makalah kel 5a

Download Makalah Kel 5a

Post on 05-Nov-2015

227 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ghhgvghvh

TRANSCRIPT

MAKALAHADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN

DISUSUN OLEH:KELOMPOK 5KELAS A

ANGGOTA KELOMPOK :1. ELDA SORAIDA N(1101070003)1. RIANA RESTIANA(1101070063)1. MUFLIAH(1201070001)1. PUTRI UTAMI(1201070030)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGIFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO2014

BAB IPENDAHULUAN1.1 LatarbelakangMenurut UU No. 20 Tahun 2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.Pendidikan merupakan sarana yang sangat strategis dalam melestarikan sistem nilai yang berkembang dalam kehidupan. Proses pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan pemahaman peserta didik, namun lebih diarahkan pada pembentukan sikap, perilaku dan kepribadian peserta didik, mengingat perkembangan komunikasi, informasi dan kehadiran media cetak maupun elektronik tidak selalu membawa pengaruh positif bagi peserta didik.Administrasi Pendidikan Dalam Profesi Keguruan merupakan kegiatan pendidikan untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang administrasi. Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti ke atau kepada. Dan ministraresama, artunya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti melayani, membantu, atau mengarahkan. Dalam bahasa to administer berarti pula mengatur, memelihara, dan mengarahkan. Jadi kata administrasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan pertama, administrasi pendidikan mempunyai pengertian kerja sama untuk mencapai tujun pendidikan.Dictionary of Education Edisi Kedua (1959) yang dikarang oleh Good Carter V : Administrasi pendidikan adalah segenap teknik dan prosedur yang dipergunakan dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan.Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan, dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personel, materiil, maupun spirituil, untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisienMenurut Suharsimi Arikunto, Supervisi merupakan bagian dari proses administrasi dan manajemen. Kegiatan supervisi melengkapi fungsi-fungsi administrasi yang ada di sekolah sebagai fungsi terakhir, yaitu penelitian terhadap semua kegiatan dalam mencapai tujuan.Istilah supervisi pendidikan dibangun dari dua kata: supervisi dan pendidikan. Dalam uraian uraian berikut hanya istilah supervise yang lebih banyak diberbicarakan dari pendidikan, karena istilah pendidikan (education) lebih lengkap telah dikupas habis dalam mata kuliah Dasar-Dasar Kependidikan. Supervisi adalah istilah yang relative baru dikenal di dunia pendidikan di Indonesia (lihat sejarah supervisi), karena itu perlu uraian secara lengkap tentang pengertiannya, yang akan dilihat dari tiga sudut pandang, yaitu dari sudut etimologis, morfologis, dan semantik.Secara etimologis, kata supervisi berasal dari bahasa Inggris, yaitu supervision, artinya pengawasan. Oteng (1983: 222) mengatakan bahwa penggunaan istilah supervisi sering diartikan sama dengan directing atau pengarahan. Sementara Suharsimi (1988: 152) mengatakan bahwa memang sejak dulu banyak orang menggunakan istilah pengawasan, penilikan atau pemeriksaan untuk istilah supervisi, demikian pula pada zaman Belanda orang mengenal istilah inspeksi.Secara morfologis, kata supervisi terdiri atas dua kata, super dan visi (super dan vision). Menurut Ametembun (1981: 1) super berarti atas atau lebih, sedangkan visi berarti lihat, tilik, dan awasai. Jadi supervisi berarti melihat, menilik dan mengawasi dari atas; atau sekaligus menunjukan bahwa orang yang melaksanakan supervise berada lebih tinggi dari orang yang dilihat, ditilik, dan diawasi. Secara sematik Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya.Berdasarkan konsep pengertiannya, supervise dapat dibedakan menjadi dua, yaitu supervise akademik dan suprvisi administrasi. Supervise akademik adalah supervise yang menitikberatkan pengamatan pada masalah akademik, yaitu, yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk membantu siswa ketikasedang dalam proses belajar.

1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut:1.2.1 Bagaimana administrasi dan supervisi pendidikan di MTs Maarif NU 1 Sumbang ?1.2.2 Apa saja permasalahan yang tejadi di MTs Maarif NU 1 Sumbang terkait dengan administrasi dan supervisi pendidikan?1.2.3 Bagaimana struktur organisasi sekolah di MTs Maarif NU 1 Sumbang?1.2.4 Bagaimana pemahaman terhadap job description masing-masing jabatan yang tersusun dalam struktur organisasi di MTs Maarif NU 1 Sumbang?1.2.5 Bagaimana otoritas anggaran keuangan di MTs Maarif NU 1 Sumbang?1.2.6 Bagaimanakah rencana pelaksanaan ekstrakurikuler di MTs Maarif NU 1 Sumbang apabila telah diterapkan kurikulum 2013?1.2.7 Apa sajakah kesulitan guru dalam pengisian raport kurikulum 2013?1.2.8 Bagaimanakah pelaksanaan supervisi di MTs Maarif NU 1 Sumbang?1.2.9 Bagaimanakah pelaksanaan In house training yang ada di MTs Maarif NU 1 Sumbang?1.2.10 Bagaimanakah penjaminan mutu baik internal dan eksternal yang ada di MTs Maarif NU 1 Sumbang?

