makalah oke

Author: elka06

Post on 11-Jul-2015

202 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MAKALAH

WORKSTATION

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Aspek Hukum yang dibina oleh Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M. Pd.

Oleh: 1. Gres Dyah Kusuma N. 2. Dian Fitri Perwitasari 3. Dila Umnia Soraya (110551539266) (110551539271) (110551539272)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEJURUAN Oktober 2011

2

BABI PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kehidupan berkomputer kita saat ini tentunya sudah jauh berbeda dibandingkan dengan 7 hingga 10 tahun yang lalu di mana populasi kepemilikan komputer masih belum setinggi ini. Bila kita lihat saat ini, hampir semua aspek pekerjaan baik di sektor bisnis & perkantoran maupun industri dan manufaktur telah memanfaatkan dukungan teknologi dan perangkat komputer dengan karakteristiknya masing-masing. Nilai tambah berupa efisiensi, kemudahan, kecepatan, ketersediaan dan validitas yang mendorong kita untuk seakan semakin berlomba memanfaatkan teknologi komputer dalam berbadai aspek kehidupan termasuk juga entertainment atau hiburan dan edukasi. Di sisi industri komputer atau IT sendiri, pengkajian dan pengembangan teknologi terus dilakukan untuk menghasilkan teknologi yang semakin powerfull, mudah digunakan, kaya fitur, dan ekonomis. Dengan kecepatan perubahan teknologi, menjadikan kita seolah-olah tidak akan pernah mendapatkan perangkat yang bisa disebut teknologi terbaru, karena ketika kita beli ketika itu pula telah muncul teknologi yang lebih baru lagi. Untuk waktu-waktu mendatang, keakraban kita dengan perangkat komputer dipastikan semakin meningkat dan akan menjadi rekan kerja yang tak terpisahkan. Frekuensi dan durasi/ waktu interaksi kita dengan komputer-pun akan semakin bertambah. Frekuensi dan durasi interaksi tentunya ditentukan juga dengan jenis pemakaiannya, pekerjaan atau profesi dari pemakai komputer tersebut. Seorang yang bekerja sebagai typist atau sekretaris misalnya, akan memiliki frekuensi dan durasi pemakaian komputer lebih lama daripada seorang staf penjualan yang hanya memanfaatkan komputer berkala untuk membuat laporan saja. Lebih ekstrim seorang yang memang dalam bekerjanya harus menggunakan komputer seperti para programmer/software developer, animator, graphics designer, tentunya frekuensi dan intensitas mereka di depan komputer jauh lebih tinggi. Berdasarkan suatu survei di Amerika baru-baru ini mendapatkan fakta bahwa rata-rata waktu kerja yang digunakan untuk bekerja dengan komputer adalah 5,8 jam per hari atau 69% dari total jam kerja mereka.

3

Semakin meningkatnya interaksi kita dengan perangkat komputer di satu sisi menggembirakan karena tentunya ada nilai-nilai efisiensi dan efektivitas yang akan kita peroleh, tetapi di sisi lain ada aspek yang membahayakan yang juga akan meningkat dan perlu segera kita antisipasi yaitu kesehatan kerja. Walaupun kesehatan kerja dipengaruhi oleh banyak faktor, tetapi bagi orang yang memiliki intensitas pemakaian komputer tinggi, komputer menjadi faktor penyebab gangguan kesehatan yang paling tinggi. Individu yang menggunakan komputer untuk waktu yang lama mungkin mengalami kelelahan mata dan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada tangan, pergelangan tangan, lengan, bahu, dan punggung. Hal ini biasanya disebabkan oleh kebiasaan kerja yang buruk, desain workstation, atau penggunaan komponen workstation yang buruk. Merujuk dari latar belakang tersebut, makalah ini membahas tentang bagaimana mengidentifikasi dan memecahkan masalah mengenai computer workstation yang bermanfaat bagi pekerja di perusahaan, industri, maupun tempat kerja lain yang membutuhkan komputer.

B. Rumusan Masalah 1. Apakah pengertian workstation? 2. Bagaimana aspek ergonomis dalam perancangan workstation? 3. Bagaimana perencanaan workstation secara ergonomis? 4. Bagaimana cara berkomputer secara ergonomis? 5. Apakah gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari kesalahan penggunaan komputer dan bagaimana mengatasinya?

C. Tujuan 1. Menjelaskan pengertian workstation. 2. Menjelaskan aspek ergonomis dalam perancangan workstation. 3. Menjelaskan perencanaan workstation secara ergonomis. 4. Menjelaskan cara berkomputer secara ergonomis. 5. Menjelaskan gangguan kesehatan akibat kesalahan penggunaan komputer dan cara mengatasinya.

4

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Workstation Definisi tempat kerja (workstation) adalah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja. Tempat kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber-sumber bahaya. Termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau berhubung dengan tempat kerja tersebut. Workstation adalah lingkungan disekitar kita bekerja yang meliputi furniture, peralatan komputer, asesoris, dan ambient factor. Furniture meliputi kursi, meja, dan permukaan pekerjaan lain. Peralatan komputer meliputi komputer, monitor, atau panel layar datar, keyboard, dan mouse. Asesoris meliputi pemegang dokumen, sandaran kaki, telepon, dan sebagainya. Sedangkan ambient factor meliput kebisingan, pencahayaan, silau, suhu, kelembaban, dan listrik statis. Kebanyakan kegiatan di tempat kerja yang dilakukan dengan menggunakan komputer disebut stasiun kerja (workstation). Workstation di sini diartikan sebagai tempat di mana biasanya terdapat sebuah microcomputer dengan aplikasi perangkat lunak atau dalam satu sistem terminal yang berhubungan dengan minicomputer dan mainframe. Tugasnya adalah membantu mengerjakan kegiatan-kegiatan kantor, perusahaan, atau industri. Selain itu, ada juga yang disebut unit pengolahan (departemental computing), yaitu kumpulan workstation yang bekerja sama dalam suatu jaringan atau yang berhubungan dengan minicomputer yang lebih besar. Workstation tersebut biasanya mendukung keperluan pengolahan informasi suatu kelompok unit kerja dalam bagian tertentu. Dasar hukum yang berkaitan dengan stasiun atau tempat kerja (workstation) diatur dalam Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Undang-undang ini mengatur keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. Peraturan perundangan dapat memberikan ancaman pidana atas pelanggaran peraturannya dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah).

