makalah peradaban yunani kuno dan romawi[1]

Download Makalah Peradaban Yunani Kuno Dan Romawi[1]

Post on 10-Jul-2016

311 views

Category:

Documents

36 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

peradaban

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangLaut Tengah dalam sejarah kuno merupakan laut yang mempertemukan tiga benua yaitu Asia, Eropa, dan Afrika. Iklim di wilayah ini cukup nyaman sepanjang tahun dan curah hujan pun cukup pula apalagi di zaman dulu, misalnya di pulau Sisilia, Italia dan Balkan. Akan tetapi majunya peternakan domba membuat hutan-hutan banyak yang ditebang untuk tempat pengembalaan ternak. Kontak antar bangsa berlangsung melalui perdagangan sejak zaman kuno hingga sekarang sehingga mengakibatkan terjadinya pertukaran budaya antar bangsa. Seperti pertemuan peradaban Mesir di Afrika dengan peradaban Arabia yang dipertemukan oleh bangsa pelaut Funisia dari Sidon dan Tyrus yang sekarang di kenal dengan Lebanon. Bersamaan dengan pertemuan peradaban-peradaban itu telah mengalir bangsa-bangsa baru ke pinggiran Laut Tengah seperti bangsa Semit dari Asia, bangsa Berber dari Afrika, dan bangsa Indogermani dari Eropa. Pada bangsa-bangsa tersebut memiliki watak yang hampir sama yaitu kebebasan dalam berfikir ataupun dalam kehidupan. Peradaban Yunani dan Romawi adalah suatu produk dari keistimewaan geografis dari wilayah di sekitar Laut Tengah. Wilayah tersebut merupakan dunia tersendiri. Baik iklim maupun tetumbuhannya, berbeda dengan yang ada di daerah lain. Keadaan alam yang dimiliki oleh Yunani dan Romawi sangat membantu penduduknya untuk bisa mempertahankan kehidupannya yang tidak bisa dipenuhi di wilayahnya dan mencari ke wilayah lainnya di sekitar Laut Tengah. Oleh karena itu, Bangsa Yunani dan Romawi mampu menguasai hampir seluruh pantai yang ada di laut tengah sesuai zamannya.Orang Yunani tinggal jazirah Balkan yang paling ujung yang menjorok ke laut. Secara geografis yunani mewujudkan suatu keutuhan dengan ciri-ciri alam yang lain dibandingkan dengan daerah balkan lainnya. Daerah yunani dari utara sampai ke selatan dipenuhi dengan perbukitan batu kapur. Banyak pantai-pantai yang berkelok-kelok mengakibatkan banyaknya teluk dengan pelabuhan-pelabuahan alam yang baik untuk pelayaran dan perniagaan. Kebanyakan penduduk yunani hidup di daerah pinggiran pantai karena miskinnya daerah pedalaman yang penuh bebatuan sehingga tanaman jarang yang tumbuh. Meskipun orang yunani harus hidup dalam berbagai kesulitan alam, tetapi mereka tidak tercepit dan hidup celaka. Dengan keadaan seperti itulah penduduk Yunani bisa mengarungi lautan tengah. Dengan alam seperti itu penduduk Yunani telah menguasai wilayah yang ada di sekitar Laut Tengah dan melakukan kolonialisasi, menjual hasil tambang dan hasil lautnya dan mengimpor segala kebutuhannya seperti makanan pokok atau segala yang berhubungan dengan pertanian yang tidak bisa tumbuh di negerinya.Kawasan Romawi adalah daerah yang terletak di laut Mediterania, di bagian sebelah barat merupakan daerah pantai yang berkontur landai dengan sungai Tiber sebagai muara. Sehingga daerah ini kemudian berkembang menjadi sebuah daerah pelabuhan dan pelayaran. Bagian Timur memiliki jenis tanah pegunungan dengan kontur pantai yang curam. Sedangkan kawasan utara merupakan daerah pegunungan Alpen. Kondisi alam yang membuat kecenderungan untuk bertahan hidup lebih diutamakan., dibidang seni tidak terlalu menjadi perhatian utama masyarakat Romawi Kuno. Leluhur bangsa Romawi adalah bangsa Latinum, disamping terdapat percampuran dengan bangsa Etruskia dan bangsa Yunani. Hal ini mempengaruhi dan member sumbangan besar kepada kebudayaan Romawi. Walaupun begitu ciri khas kepribadian orang Romawi yang bersifat strategis, menonjolkan kekuatan, fungsionsl, dan realistis tidak hilang. bahkan telah membuat campuran kebudayaan serapan mereka menjadi suatu kebudayaan baru dan menjadi asal usul peradaban Eropa di masa depan.B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah makalah ini adalah sebagai berikut:1.Bagaimana Geografi Sejarah Yunani Kuno dan Romawi?2. Bagaimana Sejarah Awal Yunani Kuno dan Romawi?3.Bagaimana Kebudayaan Yunani kuno dan Romawi?4.Bagaimana perkembangan Yunani Kuno dan Romawi?

C. TujuanBerdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:1. Untuk mengetahui Geografi Sejarah Yunani Kuno dan Romawi.2. Untuk mengetahui Sejarah Awal Yunani Kuno dan Romawi.3. Untuk mengetahui Kebudayaan Yunani Kuno dan Romawi.4. Untuk mengetahui Perkembangan Yunani Kuno dan Romawi Kuno.

BAB IIPEMBAHASAN

A. Geografi Sejarah Yunani Kuno dan Romawi1. Geografi Sejarah Yunani KunoOrang Yunani tinggal jazirah Balkan yang paling ujung yang menjorok ke laut. Secara geografis yunani mewujudkan suatu keutuhan dengan ciri-ciri alam yang lain dibandingkan dengan daerah balkan lainnya. Daerah yunani dari utara sampai ke selatan dipenuhi dengan perbukitan batu kapur. Banyak pantai-pantai yang berkelok-kelok mengakibatkan banyaknya teluk dengan pelabuhan-pelabuahan alam yang baik untuk pelayaran dan perniagaan. Kebanyakan penduduk yunani hidup di daerah penggiran pantai karena miskinnya daerah pedalaman yang penuh bebatuan sehingga tanaman jarang yang tumbuh. Wilayah Yunani memiliki keadaan alam yang cukup unik, beragam dan kontras, antara daratan dengan lautan yang mengelilinginya, pegunungan yang ganas dan dingin di satu sisi dengan lembah-lembah sungai yang subur dan senantiasa disinari matahari di sisi lainnya. Kondisi alamnya dikenal tidak mempunyai kekayaan yang melimpah. Keadaan alam inilah yang kemudian diperkirakan membentuk masyarakat dengan perbedaan watak yang beragam dan kontras pula.Ada beberapa keuntungan negeri Yunani mengarah ke Mediterian, diantaranya perkembangan peradaban terlebih dahulu muncul di daerah Asia, di sana telah ada pelabuhan-pelabuhan dagang yang ramai, sehingga penduduk yunani bisa berinteraksi dengan penduduk yang ada di sekitar Mediterian. Di tambah alam geografisnya, telah memunculkan berbagai Kesatuan Politik yang disebut Polis atau Negara Kota (City State) yang wilayahnya meliputi kota itu sendiri dan daerah-daerah sekitarnya Polis yang lokasinya terpisah satu sama lainnya. Isolasi seperti itu lebih memudahkan perkembangan peradaban kota-kota yang tidak banyak terganggu oleh serbuan musuh dari luar maupu dari dalam.Sejarah Yunani banyak dipengaruhi sifat-sifat gunung yang ada di wilayah semenanjung Balkan. Yunani dibatasi oleh deretan pegunungan dari jazirah Balkan, fungsinya mengamankannya dari serbuan musuh dari luar. Puncak yang tertinggi bernama Olimpus yang oleh orang Yunani kuno dipandang sebagai tempat para dewa mereka. Gunung-gunung dan teluk-teluk di Yunani yang tak terhitung banyaknya pada waktu itu menghalangi komunikasi melalui darat. Lembah-lembah dan daratan rendah yang terpisah-pisah merupakan unit-unit geografis dan ekonomi yang bersifat alami, dan menjadi pemisah kesatuan unit politik.Struktur Geografis Yunani adalah kompleks, sangat beragam. Di wilayah yang kecil dan ditambah berpulau-pulau ini daerah satu dengan yang lain dipisahkan oleh gunung kapur, lembah curam atau selat. Keadaan geografis seperti ini berbeda dengan Mesir atau Mesopotamia yang relatif