makalah im

Download Makalah Im

Post on 22-Nov-2015

96 views

Category:

Documents

13 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

imkg

TRANSCRIPT

BAB 1Pendahuluan

1.1 Latar belakangPengetahuan bahan-bahan yang dapat digunakan untuk perbaiki gigi geligi yang hilang atau rusak sudah mulai dikenal dan dicoba sejak dahulu kala, sebagai contoh orang-orang Phoians dan Etruscans telah menggunakan Old bands dan Wires untuk mengkonstruksi suatu gigi tiruan yang dipakai menggantikan gigi-gigi mereka yang hilang. Sedangkan untuk memperbaiki gigi-gigi yang telah rusak digunakan bahan dari Gold foil. Perkembangan ilmu kedokteran gigi yang lebih maju dimulai sejak tahun 1728 yaitu pada waktu Fauchard memperkenalkan beberapa type dan cara untuk memperbaiki gigi-gigi termasuk metode-metode untuk pembuatan konstruksi gigi tiruan dari bahan gading. Pada tahun 1756, Pfaf untuk pertama kalinya memperkenalkan metode mencetak mulut dengan menggunakan bahan lilin atau wax dimana hasil cetakan ini kemudian dapat dibuat menjadi model reproduksi dari jaringan mulut tersebut dengan mengunan gips (plaster of Paris). Pada tahun 1792 de Chamant menemukan proses untuk pembuatan gigi tiruan dari bahan porselain dan permulaan abad berikutnya diperkenalkan suatu cara pembetulan gigi yang disebut inlay dengan bahan porselin ini.Pada pertengahan abad ke 19 yang merupakan suatu masa yang penting dalam dunia kedokteran gigi yaitu ketika dimulainya penyelidikan bahan amalgam yang akhirnya digunakan sebagai bahan untuk tumpatan gigi dan tetap digunakan sampai saat ini. Pada masa yang sama juga telah dilaporkan hasil-hasil penelitian lebih lanjut dari bahan porselain dan gold foil di dalam bacaan-bacaan ilmiah. Pelopor kemajuan ini adalah G.V. Black yang telah memulainya sejak tahun 1895. Selanjutnya kemajuan-kemajuan yang lebih besar tentang pengetahuan mengenai material gigi (dental materials) terlihat pada tahun 1919 sampai 1920. pada tahun ini biro standar nasional Amerika Serikat telah menetapkan spesifikasi dari derajat-derajat tingkatan suatu amalgam gigi yang akan digunakan. Logam tempa dan emas coran serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan pengecoran logam telah diteliti oleh R.L. Choleman, W.L Swanger dan W.A. Poppe yang dipimpin oleh dokter Sauder. Pada tahun 1928 beberapa orang peneliti bidang kedokteran gigi amerika serikat telah bekerja sama dan membentuk suatu ikatan yang kemudian dikenal sebagai The American Dental Assosiation Research Assosiated. Nama-nama seperti Wilmwer Sauder, Willian T. Sweeney dan George C. Paffenberger merupakan pelopor-pelopor peneliti terhadap produk-produk dental materials.Macam-macam material yang dapat digunakan dalam kedokteran gigi, digolong-golongkan sesuai dengan sifat-sifat fisik dan kimianyaserta kegunaannya oleh The American Dental Assosiation Divition. Hingga tahun 1965 obyektif utama The American Dental Assosiation in health merumuskan standar atau spesifikasi dari macam material gigi tersebut serta memberikan pengetahuan bagi hasil produk bari suatu material gigi yang telah diuji, diberi nama dagang dan nama pabrik sert alabl hasil uji/pengakuan dari A.D.A. dan selanjutnya dapat dipublik melalui Journal of The American Dental Asosiation.

1.2 Tujuan1. Untuk memahami biokompatibilitas2. Untuk mengetahui pentingnya biokompatibilitas dalam kedokteran gigi3. Untuk mengetahui cara melakukan uji biokompatibilitas4. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan apabila biokompatibilitas tidak terpenuhi

1.3 Manfaat1. Dapat memahami biokompatibilitas2. Dapat mengetahui pentingnya biokompatibilitas dalam kedokteran gigi3. Dapat mengetahui cara melakukan uji biokompatibilitas4. Dapat mengetahui dampak yang ditimbulkan apabila biokompatibilitas tidak terpenuhi

BAB 2Tinjauan Pustaka

2.1 Definisi BiokompatibilitasKetika biomaterial ditempatkan berkontak dengan jaringan dan cairan tubuh manusia, maka akan ada interaksi antara material dan lingkungan biologi. Interaksi ini adalah subjek dari biokompatibilitas. Material dapat dikatakan biokompatibel jika memiliki kualitas yang tidak merusak atau mengganggu lingkungan biologi. Selain itu, Interaksi tersebut harus menguntungkan pada pasien dan semua pasien harus aman terhadap reaksi-reaksi yang ditimbulkan. jadi dapat dikatakan,biokompatibilitas adalah Kehidupan harmonis antara material dan lingkungan yang tidak mempunyai pengaruh tosik terhadap fungsi biologi (Elvier S, 2003).Biokompatibilitas dari material sebagian besar ditentukan oleh pelepasan substansi tersebut melewati sesuai solubilitas atau korosi. Substansi-substansi tersebut dapat merusak sel-sel atau dengan menstimulasi sintesis seluller dari beberapa protein. (mediator proinflamasi seperti interleukin 1 dan Interleukin VI),memicu inflamasi. Demikian juga,Permukaan absorbsi atau akumulasi protein atau interaksi interaksi material dengan matriks ekstraselulller penting untuk sifat biologis dari material tersebut (sebagai contoh: penempelaan sel atau bakteri permukaan material). Penempelan protein (pembentukan felikel oleh protein saliva) dipengaruhi oleh bahan property material kimia seperti karakteristik (contoh: surface energy permukaan dan kemampuan pembasahan).