5

B. Aspek Ergonomis dalam Perancangan Workstation Problematika utama dalam workstation adalah pengaturan komponen-komponen yang terlibat dalam kegiatan produksi yaitu menyangkut material, mesin atau peralatan kerja, peralatan pembantu, fasilitas penunjang, lingkungan fisik kerja, dan manusia pelaksana kerja (operator). Perancangan workstation dalam industri haruslah mempertimbangkan banyak aspek yang berasal dari berbagai disiplin atau spesialisasi keahlian yang ada. Hal ini secara skematis ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1 Keahlian dan Disiplin yang berkaitan dengan Perencanaan Workstation

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam perancangan stasiun kerja, yaitu: 1) Aspek awal yang harus diperhatikan adalah yang menyangkut perbaikan-perbaikan metode atau cara kerja dengan menekankan pada prinsip-prinsip ekonomi dengan tujuan pokoknya adalah meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. 2) Aspek kedua yang menjadi pertimbangan adalah kebutuhan akan data yang menyangkut dimensi tubuh manusia (anthropometric data). Data antropometri ini terutama sekali akan menunjang didalam proses perancangan produk dengan tujuan untuk mencari keserasian hubungan antara produk dan manusia yang memakainya. 3) Aspek ketiga yang perlu dipertimbangkan berikutnya adalah berkaitan dengan pengaturan tata letak fasilitas kerja yang diperlukan dalam suatu kegiatan. Pengaturan fasilitas kerja pada prinsipnya bertujuan untuk mencari gerakan-gerakan kerja yang efisien seperti halnya dengan pengaturan gerakan material handling. 4) Aspek keempat selanjutnya adalah menyangkut pengukuran energi (energy cost) yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan aktivitas tertentu. Beban kerja baik beban statis maupun dinamis akan diukur berdasarkan parameter-parameter fisiologis

6

seperti volume oksigen yang dikonsumsikan, detak jantung, dan lain-lain. Data fisiologis ini akan memiliki implikasi didalam perancangan stasiun kerja disamping juga bermanfaat dalam hal penjadwalan kerja (penyusunan waktu istirahat), mengurangi stress akibat beban kerja yang terlalu berlebihan, dan lain-lain. Aktifitas pengukuran enersi berkaitan erat dengan disiplin physiology atau biomechanic. 5) Aspek kelima dalam perancangan stasiun kerja akan berhubungan dengan masalah keselamatan dan kesehatan kerja. Persyaratan UU keselamatan dan kesehatan kerja mengharuskan area kerja bebas dari kondisi-kondisi yang memiliki potensi bahaya. Perancangan lingkungan fisik kerja seperti pengaturan temperatur, pencahayaan, kebisingan, getaran, dan lain-lain merupakan titik sentral perhatian dari aspek kelima ini. Selanjutnya ketiga aspek yang terakhir yaitu hubungan dan perilaku manusia, pengukuran waktu kerja dan maintanability akan berkepentingan dengan memperbaiki motivasi dan performa kerja.

C. Perencanaan Workstation secara Ergonomis Secara ideal perancangan stasiun kerja haruslah disesuaikan peranan dan fungsi pokok dari komponen-komponen sistem kerja yang terlibat yaitu manusia, mesin/peralatan, dan lingkungan fisik kerja. Peranan manusia dalam hal ini akan didasarkan pada kemampuan dan keterbatasannya terutama yang berkaitan dengan aspek pengamatan, kognitif, fisik ataupun psikologisnya. Demikian juga peranan atau fungsi mesin/peralatan seharusnya ikut menunjang manusia (operator) dalam melaksanakan tugas yang ditentukan. Mesin/peralatan kerja juga berfungsi menambah kemampuan manusia, tidak menimbulkan stress tambahan akibat beban kerja dan membantu melaksanakan kerja-kerja tertentu yang dibutuhkan tetapi berada diatas kapasitas atau kemampuan yang dimiliki manusia. Selanjutnya mengenai peranan dan fungsi dari lingkungan fisik kerja akan berkaitan dengan usaha untuk menciptakan kondisi-kondisi kerja yang akan menjamin manusia dan mesin agar dapat berfungsi pada kapasitas maksimalnya. Dalam kaitannya dengan lingkungan fisik kerja seringkali dijumpai bahwa perencana sistem kerja justru lebih memperhatikan mesin/peralatan yang harus lebih dilindungi dari pada melihat kepentingan manusia pekerjanya. Berkaitan dengan perancangan areal/stasiun kerja dalam industri, maka ada beberapa aspek ergonomis yang harus dipertimbangkan sebagai berikut:

7

1) Sikap dan posisi kerja Tidak peduli apakah pekerja harus berdiri, duduk atau dalam sikap/posisi kerja yang lain, pertimbanganpertimbangan ergonomis yang berkaitan dengan sikap/posisi kerja akan sangat penting. Beberapa jenis pekerjaan akan memerlukan sikap dan posisi tertentu yang kadang-kadang cendrung untuk tidak mengenakkan. Kondisi kerja seperti ini memaksa pekerja selalu berada pada sikap dan posisi kerja yang "aneh" dan kadangkadang juga harus berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan pekerja cepat lelah, membuat banyak kesalahan atau menderita cacat tubuh. 2) Antropometri dan dimensi ruang kerja Antropometri pada dasarnya akan menyangkut ukuran fisik atau fungsi dari tubuh manusia termasuk disini ukuran linier, berat volume, ruang gerak, dan lain-lain. Data antropometri ini akan sangat bermanfaat didalam perencanaan peralatan kerja atau fasilitas-fasilitas kerja (termasuk disini perencanaan ruang kerja). Persyaratan ergonomis mensyaratkan agar supaya peralatan dan fasilitas kerja sesuai dengan orang yang menggunakannya khususnya yang menyangkut dimensi ukuran tubuh. Dalam menentukan ukuran maksimum atau minimum biasanya digunakan data antropometri antara 5-th dan 95-th percentile. Untuk perencanaan stasiun kerja data antropometri akan bermanfaat baik didalam memilih fasilitas-fasilitas kerja yang sesuai dimensinya dengan ukuran tubuh operator, maupun didalam merencanakan dimensi ruang kerja itu sendiri. Dimensi ruang kerja akan dipengaruhi oleh hal pokok yaitu situasi fisik dan situasi kerja yang ada. Didalam menentukan dimensi ruang kerja perlu diperhatikan antara lain jarak jangkauan yang bisa dilakukan oleh operator, batasan-batasan ruang yang enak dan cukup memberikan keleluasaan gerak operator dan kebutuhan area minimum yang harus dipenuhi untuk kegiatan-kegiatan tertentu. 3) Efisiensi ekonomi gerakan dan pengaturan fasilitas kerja Perancangan sistem kerja haruslah memperhatikan prosedur-prosedur untuk mengekonomisasikan gerakan-gerakan kerja sehingga dapat memperbaiki efisiensi dan mengurangi kelelahan kerja. Kondisi yang tetap tak berubah untuk periode yang lama, demikian dirasakan kondisi itu tidak efisien ataupun tidak ergonomis; modifikasi akan terasa sulit dan tidak bisa dilaksanakan setiap saat.

