Makalah Psikologi Faal Lapar Dan Haus

Download Makalah Psikologi Faal Lapar Dan Haus

Post on 18-Jan-2016

213 views

Category:

Documents

22 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

semoga bermanfaat

TRANSCRIPT

PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangSebagian besar diantara kita mungkin pernah merasakan lapar dan tahu bahwa itu pertanda kita harus segera makan. Namun mengetahui bagaimana perut kita bisa menjadi lapar butuh sedikit motivasi untuk mencari informasinya. Apa perlunya kita mengetahui proses terjadinya lapar pada manusia?Rasa lapar sesungguhnya merupakan sinyal yang normal yang mengingatkan bahwa tubuh perlu menambah energiyang berkurang. Rasa lapar inilah yang mendorong manusia untuk makan. Dalam dunia modern seperti sekarang ini disinyalir bahwa semakin banyak orang yang tidak pernah lagi merasakan lapar karena berbagai alasan seperti karena gaya hidup dan pola makanyang berubah yang sedikit banyak terkait dengan makin banyaknya ragam makanan yang tersedia serta daya beli yang semakin meningkat seiring dengan kemakmuran dunia.Manusia semakin banyak yang makan hanya karena sudah waktunya makan (sesuai jam makan yang teratur) meski belum merasakan lapar, karena godaan kelezatan makanan, dan alasan-alasan pendorong lain selain rasa lapar. Kenyataan seperti ini mungkin lazim terjadi pada masyarakat negara maju dan negara berkembang terutama pada masyarakatnya yang tergolong ekonomi menengah ke atas. Cukup beralasan mengapa jumlah orang yang kegemukan atau obesitas meningkat pada segmen masyarakat tersebut.Rasa lapar meskipun terasa tidak menyenangkan, ternyata perlu dirasakan dan dijadikan petunjuk utama kapan kita sebaiknya makan.Sekitar 70% bagian dari tubuh manusia terdiri dari air. Kandungan air dalam tubuh harus dikendalikan dalam kisaran yang sempit, karena konsentrasi zat kimia yang terlarut dalam air akan menentukan laju reaksi kimia di dalam tubuh. Untuk mempertahankan tekanan darah normal, tubuh juga memerlukan jumlah cairan yang ukup di dalam sistem peredaran darah. Individu juga dapat bertahan tanpa makan selama berminggu-minggu, tetapi tidak akan bertahan lama tanpa air.

1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka rumusan masalah utama yang dalam makalah ini adalah bagaimana cara kita mengerti seperti apa proses lapar dan haus itu secara fisiologis

1.3 Batasan Masalah1. apa itu lapar 2. bagaimana kaitan lapar dan makan3. bagaimana terjadinya proses kenyang4. faktor apa saja yang mempengaruhi rasa lapar5. apa itu haus6. bagaimana bisa terjadinya haus

1.4Metode PenulisanDalam penulisan makalah ini saya menggunakan metode library research (metode kepustakaan), yaitu dengan jalan mengumpulkan dan mempelajari buku-buku dengan tujuan untuk mengambil dan mendapatkan bahan-bahan yang ada hubungannya dengan Haus dan Lapar

