makalah kd5 topik 2-im

Download Makalah KD5 Topik 2-IM

Post on 14-Feb-2015

65 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

HW

TRANSCRIPT

ACUTE CORONARY SYNDROME (ANGINA PEKTORIS DAN INFARK MIOKARD) KEPERAWATAN DEWASA V

KELAS B HOME GROUP 3 Ani Aryanti Barnis Lady Mentari A Fitri Alfisah Ike Maretta Paramudita Tri Hardani Umi Barokah 1106006846 1106018966 1106089035 1106053161 1106000842 1106053350

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA 2013

Acute Coronary Syndrome (ACS)

ii

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena rahmat-Nya, penulis telah menyelesaikan tugas mata kuliah Keperawatan Dewasa 5 dengan membahas patofiiologi pasiend engan Infark Miokard dan Asuhan Keperawatan pada pasien dengan Infark Miokard dalam bentuk makalah. Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendalakendala yang penulis hadapi dapat teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Tuti Herawati MN, yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini. 2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai. Dalam Penulisan makalah ini, penulis merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dengan demikian, penulis berharap, semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Depok, 17 Maret 2013 Penyusun makalah

Acute Coronary Syndrome (ACS)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................. DAFTAR ISI ................................................................................................ BAB 1: PENDAHULUAN A. Latar Belakang ........................................................................................ B. Rumusan Masalah ................................................................................... C. Tujuan Penulisan ..................................................................................... D. Metodologi Penulisan ............................................................................. E. Sistematika Penulisan ............................................................................. BAB 2: TINJAUAN PUSTAKA A. ACS (Acute Coronary Syndrome)........................................................... 1. Definisi .............................................................................................. 2. Manisfestasi Klinis............................................................................. 3. Etiologi .............................................................................................. 4. Patofisiologi ...................................................................................... B. Faktor Resiko ACS ................................................................................. C. Penatalaksanaan Medis ACS .................................................................. D. EKG (Kelistrikan Jantung) ..................................................................... E. Enzim Jantung ......................................................................................... BAB 3: PEMBAHASAN KASUS A. Kasus ....................................................................................................... B. Pembahasan Kasus .................................................................................. BAB 4: PENUTUP A. Kesimpulan ............................................................................................. B. Saran ....................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................

i ii

1 1 2 2 2

3 3 4 5 6 9 11 33 44

49 49

61 61 62

Acute Coronary Syndrome (ACS)

iv

Acute Coronary Syndrome (ACS)

1

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infark miokardium mengacu pada proses rusaknya jaringan jantung akibat suplai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah koroner berkurang. Penyebab penurunan suplai darah mungkin akibat penyempitan kritis arteri koroner karena aterosklerosis atau penyumbatan total arteri oleh emboli atau trombus. Penurunan aliran darah koroner juga bisa diakibatkan oleh syok atau perdarahan. Pada setiap kasus ini selalu terjadi ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen jantung. Infark miokard akut (IMA) merupakan salah satu diagnosis rawat inap tersering di negara maju. Laju mortalitas awal (30hari) pada IMA adalah 30% dengan lebih dari separuh kematian terjadi sebelum pasien mencapai Rumah Sakit. Walaupun laju mortalitas menurun sebesar 30% dalam 2 dekade terakhir, sekitar 1 di antara 25 pasien yang tetap hidup pada perawatan awal, meninggal dalam tahun pertama setelah IMA. IMA dengan elevasi ST (ST elevation myocardial infraction = STEMI) merupakan bagian dari spektrum sindrom koroner akut (SKA) yang terdiri dari angina pektoris tak stabil, IMA tanpa elevasi ST dan IMA dengan elevasi ST. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan Infark Miokard? 2. Apa penyebab Infark Miokard? 3. Apa saja manifestasi Infark Miokard? 4. Bagaimana gambaran umum dan patofisiologi Infark Miokard? 5. Apa kaitan antara ST elevasi Infark Miokard dengan enzim jantung? 6. Apa saja pengkajian pada klien dengan Infark Miokard? 7. Bagaimana diagnosa dan intervensi pada klien dengan Infark Miokard? 8. Bagaimana penatalaksanaan medis pada klien dengan infark miokardium?

