makalah ok

Download Makalah Ok

Post on 23-Dec-2015

35 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Redifinisi Pendidikan Kejuruan, Hubungan antar Teknologi, Organisasi Pekerjaan, Formasi Skill, Hubungan Industri, Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan

A. Redifinisi Pendidikan Kejuruan Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang menghubungkan, menjodohkan, melatih manusia agar memiliki kebiasaan bekerja untuk dapat memasuki dan berkembang pada dunia kerja (industri), sehingga dapat dipergunakan untuk memperbaiki kehidupannya.Caldwell (1990) mengungkapkan masalah definisi. Dia berpendapat bahwa konsep 'pengambilan adalah keputusan yang berbasis sekolah' yang mencerminkan kenyataan dalam perkembangan yang ada di nasional dan internasional. Dari semua istilah yang dipilih untuk mendapatkan kenyataan adanya perbedaan pada sistem, dan termasuk system dalam pengambilan keputusan, penyempurnakan kualitas, manajemen didalam sekolah, membuat kebijakan sekolah, dan sekolah menentukan sendiri, Caldwell (1990) memilih istilah 'manajemen sekolah' sebagai yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi pada sekolah-sekolah sekarang.Schippers (1994), mengemukakan bahwa pendidikan kejuruan adalah pendidikan non akademis yang berorientasi pada praktek-praktek dalam bidang pertukangan, bisnis, industri, pertanian, transportasi, pelayanan jasa, dan sebagainya. Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20 tahun 2003 pasal 15 menyatakan bahwa pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.Memahami pendapat di atas dapat diketahui bahwa pendidikan kejuruan berhubungan dengan mempersiapkan seseorang untuk bekerja dan dengan memperbaiki pelatihan potensi tenaga kerja. Hal ini meliputi berbagai bentuk pendidikan, pelatihan, atau pelatihan lebih lanjut yang dibentuk untuk mempersiapkan seseorang untuk memasuki atau melanjutkan pekerjaan dalam suatu jabatan yang sah. Dapat dikatakan pendidikan kejuruan (SMK) adalah bagian dari sistem pendidikan nasional yang bertujuan mempersiapkan tenaga yang memiliki keterampilan dan pengetahuan sesuai dengan kebutuhan persyaratan lapangan kerja dan mampu mengembangkan potensi dirinya dalam mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.Dalam proses pendidikan kejuruan perlu ditanamkan pada siswa pentingnya penguasaan pengetahuan dan teknologi, keterampilan bekerja, sikap mandiri, efektif dan efisien dan pentingnya keinginan sukses dalam karirnya sepanjang hayat. Pendidikan SMK merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang diselenggarakan sebagai lanjutan dari SMP/MTS :a. Sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan dalam rangka memenuhi kebutuhan/kesempatan kerja yang sedang dan akan berkembang pada daerah tersebut.b. Lulusan SMK merupakan tenaga terdidik, terlatih, dan terampil.c. Mampu mengikuti pendidikan lanjutan dan atau menyesuaikan dengan perubahan teknologi.d. Berdampak sebagai pendukung pertumbuhan industri (kecil atau besar).e. Mengurangi angka pengangguran dan kriminalitas.f. Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan negara melalui pajak penghasilan dan pertambahan nilai.

Ciri pendidikan kejuruan yang utama adalah sebagai persiapan untuk memasuki dunia kerja. Secara historis, menurut Evans & Edwin (1978:36) pendidikan kejuruan sesungguhnya merupakan perkembangan dari latihan dalam pekerjaan (on the job training) dan pola magang (apprenticeship).Pada pola latihan dalam pekerjaan, peserta didik belajar sambil langsung bekerja sebagai karyawan baru tanpa ada orang yang secara khusus ditunjuk sebagai instruktur, sehingga tidak ada jaminan bahwa peserta didik akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.

