MAKALAH IBD - Keindahan

Download MAKALAH IBD - Keindahan

Post on 12-Jun-2015

31.127 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>KATA PENGANTAR</p> <p>Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, serta kebaikan kepada kita semua. Para penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini dibuat untuk melengkapi Tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar semester I. Tak lupa penyusun ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada : 1. Kedua Orang Tua Para Penyusun serta keluarga atas dukungan moril yang diberikan kepada para penyusun. Juga doa yang selalu dipanjatkan agar makalah ini terselesaikan dengan baik. 2. Kepada Bapak Achiruddin Akil, S.Pd selaku Dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, yang dengan sabar mengajarkan kami. 3. Teman teman DKV kelas O Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Indraprasta yang tidak dapat para penyusun sebutkan satu per satu. Dalam pembuatan makalah ini para penyusun menyadari bahwa makalah ini kurang sempurna. Karena itu para penyusun berharap Bapak dan Ibu dosen dapat memakluminya. Terima kasih.</p> <p>Jakarta, 30 November 2008 Para Penyusun</p> <p>2</p> <p>DAFTAR ISI</p> <p>Cover .. 1 KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN . BAB II MANUSIA DAN KEINDAHAN .. BAB III PEMBAHASAN ... 2 4 5 6 DAFTAR ISI . 3 LATAR BELAKANG 4 ISI ....... 5 A. PENGERTIAN KEINDAHAN 6 1. Apakah Keindahan Itu ? ... 7 2. Nilai Estetika . 9 3. Apa Sebab Manusia Menciptakan Keindahan ? .. 10 B. MAKNA KEINDAHAN . 11 C. RENUNGAN . 16 D. KESERASIAN 19 E. KEHALUSAN 21 F. MANUSIA DAN KEINDAHAN 22 BAB IV PENUTUP. DAFTAR PUSTAKA ... LEMBAR PERTANYAAN . LEMBAR JAWABAN .... 26 27 28 29 KESIMPULAN 26</p> <p>3</p> <p>BAB I PENDAHULUAN</p> <p>LATAR BELAKANG Ditinjau dari segi bahasa, Keindahan berasal dari kata Indah, diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan.</p> <p>Keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan.Keindahan dalam arti estetika murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Keindahan dalam arti terbatas mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan Indera Penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna.</p> <p>Nilai Estetik menurut Teori The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertiankeindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai Pendidikan, dan sebagainya.</p> <p>Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diammemikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung.</p> <p>Keserasian berasal dari kata serasi; serasi dari kata dasar Rasi artinya cocok,sesuai, atau kena benar. Kata cocok, sesuai atau kena benar mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang.</p> <p>Kehalusan berasal dari kata Halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut,sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan dan atau keadaban.</p> <p>4</p> <p>BAB II MANUSIA DAN KEINDAHAN</p> <p>Dalam materi pembahasan tentang Manusia dan Keindahan, ada beberapa hal-hal yang akan dibahas, dimana setiap pointnya mempunyai keterkaitan yang saling berhubungan, diantaranya adalah sebagai berikut : A. PENGERTIAN KEINDAHAN 1. Apakah Keindahan Itu ? 2. Nilai Estetika 3. Apa Sebab Manusia Menciptakan Keindahan ? B. MAKNA KEINDAHAN C. RENUNGAN D. KESERASIAN E. KEHALUSAN F. MANUSIA DAN KEINDAHAN Dari pembahasan Materi tentang Manusia dan Keindahan diatas, diharapkan mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang keindahan, renungan, keserasian serta kaitannya dengan manusia didalam kehidupan seharihari.</p> <p>5</p> <p>BAB III PEMBAHASAN</p> <p>A. PENGERTIAN KEINDAHAN</p> <p>Keindahan berasal dari kata Indah, Keindahan atau "Beauty" adalah sifatdari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan juga dapat memberikan kita rasa keingintahuan tentang hal tersebut semakin terus bertambah. Contohnya jika kita bermusik, kita1. ialah seperti Alam (Pantai, Danau, Gunung), Manusia Hidung, Bibir, Rambut, Kaki, Tubuh), Rumah kita Benda sifat hasil segala akan semakin mencari 'Feel' untuk hati yang indah seni, apa yang cocok mempunyai</p> <p>Pemandangan Pegunungan, Bunga, Lereng (Wajah, Mata, (halaman,</p> <p>tatanan perabot rumah tangga dan sebagainya), Suara, Warna, dan sebagainya. Semua itu termasuk indah yang merupakan ciptaan Tuhan secara langsung. Betapa indahnya pemandangan matahari pagi dari timur dan pemandangan sore hari ketika matahari sedang menuju peraduannya di ufuk barat bumi ini. Demikian juga pemandangan yang indah ciptaan Tuhan yang muncul dari perpaduan gunung yang