makalah ptk

Download Makalah Ptk

Post on 24-Jul-2015

157 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru harus memiliki 4 kompetensi inti yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi sosial. Keempat kompetensi ini harus ada pada pendidik khususnya guru SD. Kompetensi kepribadian salah satu substansinya adalah guru harus menguasai teori dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Di dalam prinsip ini terkandung cara menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam lima mata pelajaran. Oleh sebab itu sebagai guru harus mampu mengaplikasikan pengetahuannya kepada anak didik dengan menggunakan cara atau metode yang sesuai dengan bahan ajar yang disajikan. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar merupakan kemampuan menciptakan kondisi belajar yang merangsang agar proses kemampuan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Dalam hal ini kemampuan memahami media dan sumber belajar dapat dikuasai dengan cara mempelajari macam-macam media pendidikan, mempelajari kriteria pemilihan media pendidikan membuat serta merawat alat bantu belajar mengajar.

Berdasarkan supervisi di lapangan banyak ditemukan guru yang merasa kesulitan dalam mengaplikasikan mata pelajaran matematika terutama pada kompetensi dasar

pecahan. Kesulitan ini sifatnya sangat kompleks di antaranya adalah sulitnya menemukan metode dan pendekatan yang tepat serta dapat memacau pemecahan guru untuk lebih kreatif dalam mengajar. Mengingat ilmu matematika salah satu ilmu dasar (basic science) yang biasanya guru menganggap sebagai pelajaran sulit, monoton dengan angka-angka membosankan dan kurang menarik akibat minat serta motivasi mengajar menjadi lemah bahkan prestasi cenderung mengalami penurunan. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi guru dalam membentuk situasi belajar yang berorientasi pada hasil belajar yang lebih bermakna (learning outcomes). Melihat kajian ini pada pelajaran Matematika terutama materi pecahan yang merupakan konsep awal, ternyata dijumpai di kelas 2 hingga kelas 5, sedangkan di keas 6 hanya bersifat remidi dan pemantapan dengan pertimbangan skala prioritas keluasan dan kepadatan materi, maka titik berat bahasan yang akan disajikan pada tulisan ini adalah konsep-konsep pecahan senilai pada materi pelajaran matematika SD kelas 4. Strategi pendekatan yang selama proses belajar mengajar merupakan salah satu bagian penting untuk mencapai tujuan pembelajaran, pemilikan strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan banyak hal yang karakteristik materi pelajaran, kemampuan guru, kemampuan siswa, sarana prasarana yang tersedia dan lingkungan belajar yang memadai. Sesuai dengan kemampuan penulis merasa berkewajiban mencurahkan

perhatiannya pada masalah teknis pelajaran matematika yang menjadi kendala bagi guruguru SD di lapangan sekaligus mencari alternatif pemecahannya. Berdasarkan paparan dia atas, maka penulis mengambil judul : PERBAIKAN KOMPETENSI GURU

MENGAJARKAN PECAHAN SENILAI MELALUI METODE DEMONSTRASI DI SD SWASTA NUR IKHSAN KOTA MEDAN.

B.

RUMUSAN MASALAH Menurut Ali Surahman bahwa perumusan amsalah sangat penting untuk membatasi ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dirumuskan oleh peneliti adalah : 1. Apakah denagn menerapkan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran pecahan senilai pada siswa SD kelas 4? 2. Bagaimana pengaruhnya metode demonstrasi terhadap guru pada pembelajaran pecahan senilai? 3. Bagaimana kreatifitas dan kemampuan guru dalam menerapkan metode demonstrasi pada pembelajaran pecahan senilai?

C.

PEMECAHAN MASALAH Adapun yang menjadi pemecahan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana kemampuan guru untuk meningkatkan pembelajaran pecahan senilai melalui metode demonstrasi.

D.

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah :

1. Bagi guru diharapkan lebih memahami dan terampil menggunakan metode demonstrasi dalam proses pembelajaran matematika yang dihadapi dalam menentukan hasil belajar pada pecahan senilai. 2. Mengurangi tingkat kebosanan para guru dalam mengkaji, memahami dan mensosialisasikan dan meningkatkan daya tarik dalam proses pembelajaran matematika. 3. Memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi guru dengan

mendinamiskan keterlibatan siswa secara aktif dan memicu spontanitas belajar siswa.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A.