8

Selain penjelasan di atas, ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan dalam rangka menciptakan ruang kerja yang nyaman bagi pekerja, diantaranya yaitu: 1) Layout Ruang Kerja Tata letak peralatan yang ada pada ruang kerja seperti, komputer, telepon, referensi buku, pena, dokumen, dan peralatan lainnya dapat mempengaruhi kenyamanan bekerja. Jika peralatan diletakkan terlalu jauh dan penggunaannya berulang, maka dapat meningkatkan kelelahan pada bahu dan leher. Untuk mengatasi gangguan kesehatan yang ditimbulkan nantinya, sehingga perlu adanya pembagian ruang kerja menjadi 2 zona, yaitu zona primer dan sekunder. Zona primer adalah area kerja yang sering digunakan oleh pekerja dimana zona ini harus mudah dijangkau oleh pekerja. Jaraknya kurang lebih 30 cm dari kursi pekerja. Pada zona ini, letakkan peralatan kerja yang sering digunakan oleh pekerja dalam waktu lama dengan posisi setengah lingkaran.

Gambar 2 Zona Primer dan Sekunder

Sedangkan zona sekunder adalah area yang jarang digunakan dan terletak agak jauh dari tempat duduk pekerja. Jaraknya yaitu sekitar 30-50 cm dari kursi pekerja dan meletakkan peralatan yang sesekali digunakan dalam waktu singkat merupakan pilihan tepat dalam zona ini. Pengorganisasian letak bahan dan peralatan kerja pada zona primer dan sekunder dapat meningkatkan efisiensi kerja, memberi ruang kerja yang lebih, serta mengurangi jarak dan frekuensi pencapaian bahan bagi pekerja. Dan untuk menambah kenyamanan bekerja pada ruang kerja, letakkan bahan atau peralatan yang sangat jarang digunakan di luar zona primer dan sekunder. Jika ada pekerja yang bekerja pada perusahaan atau industri yang sering menggunakan telepon, maka sebaiknya telepon diletakkan dekat dengan tempat duduk

9

pekerja untuk mengurangi penjangkauan telepon yang berulang. Kemudian jika pekerja sering menggunakan ponsel dan meletakkannya antara telinga dan bahu, maka sebaiknya menggunakan speaker atau headset untuk menghindari ketegangan otot leher dan bahu. Penggunaan ponsel dengan hedset atau speaker juga dapat memudahkan pekerja ketika mereka bekerja sambil telepon.

Gambar 3 Cara menggunakan telepon

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal tata letak ruangan, yaitu: Meja a. Cukup tempat di meja anda untuk menata posisi yang paling nyaman untuk cpu, monitor, keyboard, mouse, printer, penyangga buku, dan piranti lainnya. b. Atur meja anda dengan mempertimbangkan bagaimana perangkat itu akan digunakan. Perangkat yang paling sering digunakan seperti mouse dan telepon, tempatkan di posisi yang paling mudah dijangkau. c. Atur pencahayaan ruang kerja anda secara optimal, cahaya yang terlalu kuat mengakibatkan tampilan monitor tidak tajam, cahaya rendah potensi

menyebabkan gangguan pada mata anda. Hindari lampu yang menyorot langsung ke monitor karena akan memunculkan pantulan di layar. Usahakan posisi sejajar terhadap jendela, jangan berhadapan atau membelakangi. d. Buku, laporan, atau bahan cetakan lain yang dibutuhkan dalam bekerja dengan komputer sebaiknya diletakkan di dekat monitor. Bisa di bawah atau disampingnya. e. Harus menyediakan ruang kaki yang cukup. f. Harus memungkinkan untuk penyesuaian tinggi. g. Harus memiliki luas permukaan yang cukup (sekitar 8 meter persegi) untuk mendukung peralatan komputer dan ruang untuk dokumen.

10

h. Harus menyediakan minimal 30 inci di kedalaman. i. Harus memiliki sudut tepi bulat. Kursi Kursi salah satu komponen penting di tempat kerja anda. Kursi yang baik akan mampu memberikan postur dan sirkulasi yang baik dan akan membantu menghindari ketidaknyamanan. Pilih kursi yang nyaman, dapat diatur, dan memiliki penyangga punggung. Desain kursi yang bagus adalah sebagai berikut: a) Bahan kursi harus terbuat dari bahan yang kain yang kasar karena bahan licin akan membuat pekerja kurang nyaman. b) Memiliki tepi depan berbentuk bulat. a) Desain sandaran kursi dapat digeser ke depan dan belakang agar dapat diatur sesuai kenyamanan pekerja, sehingga bisa tetap menopang punggung. Keyboard Sebagai perangkat input, perangkat ini mutlak diperlukan dan selalu digunakan ketika bekerja dengan komputer. Untuk pemakaian yang nyaman usahakan keyboard dalam posisi sebagai berikut: a) Harus dilepas dan disesuaikan dengan kaki untuk menyesuaikan sudut. b) Harus ditempatkan untuk memungkinkan lengan bawah sejajar dengan lantai tanpa menaikkan siku. c) Harus memungkinkan pergelangan tangan sesuai dengan lengan sehingga pergelangan tangan tidak tertekuk ke atas atau bawah. d) Harus mencakup 2 inci dari ruang untuk istirahat pergelangan tangan atau harus disediakan tempat istirahat pergelangan tangan yang empuk dang dapat dilepas. e) Harus ditempatkan langsung di depan monitor dan pada tempat yang sama seperti mouse, track ball, atau touch pad. f) Jika keyboard berada pada ketinggian yang tepat, pengguna akan mampu menjaga pergelangan tangan tetap lurus sambil mengetik. Tempat Keyboard a) Harus memiliki pilihan ketinggian yang dapat disesuaikan. b) Harus memiliki fitur kemiringan ke depan dan belakang. c) Harus cukup besar untuk keyboard dan mouse. d) Harus dapat ditarik untuk penyimpanan. e) Harus mampu berputar 360 derajat.