menghijau dengan samudera yang membiru. Indahnya pemandangan alam lepas, apalagi saat bulan purnama yang sejuk dengan desiran angin sepoi-sepoi basah. Keindahan seperti itu sudah merupakan keindahan yang universal. Semua lapisan masyarakat akan merasakan betapa indahnya ciptaan Tuhan. Karena dalam Islam sendiri, sebuah Hadits Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya Allah Ta'ala indah dan suka kepada keindahan. (HR. Muslim) Tidak demikian halnya dengan keindahan yang merupakan karya cipta manusia. Keindahan yang merupakan karya cipta manusia itu dibatasi oleh ruang dan1</p> <p>http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan</p> <p>6</p> <p>waktu. Meskipun keindahan karya cipta manusia itu universal, akibat pemaknaannya akan berbeda. Perbedaan itu dibatasi oleh ruang dan waktu. Keindahan juga identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang bertambah, yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah karena dasarnya tidak benar.</p> <p>Gambar 2 : Lukisan Monalisa, Indah, sesuatu yang mengandung kebenaran (bukan tiruan/Asli)</p> <p>Keindahan juga bersifat Universal, yang tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan. Kemudian pertanyaannya apakah keindahan itu? Apakah nilai Estetik itu? Yang mendorong manusia menciptakan keindahan. 1. Apakah Keindahan itu ? Menurut sejarah Yunani kuno abad 18, pada saat itu pengertian keindahan telah di pelajari oleh para Filsuf. Menurut The Liang Gie dalam bukunya Garis Besar Estetik (Filsafat Keindahan), dalam bahasa Inggris Keindahan diterjemahkan dengan kata Beautiful, bahasa Perancis Beau, Italia dan Spanyol Bello, kata-kata itu berasal dari bahasa Latin Bellum, akar katanya adalah Bonum yang berarti Kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi Bonellum dan terakhir dipendekkan menjadi bellum. Kemudian menurut luas cakupannya, Keindahan dibedakan menjadi tiga macam pengertian, yaitu : Keindahan Dalam Arti Luas</p> <p>7</p> <p>Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang menyangkut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan; Plotinus yang berbicara tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah atau bisa pula disimak dari apa yang biasa dibicarakan oleh orang-orang Yunani mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tetapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetik disebutnya</p> <p>Syimmetria, untuk keindahan berdasarkan pengelihatan. (misalnyapada seni pahat dan arsitektur) dan Harmonia untuk keindahan bedasarkan pendengaran (musik). Jadi pengertian yang seluar-luasnya meliputi : o Keindahan Seni o Keindahan Alam o Keindahan Moral o Keindahan Intelektual Keindahan Dalam Arti Estetika Murni Hal ini murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Keindahan Dalam Arti Terbatas Keindahan dalam arti terbatas mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan Indera Penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. Filsuf seni merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara penerapan-penerapan inderawi kita (Beauty is unity of formal realitions of our sense percepctions). Thomas</p> <p>Aquinos (1225-1274) mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatuyang menyenangkan bila mana dilihat (Id qout visum placet).</p> <p>2. Nilai Estetika</p> <p>8</p> <p>Kata estetika berasal dari kata Aesthesis yang artinya perasaan atau sensitivitas, karena memang pada awalnya pengertian ini berhubungan dengan lidah dan perasaan. Dalam pengertian teknis, Estetika adalah ilmu keindahan atau ilmu yang mempelajari keindahan, kecantikan secara umum. Pengertian ini berdasarkan kepada, bila kita memandang sesuatu obyek dan obyek itu dapat memberikan rasa senang, puas dan sebagainya yang sejalur dengan kata tersebut, maka dapat dikatakan obyek yang dipandang itu mengandung keindahan. Dalam perkembangannya, pengertian ini, kemudian berubah meluas, tidak lagi berkaitan dengan lidah dan perasaan, tetapi berhubungan dengan pikiran, etika dan logika. Teori The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai Moral, nilai Ekonomi, nilai Pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut Nilai</p> <p>Estetik.Masalah sekarang ialah: apakah Nilai Estetik. itu? Dalam bidang filsafat, istilah nilai sering kali dipakai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (Worth) atau kebaikan (Goodness). Dalam Dictionary Of Sociology And Related Science diberikan rumus tentang nilai sebagai berikut : The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality</p> <p>of any object which causes it be of interest to an individual or a group (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).Hal itu berarti, bahwa nilai ini adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya. Tentang nilai itu ada yang membedakan antara nilai subjektif dan objektif, atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai</p> <p>9</p> <p>kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting ialah : Nilai Ekstrinsik dan Nilai Instrinsik.