenal bagian-bagian kecil pembentuk perilaku sesuai yang diinginkan. Selanjutnya bagian-bagian tersebut disusun dalam urutan yang tepat untuk menuju pada terbentuknya perilaku yang diinginkan.3) Langkah ketiga : menggunakan bagian-bagian kecil perilaku, yaitu : Bagian-bagian perilaku ini disusun secara urut dan dipakai untuk tujuan sementara Mengenal penguat atau hadiah untuk masing-masing bagian tadi. Membentuk perilaku dengan bagian-bagian yang telah disusun tersebut. Apabila bagian perilaku pertama telah dilakukan hadiahnya akan diberikan, yang mengakibatkan tindakan tersebut akan sering dialkukan. Akhirnya akan dibentuk perilaku kedua dan seterusnya sampai terbentuk perilaku yang diharapkan.c. Bentuk perilaku Perilaku dapat diberi batasan sebagai suatu tanggapan individu terhadap rangsangan yang berasal dari dalam maupun luar diri individu tersebut. Secara garis besar bentuk perilaku ada dua macam, yaitu :

1) Perilaku pasif (respons internal) Perilaku yang sifatnya masih tertutup, terjadi dalam diri individu dan tidak dapat diamati secara langsung. Perilaku ini sebatas sikap belum ada tindakan yang nyata. Contohnya : berpikir, berfantasi, berangan-angan,dll.

2) Perilaku aktif (respon eksternal)Perilaku yang sifatnya terbuka. Perilaku aktif adalah perilaku yang dapat diamati langsung, berupa tindakan yang nyata. Contohnya mengerjakan soal ulangan, membaca buku pelajaran, dll.

B. Ranah Perilaku

Benyamin Bloom adalah seorang ahli psikologi pendidikan membagi perilaku itu ke dalam 3 domain (ranah/kawasan), meskipun kawasan-kawasan tersebut tidak mempunyai batasan yang jelas dan tegas. Pembagian kawasan ini dilakukan untuk kepentingan tujuan pendidikan. Bahwa dalam tujuan suatu pendidikan adalah mengembangkan atau meningkatk