11

Mouse a) Tempatkan mouse dekat dan di permukaan yang sama dengan keyboard sehingga anda dapat meraih dan menggunakannya tanpa harus meregangkan tangan ke posisi yang berbeda b) Pegang mouse secara ringan dan klik dengan tegas. Gerakkan mouse dengan lengan, jangan hanya dengan pergelangan anda. Jangan tumpukan pergelangan atau lengan bagian depan di meja ketika anda menggerakkan mouse c) Untuk jenis rolling-ball mouse ,bersihkan mouse secara periodik karena mouse yang kotor akan mengganggu pergerakan kursor dan menyebabkan pergelangan menjadi tegang. d) Pertimbangkan untuk menggunakan scroll point mouse, sehingga gerakan scrolling di layar dapat lebih mudah dilakukan. e) Gunakan optical mouse untuk memperoleh gerakan kursor yang lebih presisi. Pekerjaan di bidang Cad/grafis sebaiknya menggunakan mouse jenis ini. Usaha untuk mengarahkan kursor secara presisi akan cenderung meningkatkan ketegangan di otot lengan dan bahu.

Gambar 4 Posisi Mouse

Monitor a) Posisi layar monitor sedemikian rupa sehingga dapat meminimalisir pantulan cahaya dari lampu, jendela atau sumber cahaya lainnya. Apabila tidak memungkinkan untuk mengatur posisi layar monitor, pertimbangkan untuk memasang filter di depan layar monitor b) Monitor harus dapat diatur tinggi rendahnya oleh pengguna.

12

c) Letak monitor tidak lebih rendah atau lebih tinggi dari pengguna. d) Harus sejajar dan terletak pada tempat yang sama dengan tempat dokumen. e) Harus antara 50-60 cm dari wajah pengguna. f) Kacamata atau lensa kontak yang ditujukan untuk penggunaan umum tidak memadai untuk bekerja komputer.

Gambar 5 Jarak Monitor dari Wajah

g) Atur level brightness dan contrast monitor senyaman mungkin. Jangan terlalu redup jangan terlalu terang. Ketika kondisi cahaya di ruangan berubah, sesuaikan lagi brightness dan contrast monitor h) Bersihkan layar monitor secara periodik. Layar yang kotor akan menimbulkan efek pantulan dan tampilan buram. i) Apabila mengalami kesulitan untuk melihat tampilan layar dengan jarak 50-60 cm, coba besarkan tampilan atau resolusi layar. Apabila resolusi 1024x768 terlalu kecil, ubah ke 800x600. Juga atur warna dan ukuran font apabila perlu Pemegang Dokumen a) Harus disesuaikan lebarnya agar sesuai dengan monitor 8,5-17 inci. b) Harus dapat disesuaikan kiri atau kanan, atas atau bawah, depan atau ke belakang, dan gerakan miring. c) Harus cukup kokoh untuk mendukung tumpukan kertas dan dokumen yang berat. d) Harus memiliki bibir yang lebar untuk menampung buku dan manual terbuka.

13

e) Harus memiliki panduan garis disesuaikan untuk entri data. f) Harus memiliki bahan non-reflektif untuk meminimalkan silau.

g) Harus stabil dan dapat melekat pada kedua sisi monitor.

Gambar 6 Letak Dokumen

Sandaran Punggung a) Bagian bawah dari sandaran harus mendukung punggung bawah. b) Sandaran disesuaikan, dan dapat diatur tinggi rendahnya cocok pada punggung bawah. c) Menambahkan handuk atau busa kecil bantal di punggung juga membantu. d) Menyesuaikan sandaran maju dan mundur sehingga dapat mencapai sudut 931130.

Gambar 7 Bantalan Punggung

Sandaran pergelangan tangan a) Harus kedalaman minimal dua inci. b) Harus sama panjangnya dengan keyboard.

14

c) Harus sama tingginya dengan tepi depan keyboard. d) Harus terbuat dari busa perusahaan mendukung atau bahan gel. e) Harus memiliki rata atas dengan ujung bulat. f) Harus attachable ke permukaan kerja. Pijakan kaki a) Harus miring 10 sampai 20 derajat dari depan ke belakang. b) Harus cukup tinggi untuk mengakomodasi orang yang yang kaki tidak menyentuh lantai. c) Lebarnya harus setidaknya 12 inci dan 20 inci. d) Harus bergerak, tetapi cukup berat untuk tinggal di tempat. e) Harus memiliki permukaan non-slip.

Gambar 8 Sandaran kaki

2) Tempat Penyimpanan Penyimpanan pada ruang kerja meliputi almari, rak buku, dan laci meja. Penggunaan tempat penyimpanan hanya untuk bahan atau peralatan yang sangat jarang digunakan, bukan untuk bahan yang sering digunakan pekerja. Tata letak tempat penyimpanan juga dapat mempengaruhi kenyamanan bekerja, sehingga letakkan tempat penyimpanan dekat dengan pekerja agar tidak terlalu banyak pergerakan ketika mengambil barang. Jika barang penyimpanan diletakkan di bawah meja, usahakan tidak mengganggu posisi kaki pekerja dan sebisa mungkin hindari meletakkan barang-narang di bawah meja. 3) Pencahayaan Pencahayaan juga dapat mempengaruhi kenyamanan bekerja karena cahaya yang terlalu banyak ataupun yang terlalu sedikit dapat menyebabkan nyeri otot dan kelelahan mata. Cahaya yang redup dapat mengganggu penglihatan mata pekrja pada dokumen atau komputer, sehingga pekerja akan mencondongkan badannya lebih ke

15

depan agar dapat membaca dokumen. Begitu juga sebaliknya, cahaya yang terlalu silau akan membuat pekerja mencondongkan atau menyandarkan badan ke samping untuk menghindari pantulan silau cahaya. Silau cahaya tidak hanya dihasilkan oleh cahaya itu sendiri tapi bisa juga dihasilkan oleh pantulan dari barang-barang disekitar meja kerja, sehingga sangat penting untuk mengatur pencahayaan dan tata letak barang di dalam ruang kerja.

