makalah jiwa besok

Download MAKALAH  jiwa BESOK

Post on 15-Jan-2016

220 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jiwa

TRANSCRIPT

CATATAN :1. YANG BERWARNA KUNING DIGANTI LIHAT JADWAL PRAKTIKUM. (TAK STIMULASI PRESEPSI I, II) DIGNOSANYA HARGA DIRI RENDAH2. SALIN DARI BUKU PRAKTIKUM JIWASESI 1 HAL 65SESI 2 HAL 69

LAPORAN PRAKTIKUMKEPERAWATAN KESEHATAN JIWA 1 TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK : SOSIALISASI SESI I,II,III

DIAGNOSA ISOLASI SOSIAL

KELOMPOK II :SARI DEWI INTAN KUMALAI1B111031APRILIA AYU WIDIARTII1B111020NOR ELLA DAYANII1B111205HELMA RASYIDAI1B111012ERMAWATI ROHANAI1B111026ALPIANORI1B111216REZA FATHAN I1B111004RIZKA HAYYU NAFIAHI1B111206FILIA SOFIANI IKASARII1B111028NURMALAI1B111032INDAH DWI ASTUTI I1B111201LOLA ILLONA ELFANI KI1B111210AHMAD LUTFII1B111207BERNADINO OKTAVIANUS MI1B111209AKHMAD RIDHANII1B111211

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURATBANJARBARUHALAMAN PENGESAHANKEPERAWATAN KESEHATAN JIWA 1 TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK : SOSIALISASI SESI I,II,IIIDIAGNOSA ISOLASI SOSIAL

Oleh:

SARI DEWI INTAN KUMALAI1B111031APRILIA AYU WIDIARTII1B111020NOR ELLA DAYANII1B111205HELMA RASYIDAI1B111012ERMAWATI ROHANAI1B111026ALPIANORI1B111216REZA FATHAN I1B111004RIZKA HAYYU NAFIAHI1B111206FILIA SOFIANI IKASARII1B111028NURMALAI1B111032INDAH DWI ASTUTI I1B111201LOLA ILLONA ELFANI KI1B111210AHMAD LUTFII1B111207BERNADINO OKTAVIANUS MI1B111209AKHMAD RIDHANII1B111211

Makalah yang telah dibuat berdasar hasil dari praktikum jiwa 1(satu) ini telah disahkan oleh Dosen Pengampu.Demikian halaman pengesahan ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.Banjarbaru, 19 April 2013 Dosen Pengampu/Tutor

Dhian Ririn Lestari, S.Kep, Ns,M.KepA. TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK1. PengertianTerapi aktivitas kelompok adalah salah satu upaya untuk memfasilitasi psikoterapis terhadap sejumlah klien pada waktu yang sama untuk memantau dan meningkatkan hubungan antar anggota(Depkes,1997). Terapi aktivitas kelompok adalah aktivitas membantu anggotanya untuk identitas hubungan yang kurang efektif dan mengubah tingkah laku yang maladaptive(Stuart, dan Sundeen,1998). Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagai terapi, dan kelompok digunakan sebagai tujuan terapi(keliat,2005).2.Tujuana. Tujuan Umum Meningkatkan sosialisasi dengan memberikan kesempatan untuk berkumpul, berkomunikasi dengan orang lain, saling memperhatikan memberikan tanggapan terhadap pendapat maupun perasaan orang lain. Meningkatkan keasadaran hubungan antara reaksi emosional diri sendiri dengan tingkah laku defensif yaitu suatu cara untuk menhindarkan diri dari rasa tidak enak karena merasa diri tidak berharga atau ditolak. Membangkitkan motivasi bagi kemajuan fungsi-fungsi psikologis seperti fungsi kognitif dan afektif.b. Tujuan Khusus Meningkatkan identitas diriSetiap orang mempunyai identifikasi diri tentang mengenal dirinya di dalam lingkungannya Penyaluran emosiPada saat terapi aktivitas kelompok, akan ada waktu bagi anggota kelompok untuk menyalurkan emosinya untuk didengar dan dimengerti oleh anggota kelompok lainnya. Meningkatkan keterampilan hubungan sosialTerdapat kesempatan bagi anggota kelompok untuk saling berkomunikasi yang berguna untuk meningkatkan hubungan sosial dalam kesehariannya.3. Peran pada TAK terdiri dari: Terapis Katalisator, yaitu mempermudah komunikasi dan interaksi dengan jalan menciptakan situasi dan suasana yang memungkinkan klien temotivasi untuk mengekspresikan perasaannya. Auxilery Ego, sebagai menopang bagi anggota yang terlalu lemah atau mendominasi. Koordinator, mengarahkan proses kegiatan kearah pencapaian tujuan dengan cara memberi motivasi kepada anggota untuk terlibat dalam kegiatan. Co TerapisMengidentifikasi isue penting dalam proses Mengidentifikasi strategi yang digunakan LeaderMengamati dan mencatat Klien