PEMBAHASAN2.1 Definisi LaparLapar adalah rasa keinginan terhadap makanan dan berhubungan dengan efek fisiologi lain, seperti kontraksi rimis pada lambung sehingga dan rasa gelisah sehingga menuntut sehingga menuntut ketersediaan makanan yang kuat.2.2 Lapar dan Makan Selera makan adalah hasrat untuk makan, dan sangat berguna dalam menentukan kualitas dan kuantitas makanan yang akan dimakan. Kenyang adalah sensasi yang dirasakan jika keinginan untuk makan telah dipenuhi.Regulasi sistem saraf terhadap pengambilan makananSistem saraf berperan besar dalam fisiologi selera makan. Ada banyak daerah pada otak yang merupakan pusat-pusat selera makan, serta saraf-saraf tepi yang merupakan jarak untuk menyampaikan sinyal dari jaringan ke sistem saraf pusat dan sebaliknya. Hipotalamus adalah pusat pengendali selera makan terbesar. Ada dua daerah pada hipotalamus yang merupakan pusat penting:1. nukleus lateralis 2. nukleus ventromedial.Nukleus lateralis terletak di setiap sisi lateral hipotalamus dan berperan sebagai pusat lapar. Nukleus ini bekerja dengan cara mendorong sel saraf motorik untuk mencari makanan. Stimulasi di daerah ini akan menyebabkan makan dalam jumlah banyak (hiperfagia), sedangkan destruksi di daerah ini menyebabkan kehilangan selera makan, yang dapat berujung pada kehilangan berat badan, massa otot, dan penurunan metabolisme tubuh.

Nukleus ventromedial adalah pusat kenyang. Stimulasi di daerah ini akan menyebabkan perasaan kenyang sehingga tidak mau makan (afagia), sebaliknya destruksi di daerah ini akan menyebabkan hasrat untuk makan yang berlebih dan dapat berakibat obesitas.

