makalah lebah dan semut

Download Makalah Lebah Dan Semut

Post on 04-Aug-2015

569 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Entomologi adalah ilmu yang mempelajari tentang serangga, diantaranya semut dan lebah. Sebagai bagian dari komunitas ekosistem bumi, serangga telah menjadi penentu keberadaan dan perkembangan ekosistem di muka bumi. Interaksi antara serangga dengan manusia sudah berlangsung sejak manusia ada dan hidup di dunia. Serangga mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia. Nilai ekonomi serangga dapat mencapai trilyunan rupiah setiap tahun. Nilai yang menguntungkan dapat berasal dari produk seperti madu, royal jelly, sutera, jasa penyerbukan, agens hayati, perombak, pariwisata, sumbangan dalam ilmu pengetahuan, dan peran dalam ekosistem. Nilai yang merugikan yang disebabkan oleh serangga menyebabkan jutaan ton produk pertanian hilang.

Kehidupan serangga adalah proses perkembangan atau berubahnya bentuk dan ukuran tubuhnya yang tidak akan kembali lagi kebentuk semula dengan berbagai kegiatannya. Dimana serangga tersebut melakukan berbagai gerakan, tumbuh, berkembangbiak, peka terhadap lingkungan dan mengadakan proses metabolisme. Keberadaan serangga sebagai salah satu komponen biotik dalam suatu ekosistem mutlak diperlukan. Keberadaanya dalam ekosistem mengakibatkan

berlangsungnya interaksi antara serangga dengan komponen biotik lainnya.

Lebah dan semut merupakan serangga kecil yang sangat istimewa, mereka adalah hewan-hewan kecil yng namanya termaktub dalam Al Quran. Apabila kita bicara tentang lebah maka tidak pelak kita pun harus bicara tentang madu. Madu sudah dikenal sebagai minuman yang sangat bermanfaat sejak berabad-abad yang lalu. Dalam kehidupannya lebah bersifat eusosial karena memiliki sistem organisasi

2

yang tertata dengan rapi dan terdiri dari kelompok-kelompok yang memiliki pertalian saudara.

Semut memiliki pola kehidupan sosial tertentu yang didasari komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Koloni semut memiliki bahasa tersendiri (misalnya: suara-suara, nada atau bunyi tertentu. Sehingga, mereka mampu

mengkoordinasikan berbagai pekerjaan mereka sehari-hari dengan sangat baik. Semut juga dikenal sebagai serangga yang memiliki pola hidup yang sangat teratur, aktif, dan efisien. Setiap bentuk aktivitas mereka didasari oleh aturanaturan tertentu yang semakin memperkuat eksistensi koloni mereka. Mereka satusatunya serangga yang bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup mereka. Selain itu mereka juga satu-satunya serangga yang selalu menguburkan rekan-rekannya yang mati.

Kedua jenis serangga makhluk Alloh yang dikenal dengan sebutan semut dan lebah adalah komunitas serangga yang masing-masing memiliki karateristik yang berbeda disatu sisi, tapi disisi lain memiliki persamaan. Semut dan lebah masingmasing hidup dalam sebuah komunitas yang memiliki struktur organisasi yang rapih, memiliki pimpinan yang dikenal dengan sebutan RATU SEMUT dan RATU LEBAH, di samping itu ada pula bagian-bagian yang masing-masimg memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. Bidang pertahanan dan keamanan bertugas mengamankan dan mempertahankan komunitas masyarakatnya dari ancaman yang datang dari luar, bagian pengadaan pangan bertugas

mengumpulkan bahan pangan untuk stok persediaan pangan yang disimpan dalam gudang logistik yang disediakan khusus untuk itu. Begitu juga bidang konstruksi yang bertugas merancang bangun gedung hunian yang layak, aman dan nyaman dari gangguan ancaman dari pihak manapun. Dan bidang-bidang lainnya.

Hal inilah di antara yang menarik perhatian penulis untuk menuangkan kedalam tulisan ini, dengan harapan semoga menjadi bahan renungan dalam menjalankan roda kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, yang kita lihat bahwa para pengendali negeri ini seakan-akan kehilangan arah dalam membawa negeri

3

ini, tidak hanya itu tapi dari hari kehari ada saja timbul permasalahanpermasalahan yang tak kunjung selesai, saling sikut untuk memperebutkan jabatan dan fasilitas, angka korupsi semakin ditekan bukannya sirna tapi semakin bermunculan berbagai bentuk korup dari sekala kecil hingga sekala nasional dan bahkan mungkin sekala internasional.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah 1. Bagaimanakah sistem dan perilaku kehidupan lebah dan semut ? 2. Apakah manfaat dari lebah dan semut? 3. Hikmah apakah yang bisa kita ambil dari kehidupan lebah dan semut?

1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui sistem dan perilaku kehidupan lebah dan semut 2. Untuk mengetahui manfaat dari lebah dan semut 3. Untuk mengetahui hikmah kehidupan lebah dan semut

4

II.

PEMBAHASAN

2.1 Lebah

2.1.1

Sistem dan Perilaku Kehidupan Lebah

Lebah dijadikan sebagai nama surat di dalam Al Quran, yaitu surat ke-16 (An Nahl). Penggunaan nama tersebut menunjukkan bahwa lebah mempunyai banyak keajaiban, hikmah, manfaat dan rahasia dalam penciptaannya. Selain

menghasilkan madu, lebah juga menghasilkan royal jelli, polen, propolis, lilin (wax), sengat (venom) dan membantu penyerbukan tanaman (polinator). Al Quran dengan jelas menceritakan rumah lebah, makanan lebah dan produk yang dihasilkan oleh lebah, seperti yang tertulis di dalam surat An Nahl (68).

