makalah ekonomi tentang kebijakan fiskal

Click here to load reader

Post on 31-Oct-2015

2.208 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MAKALAH KEBIJAKAN FISKAL

KELOMPOK:6Dani SetiawanIrha Bashira FirmanYusuf Fadillah

KESEHATAN MASYARAKATFAKULTAS ILMU ILMU KESEHATAN MASYARAKATUNIVERSITAS MUHAMMADIYAHPROF. DR. HAMKAJAKARTA 2012

KATA PENGANTAR

BismillahirrahmanirrahimSegala puji bagi Allah swt, karena ridho dan karunia Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah sebagaimana yang diamanahkan oleh Ibu Evindyah, selaku dosen mata kuliah Ekonomi Universitas Prof. Dr. Hamka.Sebagai warga negara Indonesia, kita hendaknya turut untuk memberikan aspirasi atau kontribusi kepada negara untuk mencapai kesejahteraan sosial. Dalam arti, bahwa masyarakat seperti kita ini, punya hak dan kewajiban menilai hasil kerja pemerintah. Menganalisis kebijakan pemerintah yang harus kepada pro rakyat.Apalagi bila kita berbicara mengenai keseimbangan anggaran pemasukan dan pengeluaran, diharapkan pemerintah dapat mengatur sedemikian rupa agar bisa membawa keuntungan akan tetapi tidak memberatkan rakyatnya. Dalam makalah ini, hendak dibahas mengenai mekanisme kebijakn fiskal yang merujuk kepada sistem pemasukan dan pengeluaran negara.Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan di kalangan mahasiswa serta bermanfaat bagi masyarakat.Kepada Ibu Evindyah, selaku dosen Ekonomi, diharapkan dapat menerima makalah ini untuk dianalisis dari segi hasil karya mahasiswa. Kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya, serta mohon maaf bila ditemukan banyak kekurangan pada makalah ini.

Jakarta, 10 Mei 2012

Penulis

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR.......................................................................................................... iDAFTAR ISI........................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.....................................................................................................4 1.2 Masalah................................................................................................................4 1.3 Tujuan..................................................................................................................4 1.4 Manfaat................................................................................................................4BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Hakikat Kebijakan fiskal.....................................................................................5 2.2 Fungsi Kebujakan fiskal......................................................................................7BAB III PEMBAHASAN 3.1 Definisi Kebijakan Fiskal...................................................................................9 3.2 Tujuan Kebijakan Fiskal.....................................................................................9 3.3 Instrumen Kebujakan Fiskal...............................................................................9 3.4 Kebijakan Fiskal Mempunyai Berbagai Bentuk................................................9 3.5 Kostumisasi APBN Oleh Pemerintah...............................................................10 3.6 Pengaruh Krisis Ekonomi Pada Kebijakan Fiskal............................................11 3.7 Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai...............................................................11BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan........................................................................................................22DAFTAR PUSTAKABAB IPENDAHULUAN2.1Latar Belakangkebijakan fiskal dipengaruhi oleh dua variabel utama, yaitu pajak (tax) dan pengeluaran pemerintah (goverment expenditure). Berbicara tentang kebijakan fiskal berkaitan erat dengan kegiatan perekonomian empat sektor, dimana sektor sektor tersebut diantaranya sektor rumah tangga, sektor perusahaan, sektor pemerintah dan sektor dunia internasional/luar negeri.Ke-empat sektor ini memiliki hubungan interaksi masing masing dalam menciptakan pendapatan dan pengeluaran.Krisis global saat ini jauh lebih parah dari perkiraan semula dan suasana ketidakpastiannya sangat tinggi.Kepercayaan masyarakat dunia terhadap perekonomian menurun tajam.Akibatnya, gambaran ekonomi dunia terlihat makin suram dari hari ke hari walaupun semua bank sentral sudah menurunkan suku bunga sampai tingkat yang terendah.Tingkat bunga yang sedemikian sehingga pilihan yang tersedia hanya pada kebijakan fiscal. Menurut Mohamad Ikhsan, (http://majalah.tempointeraktif.com) negara-negara yang tergabung dalam G-20 dalam komunike bersamanya baru-baru ini sepakat mendorong lebih cepat ekspansi kebijakan fiskal minimal 2 persen dari produk domestik bruto untuk memulihkan perekonomian dunia. Meskipun secara teoretis kebijakan fiskal dapat berfungsi sebagai stimulus perekonomian, dalam pelaksanaannya sering kali terdapat hambatan.Hambatan ini dirasakan terutama di negara berkembang.2.2 Rumusan masalahDari latar belakang di atas dapat di buat beberapa rumusan masalah yaitu antar lain:1. Definisi kebijakan fiskal (fiskal policy)2. Pengaruh pajak terhadap pendapatan dan konsumen3. Pengaruh pajak terhadap keseimbangan ekonomi4. Politik anggaran5. Efektivitas kebijakan fiskal2.3 Tujuan 1. Agar lebih memahami definisi dari kebijakan fiskal2. Serta mempermudah pembaca memahami pengaruh pajak terhadap keseimbangan ekonomi.2.4 Manfaat1.) Mengetahui apa yang terjadi dengan kekayaan alam Indonesia.2.) Mengetahui mekanisme ekonomi di Indonesia.BAB IIKAJIAN TEORI

