makalah farmasi: diabetes mellitus

Download Makalah Farmasi: Diabetes Mellitus

Post on 05-Nov-2015

56 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah Farmasi

TRANSCRIPT

Makalah Farmasi

DIABETES MELLITUS

Oleh : TENRI ASHARI WANAHARIG99131087

KEPANITERAAN KLINIK UPF / LABORATORIUM FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR. MOEWARDISURAKARTA2015

BAB IPENDAHULUAN

Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolic dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi akibat adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya(WHO). Hiperglikemia kronik pada penderita diabetes memiliki hubungan yang erat dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi, atau kegagalan berberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah. Adanya perubahan, perkembangan baik dalam hal diagnosis, klasifikasi, perjalanan penyakit, dan penatalaksanaan DM terus menerus dikembangkan oleh WHO, American Diabetes Association (ADA), dan di Indonesia sendiri terdapat pakar ahli spesialis penyakit dalam dalam perkumpulan PERKENI (perkumpulan endokrinologi Indonesia). Tingginya tingkat insidensi DM, tentunya akan diikuti pula dengan meningkatnya komplikasi kronik akibat hiperglikemia. Komplikasi utama yang sering terjadi adalah makroangiopati dan mikroangiopati (Jameson, 2004). Komplikasi makroangiopati berupa gangguan pada pembuluh darah besar seperti pembuluh darah besar otak, jantung dan kaki. Pada komplikasi mikroangipati, penyakit yang ditimbulkan adalah retinopati diabetik, nefropati diabetik dan neuropati diabetik (Adam, 2005). Penatalaksanaan pada DM merupakan suatu tatalaksana yang komprehensif, dimana tidak hanya bertumpu pada pengobatan farmakologis saja, tetapi lebih kepada pengobatan non-farmakologis. Pengobatan farmakologis lebih ditujukan kepada penderita DM tipe 1, dimana memang terjadi defisiensi insulin absolute, sedangkan pada DM tipe 2, pengobatan dan pendekatan non-farmakologis lebih diutamakan, mengingat penatalaksanaan DM tipe 2 membutuhkan penanganan yang komprehensif dan berkesinambungan (ADA, 2009 ; ADA, 2004).

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

DIABETES MELLITUSA. DefinisiDiabetes mellitus adalah suatu penyakit kronis yang terjadi akibat dari pancreas yang tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau keadaan dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah (hiperglikemia) (WHO, 2009 ; Jameson, 2004).

B. Manifestasi Klinis Berbagai keluhan dapat ditemukan pada diabetesi. Kecurigaan adanya DM perlu dipikirkan bila terdapat keluhan klasik DM seperti :1. Keluhan klasik DM berupa : poliuria, polidipsia, polifagi, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya2. Keluhan lain : lemah badan, kesemutan atau rasa kebas pada tangan dan atau kaki, gatal pada kemaluan, mata kabur, dan disfungsi ereksi pada pria, serta pruritus vulvae pada wanita. Selain itu apabila terdapat luka yang tidak kunjung sembuh atau sulit sembuh, perlu juga dipikirkan adanya DM (Waspadji, 2007 ; Suyono, 2006).

C. Klasifikasi1. Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) atau DM tipe 1 adalah sebuah penyakit inflamasi autoimun pada pankreas, sehingga menyebabkan kekurangan produksi insulin. Proses autoimun ini mengenai sel pada Pulau Langerhans. Munculnya gejala klinis membutuhkan destruksi yang sangat berat yaitu lebih dari 90% sel yang rusak (Cihakova, 2001).2. Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau DM tipe 2 terdapat pada individu yang mengalami resistensi insulin dan biasanya relatif memiliki defisiensi insulin setidaknya di awal dan terkadang sepanjang hidupnya. Kadar insulin pada diabetes tipe 2 normal atau meningkat karena fungsi sel pankreas normal (American Diabetes Association, 2009).3. Diabetes melitus tipe laina. Defek genetik sel b. Defek genetik kerja insuliNc. Penyakit eksokrin pankreas d. Endokrinopati e. Obat atau kimia yang menginduksi diabetes f. Infeksi g. Imunologi h. Sindrom genetik (American Diabetes Association, 2009).4. Gestational Diabetes Mellitus (GDM)

D. Faktor Resiko DMAdapun faktor resiko DM antara lain :1. Usia 45 tahun2. BMI > 23 kg/m23. Hipertensi ( 140 / 90 mmHg)4. Riwayat DM dalam garis keturunan (genetik)5. Riwayat abortus berulang

E. DiagnosisTerdapat gejala klasik yaitu poliuri, polidipsi, polifagi serta penurunan berat badan tanpa penyebab ditambah satu dari tiga keadaan :F. kadar glukosa darah sewaktu 200 mg/dLG. kadar glukosa darah puasa 126 mg/dLH. tes toleransi glukosa sebanyak 75 gram oral dan setelah 2 jam kadar glukosa darah sewaktu 200 mg/dL (American Association of Clinical Endocrinologist, 2007).