2.3 Teori Set-Point Assumption Kebanyakan mengatribusikan hunger (rasa lapar, motivasi untuk makan pada adanya defisit energi dan mereka melihat makan sebagai cara sumber energi tubuh dikembalikan ke tingkat optimalnya. Setelah meal (makan besar-diwaktu makan utama), sumber energi energi seseorang diasumsikan mendekati set point-nya dan menurun setelah tubuh menggunakan energi untuk memberi bahan bakar pada proses-proses fisiologis nya. ketika tingkat sumber energi tubuh anjlok cukup jauh di bawah set point, seseorang menjadi termotivasi oleh rasa lapar untuk makan besar lagi. Menurut set-point assumption, makan besar itu berjalan terus sampai tingkat energi kembali ke set point nya dan orang itu merasa satiated (kenyang, tidak lapar lagi). Set-point model berasumsi bahwa rasa lapar dan makan bekerja dengan cara yang sangat mirip dengan sistem pemanasan yang diatur dengan termostat (alat pengatur panas) di iklim dingin. Alat pemanas menaikkan temperatur rumah sampai mencapai set point-nya (thermostat setting). Hal ini akan mematikan pemanas, dan kemudian temperatur rumah turun sedikit demi sedikit sampai cukup rendah untuk menghidupkan kembali pemanasnya. Semua sistem set-point memiliki tiga komponen: set-point mechanism menetapkan set-pointnya, detektor mechanism mendeteksi devisi dari set-point, dan effector mechanism bertindak untuk mengeliminasi deviasi. Sebagai contoh, mekanisme set-point, detektor, dan efektor dalam sistem pemanasan masing-masing adalah termostat, termometer, dan pemanas2.4 Rasa KenyangSecara singkat bisa dikatakan bahwa rasa kenyang disebabkan oleh interaksi antara efek mekanistis makanan dalam lambung (berupa distensi atau penggembungan lambung oleh makanan) dengan efek kimia dari makanan berupa pelepasan hormon-hormon tertentu seperti Kolesistokinin dari usus halus. Ketika individu merasa sangat lapar dan kemudian minum air putih segelas, dan tiba-tiba anda merasa kenyang, Itu efek distensi tadi bisa menyebabkan rasa kenyang. Namun apakah kenyang karena minum air tersebut sama rasanya dengan kenyang karena makan sepiring nasi dan lauknya? Bagaimana kepuasan yang tercapai oleh duajenis konsumsi yang berbeda di atas jika dibandingkan?. Orang akan lebih merasa terpuaskan dengan kenyang karena sepiring nasi dan lauk dibanding kenyang karena segelas air putih. Disitulah letak unsur atau aksi kimiawi zat makanan dalam menginduksi rasa kenyang tadi. Telah diketahui bahwa berbagai zat gizi yang terdapat dalam makanan seperti lemak, protein, karbohidrat bisa merangsang produksi hormon yang menghantarkan signal rasa kenyang seperti Kolesistokinin ke otak untuk diproses. Air putih yang tidak memiliki kandungan zat gizi tersebut tidak mampu menimbulkan rasa kenyang yang memuaskan karena tidak adanya penghantaran signal kenyang tersebut ke otak. Itulah yang membedakan sensasi kenyang yang berbeda tersebut. Manipulasi rasa kenyang karena distensi lambung kadang digunakan untuk terapi kegemukan yang berlebihan. Kadang lambung dioperasi menjadi lebih kecil agar cepatmencapai rasa kenyang ketika makan, kadang pula balon dipasang di dalam lambung untuk mengurangi tempat yang bisa terisi makanan namun tetap menimbulkan rasa kenyang. Kedua metode makanis tersebut ternyata terbukti bisa menurunkan berat badan dan memperbaiki kondisi metabolisme pasien kegemukan. Pasien menjadi cepat merasa kenyang dan menyebabkan jumlah energi yang dikonsumsi jauh berkurang.2.5 Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Rasa Lapar Pada Manusia Adalah:1. Hipotesis LipostatikLeptin yang terdapat di jaringan adiposa akan menghitung atau mengukur persentase lemak dalam sel lemak di tubuh, apabila jumlah lemak tersebut rendah, maka akan membuat hipotalamus menstimulasi kita untuk merasa lapar dan makan.2. Hipotesis Hormon Peptida pada Organ PencernaanMakanan yang ada di dalam saluran gastrointestinal akan merangsang munculnya satu atau lebih peptida, contohnya kolesitokinin. Kolesitokinin berperan dalam menyerap nutrisi makanan. Apabila jumlah kolesitokinin dalam GI rendah, maka hipotalamus akan menstimulasi kita untuk memulai pemasukan makanan ke dalam tubuh.3. Hipotesis GlukostatikRasa lapar pun dapat ditimbulkan karena kurangnya glukosa dalam darah. Makanan yang kita makan akan diserap tubuh dan sari-sarinya (salah satunya glukosa)akan dibawa oleh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh, jika dalam darah kekurangan glukosa,maka tubuh kita akan memerintahkan otak untuk memunculkan rasa lapar dan biasanya ditandai dengan pengeluaran asam lambung.4. Hipotesis TermostatikApabila suhu dingin atau suhu tubuh kita di bawah set point, maka hipotalamus akan meningkatkan nafsu makan kita. Teori produksi panas yang dikemukakan oleh Brobeck menyatakan bahwa manusia lapar saat suhu badannya turun, dan ketika naik lagi, rasa lapar berkurang. Inilah salah satu yang bisa menerangkan mengapa kita cenderung lebih banyak makan di waktu musim hujan/dingin.5. NeurotransmitterNeurotransmitter ada banyak macam, dan mereka berpengaruh terhadap nafsu makan. Misalnya saja, adanya norepinephrine dan neuropeptida Y akan membuat kita mengkonsumsi karbohidrat. Apabila adanya dopamine dan serotonine, maka kita tidak mengkonsumsi karbohidrat.6. Kontraksi di Duodenum dan LambungKontraksi yaitu kontraksi yang terjadi bila lambung telah kosong selama beberapa jam atau lebih. Kontraksi ini merupakan kontraksi peristaltik yang ritmis di dalam korpus lambung. Ketika kontraksi sangat kuat, kontraksi ini bersatu menimbulkan kontraksi tetanik yang kontinius selama 2-3 menit. Kontraksi juga dapat sangat ditingkatkan oleh kadar gula darah yang rendah. Bila kontraksi lapar terjadi tubuh akan mengalami sensasi nyeri di bagian bawah lambung yang disebut hunger pangs (rasa nye