Acute Coronary Syndrome (ACS)

2

C. Tujuan Penulisan 1. Menjelaskan gambaran umum dan patofisiologi Infark Miokard 2. Menjelaskan keterkaitan antara infark miokard dengan ST elevasi dan enzim jantung. 3. Menjelaskan pengkajian pada klien dengan Infark Miokard 4. Memahami diagnosa dan intervensi yang tepat pada klien dengan Infark Miokard 5. Menjelaskan penatalaksanaan medis pada klien dengan Infark Miokard D. Metode Penulisan Penyusunan makalah ini dilakukan dengan cara mengumpulkan datadata yang relevan terkait dengan kasus pemicu. Metode yang digunakan adalah metode studi pustaka, baik sumber yang berasal dari buku bacaan, jurnal, maupun internet. Selain itu, dilakukan pula diskusi bersama antar anggota kelompok untuk membahas lebih jauh mengenai keterkaitan kasus dengan isi materi. E. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, sistematika penulisan dan hipotesis. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini dibahas mengenai definisi, penyebab, manifestasi klinis dan patofisiologi pada Infark Miokard. BAB III PEMBAHASAN KASUS Dalam bab ini terdapat kasus beserta analisis kasus. Di dalam analisis kasus terdapat mekanisme-mekanisme yang terjadi pada kasus dan merumuskan pengkajian, diagnosa, intervensi dan penatalaksanaan medis yang sesua dengan kasus. BAB IV PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan pembahasan dari makalah ini.

Acute Coronary Syndrome (ACS)

3

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA A. ACS (Acute Coronary Syndrome) 1. Definisi ACS (Acute Coronary Sindrom) atau Sindrom Akut Koroner merupakan sindrom yang terjadi apabila ada obstruksi koroner mendadak akibat pembentukan trombus pada plak aterosklerosis (Brashers, 2007). Sindrom akut koroner mencangkup angina pektoris tidak stabil dan infark miokard. Angina pektoris adalah nyeri hebat yang berasal dari jantung dan terjadi sebagai respon terhadap suplai oksigen yang tidak adekuat ke selsel miokardium. Salah satu jenis angina pektoris dalam sindrom akut koroner adalah angina tidak stabil. Angina tidak stabil merupakan kombinasi angina klasik dan angina varian. Angina klasik (angina stabil) terjadi sewaktu arteri koroner yang aterosklerotik tidak dapat berdilatasi untuk meningkatkan aliran darah saat terjadi peningkatan kebutuhan oksigen. Dan angina varian (angina prinzmental) terjadi tanpa peningkatan jelas beban kerja jantung dan sering terjadi pada saat istirahat atau tidur. Sehingga angina tak stabil ini dijumpai pada individu dengan penyakit arteri koroner yang memburuk dan disertai dengan peningkatan beban kerja jantung. Infark miokard (IM) akut terjadi saat iskemia miokard yang terlokalisasi menyebabkan perkembangan suatu regio nekrosis dengan batas yang jelas. IM paling sering disebabkan oleh ruptur lesi aterosklerotik pada arteri koroner. Hal ini menyebabkan pembentukan trombus yang menyumbat arteri, sehingga menghentikan pasokan darah ke regio jantung yang disuplainya. Aterosklerosis adalah kelainan pada dinding pembuluh darah yang berkembang menjadi plak yang dapat menggangu aliran pembuluh darah apabila cukup besar. Terdapat 2 jenis infark miokard yaitu :

Acute Coronary Syndrome (ACS)

4

a. Infark miokard akut dengan elevasi ST (STEMI): terjadi jika aliran darah koroner menurun secara mendadak setelah okulasi trombus pada plak aterosklerotik yang sudah ada sebelumnya. b. Infark miokard akut tanpa elevasi ST: non ST elevation myocardial infraction (NSTEMI) dapat disebabkan oleh penurunan suplai oksigen dan atau peningkatan kebutuhan oksigen yang diperberat oleh obstruksi koroner. NSTEMI terjadi karena trombosis akut atau proses vasokontriksi koroner.

2. Manifestasi Klinis Secara umum, gambaran klinis SKA berbeda-beda, terkadang asimtomatis atau berwujud nyeri dada (angina pektoris), infark miokard akut, dekompensasi kordis, aritmia jantung, sinkop atau bahkan mati mendadak. Nyeri dada (angina pektoris) biasanya timbul saat beraktivitas dan bersifat kronis. Nyeri yang dirasakan seperti diperas atau ter