Gambar 9 Pencahayaan

Cahaya langsung matahari juga dapat mengganggu pekerjaan, karena cahaya matahari yang terlalu silau dapat menghalangi tampilan monitor komputer ke mata pekerja. Jika terdapat jendela pada ruang kerja, maka seharusnya pekerja duduk di samping atau sejajar dengan jendela agar tidak terlalu silau. Hindari duduk berhadapan maupun membelakangi jendela karena jika duduk berhadapan dengan jendela, maka silau cahaya matahari akan langsung diterima oleh mata sebaliknya jika duduk membelakangi jendela, maka pantulan cahaya matahari akan langsung kepada layar monitor, sehingga pekerja akan terganggu dalam penglihatan. Jika terlalu silau, maka pasang gorden pada ruang kerja, dengan ini pencahayaan akan lebih mudah diatur sesuai dengan kenyamanan pekerja.

16

Gambar 10 Sumber Silau

Pada ruang kerja yang sedikit jendela atau sedikit mendapat cahaya, dapat mengaplikasikan cermin pada ruang kerja. Fungsi cermin adalah untuk menangkap cahaya masuk meski sedikit, sehingga ruangan yang redup akan terlihat lebih terang dan luas. Jika dengan cara tersebut pekerja masih mengalami kesulitan dalam membaca dokumen, maka dapat menggunakan lampu meja untuk memberi tambahan cahaya. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan meletakkan lampu tepat di atas kepala pekerja, karena justru akan menambah tingkat kesilauan. Jika pekerja masih mengalami masalah pencahayaan, maka aplikasikan dimmer switch atau diffusers pada ruang kerja. Cara yang sangat mudah untuk mengontrol pencahayaan ruangan adalah dengan menginstal dimmer switch. Dimmer switch adalah sejenis alat yang dipasang di ruangan untuk mengatur tingkat pencahayaan, sedangkan diffusers adalah kotak-kotak tempat memasang lampu neon pada langit-langit agar cahaya dapat dipantulkan secara vertical. Kenyamanan ruang kerja menjadi tanggung jawab pemimpin tempat kerja.

Gambar 11 Dimmer Switch dan Diffusers

17

4) Kontrol Monitor Ukuran monitor yang terlalu besar juga dapat menghasilkan cahaya yang lebih banyak, sehingga sebisa mungkin tidak menggunakan monitor yang terlalu besar. Pengaturan brightness dan kontras monitor juga harus diperhatikan. Selain itu, penggunaan warna dokumen pada komputer juga mempengaruhi kenyamanan melihat. Beberapa penggunaan warna yang harus dihindari, diantaranya yaitu: Penggunaan warna yang bermacam-macam pada satu waktu, karena dapat membingunkan penglihatan. Penggunaan warna yang terlalu kontras, seperti merah dengan biru dapat menyebabkan mata cepat lelah. Penggunaan warna biru pada huruf kecil atau angka dapat mengurangi fokus mata. Penggunaan warna putih pada dasar kuning dapat menambah kesulitan membaca karena terlalu kontras. Penggunaan warna kuning pada dasar hijau juga dapat memberi efek baur atau kurang jelas. Kombinasi warna yang baik untuk digunakan adalah warna merah dan hijau, serta kuning dan biru. Selain penggunaan warna, untuk mengurangi silau dapat menggunakan layar anti silai pada monitor komputer, hal ini juga dapat mencegah debu langsung menempel pada layar komputer yang membuat membaca menjadi lebih sulit. 5) Warna Dinding dan Lantai Penggunaan warna dinding dan lantai yang kusam juga dapat memberi kenyamanan pada ruang kerja. Usahakan untuk tidak meletakkan dokumen-dokumen atau kertas berserakan di atas meja, karena dapat menyebabkan silau pada mata pekerja yang nantinya mengganggu kegiatan bekerja. Organisasi pekerjaan juga diperlukan untuk mengatur waktu istirahat kerja bagi para pekerja yang lama berada di depan komputer. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan adalah dengan sesekali mengambil istirahat dari komputer. Istirahat semacam ini memungkinkan pekerja dalam memvariasikan postur tubuh dan melemaskan otot yang lelah. Mengambil istirahat dari komputer tidak harus dilakukan dengan coffe break, istirahat dapat dilakukan dengan melakukan sesuatu selama beberapa menit untuk meregangkan otot dan memperbaiki postur tubuh. Misalnya dengan melakukan panggilan telepon, mengambil surat, atau ke toilet agar tangan

18

berhenti mengetik sebentar. Jika pekerja membutuhkan waktu yang sangat lama di depan koputer, maka sebaiknya mereka mengatur jeda dari komputer, misalnya setiap 20 detik yang dikombinasikan dengan latihan rutin, maka hal ini dapat mencegah cedera dan kelelahan otot. Intensitas pengambilan jeda dapat disesuaikan dengan intensitas dan jenis pekerjaan yang dilakukan.

D. Cara Menggunakan Komputer secara Ergonomis Berkomputer dengan menerapkan prinsip-prinsip ergonomis merupakan cara jitu dalam menghindari ketidaknyamanan yang pada akhirnya akan menimbulkan gangguan kesehatan.

Gambar 12 Computer Workstation

Gambar 8 menunjukkan contoh standar computer workstation, selanjutnya akan bervariasi sesuai dengan jenis meja kerjanya. Berikut keterangan dari Gambar 8: 1. Monitor komputer harus disesuaikan tingginya dengan leher, sehingga posisi leher tetap lurus. 2. Siku berada 90 derajat dengan lengan menggantung secara rileks di sisi. 3. Tangan harus sejajar dengan lengan agar pergelangan tangan tidak condong ke atas, bawah, maupun miring. 4. Lutut harus sejajar dengan lantai dengan kaki berpijak pada lantai atau ganjalan kaki.