Artinya: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang Telah dimudahkan (bagimu). Q.S An Nahl :68

Pada surat An Nahl ayat 68 ada petunjuk kepada lebah untuk membuat sarang di beberapa tempat yang sesuai, yaitu di bukit, pohon dan yang dibikin manusia. Bukit menunjukkan dan mengandung pengertian bumi, batuan, gua dan tanah yang tinggi. Pohon termasuk bagian-bagian pohon, seperti: dahan, ranting dan daun. Tempat yang dibikin manusia biasanya terbuat dari kayu yang dilubangi

5

bagian tengahnya atau dari papan kayu yang dibuat kotak dan diletakkan di tempat yang tinggi. Kemudian makanlah yakni hisaplah dari setiap macam bunga buah-buahan, lalu tempuhlah jalan-jalan yang telah diciptakan oleh Tuhanmu Pemeliharamu dalam keadaan mudah bagimu. Beberapa ulama menulis bahwa sungguh menarik ayat ini. Ia membatasi tempat tinggal lebah, tetapi tidak membatasi jenis bunga yang dimakannya. Makanan diserahkan kepada seleranya.

Firman-Nya yang memerintahkan lebah untuk membuat sarang merupakan perintah melakukan pekerjaan yang sangat mengagumkan dalam proses dan hasilnya. Sarang lebah tersusun oleh lubang-lubang yang sama berbentuk persegi enam. Bentuk sarang lebah yang persegi enam merupakan simbol dari rukun iman yang berjumlah enam. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. katanya: Pada suatu hari, ketika Rasulullah saw. berada bersama kaum muslimin, datang seorang lelaki kemudian bertanya kepada baginda: Wahai Rasulullah ! Apakah yang dimaksud dengan Iman ? Lalu baginda bersabda: Kamu hendaklah percaya yaitu beriman kepada Allah, para Malaikat, semua Kitab yang diturunkan, hari pertemuan denganNya, para Rasul dan percaya kepada Hari Kebangkitan. (HR. Bukhari dan Muslim).

Semua lebah masuk dalam suku atau familia Apidae (ordo Hymenoptera: serangga bersayap selaput). Di dunia terdapat kira-kira 20.000 spesies lebah dan dapat ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika.

Sebagai serangga, ia mempunyai tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Lebah membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu dan pada atap rumah. Sarangnya dibangun dari propolis (perekat dari getah pohon) dan malam yang diproduksi oleh kelenjar-kelelenjar lebah betina yang masih muda dan terdapat dalam badannya. Lebah menjalani metamorfosis lengkap ("holometabola") sehingga terdapat empat tahap bentuk kehidupan: 1. telur; 2. larva (bentuk ulat)

6

3. pupa (kepompong); 4. imago (lebah dewasa). Telur yang menetas akan menjadi larva. Pada tahapan ini, lebah pekerja akan memberi larva makanan berupa serbuk sari, nektar, serta madu. Sebagian nektar yang dikumpulkan oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu. Setelah beberapa hari, larva berganti menjadi pupa dan seterusnya menjadi anak lebah.

Serangga betina memiliki peran penting dalam kelompok serangga'. Perilaku dari lebah sangat ditentukan oleh perilaku dari lebah betina. Beberapa lebah betina dari spesies tertentu hidup sendiri (soliter) dan sebagian lainnya dikenal memiliki perilaku sosial. Lebah soliter membangun sendiri sarangnya dan mencari makan untuk keturunnya tanpa bantuan lebah lain dan biasanya mati atau meninggalkan sarang pada saat keturunannya belum menjadi lebah dewasa. Kadang kala beberapa spesies lebah soliter memberi makan dan merawat anaknya tanpa memberikan cadangan makanan bagi anaknya, bentuk hubungan seperti ini dikenal dengan istilah subsosial. Sementara pada tahap lebih tinggi, lebah hidup berkelompok dan saling berbagi tugas sesuai dengan bentuk fisik masing-masing.

Makanan lebah berupa nektar dan serbuk sari. Pengumpulan nektar dan serbuk sari sangat penting artinya bagi lebah dan tumbuhan. Nektar dikumpulkan oleh lebah pada ruang khusus di dalam perut (perut madu) dan selanjutnya diubah menjadi madu, sedangkan serbuk sari diletakkan di kakinya untuk dibawa pulang.

Gambar 2. Seekor lebah yang mengumpulkan serbuk sari.

Dalam suatu kelompok (disebut "koloni") terdapat tiga "kasta", yaitu:

7

1. Lebah ratu, berjenis kelamin betina merupakan induk semua lebah dalam satu koloni hanya satu ekor lebah ratu. 2. Lebah betina, dikenal sebagai lebah pekerja jumlah lebah pekerja bisa mencapai puluhan ribu, 30.000 ekor lebah dan yang bibit unggul bisa mencapai sampai 60.000 ekor lebah. 3. Lebah jantan, jumlahnya hanya ratusan ekor lebah.

Setiap kasta lebah mempunyai tugas masing-masing. Lebah ratu hanya satu ekor dalam setiap koloni dan mengawal semua kegiatan lebah betina dan lebah jantan. Komposisi