makalah mekanika tanah

Download Makalah Mekanika Tanah

Post on 30-Jan-2016

868 views

Category:

Documents

159 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Materi mekanika tanah yang meliputi batas atteberg, pemadatan, distribusi butiran

TRANSCRIPT

MAKALAHMEKANIKA TANAH

Oleh :Mustari Nur AlamDani ZakariaMohamad Fahmi SahabAgus TomyFahrul Fauzi MashabiDBD 114 144DBD 114 DBD 114 090DBD 114 084DBD 114 115

UNIVERSITAS PALANGKARAYAFAKULTAS TEKNIKTEKNIK PERTAMBANGAN2015DAFTAR ISI

Kata PengantarBAB I PendahuluanA.Latar BelakangB.Tujuan PenulisanC.Rumusan MasalahBAB II Landasan TeoriBAB IV PembahasanA. Analisis Distribusi Butiran dan Cara Menganalisis Distribusi Butiran Pada LaboratoriumB. Batas Atteberg dan Cara Menentukan Batas Atteberg Pada LaboratoriumC. Klasifikasi Tanah dan Cara Mengklasifikasikan Tanah Pada LaboratoriumD. Pemadatan dan Cara Melakukan Pemadatan Pada LaboratoriumBAB III PenutupA.KesimpulanB.SaranDaftar Pustaka

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Semesta Alam karena atas izin dan kehendakNya, makalah sederhana ini dapat saya rampungkan tepat pada waktunya.Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Mekanika Tanah. Adapun yang saya bahas dalam makalah sederhana ini mengenai Analisis distribusi butiran, batas atteberg, klasifikasi tanah dan pemadatan.Dalam penulisan makalah ini kami menemui berbagai hambatan yang dikarenakan terbatasnya Ilmu Pengetahuan kami mengenai hal yang berkenan dengan penulisan makalah ini..Kami menyadari akan kemampuan kami yang masih amatir. Dalam makalah ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi kami yakin makalah ini masih banyak kekurangan disana-sini. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan juga kritik membangun agar lebih maju di masa yang akan datang.Harapan saya, makalah ini dapat menjadi track record dan menjadi referensi bagi saya dalam mengarungi masa depan. Kami juga berharap agar makalah ini dapat berguna bagi orang lain yang membacanya.