19

5. Jika perlu, gunakan sandaran kaki untuk mendukung posisi kaki. 6. Kursi harus sepenuhnya disesuaikan. 7. Memberi cukup ruang untuk menggunakan mouse dan beri sandaran untuk pergelangan tangan agar tidak lelah. 8. Gunakan penyangga dokumen dengan ketinggian, sudut, dan jarak yang sama dengan monitor. Berikut beberapa panduan cara kerja yang akan mampu menghindarkan diri dari ketidaknyamanan berkomputer. Beberapa cara menggunakan komputer secara ergonomis, diantaranya yaitu: Variasilah dalam bekerja dan istirahat secara berkala. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan kelelahan dan ketidaknyamanan. Ikuti aturan 20/20/20, yaitu setiap 20 menit bekerja, break selama 20 detik, dengan alihkan pandangan ke jarak 6m. Mengambil nafas merupakan fungsi yang otomatis, tetapi kenyataannya ketika pekerja berkonsentrasi di depan layar monitor, mereka cenderung sering menahan nafas, terlebih apabila pekerjaanna diburu waktu. Ambil beberapa detik untuk menarik nafas panjang. Jangan lupa kedipkan mata saat memandang layar komputer. Ketika memandang layar monitor, cenderung akan lebih jarang berkedip daripada ketika bekerja dalam jarak dekat lainnya, misalnya dengan menulis surat di kertas, dan sebagainya. Berkediplah dengan dengan penuh dan sering. Bisa dipertimbangkan juga untuk memasang reminder atau pengingat di layar. Jangan lupa untuk memeriksakan mata secara rutin, ukurlah jarak pandang dan lakukan konsultasi ke dokter mata. Penjelasan secara rinci mengenai posisi berkkomputer yang tepat, sebagai berikut: a) Posisi duduk Posisi lengan harus horisontal dengan sudut 90 derajat dengan bahu dan lengan atas rileks. Kepala tegak dan dalam posisi santai, dengan mata sedikit ke bawah, sandaran harus dapat menopang punggung, bahu, dan tulang belakang. Posisi paha horizontal dengan sudut 90 110 derajat dari pinggul dan punggung bagian bawah atau pinggang harus menopang seluruhnya pada sandaran. Tanpa ini, punggung dan pinggang dapat berpotensi terkena gangguan..

20

Bila kursi kurang dapat diatur, bagian bawah punggung dapat dibantu dengan diberi bantal. Telapak kaki anda harus dapat menumpu secara rata di lantai ketika duduk dan ketika menggunakan keyboard. Jika tidak memungkinkan, maka dapat memanfaatkan penyangga kaki jika posisi kaki kurang dari 900. Ubahlah posisi duduk secara berkala selama bekerja karena duduk dalam posisi tetap dalam jangka lama akan mempercepat ketidaknyamanan. Pergelangan tangan harus lurus ketika menempatkan tangan pada keyboard atau mouse. Menyesuaikan kursi dengan cara meninggikan posisi 8 - 15 cm dapat memberi ruang antara bagian atas paha dan bagian bawah meja atau permukaan kerja.

Gambar 13 Posisi Duduk

Adapun standar untuk sandaran kaki, yaitu memiliki permukaan yang cukup besar untuk tempat tumpuan kedua kaki agar dapat beristirahat dengan nyaman yaitu sekitar 30 cm. b) Posisi lengan Lengan bawah harus bersandar nyaman di lengan kursi, dengan bahu rileks. hilangkan sandaran lengan jika mengganggu dan mempengaruhi kenyamanan pekerja dalam mengetik, melihat layar, dan menggunakan mouse. c) Posisi menggunakan Keyboard Menyesuaikan permukaan keyboard ke atas atau bawah sehingga pergelangan tangan tetap lurus ketika jari-jari berada di tengah deretan tombol. Posisikan keyboard sehingga lengan anda dalam posisi relaks dan nyaman, dan lengan bagian depan dalam posisi horizontal.

21

Pundak anda dalam posisi relaks tidak tegang dan terangkat ke atas. Pergelangan tangan harus lurus, tidak menekuk ke atas atau kebawah. Ketika mengetik tangan harus ikut bergeser kekiri kanan sehingga jari tidak dipaksa meraih tombol-tombol yang dimaksud. Jangan memukul tombol, tekan tombol secara halus sehingga tangan dan jari anda tetap relaks. Perimbangkan untuk memanfaatkan keyboard ergonomik yang dirancang untuk dapat diatur sesuai ukuran jari dan posisi lengan. Manfaatkan fitur shortcut dan macro untuk melakukan suatu aktivitas di komputer.

Gambar 14 Posisi Keyboard

d) Posisi Kepala Harus memiliki sandaran vertikal yang disesuaikan dengan kemiringan untuk mendukung punggung bawah. Harus memiliki penyesuaian ketinggian pneumatik, sehingga ketinggian kursi dapat disesuaikan ketika pengguna berada dalam posisi duduk. Harus disesuaikan sehingga lipatan belakang lutut sedikit lebih tinggi dari dudukan kursi. Harus memiliki sandaran lengan yang dapat dilepas yang disesuaikan dalam tiga dimensi. Harus memiliki kursi berkontur dengan kain bernapas dan tepi bulat untuk mendistribusikan berat untuk memungkinkan tempat duduk dapat miring ke depan atau belakang.

22

E. Gangguan Kesehatan Akibat Kesalahan Menggunakan Komputer Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh intensitas pemakaian komputer cenderung pada gangguan atau cidera tingkat rendah. Cidera ini muncul dalam jangka waktu yang lama akibat proses yang salah dan berulang dalam waktu lama ketika menggunakan komputer. Gangguan kesehatan yang umum terjadi meliputi gangguan saraf, gangguan penglihatan, cidera otot dan pergelangan, dan lain-lain. Gangguan tersebut rata-rata diakibatkan kurangnya aliran darah serta ketegangan di bagian tubuh tertentu secara terus menerus dan berulang. Secara garis besar gangguan kesehatan akibat pemakaian komputer yang salah dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu: 1) Gangguan pada bagian mata dan kepala. 2) Gangguan pada lengan dan tangan. 3) Gangguan pada leher, pundak, dan punggung. Gangguan pada bagian mata dan kepala kita sering disebut dengan computer vision syndrome, mulai dari nyeri atau sakit kepala, mata kering dan iritasi, mata lelah, hingga gangguan yang lebih serius dan lebih permanen seperti kemampuan fokus mata menjadi lemah, penglihatan kabur (astigmatisma, myopi, presbyopi), pandangan ganda, hingga disorientasi warna. Gangguan pada bagian lengan dan telapak tangan mulai dari nyeri pada pergelangan tangan karena gangguan pada otot tendon di bagian pergelangan, nyeri siku, hingga cedera yang lebih serius seperti Carpal Tunnel Syndrome atau CTS. CTS yaitu terjepitnya syaraf di bagian pergelangan yang menyebabkan nyeri di sekujur tangan. Cidera ini harus segera diatasi sebelum terlambat, karena pada stadium lanjut tindakan operasi terpaksa harus dilakukan.

