makalah musik liturgi-sakramen baptis

Download Makalah Musik Liturgi-Sakramen Baptis

Post on 26-Jul-2015

2.092 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

HALAMAN DEPAN MAKALAH SAKRAMEN BAPTIS

OLEH:

REYHAN WIBISONO SELVIE LOKITO STEANLY KUSSOY

XF-33 XF-35 XF-41

SMAK FRATERAN SURABAYA

2012Page | 1

DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN ......................................................................................................................................... 1 KATA PENGANTAR......................................................................................................................................... 3 Bab I .............................................................................................................................................................. 5 PENDAHULUAN ............................................................................................................................................. 5 1.1 Latar Belakang Masalah ...................................................................................................................... 5 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................................... 6 1.3 Tujuan dan Manfaat ............................................................................................................................ 6 1.4 Ruang Lingkup Materi ......................................................................................................................... 7 Bab II ............................................................................................................................................................. 8 DASAR TEORI ................................................................................................................................................. 8 Bab III .......................................................................................................................................................... 11 PEMBAHASAN ............................................................................................................................................. 11 3.1 Pengertian ......................................................................................................................................... 11 3.2 Rahmat Sakramen Baptis .................................................................................................................. 12 3.3 Tahap Inisiasi Katolik ......................................................................................................................... 13 3.4 Aspek Simbolis .................................................................................................................................. 13 3.5 Unsur-unsur Liturgi ........................................................................................................................... 14 3.6 Struktur Liturgi .................................................................................................................................. 15 3.7 Lambang yang Digunakan ................................................................................................................. 15 3.8 Saat Menerima Sakramen Baptis ...................................................................................................... 16 3.9 Buah atau Rahmat Sakramen Baptis ................................................................................................. 17 3.10 Jenis-jenis Baptisan ......................................................................................................................... 18 3.11 Perbedaan Baptisan Yesus dan Baptisan Kita ................................................................................. 18 Bab IV .......................................................................................................................................................... 20 PENUTUP ..................................................................................................................................................... 20 4.1 Kesimpulan........................................................................................................................................ 20 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................................... 22 LAMPIRAN ................................................................................................................................................... 23 Page | 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas cinta kasih dan kemurahan hatinya sehingga tugas makalah mata pelajaran Muatan Lokal Musik Liturgi dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini dibuat dengan tujuan dapat bermanfaat bagi kita sesame manusia dan diharapkan agar dapat digunakan dengan sebijak-bijaknya. Manakala pengetahuan, informasi, dan kutipan dari makalah kami ini dapat membantu memperluas jendela cakrawala dunia pendidikan, khususnya di bidang liturgi religi. Dalam proses pembentukan dan pendalaman materi ini, tentu saja kami mendapatkan bimbingan dan arahan mengingat jenjang dan kemampuan kami yang masih perlu dibimbing lagi. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak SMAK Frateran Surabaya yang mana menjadi tempat naungan kami menimba ilmu, guru-guru yang telah membimbing dan membina kami, serta tidak luput dukungan dan masukkan dari teman-teman dan orang sekeliling kami yang telah mendorong kami untuk terus maju. Kiranya dalam proses pengetikan terjadi kesalahan, kami mohon maaf sebesar-besarnya mengingat batasan kami yang juga sama seperti manusia pada umumnya. Mengutip pepatah Tak ada gading yang tak retak, demikian pula dalam proses pengerjaan makalah kami ini. Kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran serta masukan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas kinerja kami ke depannya. Terima kasih.