2.1 Hakikat Kebijakan FiskalKebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan men-stabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. 2.1.1 Pengeluaran PemerintahPengeluaran pemerintah bisa disebut sebagai perbelanjaan pemerintah atau negara. Belanja negara adalah semua pengeluaran negara yang digunakan untuk membiayai belanja pemerintah pusat dan belanja untuk daerah. Belanja untuk daerah adalah semua pengeluaran untuk membiayai dana perimbangan serta dana otonomi khusus dan penyesuaian. a) Belanja Pemerintah Pusat:

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Pembayaran Bunga Utang Subsidi Belanja Hibah Bantuan Sosial Belanja Lain-lain

b) Dana yang dialokasikan ke Daerah Dana Perimbangan Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaianc) Pengeluaran untuk Pembiayaan

Pengeluaran untuk Obligasi Pemerintah Pembayaran Pokok Pinjaman Luar Negeri Pembiayaan lain-lain2.1.2 Pendapatan/ penerimaan Pemerintaha) Pajak Pajak merupakan pungutan yang dilakukan oleh pemerintah (pusat/daerah) terhadap wajib pajak tertentu berdasarkan undang-undang (pemungutannya dapat dipaksakan) tanpa ada imbalan langsung bagi pembayarnya. Jenis pajak di Indonesia yakni, pajak usat dan pajak daerah.[footnoteRef:2] [2: ]

a. Pajak Pusat Pajak Penghasilan (PPh) Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa (PPN) Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn-BM) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Bea Meterai Bea Masuk Cukai Pajak Eksporb. Pajak Daerah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Pajak Reklame Pajak Hiburan Pajak Bahan Bakar

b) RetribusiRetribusi merupakan pungutan yang dilakukan oleh pemerintah (pusat/daerah) berdasarkan undang-undang (pemungutannya dapat dipaksakan) di mana pemerintah memberikan imbalan langsung bagi pembayarnya. Contoh, pelayanan medis di rumah sakit milik pemerintah, pelayanaan perpakiran oleh pemerintah, pembayaran uang sekolah, dll.c) Keuntungan BUMN/BUMD Sebagai pemilik BUMN, pemerintah pusat berhak memperoleh bagian laba yang diperoleh BUMN. Demikian pula dengan BUMD, pemerintah daerah sebagai pemilik BUMD berhak memperoleh bagian laba BUMD.d) Denda dan Sita Pemerintah berhak memungut denda atau menyita asset milik masyarakat, apabila masyarakat (individu/kelompok/organisasi) diketahui telah melanggar peraturan pemerintah. Misalnya: denda pelanggaran lalulintas, denda ketentuan peraturan perpajakan, penyitaan barang-barang illegal, penyitaan jaminan atas hutang yang tidak tertagih, dll.e) Pencetakan Uang Pencetakan uang umumnya dilakukan pemerintah dalam rangka menutup defisit anggaran, apabila tidak ada alternatif lain yang dapat ditempuh pemerintah. Penentuan besarnya jumlah uang yang dicetak harus dilakukan dengan cermat, agar pencetakan uang tidak menimbulkan inflasi.

f) Pinjaman Pinjaman pemerintah merupakan sumber penerimaan negara, yang dilakukan apabila terjadi defisit anggaran. Pinjaman pemerintah dikemudian hari akan menjadi beban pemerintah, karena pinjaman tersebut harus dibayar kembali, berikut dengan bunganya. Pinjaman dapat diperoleh dari dalam maupun luar negeri. Sumber pinjaman bisa berasal pemerintah, institusi perbankan, institusi non bank, maupun individu.

g) Sumbangan, Hadiah, Dan Hibah Sumbangan, hadiah, dan hibah dapat diperoleh pemerintah dari individu, institusi, atau pemerintah. Sumbangan, hadiah, dan hibah dapat diperoleh dari dalam maupun luar negeri. Tidak ada kewajiban pemerintah untuk mengembalikan sumbangan, hadiah, atau hibah. Sumbangan, hadiah, dan hibah bukan penerimaan pemerintah yang dapat dipastikan perolehannya. Tergantung kerelaan dari pihak yang memberi sumbangan, hadiah, atau hibah.

2.2 Fugsi Kebijakan Fiskala) Fungsi alokasi Maksudnya adalah untuk mengalokasikan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat sedemikian rupa sehingga kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa dapat terpenuhi. Kelangkaan akan barang dan jasa dalam masyarakat akan mengundang berbagai kerawanan dalam masyarakat. Tanpa adanya prakarsa pemerintah kemungkinan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan dapat terpenuhi dengan baik.

b) Fungsi distri