terbuka dan datar bergurun pasir yang secara militer menguntungkan untuk kontrol dari Pusat. Dengan keadaan yang terpisah-pisah itu maka setiap tempat (topos) menjadi istimewa, punya karakter, punya Genius atau Spirit, dan spirit itu dianggap menghasilkan tatanannya sendiri, yang pada gilirannya nanti dipersonifikasikan sebagai dewa-dewa yang menguasai tempat itu. Kepercayaa Yunani mengenal banyak dewa yang terhimpun menjadi sebuah keluarga, kumpulan itu disebut sebagai Pantheon ( Pan = perhimpunan, Theon = dewa). Gagasan pantheon ini sebenarnya adalah gagasan politis untuk menyatukan daerah-daerah yang amat beragam tadi menjadi sebuah kerajaan besar di bawah Alexander.Penduduk Yunani sangat giat berkerja, hal ini dipengaruhi oleh suasana alam yang indah pada musim panas yang disebabkan oleh angin yang bertiup dari negeri Rusia, sebaliknya udara pada musim panas sangat kering di negerinya. Ditambah lagi adanya tambang emas dan besi yang menawarkan cukup pekerjaan sebagai pengganti dari ketandusan tanah yang sulit untuk pertanian dan perkebunan. Selain kegiatan pertanian, masyarakat Yunani juga mengembangkan perekonomian melalui kegiatan pelayaran dan perdagangan karena letaknya yang strategis di perairan Laut Tengah. Ketandusan tanah yang dimiliki bangsa Yunani telah mengilhami mereka untuk berlayar dan kolonis di berbagai dunia kuno di Laut Tengah. Dengan demikian, penduduk yunani banyak memperoleh pengetahuan dari daerah-daerah yang ia kunjungi disekitar Mediterian, sehingga dapat dikatakan alamnya telah memberi rangsangan untuk menjadikan mereka menjadi ahli-ahli pikir yang paling subur di dunia Barat Kuno. Keadaan alam memiliki andil yang tidak kecil dalam pembentukan peradaban Yunani. Keadaan geografis ini juga mempermudah adanya desentralisasi politik. Gunung-gunung dan teluk-teluk di Yunani yang tak terhitung banyaknya menghalangi komunikasi melalui darat. Lembah-lembah dan dataran-dataran rendah yang terpisah-pisah merupakan unit-unit geografis dan ekonomi yang bersifat alami.Meskipun orang yunani harus hidup dalam berbagai kesulitan alam, tetapi mereka tidak tercepit dan hidup celaka. Dengan keadaan seperti itulah penduduk Yunani bisa mengarungi lautan tengah. Dengan alam seperti itu penduduk Yunani telah menguasai wilayah yang ada di sekitar Laut Tengah dan melakukan kolonialisasi, menjual hasil tambang dan hasil lautnya dan mengimpor segala kebutuhannya seperti makanan pokok atau segala yang berhubungan dengan pertanian yang tidak bisa tumbuh di negerinya.Tanah Yunani yang bergunung-gunung pada umumnya kurang subur. Di lereng pegunungan masyarakat dapat menanam gandum serta anggur. Untuk mencari daerah yang subur maka para petani (disebut Colonus) meninggalkan negerinya dan mendirikan daerah koloni di sekitar Yunani. Daerah koloni Yunani antara lain terdapat di Italia Selatan, Mesir, Palestina dan Asia Kecil (Turki sekarang). Dari kegiatan tersebut muncullah istilah kolonialisme. Antara kaum kolonis de