Surabaya, Mei 2012

Page | 3

Tim Penulis

Page | 4

Bab I PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Ketika memasuki sebuah rumah, orang tidak boleh asal masuk saja, tanpa mengetuk pintu, bahkan melompat lewat jendela atau tidak melewati pintu yang tersedia bagia tamu. Jika itu yang terjadi, orang tersebut dapa tdikatakan pencuri atau orang jahat. Sebaliknya, jika memasuki sebuah rumah dengan mengetuk pintu dan melewati pintu yang telah disediakan, dapatlah dikatakan pencuri atau orang jahat. Sebaliknya, jika memasuki sebuah rumah dengan mengetuk pintu dan melewati pintu yang telah disediakan, dapatlah dipastikan bahwa orang tersebut adalah tamu yang baik, sopan, dan tahu diri. Dengan melewati pintu rumah, berarti orang tersebut mempunyai niat baik untuk memasuki rumah orang lain dan bertemu dengan si empunya rumah. Gereja Katolik merupakan rumah bagi orang-orang beriman Katolik, yang menyediakan aneka fasilitas bagi anggotanya dengan harapan mereka dapat menggunakan dan menikmatinya. Aneka fasilitas yang disediakan itu tidak lain adalah tujuh sakramen. Ketujuh sakaramen ini disediakan dengan maksud agar mereka dapat mengalami keselamatan yang berasal dari Allah sendiri dan dapat berjumpa dengan Yesus yang menjadi tuan dan empunya gereja. Itulah sebabnya, ketujuh sakramen tersebut dipahami dan dihayati sebagai tanda dan sarana keselamatan yang mengungkapkan dan menguatkan iman, yang mempersembahkan penghormatan dan menguatkan iman, yang mempersembahkan penghormatan kepada Allah dan menghasilkan pengudusan manusia, Sakramen-sakramen Perjanjian Baru, yang diadakan oleh Kristus Tuhan dan dipercayakan kepada Gereja, sebagai tindakan-tindakan Kristus dan Gereja merupakan tanda dan sarana yang mengungkapkan dan menguatkan iman, mempersembahkan penghormatan kepada Allah serta menghasilkan pengudusan manusia. Dan karena itum sangat membantu untuk menciptakan, memperkokohm dan menampakkan persekutuan gerejawi.

Page | 5

Dari ketujuh sakramen tersebut, sakramen baptis diyakini menjadi salah satu sakramen yang menentukkan keberadaan orang-orang beriman Katolik. Sakramen inilah yang menjadikan orang menjadi anggota Gereja Katolik dan boleh masuk di dalamnya serta menikmatii segala anugerah keselamatan yang disediakannya. Itulah sebabnya, sakramen baptis selalu ditempatkan di awal dari ketujuh sakramen yang ada sebab sakramen ini dipahami sebagai pintu gerbang bagi sakramen-sakramen lain, Baptis, gerbang sakramensakramen, yang perlu untuk keselamatan, entah diterima secara nyata atau setidak-tidaknya dalam kerinduan, dengan mana manusia dibebaskan dari dosa, dilahirkan kembali sebagai anak-anak Allah, serta digabungkan dengan gereja setelah dijadikan serupa dengan Kristus oleh materai yang terhapuskan, hanya dapat diterimakan secara sah dengan pembasuhan air sungguh bersama rumus kata-kata yang diwajibkan (KHK, kan. 849). Ketika Gereja Katolik mengajarkan bahwa sakramen baptis menjadi pintu gerbang bagi sakramen-sakramen lain, ajaran tersebut harus dipahami seperti yang dimaksudkan, yaitu orang hanya boleh menerima sakramen-sakramen lain secara sah, Orang yang belum dibaptis tidak dapat diizinkan menerima sakramen lain dengan sah (KHK, kan. 842 1). Berdasarkan ungkapan di atas, orang sungguh dikatakan dan diakui sebagai orang beriman katolik jika dia telah dibaptis atau menerima sakaramen baptis sehingga tidaklah cukup hanya mengatakan Saya percaya kepada Yesus Kristus atau Saya sudah aktif dalam kegiatan Gereja Katolik, baik di lingkungan maupun paroki. Sakramen baptis sungguh menjadi tanda nyata bahwa seseorang dikatakan dan diakui sebagai orang beriman katolik.

Rumusan Masalah 1. Apa latar belakang dan sejarah tentang sakramen baptis? 2. Apa saja unsur unsur liturgi yang terdapat dalam sakramen baptis? 3. Bagaimana struktur liturgi dalam sakramen baptis?

Tujuan dan Manfaat Tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:Page | 6

a. untuk lebih mengetahui makna dan arti dari kegiatan liturgi, b. untuk lebih memahami pengertian se