B. Hubungan antar TeknologiTeknologi informasi dan komunikasi dalam pengaruhnya pada kehidupan manusia saat ini sudahmenjadi kebutuhan pokok, adanya teknologi yang terus berkembang menjadikan manusia mudah untuk berkomunikasi satu sama lain, yang akibatnya ada proses sharing informasi pengetahuan antara manusia satu dengan mansuia lainnya, yang pada akhirnya kemajuan teknologi semakin maju pesat dan diketahui oleh semua golongan.Dari beberapa komitmen menyatakan bahwa kegiatan kemajuan teknologi yang di barengi dengan kemajuan komunikasi dalam peningkatan intelektual manusia, memberikan efek yang berbeda-beda tergantung dari tujuan awal dan proses mengetahui dan menemukan beberapa peningkatan.Komunikasi dalam peranannya memudahkan manusia untuk bisa mendapatkan informasi yang diinginkannya dengan syarat manusianya itu sendiri mengenal teknologi.Adanya hubungan timbal balik antara komunikasi dan teknologi dalam peranannya pada kehidupan manusia, menjadikan seluruh kegiatan manusia individu atau kelompok tidak berjalan tanpa adanya teknologi, salahsatu contoh lingkungan yang tidak bisa terlepas dari hal tersebut adalah lingkungan pendidikan baik formal atau non formal.Dengan adanya factor eksternal seperti pengaruh luar pada pendidikan kejuruan baik berupa budaya serta perkembangan teknologi maka perlu perbaikan didalam manajemen sekolah, karna dalam hubungan pendidikan kejuruan dengan teknologi sangat mempengaruhi sehingga ada Faktor pola-pola baru yang mendasari manajemen (Caldwell, 1990):1. Decentralisasi sebagai respon terhadap kompleksitas. Desentralisasi terlihat menjadi respons yang tepat terhadap kebutuhan bagi sekolah untuk membantu siswa mengatasi perubahan dan peningkatan waktu luang, untuk mengembangkan bakat tingkat tinggi dan kompetensi, dan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di masyarakat yang semakin didasarkan pada pluralisme dan individualitas. 2. Pertukaran dalam menafsirkan ekuitas Sementara kekhawatiran ekuitas memiliki pengaruh kuat terhadap ketentuan pendidikan abad ini, ada penekanan yang lebih besar terkait pandangan siswa sebagai individu. Pandangan ini telah dipromosikan melalui kemajuan dalam pengetahuan, proses pembelajaran dan teknologi. 3. Studi efektivitas sekolah dan peningkatan sekolah Efektifitas dari sekolah dan perbaikan literatur untuk mendukung desentralisasi karena Pendekatan ini menunjukkan bahwa efektivitas terbesar dan peningkatan terjadi ketika sekolah dan staf ikut terlibat dan diberdayakan untuk memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan. 4. Peningkatan otonomi guru Ada dukungan secara umum untuk pendapat bahwa profesi guru akan meningkat ketika guru diberikan kebebasan yang lebih besar dan lebih banyak, kesempatan untuk kepemimpinan dengan tanpa kontrol birokrasi. 5. Lebih memperbesar kepentingan umum dalam kualitas pendidikan Caldwell (1990) menarik perhatian pada kepentingan publik yang lebih besar dalam pendidikan, di bidang pendidikan, dengan sekolah-sekolah bertanggung jawab untuk menyediakan pelayanan yang berkualitas atau produk.

6. Perspektif dari daerah non-pendidikan Adanya hubungan yang baik antara industry dan pendidikan kejuruan, sentralisasi dan desentralisasi, memberikan kesempatan untuk pengambilan keputusan yang terdesentralisasi dan belum ada nya aturan yang jelas.

Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan secara maksimal maka diperlukan proses pembelajaran yang kondusif dengan melibatkan semua komponen pembelajaran secara optimal. Salah satu komponen penting yang menjadikan proses pembelajaran menjadi lancar dan kondusif adalah adanya komunikasi yang aktif dan dinamis antarpemeran dan pendukung siswa belajar.Visi pendidikan nasional adalah pada tahun 2025, Sistem Pendidikan Nasional berhasrat menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF. Cerdas meliputi cerdas spiritual, cerdas emosional & sosial, cerdas intelektual dan cerdas kinetik. Kompetitif dimaknai berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan, bersemangat juang tinggi, mandiri, pantang menyerah, pembangun dan pembina jejaring, bersahabat dengan perubahan, inovatif dan menjadi agen perubahan, produktif, sadar mutu, berorientasi global, dan pembelajar sepanjang hayat. Dalam visi ini tersirat bahwa proses menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas dan kompetitif digantungkan pada pendidikan. Kemajuan suatu bangsa dan negara tidak bisa dilepaskan dari kemajuan bidang pendidikan. Pendidikan merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari proses penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas, tangguh dan terampil. Hakekat pendidikan pada dasarnya adalah proses komunikasi yang di dalamnya mengandung transformasi pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan, di dalam dan di luar sekolah yang berlangsung sepanjang hayat (life long process), dari generasi ke generasi (Sumitro, dkk. 1998).Fungsi pendidikan adalah melestarikan tata sosial dan tata nilai yang ada dalam masyarakat dan sebagai agen pembaharuan sosial sehingga dapat mengantisipasi masa depan. Menurut Tilaar (2006), pendidikan memiliki fungsi preparatoris dan antisipasipatoris adalah bahwa di samping mempersiapkan peserta didik sebagai generasi masa depan (tenaga kerja), pendidikan juga menyiapkan peserta didik utk antisipasi kemungkinan masa depan dengan membekali kemampuan dan tingkah laku yg diperlukan. Visi sistem pendidikan nasional di atas pada dasarnya dimaksudkan menyiapkan manusia Indonesia seutuhnya, utuh dalam potensi dan utuh dalam wawasan (Sumitro, dkk. ,1998). Utuh dalam potensi meliputi potensi badan dengan pancainderanya, potensi berpikir, potensi rasa, potensi cipta yang meliputi daya cipta, kreativitas, fantasi, khayal dan imajinasi, potensi karya, potensi budi nurani yaitu kesadaran budi, hati nurani, dan kata hati. Utuh dalam wawasan adalah manusia yang sadar nilai, yaitu wawasan dunia akhirat, wawasan jasmani rohani, wawasan individu dan sosial, dan wawasan akan waktu, yaitu masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Pendidikan kejuruan yang merupakan salah satu jenis pendidikan nasional juga memiliki peran penting dalam menyiapkan manusia utuh, baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai warga masyarakat dan bangsa. Adanya dampak globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi menyebabkan pendidikan kejuruan dinilai masih belum optimal dalam menyediakan sumber daya manusia sebagai