</p> <p>Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atausarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/Contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai Instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contoh : 1) Puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut Nilai Intrinsik. 2) Tari, tarian Kecak dari Bali suatu tarian yang halus segala macam jenis pakaian dan gerak-geriknya. Dan merupakan nilai ekstrinsik.</p> <p>Gambar 3 : Tari Kecak, mengandung nilai Ekstrinsik dan Instrinsik</p> <p>3. Apa Sebab Manusia Mencipta Keindahan Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenarnya, justru tidak indah. Karena akan ada ucapan lebih cantik dari warna aslinya. Bila ada pamain drama yang berlebih-lebihan, misalnya marah dengan meluap-luap padahal kesalahan kecil, atau karena</p> <p>10</p> <p>kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis meraung-raung, itu berarti tidak alamiah. Dibawah ini adalah alasan dan tujuan manusia menciptakan keindahan :</p> <p>1. Tata nilai yang telah usangTata nilai yang sudah tidak sesuai dengan kondisi dan keadaan pada zaman sekarang, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang dapat merugikan nilai-nilai kemanusiaan dan dipandang sebagai hak-hal dapat mengurangi nilai moral bermasyarakat, sehingga bisa dikatakan tiodak indah.</p> <p>2. Kemerosotan zamanKeadaan yang merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan bejat terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa menghiraukan ketentuanketentuan agama dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Yang demikian itu tidak baik, yang tidak baik iu tidak indah.</p> <p>3. Penderitaan ManusiaPenderitaan merupakan hal yang pernah dialami semua orang, dan hal ini merupakan resiko hidup manusia, yang diberikan oleh Tuhan agar manusia sadar untuk tidak menjauh dariNya. Walaupun penderitaan adalah resiko hidup manusia, tapi hampir semua orang menyukai adanya penderitaan, dan menganggap penderitaan merupakan hal yang tidak baik, yang tidak baik iu tidak indah.</p> <p>4. Keagungan TuhanKeindahan merupakan anugerah yang diberikan oleh manusia dan maka dari itu kita sebagai manusia wajib mensyukurinya, dan sebagian dari kita mengungkapkan rasa syukur tersebut dalam bentuk karya seni, seperti melukis pemandangan, yang merupakan hasil karya seni yang Agung yang diciptakanoleh Allah untuk kita sebagai hambanya.</p> <p>11</p> <p>B. MAKNA KEINDAHAN Menjawab pertanyaan sekitar apa itu keindahan, boleh jadi merupakan pekerjaan yang sulit. Ini kalau yang dituntut jawaban yang bisa memuaskan semua pihak. Karena keindahan intu bersifat relatif, dan tiap orang mempunyai penilaian yang berbeda-beda. Kesulitan semacam itu memang bisa dimengerti oleh karena sampai sekarang ini bisa kita temukan sebagai batasan atau pengertian tentang keindahan yang celakanya, berbeda satu sama lain. Padahal, yang namanya keindahan itu secara akademis sudah dikaji manusia sejak abad ke delapan belas, pada saat para filsuf banyak tertarik untuk mengembangkan estetika, salah satu cabang dari filsafat yang tidak lain berbicara soal keindahan. Beberapa definisi keindahan berdasarkan pendapat para ahli antara lain menjelaskan (Gie, 1996 : 13-14) :</p> <p>Sifat dari suatu benda yang memberi kita kesenangan yang tidak berkepentingan yang kita bisa memperolehnya semata-mata dari memikirkan atau melihat benda individual itu sebagaimana adanya Mortiner Adler</p> <p>Sesuatu yang menyenangkan ketika dilihat. Aristoteles, selain yang baik juga adalah menyenangkan Thomas Aquinas</p> <p>Kualitas yang mendatangkan penghargaan yang mendalam tentang bebagai nilai atau ideal yang membangkitkan semangat Charles J. Bushell Keindahan adalah perpaduan dari sesuatu yang baik bentuknya dengan yang bertenaga hidup. Kini studi estetika sebagai ilmu yang dipelajari bukanlah cara untuk menikmati keindahan, tetapi usaha untuk</p> <p>12</p> <p>memahami keindahan. Walaupun rasa keindahan bersifat subyektif, bergantung kepada rasa perseorangan. Secara keilmuan dapat diobjektifkan</p> <p>Samuel ColeridgeSekedar penguat konstatasi diatas, baik juga di...</p>