B. PANDUAN PELAKSANAAN TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK (TAK)Terapis mengawali dengan mengusahakan terciptanya suasana yang tingkat kecemasannya sesuai, sehingga klien terdorong untuk membuka diri dan tidak menimbulkan atau mengembalikan mekanisme pertahanan diri. Setiap permulaan dari suatu terapi aktifitas kelompok yang baru merupakan saat yang kritis karena prosedurnya merupakan sesuatu yang belum pernah dialami oleh anggota kelompok dan mereka dihadapkan dengan orang lain.Setelah klien berkumpul, mereka duduk melingkar, terapis memulai dengan memperkenalkan diri terlebih dahulau dan juga memperkenalkan co-terapis dan kemudian mempersilahkan anggota untuk memperkenalkan diri secara bergilir, bila ada anggota yang tidak mampu maka terapis akan memperkenalkannya. Terapis kemudian menjelaskan maksud dan tujuan serta prosedur terapi kelompok dan juga masalah yang akan dibicarakan dalam kelompok. Topik atau masalah dapat ditentukan oleh terapis atau usul klien. Ditetapkan bahwa anggota bebas menbicarakan apa saja, bebas mengkritik siapa saja termasuk terapis. Terapis sebaiknya bersifat moderat dan menghindarkan kata-kata yang dapat diartikan sebagai perintah. Di akhir terapi aktifitas kelompok, terapis menyimpulkan secara singkat pembicaraan yang telah berlangsung atau permasalahan dan solusi yang mungkin dilakukan. Dilanjutkan kemudian dengan membuat perjanjian pada anggota untuk pertemuan berikutnya.

C. PEDOMAN PELAKSANAAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK : SOSIALISASI (TAKS)1.PengertianTerapi Aktfitas Kelompok sosialisasi merupakan upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan social. 2. Tujuana. Tujuan umum Klien mampu meningkatkan hubungan social dalam kelompok secara bertahapb. Tujuan khusus Klien mampu memperkenalkan diri Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi pada orang lain. Klien mampu bekerjasama dalam permainan sosialisasi kelompok Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan.3. IndikasiAktiviats TASK dilakukan tujuh sesi yang melatih kemampuan sosialisasi klien. Indikasi klien dengan TASK adalah klien dengan gangguan hubungan sosial dengan menarik diri yang telah mulai melakukan interaksi interpersonal, klien dengan kerusakan komunikasi verbal yang telah berespon sesuai dengan stimulus.D. ISOLASI SOSIAL 1. PengertianMenurut Townsend, M.C (1998:152) isolasi sosial merupakan keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain dianggap menyatakan sikap negatif dan mengancam bagi dirinya. Sedangkan menurut DEPKES RI (1989: 117) penarikan diri atau withdrawal merupakan suatu tindakan melepaskan diri, baik perhatian maupun minatnya terhadap lingkungan sosial secara langsung yang dapat bersifat sementara atau menetap.Isolasi sosial merupakan keadaan di mana individu atau kelompok mengalami atau merasakan kebutuhan atau keinginan untuk meningkatkan keterlibatan dengan orang lain tetapi tidak mampu untuk membuat kontak (Carpenito ,L.J, 1998: 381). Menurut Rawlins, R.P & Heacock, P.E (1988 : 423) isolasi sosial menarik diri merupakan usaha menghindar dari interaksi dan berhubungan dengan orang lain, individu merasa kehilangan hubungan akrab, tidak mempunyai kesempatan dalam berfikir, berperasaan, berprestasi, atau selalu dalam kegagalan.Isolasi Sosial atau Menarik diri adalah suatu keadaan pasien yang mengalami ketidak mampuan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain atau dengan lingkungan di sekitarnya secara wajar. Pada pasien dengan perilaku menarik diri sering melakukan kegiatan yang ditujukan untuk mencapai pemuasan diri, dimana pasien melakukan usaha untuk melindungi diri sehingga menjadi pasif dan berkepribadian kaku, pasien menarik diri juga melakukan pembatasan (isolasi diri), termasuk juga kehidupan emosionalnya, semakin sering pasien menarik diri, semakin banyak kesulitan yang dialami dalam mengembangkan hubungan sosial dan emosional dengan orang lain (Stuart dan Sundeen, 1998). Dalam membina hubungan sosial, individu berada dalam rentang respon yan adaptif sampai dengan maladaptif. Respon adaptif merupakan respon yang dapat diterima oleh norma-norma sosial dan kebudayaan yang berlaku, sedangkan respon maladaptif merupakan respon yang dilakukan individu dalam menyelesaikan masalah yang kurang dapat diterima oleh norma-norma sosial dan budaya.

2. PenyebabPenyebab dari menarik diri adalah harga diri rendah yaitu perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mencapai keinginan yang ditandai dengan adanya perasaan malu terhadap diri sendiri, rasa bersalah terhadap diri sendiri, gangguan hubungan sosial, merendahkan martabat, percaya diri kurang dan juga dapat mencederai diri, (Carpenito,L.J, 1998).

1. Faktor predisposisi Ada berbagai faktor yang menjadi pendukung terjadinya perilaku menarik diri, yaitu:a. Faktor perkembangan Tiap gangguan dalam pencapaian tugas perkembangan dari masa bayi sampai dewasa tua akan menjadi pencetus seseoarang sehingga mempunyai masalah respon sosial menarik diri. Sistem keluarga yang terganggu juga dapat mempengaruhi terjadinya menarik diri. Organisasi anggota keluarga bekerja sama dengan tenaga profisional untuk mengembangkan gambaran yang lebih tepat tentang hubungan antara kelainan jiwa dan stress keluarga. Pendekatan kolaburatif sewajarnya dapat mengurangi masalah respon sosial menarik diri. b. Faktor Biologik Faktor genetik dapat menunjang terhadap respon sosial maladaptif. Genetik merupakan salah satu faktor pendukung gangguan jiwa. Kelainan struktur otak, seperti atropi, pembesaran ventrikel, penurunan berat dan volume otak serta perubahan limbik diduga dapat menyebabkan skizofrenia.c. Faktor Sosiokultural Isolasi sosial merupakan faktor dalam gangguan berhubungan. Ini merupakan akibat dari norma yang tidak mendukung pendekatan terhadap orang lain, atau tidak menghargai anggota masyarakat yang tidak produktif, seperti lansia, orang cacat da