Gambar 15 Carpal Tunnel Syndrome

23

Beberapa kegiatan yang dapat menyebabkan CTS adalah diantaranya, yaitu: a) Pekerjaan berulang-ulang. b) Pemakaian tenaga berlebihan. c) Tekanan terus-menerus. d) Getaran.

Gambar 16 Aktivitas Penyebab CTS

Kelompok gangguan pada leher, pundak, dan punggung berupa nyeri pada bagian leher, pundak, punggung, dan pinggang. Nyeri di bagian ini sering pula mengakibatkan gangguan nyeri di bagian paha dan betis. Gangguan-gangguan lainnya yang disebabkan oleh kesalahan penggunaan komputer adalah masalah musculoskeletal. Masalah ini terjadi karena penggunaan

komputer yang berupa kelelahan otot sederhana seperti leher, punggung sakit karena akibat trauma kumulatif yang berhubungan dengan mengerjakan suatu tugas yang menggunakan gerakan tubuh yang berulang dan terjadi dalam jangka waktu yang lama. Contoh masalah musculoskeletal adalah: 1) Tenosynovitis adalah suatu peradangan pada selubung tendon jari. Hal ini disebabkan karena meregangnya jari-jari dan pergelangan tangan. Gejala nyeri di pergelangan tangan dan belakang tangan. Tendonitis, peradangan pada tendon itu sendiri, juga dapat menjadi masalah bagi pengguna komputer. 2) Carpal Tunnel Syndrome adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh kompresi atau saraf median yang seperti diremas atau terjepitnya syaraf di bagian pergelangan yang menyebabkan nyeri di sekujur tangan. Tekanan pada saraf menyebabkan mati rasa, kesemutan, terbakar atau nyeri di jari-jari telapak tangan atau pergelangan tangan. Masalahnya dapat meningkatkan dari waktu ke waktu, menyebar ke lengan dan melemahnya otot-otot, sehingga seseorang dapat menjatuhkan benda yang dibawa atau gagal merasakan panas atau dingin.

24

Gejala yang ditimbulkan dari penggunaan kursi yang salah, yaitu: 1. Duduk yang tidak cukup mendukung punggung dapat meningkatkan kelelahan dan memberikan kontribusi untuk postur yang buruk. 2. Duduk yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan postur leher yang buruk atau tekanan pada bagian belakang paha. 3. Duduk yang terlalu rendah mungkin pekerja untuk menggunakan postur lengan yang buruk untuk sampai ke permukaan kerja. Hal ini dapat menyebabkan pekerja duduk dengan lutut terangkat yang dapat meningkatkan tekanan pada punggung bawah. 4. Duduk untuk waktu lama tanpa mengganti postur tubuh dapat menyebabkan

kelelahan dan ketidaknyamanan. Ada beberapa cara menanggulangi gangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh kesalahan menggunakan komputer, yaitu: 1) Menghindari CTS CTS ini terjadi pada daerah tangan, maka aktivitas untuk menghindari CTS juga berkaitan dengan daerah tangan.

Gambar 17 Gerakan Tangan untuk Menghindari CTS

2) Menghindari Kelelahan Tenaga kerja yang bekerja dengan menggunakan komputer sering merasa lelah dan cepat bosan. Kondisi ini kalau tidak segera diatasi bisa menurunkan produktivitas kerja. Rasa lelah muncul karena tenaga kerja bekerja secara monoton. Pekerja bekerja menghadap ke layar monitor komputer secara terus menerus. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi dan mengurangi rasa lelah yang dialami oleh operator komputer:

25

Rasa lelah pada bahu Rasa lelah pada bahu ini terjadi karena operator bekerja dengan kondisi bahu yang statis. Kondisi statis mengakibatkan bahu menjadi tegang dan akhirnya muncul rasa lelah dan sakit pada kedua bahu. Cara mengatasinya yaitu dengan mengangkat kedua bahu sampai mendekati telinga, tahan dan ulangi. Lakukan gerakan ini beberapa kali, kemudian pelan-pelan gerakan bahu secara melingkar pada satu arah, kemudian lakukan sebaliknya.

Gambar 18 Gerakan Bahu

Rasa lelah pada leher Kondisi ini terjadi karena operator terus menerus melihat layar monitor. Cara mengatasinya yaitu dengan menggerakkan kepala ke arah belakang sampai posisi dagu tegak sejajar dengan lantai. Cara ini baik untuk otot sekitar leher untuk membantu leher dan bahu berada dalam keadaan lurus.

Gambar 19 Gerakan Leher

Rasa lelah pada punggung tengah Rasa lelah ini semakin cepat terjadi apabila operator menggunakan kursi dan meja komputer yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah ergonomi. Misalnya meja yang terlalu tinggi atau kursi yang terlalu rendah. Cara mengatasinya yaitu dengan menarik

26

punggung dengan siku. Sama artinya dengan menekan tulang belikat bersama-sama. tahan sebentar, kemudian bentangkan kedua lengan di sekitar badan seperti hendak merangkul.

Gambar 20 Gerakan Punggung Tengah

Rasa lelah pada pergelangan tangan Kondisi ini terjadi karena posisi keyboard tidak sejajar dengan tangan. Cara mengatasinya yaitu dengan menggerakkan tangan secara melingkar dengan pelan, pertama di satu arah, kemudian sebaliknya. Berikutnya, regangkan lengan bawah dengan menggerakkan telapak tangan menurun kemudian naik.

Gambar 21 Gerakan Pergelangan Tangan

Rasa lelah pada jari tangan Hal ini disebabkan penggunaan jari tangan untuk menekan tut keyboard. Cara mengatasinya yaitu dengan mengepalkan jari dan tahan untuk beberapa detik, kemudian regangkan jari tersebut. Ulangi beberapa kali, dan selesaikan mengguncangkan tangan dan jari dengan lemah lembut.