F. KomplikasiKomplikasi DM dapat dibagi menjadi :1. Komplikasi akut :a. Ketoasidosis diabetik (KAD) b. Hiperosmolar non ketotik (HONK) atau yang sekarang dikenal sebagai Hiperglikemik Hiperosmoler State (HHS)c. Hipoglikemia 2. Komplikasi kronis :a. Makroangiopati yang melibatkan :1) Pembuluh darah jantung2) Pembuluh darah tepi3) Penyakit arteri perifer sering terjadi pada diabetesi, biasanya terjadi dengan gejala tipikal intermittent claudiacatio, meskipun sering tanpa gejala. Terkadang ulkus iskemik kaki merupakan kelainan yang pertama kali muncul.4) Pembuluh darah otak b. Mikroangiopati :1) Retinopati diabetik 2) Nefropati diabetikc. Neuropati 1) Berupa hilangnya sensasi distal. Adanya neuropati berisiko tinggi untuk terjadinya ulkus kaki dan amputasi2) Gejala lain yang sering dirasakan kaki terasa terbakar dan bergetar sendiri dan lebih terasa nyeri di malam hari.3) Semua diabetesi yang disertai neuropati perifer harus diberikan edukasi perawatan kaki untuk mengurangi risiko ulkus kaki (Soegondo, 2007).d. Rentan infeksi e. Kaki diabetikf. Disfungsi ereksi

G. PenatalaksanaanTujuan penatalaksanaan secara umum adalah meningkatnya kualitas hidup pasien diabetis, yaitu :1. Jangka pendek : Hilangnya keluhan dan tanda DM Mempertahankan rasa nyaman Tercapainya target pengendalian glukosa2. Jangka panjang : Tercegah dan terhambatnya progresivitas penyulit seperti mikroangiopati, makroangiopati, dan neuropati. Tujuan akhir penatalaksanaan adalah turunnya morbiditas dan mortalitas dini DMUntuk tujuan tersebut dilakukan pengendalian glukosa darah, tekanan darah, berat badan, dan profil lipid melalui pengelolaan pasien secara holistik dengan mengajarkan perawatan mandiri dan perubahan perilaku. Pilar penatalaksanaan DM :1. EdukasiKeberhasilan pengelolaan diabetes mandiri membutuhkan partisipasi aktif pasien, keluarga dan masyarakat. Tim kesehatan harus mendampingi pasien dalam menuju perubahan perilaku. Untuk mencapai keberhasilan perubahan perilaku, dibutuhkan edukasi yang komprehensif dan motivasi. Edukasi tersebut meliputi pemahaman tentang: Penyakit DM Makna dan perlunya pengendalian serta pemantauan DM Penyulit DM Intervensi non farmakologis dan farmakologis Hipoglikemia Masalah khusus yang dihadapi Cara mempergunakan fasilitas perawatan kesehatanEdukasi secara individual dan pendekatan berdasarkan penyelesaian masalah merupakan inti perubahan perilaku yang berhasil. Perubahan perilaku hampir sama dengan proses edukasi yang memerlukan penilaian, perencanaan, implementasi dan evaluasi.

2. Terapi gizi medisMerawat penyakit diabetes dengan berdiet berarti mengikuti suatu pola makan yang sehat dibandingkan diet yang sulit atau yang bersifat membatasi. Cara ini berlaku bagi setiap penderita diabetes tanpa memperhatikan jenis yang dimiliki, dan untuk sebagian penderita diabetes tipe II cukup dengan mengontrolnya. Namun, pada penderita diabetes tipe I, perlu mempelajari keseimbangan makanan dengan suntikan insulin agar bisa tercapai kontrol terbaik pada tingkat gula darah. Diet ini menekankan perlunya mencapai atau mempertahankan berat badan ideal dan menekankan prinsip-prinsip dasar makanan sehat, dalam hal ini bermakna makanan yang memiliki perpaduan yang baik serta mengurangi makanan yang buruk bagi kesehatan.Kontribusi makanan yang diperlukan dalam makanan penderita diabetes adalah : Dua per lima bagian makanan sebaiknya mencakup makanan yang mengandung zat tepung, lebih disukai dari varietas berserat tinggi. Dua per lima bagian makanan sebaiknya mencakup sayuran/salad maupun buah-buahan. Seperlima sisanya sebaiknya mencakup makanan yang mengandung protein, seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan, atau keju.Lebih dari separuh kasus pasien diabetes tidak dapat mengikuti pola diet mereka. Alasannya banyak sekali, tetapi angka kegagalan ini dapat dikurangi dengan menghindari kerumitan yang tidak perlu dan memberikan penjelasan mengenai prinsip-prinsip diet kepada setip pasien.Komposisi diet yang dianjurkan untuk penderita DM berulang kali mengalami perubahan. Mula-mula mengacu pada diet DM di negara barat dengan komposisi karbohidrat rendah, sekitar 40-50% dari total energi (diet A). Namun, saat ini dianjurkan persentase karbohidrat lebih tinggi sampai 60-70% dari total kebutuhan energi atau disebut juga diet B. Disamping anjuran mengenai karbohidrat, protein dan lemak, dianjurkan pula pemakaian karbohidrat kompleks yang mengandung banyak serat dan rendah kolesterol. Standar yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi: Karbohidrat60-70% Protein10-15% Lemak20-25%Makanan dengan komposisi karbohidrat sampai 70-75% masih memberikan hasil yang baik. Jumlah kandungan kolesterol disarankan < 300 mg/hari. Diusahakan lemak berasal dari sumber asam lemak tidak jenuh (MUFA, Mono Unsaturated Fatty Acid), dan membatasi PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid) dan asam lemak jenuh. Jumlah kandungan serat sekitar 25 g/hari, diutamakan serat larut. Pasien diabetes dengan hipertensi perlu mengurangi konsumsi garam. Pemanis buatan dapat dipakai secukupnya. Pemanis buatan yang tak bergizi yang aman dan dapat diterima untuk digunakan pada pasien DM termasuk yang sedang hamil adalah : sakarin, aspartam, acesulfame potassium dan sucralose.Jumlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, status gizi, umur, ada tidaknya stres akut dan kegiatan jasmani. Untuk penentuan status gizi, dapat dipakai Body Mass Inde