KONSEP PEMBELAJARAN PECAHAN SENILAI Dunia ini penuh dengan pecahan. Kita akan menggunakan pecahan setiap hari dalam kehidupan. Pecahan adalah salah satu cara untuk menuliskan bilangan. Kata pecahan yang berarti bagian dari keseluruhan. Pecahan berasal dari bahasa latin Fraction yang berarti memecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (Lynette Long ph.D,M.S, 2005). Sebuah pecahan mempunyai dua bagian, yaitu pembilang dan penyebut. Pembilang dan penyebut ditulis terpisah oleh sebuah garis, seperti . Pembilang ditulis di

atas garis sedangkan penyebut ditulis di bagian bawah. Seperdua berarti satu bagian dari dua bagian yang sama dari satu keseluruhan. Bertitik tolak pada pengertian ini, maka pengertian pecahan senilai adalah pecahan yang mempunyai pembilang dan penyebut yang berbeda, tetapi nilainya sama. Menurut Drs. Muchtar A. Karim yang mengatakan bahwa pecahan senilai adalah pecahan- pecahan yang cara penulisannya berbeda tetapi mempunyai hasil bagi yang sama dan mewakili bagian atau daerah yang sama. Sekarang bagaimana menentukan pecahan senilai yang sederhana dari . Untuk

menentukan pecahan senilai kita tidak selalu mengalikan pembilang dan penyebut dengan bilangan yang sama. Karena pecahan senilai yang ditanyakan adalah lebih sederhana dari . Cara yang digunakan adalah dengan membagi bilangan dan penyebut dengan bilangan yang sama atau membagi pecahan tersebut dengan pecahan yang nilainya sama dengan satu.

Persamaan pecahan mewakili jumlah yang sama dari satu keseluruhan atau kelompok lingkaran sama jumlah dengan lingkaran yang sama. Persamaan ini ditulis

dengan

=

. Dengan mengatakan

=

juga dianggap benar. Ketika mengubah pecahan

berpenyebut kecil menjadi pecahan berpenyebut lebih besar, kalikan pembilang dan penyebutnya dengan bilangan yang sama. Untuk mengubah pecahan dengan penyebut besar menjadi pecahan penyebut lebih kecil, bagilah pembilang dan penyebutnya dengan bilangan yang sama. Membuat persamaan pecahan dengan bentuk gambar :

=

Pecahan-pecahan dapat digambarkan pada garis bilangan pecahan yang letaknya pada titik yang sama disebut pecahan senilai. Bila kita tarik garis ke bawah kita akan memperoleh pecahan yang senilai dengan pecahan semula. Kita menarik garis lurus dari angka 1 pada garis bilangan pertama maka kita akan melewati pada garis kedua dan

seterusnya. Maka pecahan-pecahan senilai atau ekivalen dengan yang lainnya.

Dengan demikian guru kelas mengenal dan mampu menggunakan metode mengajar yang tepat karena kemampuan dasar yang paling utama dalam meraih sukses di sekolah bagaiman guru dapat menggunakan media. Bagi guru yang hanya menguasai bahan ajar tanpa mengenal metode mengajar akan kurang berhasil dan membosankan dalam proses belajar mengajar. Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran pecahan senilai guru harus menguasai materi menjadi landasan pokok, memiliki wawasan yang mendalam terhadap materi, menyusun persiapan mengajar agar materi ajar yang akan dilakukan lebih kreatif dan inovatif dan tujuan pembelajaran akan berhasil dengan seoptimal mungkin.

B.

KONSEP METODE DEMONSTRASI Demonstrasi merupakan interaksi edukatif yang sangat efektif dalam menolong

siswa-siswa menjawab pertanyaan dengan benar dan konkrit melalui pengamatan indukatif. Dengan metode demonstrasi sebagai metode mengajar dimaksud bahwa seorang pengajar memperlihatkan sesuatu proses yang nyata dan konkrit pada seluruh kelompok anak didik. Bagi guru penerapan metode demonstrasi yang efektif dalam pembelajaran Matematika terlebih dahulu mengadakan : 1. Merumuskan tujuan yang jelas. 2. Menerapkan langkah-langkah yang akan dilaksanakan. 3. Mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan. Diduga dengan menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan guru kelas dalam proses kegiatan belajar mengajar. 4. Menetapkan rencana penilaian untuk kemajuan anak didik.

Penerapan metode demonstrasi pada mata pelajaran matematika khususnya pada standar kompetensi tentang pecahan senilai untuk membangkit gairah guru dalam proses pembelajaran serta memfokuskan kemampuan dan keterampilan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

C.

HIPOTESA TINDAKAN Adapun yang menjadi hipotesa tindakan pada penelitian ini adalah adanya dugaan

bahwa dengan menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan dan kreativitas guru kelas pada pembelajaran pecahan senilai.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. LOKASI PENELITIAN

Adapun yang menjadi lokasi penelitian ini adalah SD Swasta Nur Ikhsan Kecamatan Medan Tembung Kota Medan dengan jumlah responden sebanyak 15 orang guru. Waktu penelitian ini berlangsung selama 3 bulan dari bulan Desember 2009 sampai dengan bulan Pebruari 2010.

B. PERENCANAAN TINDAKAN 1. Jenis tindakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah yang dilakukan oleh pengawas bidang akademik (School Action Reseach). 2. Prosedur dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observasi (pengamatan), dan relection (refleksi).

Keempat komponen tersebut satu sama lain saling berhubungan yang menggambarkan sebagai satu siklus seperti gambar di bawah ini :

Gambar 1. Sikl