Gambar 22 Gerakan pada Jari Tangan

27

Rasa lelah pada pinggang Operator komputer yang duduk dalam jangka waktu cukup lama akan mengalami rasa sakit pada pinggang. Cara mengatasinya yaitu dengan berdiri dengan kaki meregang secara terpisah pada suatu jarak yang nyaman, dan letakkan tangan pada punggung bagian bawah. Regangkan secara lemah lembut dengan arah melengkung, tahan dan kembali memposisikan badan tegak lurus.

Gambar 23 Gerakan pada Pinggang

Rasa lelah pada pergelangan kaki Posisi duduk statis yang dilakukan operator komputer mengakibatkan rasa lelah pada pergelangan kaki. Kondisi ini kalau dibiarkan dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan kesemutan pada kaki. Cara mengatasinya yaitu dengan menggerakkan kaki melingkar dengan perlahan-lahan. Lakukan pada satu arah dan kemudian sebaliknya. Gerakkan kaki dengan gerakan menunjuk dan lenturkan. Ulangi pada satu kaki lainnya.

Gambar 24 Gerakan pada Pergelangan Kaki

3) Gangguan pada Mata Operator komputer dalam melakukan pekerjaan banyak menggunakan mata untuk melihat obyek pada layar monitor komputer. Rasa tidak nyaman pada mata

28

meliputi rasa pedih, gatal dan pandangan jadi kabur. Ada beberapa cara mengatasinya, yaitu: Penyembunyian, tutupkan tangan pada mata serta tahan selama satu menit. Istirahat ini melindungi mata dari cahaya.

Gambar 25 Penyembunyian

Mengejapkan, sering mengejapkan mata akan membantu mata menjadi lembab. Gerakan mengejapkan mata juga dapat membantu mencegah rasa gatal dan membantu membersihkan mata.

Gambar 26 Mengejapkan Mata

Pemfokusan kembali, mengubah pemandangan di layar pada suatu obyek sejauh 20 kaki.

Gambar 27 Pemfokusan kembali

29

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan 1. Workstation adalah lingkungan disekitar kita bekerja yang meliputi furniture, peralatan komputer, asesoris, dan ambient factor. Kebanyakan kegiatan di tempat kerja yang dilakukan dengan menggunakan komputer disebut stasiun kerja (workstation). Workstation di sini diartikan sebagai tempat di mana biasanya terdapat sebuah microcomputer dengan aplikasi perangkat lunak atau dalam satu sistem terminal yang berhubungan dengan minicomputer dan mainframe. 2. Dasar hukum yang berkaitan dengan stasiun atau tempat kerja (workstation) diatur dalam Undang-undang No. 1 tahun 1970 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Undang-undang ini mengatur keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. 3. Peraturan perundangan dapat memberikan ancaman pidana atas pelanggaran peraturannya dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah). 4. Perancangan workstation dalam industri haruslah mempertimbangkan banyak aspek yang berasal dari berbagai disiplin atau spesialisasi keahlian yang ada. 5. Secara ideal perancangan stasiun kerja haruslah disesuaikan peranan dan fungsi pokok dari komponen-komponen sistem kerja yang terlibat yaitu manusia, mesin/peralatan, dan lingkungan fisik kerja. 6. Berkomputer dengan menerapkan prinsip-prinsip ergonomis merupakan cara jitu dalam menghindari ketidaknyamanan yang pada akhirnya akan menimbulkan gangguan kesehatan. 7. Secara garis besar gangguan kesehatan akibat pemakaian komputer yang salah dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu: Gangguan pada bagian mata dan kepala. Gangguan pada lengan dan tangan. Gangguan pada leher, pundak dan punggung. 8. Beberapa langkah yang harus dilakukan agar workstation sesuai dengan pekerja dan pekerjaannya adalah sebagai berikut:

30

Bekerja dengan postur tubuh yang baik, hal ini akan dapat mengurangi tingkat stres pekerja saat duduk. Menyesuaikan kursi pekerja untuk mendukung punggung dan meminimalkan kesalahan postur yang dapat menyebabkan ketegangan otot, kelelahan, dan nyeri punggung. Membuat tata letak computer workstation sesuai dengan pekerja, karena hal ini dapat mempengaruhi pergerakan pekerja ketika menggunakan monitor, keyboard, mouse, dokumen, dan sebagainya. Mengatur pencahayaan sehingga pekerja dapat mengontrol tingkat pencahayaan yang dapat menyebabkan ketegangan otot mata, kelelahan, dan sakit mata. Lakukan evaluasi untuk memperbaiki desain computer workstation agar dapat mengurangi gangguan kesehatan pekerja.

B. Saran 1. Berkaitan dengan perancangan workstation yang ergonomis perlu adanya kerjasama yang solid dari berbagai pihak demi terciptanya ruang kerja yang nyaman bagi pengguna. 2. Perlunya evaluasi ulang mengenai beban sanksi yang diberikan kepada pengusaha jika melanggar undang-undang K3 yang dirasa kurang seimbang dengan akibat kecelakaan kerja. 3. Pihak industri seharusnya memberikan penyuluhan atau pengetahuan yang serius mengenai cara bekerja di depan komputer agar tidak menyebabkan gangguan serius pada tubuh. 4. Perlu adanya peningkatan kesadaran pekerja akan bahaya yang ditimbulkan oleh kesalahan desain workstation, sehingga pekerja dapat ikut serta dalam menciptakan ruang kerja yang nyaman bagi dirinya dan rekan kerjanya.

31

DAFTAR RUJUKAN

National Library of Canada. 2001. How to Make Your Computer Workstation Fit You. Columbia: WCB Phillip Fehrenbacher. 2001. Evaluating Your Computer Workstation. Columbia: DCBS Communications DCBS Communications. 2004. Computer Ergonomics: Workstation Layout and Lighting. Canada: Ontario HP Company. 2007. Panduan Keselamatan & Kenyamanan. Hewlett: Packard Development Company Suhardi, Bambang. 2008. Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Industri untuk SMK. Jakarta: Depdiknas Ahira, Anne. 2010. Stasiun Kerja Komputer yang Ergonomis. (Online),

(http://www.anneahira.com), diakses pada tanggal 27 Oktober 2011. Kelvin. 2009. Pengaruh Stasiun Kerja. (Online), (http://kelivimk.blogspot.com), diakses pada tanggal 28 Oktober 2011. Trustees of Princeton University. 2007. Computer Workstation. (Online),

(http://web.princeton.edu), diakses pada tanggal 28 Oktober 2011.