Palangkaraya, Oktober 2015

Penyusun

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangIlmu Mekanika Tanah adalah ilmu alam perkembangan selanjutnya akan mendasari dalam analisis dan desain perencanaan suatu pondasi. Mekanika tanah adalah suatu cabang dari ilmu teknik yang mempelajari perilaku tanah dan sifatnya yang diakibatkan oleh tegangan dan regangan yang disebabkan oleh gaya-gaya yang bekerja. Sedangkan teknik pondasi merupakan aplikasi prinsip-prinsip Mekanika Tanah dan Geologi yang digunakan dalam perencanaan dan pembangunan pondasi seperti gedung, jembatan, jalan, bendugan, dan lain-lain. Oleh karena itu, perkiraan dan pendugaan terhadap kemungkinan adanya penyimpangan di lapangan dari kondisi ideal pada Mekanika Tanah sangat penting dalam perencanaan pondasi yang benar.Dalam pekerjaan teknik sipil, tanah memang peranan penting baik itu digunakan sebagai bahan kontribusi maupun tanah sebagai tempat diletakkannya struktur bangunan. Sesuai dengan proses terjadinya, tanah tersusun dari berbagai mineral, sifat dan prilaku yang berbeda-beda. Tanah yang digunakan dalam pekerjaan teknik sipil tersebut mempunyai sifat fisis dan sifat mekanis yang berbeda-beda, yang tidak dapat digunakan untuk hal yang sama dalam suatu kontruksi, maka dari itu dilaksanakan pemeriksaan tanah yang bertujuan untuk menyelidiki sifat-sifat fisis dan mekanis, maka sejauh mana pemakaian tanah tersebut dalam bidang teknik sipil. Hal tersebut terutama sebagai tempat meletakkan pondasi suatu kontruksi dan sebagai bahan kontruksi, baik dalam hal pembuatan bangunan gedung maupun pembuatan jalan.Agar suatu bangunan dapat berfungsi secara sempurna, maka seorang insinyur hrus bisa membuat perkiraan dan pendugaan yang tepat tentang kondisi tanah di lapangan.Tanah didefinisikan sebagai material yang terdiri dari agregat (butiran) mineral-mineral padat yang tidak tersementasikan (terikat secara kimia) satu sama lain dari bahan-bahan organik yang telah melapuk (yang berpartikel padat) disertai dengan zat cair dan gas mengisi ruang-ruang kosong di antara partikel-partikel padat tersebut.Perbedaan Batu dan TanahBatu merupakan kumpulan butir - butir mineral alam yang saling terkait erat dan kuat. Sehingga sukar untuk dilepaskan. Sedangkan tanah merupakan kumpulan butir - butir mineral alam yang tidak melekat atau melekat tidak erat, sehingga sangat mudah untuk dipisahkan. Sedangkan Cadas adalah peralihan antara batu dan tanah.Jenis - jenis TanahFraksi - frkasi tanah (jenis tanah berdasarkan butir) :1.Kerikil (gravel) > 2,00 mm2.Pasir (sand) 2,00 - 0,06 mm3.Lanau (silt) 0,06 - 0,002 mm4.Lempung (clay) < 0,002 mmPengelompokan jenis tanah dalam praktek berdasarkan campuran butir :1. Tanah berbutir kasar adalah tanah yang sebagian besar butir - butir tanahnya berupa pasir dan kerikil.2. Tanah berbutir halus adalah tanah yang sebagian besar butir - butir tanahnya berupa lempung dan lanau.3. Tanah organik adalah tanah yang cukup banyak mengandung bahan- bahan organik.

Pengelompokan tanah berdasarkan sifat lekatnya :1. Tanah Kohesif adalah tanah yang mempunyai sifat lekatan antara butir - butirnya (tanah lempung = mengandung lempung cukup banyak).2. Tanah Non Kohesif adalah tanah yang tidak mempunyai atau sedikit sekali lekatan antara butir - butirnya (hampir tidak mengandung lempung misal pasir).3. Tanah Organik adalah tanah yang sifatnya sangat dipengaruhi oleh bahan - bahan organik (sifat tidak baik).

Ilmu Mekanika tanah ini digunakan untuk: Perencanaan pondasi Perencanaan perkerasan lapisan dasar jalan (pavement design) Perencanaan struktur di bawah tanah (terowongan, basement) dan dinding penahan tanah) Perencanaan galian Perencanaan bendungan

B.Tujuan PenulisanDiharapkan pembaca mengetahui apa itu ilmu Mekanika Tanah, yang mana usnur penyusunnya banyak. Namun pada makalah ini akan dibahas mengenai definisi serta tata cara untuk kegiatan praktikum dari materi Analisis distribusi butiran, batas atteberg, klasifikasi tanah dan pemadatan yang semua materi ini sangat berguna untuk masa depan seorang engineer dibidang pertambangan.

C.Rumusan MasalahMakalah ini di buat dengan rumusan masalah:1. Definisi Analisis Distribusi Butiran2. Definisi Batas Atteberg3. Definisi Klasifikasi Tanah4. Definisi Pemadatan5. Tata cara praktikum dari materi Analaisis distribusi butiran, batas atteberg, klasifikasi tanah dan pemadatan