2.1.1 Syarat Biokompatibilitas Material Kedokteran Gigi1. Bahan tersebut tidak boleh membahayakan pulpa dan jaringan lunak.2. Tidak boleh mengandung substansi toksik yang larut dalam air, yang dapat dilepaskan dan diserap kedalam sistem sirkulasi sehingga menyebabkan respons toksik sistemik.3. Harus bebas dari bahan yang berpotensi menimbulkan sensitivitas yang dapat menyebabkan suatu respons alergi.4. Harus tidak memiliki potensi karsinogenik.(Wahyudi T, 2008)

2.1.2 Tissue EngineeringPenyusunan jaringan adalah sedikit area baru dari aplikasi biomaterial. Hal itu adalah science dari desain dan manufaktur dari jaringan baru sebagai restorasi fungsional dari jaringan dan organ (kedokteran regenerative atau kedokteran gigi). Biomaterial yang tidak dapat terdegradasi dan sebagian besar terdegradasi berfungsi sebagai tempat penggantungan untuk memberikan sinyal pada molekul-molekul pada sel-sel atau keduanya dan biomaterial tersebut didesain untuk secara aktif mencampuri sel-sel tubuh yang berdekatan.

2.1.3 KeamananKeamanan yang berhubungan dengan evaluasi dari dental biomaterial berarti kebebasan dari resiko yang tidak dapat diterima. Demikian, keamanan tidak bergantung dengan kekurangan resiko yang lengkap. (seperti definisi biokompabilitas itu sendiri)

2.1.4 Efek sampingEfek samping dari biomaterial didefinisikan sebagai penggaruh bahwa, selain fungsi utamanya dimaksudkan, juga karakteristik biomaterial ini tetapi tidak ingin. Sebuah istilah sinonim digunakan adalah "efek samping."

2.1.5 ToksisitasToksisitas material menggambarkan kemampuan untuk merusak sistem biologi dengan cara kimia. Dalam organ yang lebih tinggi (hewan, manusia), toksisitas lokal - yaitu, efek samping yang muncul di situs aplikasi - adalah dibedakan dari toksisitas sistemik, di mana merugikan Reaksi muncul di daerah yang jauh dari aplikasi situs. Dalam kedokteran gigi, reaksi lokal terutama terjadi pada pulpa, periodonsium periapikal, dan gingiva atau mukosa mulut.

2.1.6 ImmunotoxicityImunotoksisitas material menjelaskan efek samping pada struktur dan fungsi sistem kekebalan tubuh, misalnya pada sel yang relevan seperti monosit. Maskapai efek merusak pertahanan tuan rumah (misalnya, melawan infeksi) atau dapat menyebabkan kerusakan jaringan, misaln.ya dengan flamasi in kronis (Schmalz G, 2009).Bidang kedokteran gigi sangat berhubungan dengan biokompatibilitas bahan, dan hal ini melibatkan pemahaman dari lain bidang di luar ilmu kedokteran, misalnya ilmu bahan, biokimia, biologi molekuler dan bioteknik. Sehingga biokompatibilitas path dasarnya merupakan suatu ilmu lintas bidang. Dalam perkembangannya, saat ini untuk menentukan pemakaian suatu bahan, faktor yang mutlak dipertimbangkan, termasuk juga biokompatibilitas, dan tidak hanya faktor kekuatan , estetika, atau fungsional bahan saja. Bisa diartikan pertimbangan akan biokompatibilitas bahan penting difahami oleh para produsen, praktisi, ilmuwan dan pasien sendiri (Elvier S, 2003).

2.2 Efek Material Kedokteran GigiMaterial pada kedokteran gigi memiliki kemungkinan menghasilkan reaksi biologi. Meskipun tidak semua dari semua material memiliki respon biologi. Umumnya material tersebut dapat menyebabkan Toksik, Imflamasi, Alergi, dan reaksi mutagenic. Pembagian reaksi tersebut berdasarkan sejarah tradisional dan analisis penyakit dari jaringan. Dari beberapa macam respon biologi dari material, toksisitas adalah respon yang lebih dulu ditemukan dan dipelajari. Material mungkin mampu melepaskan zat kimia kedalam tubuh manusia. Hampir semua material memungkinkan menyebabkan toksisitas yang jelas sehingga tidak dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang dibidang kedokteran gigi (Annusavice, 2003).Inflamasi, inflamasi adalah respon kedua dari tipe respon biologi dari material. Respon imflamasi adalah respon yang kompleks tetapi dapat membawa aktivasi dari sel host sistem imun untuk untuk menghindari dari ancaman. Inflamasi mungkin juga diakibatkan dari toksisitas atau alergi, namun lebih sering diakibatkan oleh tossisitas (Annusavice, 2003).Respon alergi, meskipun respon alergi banyak yang menganggap biasa dikalangan kaum awam, namun tidak sesederhana itu jika ditetapkan dalam praktek. Secara sederhana, reaksi alergi terjadi saat tubuh mengenali material sebagai benda asing dan reaksi dengan ketidakseimbangan diantara pemberian material tersebut. Reaksi tersebut secara khusus membawa sistem limfosit T dan B serta makrofag atau monosit. Beberapa material yang dapat menghasilkan alergi seperti latex, (selipin disini alergi) (Annusavice, 2003).

2.2.1 Efek Lokal dan Efek Sistemik dari MaterialMaterial yang digunakan dalam bidang kedokteran gigi memungkinkan juga memiliki efek local dan efek biologi sistemik. Efek ini diatur terutama oleh zat kimia yang dikeluarkan atau dilepaskan dari material tersebut dan respon biologi terhadap zat kimia tersebut. Sifa