1.3 Tujuan PenelitianSejalan dengan kegiatan penelitan di atas,bertujuan untuk:1.3.1 Mengetahui administrasi dan supervisi pendidikan di MTs Maarif NU 1 Sumbang.1.3.2 Mengetahui permasalahan yang terjadi di MTs Maarif NU 1 Sumbang terkait dengan administrasi dan supervisi pendidikan.1.3.3 Mengetahui struktur organisasi sekolah di MTs Maarif NU 1 Sumbang.1.3.4 Mengetahui pemahaman terhadap job description masing-masing jabatan yang tersusun dalam struktur organisasi di MTs Maarif NU 1 Sumbang.1.3.5 Mengetahui otoritas anggaran keuangan di MTs Maarif NU 1 Sumbang.1.3.6 Mengetahui rencana pelaksanaan ekstrakurikuler di MTs Maarif NU 1 Sumbang apabila telah diterapkan kurikulum 2013.1.3.7 Mengetahui kesulitan guru dalam pengisian raport kurikulum 2013.1.3.8 Mengetahui pelaksanaan supervisi di MTs Maarif NU 1 Sumbang.1.3.9 Mengetahui pelaksanaan In house training yang ada di MTs Maarif NU 1 Sumbang.1.3.10 Mengetahui penjaminan mutu baik internal dan eksternal yang ada di MTs Maarif NU 1 Sumbang.

1.4 Manfaat PenelitianHasil dari penelitian di atas diharapkan dapat memberikan manfaat untuk:1.4.1 Mengetahui administrasi dan supervisi pendidikan yang terjadi di MTs Maarif NU 1 Sumbang.1.4.2 Sebagai sarana pembelajaran dan pelatihan daya analitis dan kritis terhadap suatu masalah, serta sebagai tambahan pengetahuan.

BAB IIHASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN1. Struktur Organisasi A. Dasar TeoriOrganisasi secara umum dapat diartikan memberi struktur atau susunan yakni dalam penyusunan penempatan orang-orang dalam suatu kelompok kerja sama, dengan maksud menempatkan hubungan antara orang-orang dalam kewajiban-kewajiban, hak-hak dan tanggung jawab masing-masing. Dalam suatu susunan atau struktur organisasi dapat dilihat bidang, tugas dan fungsi masing-masing kesatuan serta hubungan vertikal horizontal antara kesatuan-kestuan tersebut.Struktur organisasi sekolah adalah struktur yang mendasari keputusan para Pembina atau Pendiri sekolah untuk mengawali suatu proses perencanaan sekolah yang strategis. Organisasi sekolah juga dapat dikatakan sebagai seperangkat hukum yang mengatur formasi dan administrasi atau tata laksana organisasi-organisasi sekolah di Indonesia.Dalam penyelenggaraan pendidikan lembaga pendidikan tidak dapat lepas dari organisasi negara. Untuk organisasi ini Mulyani A Nurhadi mmbedakan menjadi dua yaitu organisasi makro dan mikro. Organisasi pendidikan makro adalah organisasi pendidikan dilihat dari segi organisasi secara luas. Dalam struktur organisasi, organisasi pendidikan pada tingkat makro dibedakan atas: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tingkat Pusat, Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Pendidikan Dan Kebudayaan di Kabupaten/Kotamadya dan Kantor Pendidikan dan Kebudayaan tingkat Kecamatan. Organisasi pendidikan mikro adalah organisasi pendidikan dilihat dengan titik tolak dengan unit-unit yang ada pada suatu sekolah atau lembaga pendidikan penyelenggara langsung proses belajar mengajar. Struktur disetiap sekolah atau lembaga tidak seluruhnya sama. Mungkin disuatu sekolah terdapat sesuatu unit sekolah yang disekolah lain tidak terdapat karena disebabkan kekurangan tenaga atau sarana lain.Organisasi sekolah adalah sistem yang bergerak dan berperan dalam merumuskan tujuan pendewasaan manusia sebagai mahluk sosial agar mampu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan begitu disana kita bisa belajar bagaimana cara menyikapi diri kita ketika berhadapan dengan suatu masalah sehingga kita bisa menyelesaikannya. Dengan pendewasaan maka kita dapat menyikapi masalah kita dengan baik dan kita juga mampu berinteraksi sebagai mana peran kita didalam suatu lingkungan.Definisi organisasi sekolah dari para ahli:Organization is the form of every human association for the attainment of comon purpose (James D. Oony)An organization as a system of cooperative activities of two or more persons (Chester I. Barnard)Dari defini tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa organisasi adalah sebuah bentuk atau sistem yang terdiri dari sekelompok manusia yang berkerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh sebab itu sekolah dikatakan se