BAB IILANDASAN TEORI

A. Analisis Ukuran ButiranSifat-sifat tanah sangat bergantung pada ukuran butirannya.Besarnya butiran dijadikan dasar untuk pemberian nama dan klasifikasi tanahnya. Oleh karena itu, analisis butiran ini merupakan pengujian yang sangat sering dilakukan. Analisis ukuran butiran tanah adalah penentuan persentase berat butiran pada satu unit saringan, dengan ukuran diameter lubang tertentu.Tanah Berbutir KasarDistribusi ukuran butir darl tanah berbutir kasar dapat ditentukan dengan cara menyaringnya. Tanah benda uji disaring lewat satu unit saringan standar untuk pengujian tanah.Tanah Berbutir HalusDistribusi ukuran butiran dari tanah berbutir halus atau bagian berbutir halus dari tanah berbutir kasar, dapat ditentukan dengan cara sedimentasi.Metode ini didasarkan pada hukum Stokes yang berkenaan dengan kecepatan butiran mengendap pada larutan suspensi.

B. Batas-batas AtterbergSuatu hal yang penting pada tanah berbutir halus adalah sifat plastisitasnya. Plastisitas disebabkan oleh adanya partikel mineral lempung dalam tanah. Istilah plastisitas digambarkan sebagai kemampuan tanah dalam menyesuaikan perubahan bentuk pada volume yang konstan tanpa retak-retak atau remuk.Tergantung pada kadar airnya, tanah mungkin berbentuk cair, plastis, semi padat, atau padat. Kedudukan kadar air transisi bervariasi pada berbagai jenis tanah. Kedudukan fisik tanah berbutir halus pada kadar air tertentu disebut konsistensi. Konsistensi tergantung pada gaya tarik antara partikel mineral lempungnya. Sembarang pengurangan kadar air menghasilkan berkurangnya tebal lapisan kation dan terjadi penambahan gaya tarik antarpartikelnya. Bila tanah dalam kedudukan plastis, besarnya jaringan gaya antarpartikel akan sedemikian hingga partikelnya bebas untuk relatif menggelincir antara satu dengan yang lainnya, dengan kohesi antaranya tetap terpelihara. Pengurangan kadar air juga menghasilkan pengurangan volume tanah. Sangat banyak tanah berbutir halus yang ada di alam dalam kedudukan plastis.

C. Klasifikasi TanahUmumnya, penentuan sifat-sifat tanah banyak dijumpai dalam masalah teknis yang berhubungan dengan tanah. Hasil dari penyelidikan sifat-sifat ini kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi masalah-masalah tertentu, seperti :(1) Penentuan penurunan bangunan, yaitu dengan menentukan kompresibilitas tanahnya.. Dari sini selanjutnya digunakan dalam persamaan penurunan yang didasarkan pada teori konsolidasi dari Terzaghi.(2) Penentuan kecepatan air yang mengalir lewat benda uji, guna menghitung koefisien permeabilitasnya. Dari sini kemudian dihubungkan dengan Hukum Darcy dan jaring arus untuk menentukan debit aliran yang lewat struktur tanahnya.(3) Untuk mengevaluasi stabilitas tanah yang miring, dengan menentukan kuat geser tanahnya. Dari sini kemudian dimasukkan dalam rumus statika.

D. PemadatanTanah, kecuali berfungsi sebagai pendukung pondasi bangunan, juga digunakan sebagai bahan timbunan seperti tanggul, bendungan, dan jalan. Untuk situasi keadaan lokasi aslinya membutuhkan perbaikan guna mendukung bangunan di atasnya, ataupun karena digunakan sebagai bahan timbunan, maka pemadatan sering dilakukan.Maksud pemadatan tanah antara lain :(1) Mempertinggi kuat geser tanah.(2) Mengurangi sifat mudah mampat (kompresibilitas).(3) Mengurangi permeabilitas.(4) Mengurangi perubahan volume sebagai akibat perubahan kadar air, dan lainlainnya.

BAB IIIPEMBAHASAN

A. Analisis Distribusi Butiran dan Cara Menganalisis Distribusi Butiran Pada LaboratoriumPengukuran ukuran butiran tanah merupakan hal penting dalam mengetahui sifat sifat tanah sangat tergantung pada ukuran butirnya. Disamping itu ukuran tanah juga digunakan dalam pengklasifikasian bermagam macam tanah tertentu ada dua cara yang umum dig